Home , , � Israel serang negara Islam..!!!!! Gertak lagi...sambal lagi....!!!!!

Israel serang negara Islam..!!!!! Gertak lagi...sambal lagi....!!!!!















Haaretz: Israel Jangan Bermimpi Serang Iran-
Koran Haaretz, cetakan Israel menulis lemahnya kinerja Tel Aviv dalam memadamkan kebakaran hutan di wilayah utara pendudukan. Seraya mengisyaratkan hal ini, Haaretz menulis, Israel harus membuang pikiran kotornya untuk menyerang Republik Islam Iran.

Menurut laporan Fars News di Ramallah, pasca peristiwa kebakaran hutan Carmel di Haifa Tel Aviv mendapat kritikan pedas dari dewan pertahanan kota. Alov Ben, wartawan senior Haaretz di artikelnya menulis, kerugian akibat kebakaran hutan Carmel mengingatkan kita pada perang Yom Kippur di mana Dinas Pemadam Kebakaran Israel lamban memberikan pelayanan. Peristiwa kebakaran di hutan Carmel kembali membuktikan sejauh mana kesiapan Tel Aviv menghadapi bencana alam.

Ia menambahkan, lemahnya kinerja Dinas Pemadam Kebakaran dan tim penyelamat dalam mengontrol kebakaran di gunung Carmel menujukkan ketidaksiapan Tel Aviv melakukan serangan luas yang berdampak kerugian besar di dalam negeri.

Alov menekankan, meski mantan Ketua Mossad, Amos Yadlin memperingatkan berbagai hal bahwa perang di masa mendatang berbeda dengan perang sebelumnya yang dihadapi Tel Aviv. Menurutnya Israel akan berada di front terdepan dalam perang ini, oleh karena itu rezim ini membutuhkan kesiapan khusus guna melindungi warganya. Namun demikian, peringatan Yadlin ini tidak digubris oleh Tel Aviv.

Menyaksikan kondisi yang ada, Alov Ben menyimpulkan bahwa Israel tidak layak untuk memikirkan menyerang Iran karena jika hal ini dilakukan maka ribuan rudal akan menyerbu Israel. Ini berarti kehancuran bagi Rezim Zionis Israel. Ditambahkannya, usai perang kedua di Lebanon sistem pertahanan kota di Israel benar-benar lemah. "Seluruh laporan, riset dan manuver perang yang digelar untuk meningkatkan pertahanan dalam negeri sirna begitu saja dengan peristiwa kebakaran hutan Carmel," tulis Alov Ben.

Padahal saat kebakaran, Israel telah meminta bantuan kepada Yunani dan Cyprus. Pesawat-pesawat angkatan udara Perancis juga andil mengangkut warga yang terjebak api. Menurutnya seluruh bantuan negara-negara ini hanya dapat diperoleh saat terjadi bencana alam, namun jika dalam kondisi perang dan permintaan bantuan seperti ini tidak mungking didapatkan, apa yang akan diperbuat Tel Aviv.

Tanggung jawab pertahaan dalam negeri di Israel ditangani oleh tiga departemen, dinas tanggap darurat milik militer, polisi dan Dinas Pemadam Kebakaran serta Tim Penyelamat di bawah naungan Departemen Dalam Negeri. Di akhir tulisannya, Ben mengkritik sejumlah petinggi Tel Aviv. "Saat kebakaran ke mana Eli Yishai, menteri dalam negeri, Shimon Rhomah, ketua Dinas Pemadam Kebakaran," ungkap Alov Ben. Ia menuntut kedua pejabat ini mundur dari jabatannya karena sikapnya ini menujukkan ketidaklayakannya sebagai abdi masyarakat. (IRIB/Fars/MF/12/12/2010)

Melihat Jebakan Baru Israel di Lebanon

Reaksi para pejabat Beirut terkait konspirasi rezim Zionis Israel di wilayah Lebanon yang masih diduduki rezim itu masih belum reda. Menteri Luar Negeri Lebanon Ali al-Shami menyatakan keputusan Israel untuk menarik diri dari desa Ghajar merupakan sebuah klaim palsu dan sandiwara. Ia menegaskan bahwa pemerintah Beirut masih menempuh langkah-langkah hukum soal keharusan penarikan Israel dari desa Ghajar.

"Ketika Wakil Sekjen PBB untuk urusan Lebanon, Michael Williams memberitahukan kepada kami bahwa Israel akan menarik diri dari Ghajar, tapi praktisnya kami sama sekali tidak melihat penarikan itu," tegas al-Shami.

Berdasarkan resolusi-resolusi PBB termasuk resolusi 1701 dan 425, rezim Zionis Israel harus segera meninggalkan daerah-daerah Lebanon yang didudukinya tanpa syarat. Israel pada tahun 2000 terpaksa mundur dari sebagian besar wilayah pendudukan di Lebanon Selatan setelah menelan kekalahan bertubi-tubi dalam menghadapi muqawama rakyat Lebanon.

Namun masih ada beberapa desa yang dipertahankan Israel di Lebanon guna menutupi kekalahannya itu. Desa-desa tersebut antara lain Ghajar, Sheba, dan Kafr Shuba. Kebijakan ilegal itu merupakan bentuk pelanggaran kedaulatan Lebanon ditambah lagi manuver rutin Zionis di atas wilayah udara negara itu.

Pada dasarnya kelanjutan kebijakan ekspansionis Israel terhadap Lebanon merupakan langkah untuk mempertahankan dominasi dan memperluas pendudukan di Lebanon. Masalah-masalah tersebut menunjukkan klaim palsu Israel untuk menyimpangkan opini publik di kawasan dan dunia.

Aksi pendudukan dan tindakan agresif Zionis di Lebanon telah mengundang kritikan luas opini publik. Israel sengaja melancarkan konspirasi dan menerapkan kebijakan dramatis di Lebanon untuk meredam protes dunia dan mengalihkan opini publik internasional.

Israel juga terus menebarkan isu dan propaganda luas terkait penarikan dirinya dari desa Ghajar. Langkah ini bertujuan menampilkan wajah damai Zionis kepada dunia tanpa harus mundur sedikit pun dari kawasan pendudukan.

Sebagian pengamat membaca mundurnya Israel dari Ghajar dan masuknya pasukan UNIFIL ke desa itu ada kaitannya dengan rencana diam-diam rezim itu untuk kembali menyulut perang di Lebanon. Media juga menyoroti hubungan mundurnya Israel dari Ghajar dengan proses pengadilan kasus teror mantan Perdana Menteri Lebanon Rafik Hariri.

Surat kabar Qatar, al-Sharq menyebut mundurnya tentara Zionis dari desa Ghajar di saat Lebanon berada dalam situasi yang genting sebagai jebakan baru Israel dan AS untuk Lebanon. Koran al-Diyar yang terbit di Beirut menilai keputusan Israel mundur dari Ghajar tak lebih dari taktik baru rezim itu untuk mempermainkan dunia menjelang keluarnya vonis atas kasus teror Hariri. (IRIB/RM/SL/11/12/2010)

Hizbullah: Hati-Hati dengan Telepon Genggam

Hizbullah Lebanon memperingatkan warga Lebanon akan bahaya keamanan dari jaringan telepon selular. Kantor berita IRNA melaporkan, menyusul penyusupan rezim Zionis Israel ke jaringan telepon selular Lebanon, Hizbullah yang menjalin kerjasama dengan lembaga-lembaga kemasyarakatan melakukan sosialisasi kepada masyarakat secara luas akan bahaya keamanan, sosial dan ekonomi dari penggunaan telepon genggam. Sebelum ini, banyak warga Lebanon yang mengeluhkan gangguan dalam berkomunikasi lewat telepon seluler.

Dalam perang 33 hari yang dimulai dengan agresi masif rezim Zionis Israel ke Lebanon tahun 2006, Israel menyusup ke dalam jaringan telekomunikasi Lebanon untuk mengirim pesan kepada warga setempat agar meninggalkan rumah-rumah mereka yang disebut-sebut menjadi bagian dari sasaran bombardir.

Beberapa hari lalu, pihak keamanan Lebanon berhasil mengungkap jaringan spionase rezim Zionis di dekat desa Magdal, di selatan Lebanon. (IRIB/AHF/RM/12/12/2010)

Assad Samakan Israel dengan Perampok

Presiden Suriah Bashar al-Assad di Paris, Perancis menyamakan rezim Zionis Israel dengan pencuri yang merampas harta orang lain kemudian menjualnya ke pasar perampok.

Sebagaimana dilaporkan kantor berita Qodsna, pernyataan itu disampaikan mereaksi undang-undang referendum soal penarikan mundur Israel dari Dataran Tinggi Golan dan Quds di parlemen Knesset yang diratifikasih baru-baru ini di Israel.

Knesset memutuskan bahwa segala bentuk penarikan mundur dari Dataran Tinggi Golan dan Quds harus dilakukan melalui referendum.

Kantor berita Mesir mengutip keterangan Presiden Assad, menulis, keputusan Israel itu tidak diterima oleh logika, hukum dan moral.

Assad seusai bertemu Presiden Perancis Nicolas Sarkozy dalam jumpa pers di Paris juga menyinggung kasus teror mantan Perdana Menteri Lebanon Rafik Hariri. Dikatakannya, tidak ada kelompok yang diuntungkan atas terciptanya perselisihan di Lebanon.

"Meski terkait transformasi Lebanon telah dibangun koordinasi antara Perancis dan Arab Saudi serta Perancis dan Suriah, namun pada ujungnya solusi akhir harus jalan keluar yang dipilih bangsa Lebanon dan bukan solusi Perancis, Saudi atau Suriah," tegasnya.

"Tujuan Damaskus mewujudkan kondisi kondusif adalah untuk mendekatkan opini berbagai kelompok Lebanon guna mengakhiri krisis internal," ujar Assad. (IRIB/RM/SL/12/12/2010)

Aneh, Israel Siarkan Al-Arabiya di Penjara Zionis

Channel televisi al-Arabiya disiarkan di penjara-penjara rezim Zionis Israel.

Jaringan televisi berbahasa Arab ini merupakan satu-satunya yang disiarkan bagi warga Palestina yang mendekam dalam penjara Israel.

Televisi al-Alam melaporkan, channel televisi al-Arabiya mulai beroperasi tahun 2003 lalu di Dubai, Uni Emirat Arab dengan dukungan finansial Arab Saudi.

Tel Aviv menayangkan siaran televisi al-Arabiya, karena dipandang relatif sejalan dengan kebijakan rezim Zionis dibandingkan jaringan televisi berbahasa Arab lainnya.

Televisi Al-Arabiya dikenal getol menyuarakan pandangan kelompok penentang pemerintah Iran, bahkan turut mempromosikan kelompok-kelompok teroris anti-Iran seperti Jundallah dan Organisasi Mojahedin Khalq(MKO).(IRIB/PH/13/12/2010)

PLO: AS Harus Berani Cela Israel
Pemerintah Otorita Ramallah mengkritik AS yang menghentikan upayanya membujuk Israel menghentikan pembangunan distriknya di wilayah pendudukan.

Menurut laporan Press TV, Yasser Abed Rabbo, sekjen Organisasi Pebebasan Palestina (PLO) kemarin (Sabtu 11/12) menekankan, Washington harus mencela Tel Aviv karena menimbulkan kebuntuan dalam proses perundingan damai dengan Otorita Ramallah.

Abed Rabbo menambahkan, hak pemulangan para pengungsi Palestina ke tanah air mereka tetap menjadi oprioritas utama Otorita Ramallah. Perundingan damai antara pemerintahan Mahmoud Abbas dan Rezim Zionis Israel pada dua Sepember 2010 digelar di Washington meski mayoritas bangsa Palestina menentangnya. Perundingan ini berhenti ditengah jalan karena Israel menolak menghentikan pembangunan distrik Zionisnya di pendudukan.

Di sisi lain, Amerika Serikat (AS) awal pekan lalu gagal membujuk Israel menghentikan sementara pembangunan distriknya di wilayah pendudukan. (IRIB/Press TV/MF/12/12/2010)

Panglima Militer Iran Reaksi Pernyataan Menhan AS

Wakil Kepala Staf Gabungan Angkatan Bersenjata Iran, Brigadir Jenderal Masoud Jazayeri menyesalkan kebijakan Iranphobia yang dilancarkan AS di Timur Tengah dan menyatakan kegagalan langkah tersebut di kawasan.

"Kebijakan pertahanan Republik Islam Iran mengikuti aturan dan doktrin," kata Jazayeri seperti dikutip kantor berita Mehr pada hari Sabtu (11/12).

Komandan Iran ini mereaksi pernyataan intervensi Menteri Pertahanan AS Robert Gates terhadap Iran. Dikatakannya, orang-orang seperti menteri pertahanan AS memiliki pemahaman buruk tentang aturan dan doktrin pertahanan Iran.

Berbicara setelah menyelesaikan kunjungannya ke beberapa negara kawasan termasuk Uni Emirat Arab (UEA) dan Oman, Gates mengklaim bahwa negara-negara tetangga Iran prihatin tentang "perilaku agresif" Tehran dan mendukung sanksi internasional.

Jazayeri mengatakan, meski ada klaim pemerintah AS soal sanksi, kebijakan itu tidak efektif dan negara-negara di kawasan juga sangat menyadari masalah tersebut. Komandan senior Iran ini menggambarkan kampanye propaganda yang berkelanjutan terhadap Iran sebagai "perang psikologis."

Pernyataan itu dikeluarkan setelah Menteri Luar Negeri UEA Sheikh Abdullah bin Zayed al-Nahyan menyerukan pencabutan sanksi Dewan Keamanan PBB atas Iran.

"Kami ingin Dewan Keamanan untuk mengakhiri sanksi terhadap Iran, tapi kami juga ingin Iran membantu dalam masalah ini," ujarnya pada pertemuan puncak Dewan Kerjasama Teluk Persia (PGCC).

Dewan Keamanan PBB menjatuhkan putaran keempat sanksi terhadap Tehran pada Juni lalu setelah propaganda intens AS yang mengklaim bahwa program nuklir Iran mungkin memiliki aplikasi militer.

Tehran menyatakan sanksi sebagai kebijakan ilegal dan bersikeras bahwa sebagai anggota Traktat Non Proliferasi Nuklir (NPT), Iran berhak untuk memperoleh teknologi nuklir damai.

Sementara itu, Dewan Kerjasama Teluk Persia mengeluarkan pernyataan pada akhir pertemuan puncak dua hari di Abu Dhabi Selasa lalu, menyerukan peningkatan hubungan dengan Iran.

Negara-negara anggota PGCC mengatakan mereka sangat antusias untuk menjalin kerjasama yang lebih erat dengan Tehran dan menggarisbawahi bahwa mereka mendukung kerjasama berdasarkan sikap saling menghormati, tidak mencampuri urusan dalam negeri negara lain dan menyelesaikan setiap perbedaan dengan cara damai tanpa menggunakan kekerasan atau ancaman. (IRIB/RM/SL/12/12/2010)

0 comments to "Israel serang negara Islam..!!!!! Gertak lagi...sambal lagi....!!!!!"

Leave a comment