Home , , � Vatikan Puji Toleransi Beragama di Negara Islam

Vatikan Puji Toleransi Beragama di Negara Islam


Vatikan Puji Toleransi Beragama di Iran, Wakil Vatikan dalam Konferensi Hari Filsafat Sedunia di Tehran menyatakan, "Kebebasan beragama yang diwujudkan Iran kepada warganya merupakan penghormatan terhadap kemampuan mereka".

Seperti diwartakan Kantor Berita Fars, Wakil Vatikan, Francesco Follo dalam pertemuannya dengan Gubernur Provinsi Isfahan Alireza Zaker Esfahani, menjelaskan, "Penghormatan istimewa Republik Islam Iran terhadap kalangan minoritas beragama sangat layak diperhatikan dan hal ini akan saya sampaikan kepada seluruh pimpinan dan intelektual Vatikan.

Dia menambahkan, "Pekan lalu telah ditandatangani kesepakatan antara Vatikan dan Tehran mengenai kebebasan bagi kalangan minoritas beragama. Apa yang dijelaskan gubernur Isfahan mengenai kondisi kaum minoritas beragama di Iran memahamkan kepada saya bahwa kesetaraan agama di negara ini terasa substansial".

Follo yang juga menjabat sebagai wakil Vatikan di Unesco itu menegaskan bahwa kehidupan kebebasan beragama masyarakat non-muslim di Iran sungguh mengagumkan. Dijelaskannya, "Kebebasan beragama bagi manusia merupakan penghormatan atas kemampuan dan kecakapannya".

Lebih lanjut ia memaparkan, sebagai wakil Vatikan di Unesco ia senantiasa menekankan perlunya meningkatkan dialog antar kebudayaan di Unesco. "Kami bersama Iran berusaha untuk memperluas kesepakatan kultural ini ke negara-negara lain", tutur Francesco Follo.(irib/24/11/2010/berbagai sumber)

5 comments to "Vatikan Puji Toleransi Beragama di Negara Islam"

  1. Anonymous says:

    Assalamu Alaikum wr-wb, perkenalkan nama saya ibu Sri Rahayu asal Surakarta, saya ingin mempublikasikan KISAH KESUKSESAN saya menjadi seorang PNS. saya ingin berbagi kesuksesan keseluruh pegawai honorer di instansi pemerintahan manapun, saya mengabdikan diri sebagai guru disebuah desa terpencil di daerah surakarta, dan disini daerah tempat mengajar hanya dialiri listrik tenaga surya, saya melakukan ini demi kepentingan anak murid saya yang ingin menggapai cita-cita, Sudah 9 tahun saya jadi tenaga honor belum diangkat jadi PNS Bahkan saya sudah 4 kali mengikuti ujian, dan membayar 70 jt namun hailnya nol uang pun tidak kembali bahkan saya sempat putus asah, pada suatu hari sekolah tempat saya mengajar mendapat tamu istimewa dari salah seorang pejabat tinggi dari kantor BKN pusat Jl. Letjen Sutoyo No. 12 Jakarta Timur karena saya sendiri mendapat penghargaan pengawai honorer teladan, disinilah awal perkenalan saya dengan beliau, dan secara kebetulan beliau menitipkan nomor hp pribadinya 0853-1144-2258 atas nama Drs Muh Tauhid SH.MSI beliaulah yang selama ini membantu perjalanan karir saya menjadi PEGAWAI NEGERI SIPIL, alhamdulillah berkat bantuan bapak Drs Muh Tauhid SH.MSI SK saya dan 2 teman saya tahun ini sudah keluar, bagi anda yang ingin seperti saya silahkan hubungi bapak Drs Muh Tauhid SH.MSI, siapa tau beliau bisa membantu anda

  2. Suka tidak Suka... Islam sekarang terbagi 3, yaitu Islam ala wahabi salafi takfiri kerajaan arab saudi pendukung teroris isis sang penebar kebencian sesama ummat manusia dan ummat islam (BENCI MAULID, HAUL,TAWASSUL dan ZIARAH KUBUR), Islam Sunni yang diwakili Islam Sunni Syafe'i ala Indonesia yang dianut mayoritas penduduk dan pemerintah Republik Indonesia (CINTA MAULID, HAUL,TAWASSUL dan ZIARAH KUBUR), kemudian Islam Syi'ah yang diwakili Islam Syi'ah 12 Imam / Mazhab Jakfari yang dianut mayoritas penduduk dan pemerintah Republik Islam Iran (CINTA MAULID, HAUL,TAWASSUL dan ZIARAH KUBUR)..... Jadi PILIH yang MANA ???? pilih pendukung teroris atau pendukung perdamaian seperti Republik Indonesia dan Republik Islam Iran ...?????!!!!


  3. saya IBU WINDA posisi sekarang di malaysia
    bekerja sebagai ibu rumah tangga gaji tidak seberapa
    setiap gajian selalu mengirimkan orang tua
    sebenarnya pengen pulang tapi gak punya uang
    sempat saya putus asah dan secara kebetulan
    saya buka FB ada seseorng berkomentar
    tentang AKI NAWE katanya perna di bantu
    melalui jalan togel saya coba2 menghubungi
    karna di malaysia ada pemasangan
    jadi saya memberanikan diri karna sudah bingun
    saya minta angka sama AKI NAWE
    angka yang di berikan 6D TOTO tembus 100%
    terima kasih banyak AKI
    kemarin saya bingun syukur sekarang sudah senang
    rencana bulan depan mau pulang untuk buka usaha
    bagi penggemar togel ingin merasakan kemenangan
    terutama yang punya masalah hutang lama belum lunas
    jangan putus asah HUBUNGI AKI NAWE 085-218-379-259 ATAU KLIK SITUS KAMI PESUGIHAN TAMPA TUMBAL tak ada salahnya anda coba
    karna prediksi AKI tidak perna meleset
    saya jamin AKI NAWE tidak akan mengecewakan

  4. Siapa sih Bachtiar Nasir ??? Ternyata bukan hanya Hizbut Tahrir Indonesia yang menunjukkan gejala aneh di detik- detik menjelang pemilihan umum. Kemarin, tak sengaja saya melihat seorang teman berkicau mengkritik seorang ulama – yang sebelumnya pernah dilihat berceramah tentang kemusyrikkan demokrasi, namun tiba-tiba saja pasca Pileg, ulama ini menjadi salah satu penggagas Poros Tengah, bersama Amien Rais. Namanya Ustadz Bachtiar Nasir, saat ini beliau adalah Sekjen MIUMI (Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia). Pada acara Tadabbur Al Quran Damai Indonesiaku di TV One, beliau mengulas tentang syirik – dan dalam video yang berdurasi hanya delapan menit tersebut, beliau berkata, “ … demokrasi bisa saja menjadi berhala sistem baru, orang-orang yang menggunakannya dan mengatakan bahwa tidak ada sistem yang lebih baik bahkan sistem Allah tidak penting untuk diterapkan ketimbang sistem demokrasi, dia sudah musyrik, dia sudah kafir.” Selengkapnya bisa dilihat di http://hakunnay.blogspot.co.id/2016/10/mamah-dede-bahchtiar-nasir-amin-rais.html

  5. Ini adalah dialog imajiner yang menyindir ironisme umat Islam Indonesia
    yang menggunakan ayat Al-Quran untuk menolak pemimpin kafir dan juga
    melengserkan pemimpin muslim. Ketika ayat Al-Qur'an sudah ditafsirkan
    pakai kepentingan, ya sudah, yang ada hanya perpecahan.
    ====
    "Tidak ada yang kurang dari Indonesia. Pernah dikaruniai presiden
    proklamator, Bung Karno, yang membanggakan. Pernah pula mencicipi
    presiden yang murah senyum, Pak Harto. Puncaknya saat negara mayoritas
    Muslim ini dianugerahi presiden dari kalangan ulama/kiai yang negarawan
    yang kompetensinya diakui dunia, Gus Dur. Namun kenyataannya justeru
    hanya bertahan sangat singkat, digulingkan oleh orang Islam sendiri.
    "Nikmat Tuhan mana lagi yang kamu (orang Islam) dustakan?" Ucap seorang
    pemuda Nahdliyin menyitir ayat al-Quran sembari mengisap sebatang
    rokoknya.
    "Jadi wajar jika
    sekarang yang muncul justeru Ahok, orang kafir non-muslim, sebagai
    balasan atas kufur nikmat itu, ya Kang?" Seloroh pemuda di sebelahnya
    menanggapi.
    "Semua ini alasannya cuma satu, gemar jual ayat demi kepentingan politik
    pribadinya!" Tegas kader muda NU itu.
    "Sebenarnya Akang memihak yang mana sih, Ahok yang mengatakan dibodohi
    pakai ayat 51 surat al-Maidah atau para ulama dan umat muslim yang
    mengatakannya sebagai penistaan terhadap agama?"
    Pemuda NU itu seketika mematikan rokoknya dan menatap serius ke arah
    penanya, "Saya berada di pihak Zakir Naik! Beliau seorang muslim idola
    banyak orang Islam. Kemana-mana yang dibacanya bukan saja ayat Al-Quran,
    tapi juga ayat Injil, Weda dan Taurat. Luar biasa!"
    "Maksudnya, jika
    Ahok menyitir ayat al-Quran berarti tak masalah? Bukan penistaan agama?
    Menurut saya Sampean keliru Kang, karena Ahok kapasitasnya bukan sebagai
    ulama seperti Zakir Naik." Timpalnya.
    Pemuda NU itu semakin serius sampai melototkan matanya lalu berteriak,
    "Apa kamu kira yang diperbuat Zakir Naik itu tidak ditiru oleh
    orang-orang Islam yang kapasitasnya setara dengan Ahok? Bahkan ditiru
    oleh kalangan yang awam ilmu agama!"
    "Lha kok malah jadi bela Ahok sih Kang?"
    Sembari berdiri, pemuda NU itu memungkasi, "Salah besar jika dikatakan
    saya membela Ahok! Apa kamu kira saat Gus Dur berusaha dilengserkan,
    saat Gus Dur dihina dan dicaci-maki, saat Gus Dur diusir dari forum
    diskusi, oleh beberapa oknum yang ngakunya ulama dan pengikut ulama
    tidak pakai ayat Al-Quran?! Tidak jauh beda seperti yang mereka lakukan
    sekarang terhadap Ahok! Sudahi dulu, saya mau ngimami shalat Maghrib."
    Usai mengimami shalat Maghrib, pemuda NU itu mendapati si penanya sudah
    menunggu di depan dipan rumahnya. Tanpa basa-basi, ia katakan:
    "Atheis dimusuhi
    karena tidak bertuhan. Bertuhan dimusuhi karena tuhannya beda. Tuhannya
    sama dimusuhi karena nabinya beda. Nabinya sama dimusuhi karena
    alirannya beda. Alirannya sama dimusuhi karena pendapatnya
    beda. Pendapatnya sama dimusuhi karena partainya beda. Partainya sama
    dimusuhi karena pendapatannya beda."
    Pertanyaannya, "Sampean wis ngopi Kang...?"
    Info lengkap klik di http://hakunnay.blogspot.co.id/2016/10/mamah-dede-bahchtiar-nasir-amin-rais.html

Leave a comment