
Saeed Jalili
Jalili dalam pertemuan itu menjawab pertanyaan berbagai masalah, termasuk nuklir, yang dilontarkan para pakar lembaga itu. Dalam kesempatan itu, Jalili meyakini tidak efektifnya sistem yang berkuasa di dunia ini sebagai penyebab problema utama dunia.
"Kebijakan-kebijakan yang berlandaskan pada kekuatan militer dan senjata nuklir pada 60 tahun terakhir ini, tidak dapat menjamin keamanan bagi umat manusia, bahkan hal itu bertentangan dengan hak-hak dan kepentingan dunia, " jelas Jalili.
Lebih lanjut Jalili menegaskan, "Riset dan pengalaman pasca Perang Dunia II membuktikan bahwa produksi dan kepemilikan senjata destruksi massal selain bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan, juga tidak efektif. Dapat dipastikan bahwa dunia tanpa senjata nuklir akan menjadi aman, stabil dan damai."
Jalili seraya menjelaskan program nuklir Iran dan kerjasama luas antara Tehran dan lembaga-lembaga internasional untuk membangun kepercayaan diri, Jalili menuturkan, "Lembaga-lembaga internasional harus menjelaskan dan mendefinisikan tugas negara-negara terkait masalah nuklir. Dengan cara itu, mereka akan menjadi pelindung kepntingan bangsa-bangsa dunia."
Terkait status sipil program nuklir Iran, Jalili mengatakan, "Kalkulasi inspeksi yang mencapai lebih dari 3000 orang perhari dan 21 kali penekanan Dirjen Badan Tenaga Nuklir Internasional (IAEA) terkait status sipil program nuklir Iran, menunjukkan bahwa Tehran telah menjalankan tugas-tugasnya untuk membangun kepercayaan dan menghormati undang-undang internasional. Dengan demikian, IAEA juga berkewajiban mendukung hak-hak bangsa Iran.
Adapun mengenai intimidasi terhadap Iran, Jalili menyebutnya sebagai langkah yang sia-sia. Jalili juga menuturkan, "Tehran menolak tawaran AS, Rusia dan Perancis terkait pertukaran bahan bakar karena tidak adil dan tidak logis." Menurut Jallili, Iran membutuhkan bahan bakar nuklir dengan pengayaan 20 persen untuk reaktor Tehran dan produksi obat-obat penting yang diperlukan 850 ribu pasien kanker. Akan tetapi langkah-langkah destruktif sejumlah negara malah membuat Tehran berhasil memproduksi bahan bakar dengan pengayaan 20 persen.
Dalam pertemuan dengan para pakar di Lembaga Riset Internasional Cina, Larijani menegaskan, "Selama sistem di dunia ini tidak adil dan irasional, berbagai problema, termasuk maslah nuklir, terus bermunculan."
Pertemuan yang berlangsung selama dua jam itu mendapat apresiasi penuh dari Ketua Lembaga Riset Internasional Cina itu. Ia mengatakan, "Pencerahan yang disampaikan Jalili merupakan sederet argumentasi yang membuktikan bahwa program nuklir Iran layak dan harus didukung penuh."
Barack Obama
Sebagaimana dilaporkan wartawan IRIB, Saeed Jalili dalam pertemuannya dengan para pejabat tinggi Institut Ilmu Sosial dan sejumlah akademisi Cina, mengkritik kebijakan luar negeri AS khususnya di Afghanistan.
Seraya mencela kebijakan sepihak AS terkait masalah nuklir Iran, Jalili menandaskan, tekanan tidak akan mempengaruhi Iran.
Lebih lanjut, Jalili menuturkan, sebagian kekuatan melancarkan tekanan terhadap Iran untuk tujuan hegemoninya, padahal Iran telah melaksanakan seluruh komitmen yang dibuat dengan Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA).
Dalam pertemuan itu, Jalili menjelaskan dan memaparkan kebijakan Iran dalam bidang program nuklir damai dan upaya Tehran untuk mewujudkan dunia yang bebas dari senjata nuklir.
Menurut Jalili, langkah Obama terkait program nuklir sipil Iran merupakan kelanjutan kebijakan keliru para pendahulunya.
Iran Desak Dunia Tindak Tegas Kebijakan Israel Soal Nuklir

Saeed Jalili
Berbicara di depan wartawan di Cina, Jalili menegaskan, Badan Energi Atom Internasional (IAEA) sudah lebih dari dua puluh kali mengumumkan secara resmi bahwa tidak ada bukti penyimpangan pada program nuklir Iran. Tapi mengapa Israel yang mengakui telah menyimpan puluhan rudal berhulu ledak nuklir di gudang senjatanya dan berulang kali mengancam akan menyerang sebuah negara yang merdeka, sampai saat ini tidak tersentuh?
Mengenai ancaman enam besar dunia untuk menjatuhkan sanksi lebih berat atas Iran, Jalili mengatakan, cara-cara ancaman dan intimidasi sudah usang dan masyarakat internasional tidak bisa menerima cara-cara itu.
Iran dan Cina Dukung Sistem Multipolar

Mengenai sikap sejumlah negara adidaya yang lebih mendahulukan penyelesaian sepihak, Sekretaris Dewan Tinggi Keamanan Nasional Iran menegaskan, sikap seperti itu tidak akan membuat negara-negara tersebut meraih apa yang diinginkannya.
Pada pertemuan itu, Direktur hubungan internasional Partai Komunis Cina, Wang Jiarui menyebut hubungan Cina dan Iran sebagai hubungan yang penting. Dia mengatakan, kerjasama kedua negara harus ditingkatkan dan Cina optimis hubungan ini akan semakin membaik.Sumber: Irib Indonesia
0 comments to "Obama Bermain Api"