| Konferensi Internasional Persatuan Islam ke-23 Berakhir Sudah | | | |
| | |
| Konferensi Internasional Persatuan Islam ke-23 di Tehran (Iran) yang digelar sejak Selasa (2/3) telah ditutup hari Rabu (3/3). Konferensi yang dihadiri 150 tokoh dan cendekiawan muslim dari 48 negara, mengambil topik "Keragaman Ummat Islam hingga Perpecahan." Menurut data panitia, sekitar 500 tokoh sosial dan budaya ikut serta dalam konferensi yang digelar hampir setiap tahun ini. Di akhir konferensi, para peserta mengukuhkan sebuah deklarasi bersama yang menekankan bahwa al-Qur'an dan Sunnah Nabi Saw telah menggariskan untuk umat Islam jalan benar yang akan membawa umat ini ke arah nilai-nilai kemanusiaan, peradaban yang tinggi dan membuka pintu bagi diskusi yang membangun dan kebebasan berijtihad yang sesuai dengan ketentuan syariat. Para peserta konferensi juga menegaskan bahwa tantangan yang kini dihadapi umat Islam telah mengancam budaya dan cita-cita umat dalam membangun peradaban yang tinggi. Tantangan lainnya adalah ancaman perpecahan umat karena faktor geografis, etnis dan madzhab bahkan historis. Musuh juga berusaha membuat umat Islam terus berada dalam ketertinggalan di bidang sains, ekonomi, militer dan lainnya. Deklarasi akhir konferensi menyatakan bahwa untuk mewujudkan persatuan umat, langkah paling penting adalah dengan mengupayakan pendekatan antara madzhab-madzhab Islam. Ditambahkan bahwa perselisihan politik di tengah umat Islam jangan sampai mengobarkan perselisihan akidah, sejarah dan fiqh di antara umat. Memprovokasi munculnya fitnah partisan atau konflik kebangsaan hanya akan menguntungkan musuh-musuh umat Islam yang selalu mencari peluang untuk memukul umat ini lewat berbagai cara dan makarnya. Para ulama dan cendekiawan Dunia Islam peserta konferensi internasional persatuan Islam di Tehran menekankan upaya serius untuk melaksanakan isi piagam Hak Asasi Manusia yang dirilis oleh Organisasi Konferensi Islam (OKI). Di bagian lain deklarasi, para tokoh Dunia Islam mengecam segala bentuk agresi dan serangan rezim Zionis Israel terhadap rakyat Palestina. Semua hak rakyat Palestina harus diakui dan dipenuhi, termasuk hak kepulangan para pengungsi yang terusir ke kampung halaman mereka dan hak membentuk negara Palestina merdeka dengan Beitul Maqdis sebagai ibukotanya. Deklarasi juga mendesak Perserikatan Bangsa Bangsa untuk melaksanakan tugasnya dengan benar terkait isu Palestina dan kejahatan Israel. Isu lain Dunia Islam yang disinggung dalam deklarasi ini antara lain konflik bersenjata di Somalia. Semua pihak yang bertikai di Somalia didesak untuk mengedepankan solusi runding demi menghindari pertumpahan darah dalam bentuknya yang lebih parah di negara itu. Baca juga: Rahbar: Jangan Terkecoh Konspirasi AS dan Inggris! Laporan: Rafsanjani Berbicara di Konferensi Persatuan Islam ke-23 |

0 comments to "Konferensi Internasional Persatuan Islam ke-23"