| Skenario Baru Pojokkan Iran, Dimulai Oleh Italia | | | |
| | |
| Hamid Masoumi Nejad, wartawan IRIB di Roma ditangkap oleh pihak keamanan Italia. Tak tanggung-tanggung, sang wartawan dituduh mengetuai kelompok sindikat penyelundupan senjata ke Iran. Masoumi Nejad ditangkap Rabu lalu usai memberikan laporan untuk televisi Iran tentang demo anti rasialisme di Italia yang dilakukan kalangan buruh. Tentang penangkapan itu, polisi hanya mengumbar tuduhan tanpa disertai bukti. Masoumi Nejad ditangkap bersama satu lagi warga Iran di kota Turin Italia. Menanggapi penangkapan tersebut, juru bicara Departemen Luar Negeri Republik Islam Iran, Ramin Mehmanparast menyebutnya sebagai permainan baru demi tujuan yang belum jelas. Jubir deplu Iran menekankan, untuk memperjelas masalah ini Tehran telah memanggil duta besar Italia untuk memberikan keterangan. Mehmanparast menegaskan bahwa Deplu Iran akan terus menindaklanjuti aksi penangkapan warganya di Italia itu. Penangkapan warga Iran yang sudah bekerja cukup lama untuk televisi Iran, IRIB, dinilai oleh banyak kalangan sebagai babak baru dari skenario anyar Barat dalam upaya memojokkan Iran. Penangkapan itu diekspos secara besar-besaran oleh media-media massa Barat. Itulah sebabnya mengapa Mehmanparast menyebut insiden ini sebagai permainan baru demi tujuan yang belum jelas. Media massa Barat juga nampaknya masih belum bisa melepas citra yang melekat padanya bahwa media-media ini bak orang yang kesetanan ketika mendapat laporan atau berita yang bisa digunakan untuk memukul dan memojokkan Republik Islam Iran. Isu inipun tak bisa dilepaskan begitu saja. Mungkin salah satu tujuan dari skenario ini adalah untuk mengurangi kesan publikasi keberhasilan dinas intelijen Iran dalam menangkap teroris kelas kakap, Abdul Malek Rigi. Pasalnya keberhasilan intelijen Iran itu menyentak semua orang khususnya AS dan sekutu-sekutu Baratnya. Apalagi yang ditangkap adalah gembong teroris yang didanai dan didukung penuh oleh AS dan Inggris. Padahal yang dilakukan Rigi dan orang-orangnya adalah kejahatan murni, penyelundupan narkotika, pembunuhan warga sipil tak berdosa, pembantaian polisi, pasdaran, dan relawan Basij. Penangkapan Rigi sempat menjadi berita terhangat dunia selama beberapa hari. Kerjasama dengan AS dan negara-negara Eropa dalam menjalankan aksi terorismenya, diakui sendiri oleh Abdul Malek Rigi yang memimpin kelompok dengan nama palsu, Jundullah. Pengakuan tersebut tentunya ibarat tamparan keras ke muka AS dan Barat yang mengklaim diri sebagai pejuang HAM. Penangkapan wartawan IRIB oleh polisi Italia memang penuh tanda tanya. Tanda tanya bukan karena kesalahan yang dituduhkan tapi perihal skenario apa yang sedang diupayakan oleh Barat saat ini? Baca juga: |

0 comments to "Keberhasilan dinas intelijen Iran VS Media Barat"