Home , , , , � Contoh Negara dan Pemimpin masa depan Islam

Contoh Negara dan Pemimpin masa depan Islam




Mengintip lulusan Polisi Wanita Iran

polwan-iran-1.gif

polwan-iran-2.gif

polwan-iran-3.gif

Dalam bentuk video (Klik aja tulisan ini!): http://videos.quds.googlepages.com/iranianpolicewomen


Polisi Wanita di Iran

Sangat profesional, polisi wanita di Iran, pakaiannya juga tertutup rapat tidak menghalangi mereka menindak para pejahat...






sumber:http://desiran.blogspot.com/2008/06/polisi-wanita-di-iran.html


























sumber photo:http://greeneers.multiply.com/photos/album/102#photo=19


Realita Iran di Mata Seorang Penulis Rusia

Polisi Wanita IranSejak kemenangan revolusi Islam di Iran, negara ini banyak disorot dan menjadi perhatian media massa. Faktor utamanya mungkin karena revolusi ini adalah yang terbesar di abad 20 apalagi dengan membawa slogan-slogan agama. Revolusi Islam Iran juga dikenal dunia karena ikrarnya yang menentang kezaliman di dunia.

Kemenangan revolusi Islam di Iran tahun 1979 sungguh telah menyentak dunia. Dampak pertama adalah munculnya gerakan gelombang kebangkitan melawan kezaliman. Hegemoni Barat yang imperialis terutama Amerika Serikat di Iran pupus dengan kemenangan revolusi ini. Menyaksikan tangannya tak lagi bisa mengeruk kekayaan nasional Iran, AS mengerahkan mesin-mesin dan corong-corong propagandanya untuk memburukkan citra Iran yang Islami. Media Barat mengesankan Iran sebagai negara yang buruk, terbelakang dan dipenuhi pelanggaran HAM dan kekerasan.

Sepanjang 32 tahun ini, media Barat menyebut Republik Islam Iran sebagai negara tanpa kebebasan, demokrasi dan kemerdekaan. Wanita Iran dikesankan sebagai kelompok warga yang tertindas, terpasung, dan tersingkirkan dari kegiatan sosial. Iran dituduh telah melanggar dan menistakan hak-hak kaum perempuan. Media Barat menutup mata dari semua fakta tentang kemajuan sains dan teknologi yang dicapai Iran. Dengan berbagai cara termasuk dengan menggunakan trik-trik distorsi dan dusta, media Barat berusaha mengesankan bahwa sukses yang dicapai Iran tak lebih dari keberhasilan kecil dan tak penting.

Meski propaganda dari media Barat sedemikian gencar, tapi masih banyak orang yang bersikap obyektif memandang semua pemberitaan itu. Mereka berkunjung ke Iran untuk menyaksikan dari dekat realita sebenarnya yang ada di negara ini. Kunjungan itu tentu akan membuktikan kebohongan media-media Barat yang secara tendensius memberitakan segala hal yang berkaitan dengan Iran. Salah satu dari mereka adalah DR Alexander Prokhanov, penulis Rusia yang bekerja sebagai pimpinan redaksi koran Rusia, Zavtra dan sekaligus anggota Sekretariat Persatuan Penulis Rusia. Di penghujung tahun 2010, Prokhanov mengunjungi Iran. Dalam sejumlah wawancara dan tulisannya, ia menjelaskan apa yang ia saksikan sendiri di Iran.

DR Alexander Prokhanov saat memberikan gambaran umum tentang Iran mengatakan, "Kota-kotanya modern dan jalan-jalannya bagus dengan arus kendaraan yang padat. Gedung-gedung pencakar langit nampak bertengger di persimpangan jalan dan bolevar yang padat penduduk. Ayatollah Khomeini, Pemimpin Besar Iran yang telah memimpin kemenangan revolusi agama paling spektakuler di dunia dan membuat Iran menjadi negara yang disorot sebagai pusat peradaban ternyata tinggal di sebuah rumah yang kecil dan sederhana. Di sana ada masjid-masjid dan makam-makam yang bersinar menawan bak pualam dengan kubah-kubah keemasan yang menghiasi langit."

Dengan kemenangan Revolusi Islam yang dipimpin Imam Khomeini (ra) kekuasaan rezim Syah tumbang dan berdirilah sebuah sistem pemerintahan Islam yang didasarkan pada prinsip demokrasi agama. Sejak saat itu, Pemimpin Revolusi, Presiden dan para anggota parlemen dipilih oleh rakyat lewat mekanisme pemilihan umum, baik secara langsung maupun tidak. Dalam sistem pemerintahan Islam yang demokratis ini, agama dan politik terkombinasikan dengan baik, sementara para pejabat negara hanya berpikir untuk mengabdi kepada bangsa dan negara. Tak heran jika Iran menjadi negara yang maju dengan pesat di berbagai bidang.

Mengenai sistem negara, Alexander Prokhanov menjelaskan, "Keadilan adalah asas utama filsafat keagamaan dan sistem kenegaraan Islam. Keadilan inilah yang melahirkan satu bentuk demokrasi di Iran. Pemilihan umum adalah salah satu aturan di Iran yang mengikat dan tidak bisa diubah. Pemilu ini meliputi pemilihan anggota parlemen, presiden maupun untuk memilih pemimpin spiritual. Ayatollah Khamenei, Pemimpin Tertinggi Iran adalah sosok pemimpin yang memegang kekuasaan spiritual di Iran. Dia tidak datang dari langit, tapi dipilih lewat mekanisme pemilihan di lingkungan rohaniawan. Pemerintahan Iran tidak mengenal keputusan individu. Kebijakan yang diputuskan diambil lewat musyawarah dan koordinasi yang ketat antara berbagai pusat kekuasaan. Koordinasi secara kontinyu terkait kepentingan Iran inilah yang membuat iklim politik di negara ini terkendali, serasi dan tidak ekstrim."

Prokhanov menyinggung pertemuannya dengan sejumlah pejabat, menteri, cendekiawan dan kalangan jurnalis di Iran. Ia sempat berkunjung ke kota Qom dan bertemu dengan para ulama besar. Prokhanov mengatakan, "Saya mengunjungi pusat komputer yang menyediakan berbagai program komputer dengan menggunakan peralatan canggih. Pusat itu menyediakan naskah al-Qur'an yang dilengkapi dengan penjelasan dan berbagai tafsirnya. Saat mengunjungi kampus, pusat penelitian ilmiah dan sekolah-sekolah agama maupun ketika melihat jalan-jalan dan kota-kota di Iran saya menyaksikan energi dan gairah muda yang memancar di negeri ini.

Pengelola negara dan penanggung jawab urusan sosial memahami besarnya energi ini dan memanfaatkan dengan benar. Energi ini bisa melahirkan lompatan besar dalam meraih kemajuan sains dan pemikiran, serta kekuatan militer dan kearifan spiritual. Ayatollah Khomeini telah menghidupkan energi ini. Dia adalah sosok manusia saleh yang datang kembali ke Iran setelah menjalani masa pengasingan. Dialah yang memimpin jutaan warga Iran yang beriman dan pendamba kebenaran untuk meraih kemenangan melawan mesin-mesin perang rezim Syah."

Menurut Dr Prokhanov, warga Iran hidup di bawah payung nilai dan bimbingan agama. Dikatakannya, faktor utama yang memicu permusuhan AS terhadap Iran bukan hanya ambisinya untuk mengeruk kekayaan minyak Iran atau menguasai kawasan yang vital ini. Tetapi, kebencian dan kecemasan Barat itu disebabkan oleh tindakan Iran yang menyoal sistem negara dan sosial Dunia Barat yang tak lebih dari dunia yang lemah, congkak, agresor dan kian rapuh.

Penulis Rusia ini melanjutkan dengan mengkritik gaya hidup di Dunia Barat yang menjauhkan kaum mudanya dari spiritualitas dan menjerumuskan mereka ke dalam fasad dan kerusakan moral. Sementara, di Iran kaum muda tumbuh dan berkembang di lingkungan yang menjunjung tinggi etika dan moral. Dr Prokhanov memuji lingkungan spiritual dan normatif seraya mengatakan, "Di Iran energi manusia tidak disalurkan untuk aktivitas gila atau pemuasan hawa nafsu, tapi digunakan untuk meraih kematangan spiritual, mengembangkan kreativitas dan menyesuaikan kehidupan duniawi dengan kehidupan ilahi yang tak berbatas."

Mengenai hak-hak kaum wanita di Irak dan kebebasan bagi kaum hawa, Prokhanov menepis pemberitaan media Barat yang menyebut Iran memperlakukan perempuan layaknya warga kelas dua. Prokhanov menyatakan bahwa Iran bukan negara yang hanya dimiliki oleh kaum pria muda yang aktif. Di negara ini bisa dijumpai pula perempuan-perempuan muda yang berdandan dengan bebas. Wanita Iran bukan wanita yang bermuka masam, tanpa hak dan hidup terpasung. Wanita di Iran adalah kelompok warga yang hidup dan aktif dalam kehidupan sosial. Di sisi kaum pria, mereka terlibat dalam kegiatan politik, ilmu dan budaya. Mereka juga mengenyam pendidikan hingga level yang tinggi.

Revolusi Islam adalah gerakan kebangkitan Islam yang mengambil inspirasi dari gerakan kebangkitan Imam Husain (as). Semangat revolusioner di Iran tumbuh dari nilai suci perang melawan kezaliman dan membela kaum tertindas. DR Prokhanov menyinggung kecintaan warga Iran kepada Imam Husain (as) dan pengaruh besar acara duka Asyura pada kehidupan masyarakat Iran. Prokhanov mengatakan, saya sempat mengikuti acara berkabung untuk Imam Husain di hari Asyura. Dalam menyemarakkan acara ini, ribuan orang turun ke jalan-jalan sambil melangsungkan acara duka untuk Imam Husain. Saya ikut mengiringi gerakan ratusan ribu massa yang sedang berkabung. Mereka bukan hanya bersedih karena kesyahidan Imam Husain tetapi juga berbelasungkawa dengan semua orang yang dizalimi dan hak-haknya dilecehkan.

Prokhanov merasa tercengang sekaligus memuji partisipasi luas para pemuda Iran dalam acara berkabung Asyura. Karena itulah ia memuji pemerintahan agama yang berkuasa di Iran. Dr Prokhanov lebih lanjut mengambil kesimpulan bahwa Iran saat ini memang memiliki bom yang dahsyat. Bom itu adalah wajah rakyat Iran dan sistem tatanan sosial dan politik serta kehidupan spiritual negara ini yang telah menyentuh dunia setelah kemenangan revolusi Islam. Bom inilah yang mengguncang sistem kuasa di dunia. (IRIB/AHF/SL/12/1/2011)

Ahmadinejad Nikahkan Anak laki-lakinya dengan Anak Dirjen Pariwisata

Menariknya, pernikahan itu dilakukan di rumahnya

Bandingkan dengan anak SBY

BIAYA PERKAWINAN PUTRA SBY - ANNNISA POHAN Rp 2 MILYAR

MAKASSAR -- Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)
disarankan untuk menjadikan pernikahan anaknya, Agus
Harrimurti Yudhoyono dan Annisa Larasati Pohan
sesederhana mungkin.
Hal itu perlu dilakukan untuk memberi contoh kepada
masyarakat. Bukannya malah menjadi pesta megah, di
tengah kondisi masyarakat Indonesia yang semakin
memprihatinkan, karena kasus gizi buruk, krisis BBM,
dan merosotnya rupiah.

Begitu saran yang disampaikan Pengamat Sosial dan
Politik Unhas, DR Adi Suryadi Culla, kepada Fajar,
Selasa, 5 Juli 2005, kemarin, menanggapi rencana pernikahan
anak orang nomor satu di Indonesia, yang rencananya
akan menelan anggaran sebesar Rp2 miliar.

Menurut Dosen Sospol Unhas ini, sebelumnya SBY sempat
mengumumkan bahwa pernikahan anaknya akan digelar
secara sederhana. Namun anehnya, apa yang disampaikan
Presiden tidak sesuai kenyataan yang ada.
"Biasanya pejabat kita di Indonesia itu kontradiktif
antara retorika dan tindakan rill di lapangan. Bahkan
kali ini sangat fatal, karena justru itu terjadi di
keluarga Presiden yang malah membuat pesta megah di
tengah keprihatinan masyarakat yang terkena busung
lapar, krisis BBM dan menurunnya rupiah," tegasnya.

Adi Suryadi mengaku sangat heran dalam konteks apa
Presiden membuat pesta pernikahan dengan rencana biaya
cukup besar. Ironisnya, karena pesta itu akan
dilakukan di tengah semangat Presiden menggalakkan
pemberantasan korupsi dan juga imbauan kepada
masyarakat untuk tingkatkan hidup berhemat.

"Jadi kan aneh kalau Presiden imbau masyarakat untuk
berhemat, di lain sisi keluarga Presiden menggelar
pesta secara megah. Padahal pengertian pesta
pernihakan adalah, penyampaian seseorang telah menikah
kepada orang lain. Jadi tidak dianjurkan harus megah,"
katanya.

Untuk itu, ia menyarankan, agar sebaiknya pesta
pernikahan tersebut dilakukan secara sederhana, agar
keluarga SBY bisa dijadikan contoh dan juga sebaliknya
memberikan contoh yang baik kepada masyarakat.
Ditanya jika anggaran yang digunakan adalah uang
pribadi, Suryadi mengatakan, jika dilihat dari konteks
apa pun -- baik itu uang pribadi maupun negara --
sebaiknya pesta tersebut tidak dilakukan secara megah,
sebagai wujud konsistensinya Presiden dari pernyataan
sebelumnya. "Presiden harusnya konsisten, jadi tidak
perlu dilihat dari konteks uang apa yang dipakai,"
tambahnya.

Rencana pernihakan anak Presiden Susilo Bambang
Yudhoyono (SBY), Agus Harrimurti dan Annisa Larasati
Pohan yang dikabarkan bakal menelan anggaran sebesar
Rp2 miliar itu juga ditanggapi pesimis oleh Pengamat
Sosial Politik lainnya, DR Muhammad Nur Sadik, MPM.
Menurutnya, pernikahan adalah suatu tradisi di mana
diharapkan semua orang bisa datang, dan wajib juga
bagi keluarga Presiden untuk melakukannya. Hanya saja,
disarankan kepada keluarga Presiden agar menggelar
pesta pernikahan tersebut dengan sederhana agar bisa
memberikan contoh positif kepada masyarakat.

"Kan sangat bagus bila contoh itu datang dari atas.
Kalau Presiden melakukan itu maka akan memberikan
contoh yang baik bagi masyarakat maupun bawahannya,
apalagi di tengah krisis seperti ini," jelasnya, saat
dihubungi malam tadi.

Selain persoalan tersebut, Nursadik juga menyarankan
kepada SBY untuk bisa mengeluarkan imbauan kepada
seluruh bawahannya untuk tidak memberikan kado yang
berlebihan. Sebab, kata Nursadik, tradisi kita
masyarakat Indonesia, jika bos yang melakukan hajatan,
maka hadiah yang diberikan harus bisa menyenangkan
hati bos. "Hadiahnya misalnya ada yang bawah mobil
atau hadiah yang berlebih-lebihan lah. Jadi saya
sarankan Pak SBY berikan imbauan itu kepada bawahan
atau koleganya untuk tidak memberikan hadiah yang
berlebihan," sarannya.

Dosen Fakultas Sospol Unhas ini menambahkan, sebaiknya
pesta pernikahan anak pertama ini, SBY bisa mengambil
kesempatan untuk memberikan contoh keteladanan.
Apalagi di Indonesia keteladanan seorang pemimpin lagi
mengalami kemerosotan. "Jadi SBY bisa gunakan gaya
populis dengan menggelar pesta rakyat atau apa yang
bisa berbaur dengan masyarakat menggunakan uang Rp2
miliar itu. Dengan begitu rakyat akan senang, karena
pemimpinnya berbaur dengan masyarakat," paparnya.

Untuk itu, ia sarankan kepada SBY untuk lebih
mengedepankan gaya hidup merakyat seperti yang telah
digalakkan selama ini.
sumber:http://www.mail-archive.com/ppiindia@yahoogroups.com/msg23980.html

Pernikahan Annisa Pohan yang megah

Laiknya dalam setiap perhelatan pernikahan keluarga pejabat atau bangsawan, pernikahan Annisa Pohan pun menyedot banyak perhatian publik Indonesia, maupun negara asing.

Acara yang digelar di kediaman Annisa itu, di jalan Senopati No 8 telah berlangsung sangat meriah dan megah. Presiden SBY dan Ani Yudhoyono selaku orang tua dari Agus Harimurti Yudhoyono tak menghadiri acara akad nikah tersebut karena sesuai dengan tradisi yang sudah ada.

Pernikahan Annisa Pohan dengan Agus Yudhoyono dihadiri oleh beberapa pejabat tinggi negara. Ayah Annisa, Aulia Tantawi Pohan yang juga menjabat Deputi Senior Bank Indonesia (BI) bertindak sebagai walinya. Tak ketinggalan, Jusuf Kalla ( Wakil Presiden ketika itu) bertindak sebagai wali pernikahan dari pihak Agus, dan Arifin M Siregar sebagai saksi dari pihak Annisa.

Prosesi dan Mas Kawin

Keduanya mantap untuk menuju ke jenjang pernikahan setelah melewati fase perkenalan dan pacaran yang terbilang singkat. Kedua pasangan yang banyak disebut-sebut sebagai pasangan serasi ini sebelumnya telah saling berkhidmat bahwa satu dengan yang lainnya akan saling melengkapi dalam suka maupun duka.

Karier Agus sebagai prajurit yang kebanyakan aktifitasnya dilakukan di medan perang jauh-jauh hari sudah dimaklumi oleh Annisa. Demikian juga dengan Annisa yang berprofesi sebagai model dan artis telah juga difahami oleh Agus dimana gosip dan budaya hedonisme telah begitu kental.

Akhirnya, keduanya pun sepakat untuk membina hubungan suami-isteri menuju keluarga sakinah, mawaddah, warahmah. Diiringi Gending Bindri, Agus keluar dari Limousine bernopol B 1904 BS menuju ke ruang akad nikah dipimpin oleh kakak ipar SBY, Hadi Utomo. Tepat pukul 14.10, setelah pengajian, akad nikah pun dimulai.

Bertindak sebagai penghulu, H. Anwar Saadi menikahkan kedua mempelai yang berjalan dengan penuh keharuan dan khidmat. Annisa pun tak kuasa menangis. Dengan suara yang lantang dan tegas, Agus mengucapkan ijab kabul pernikahan. Ucapan ijab dan kabul Agus yang begitu mantap membuat hadirin yang hadir langsung menganggukkan kepala tanda pernikahan sah secara agama dan hukum.

Mas kawin yang diberikan Agus berupa sejumlah uang senilai Rp 872.005. Angka tersebut melambangkan tanggal pernikahannya yang berlangsung pada tanggal 7 bulan Juli tahun 2005. Pernikahan pun selesai dan ditutup oleh doa yang dibacakan oleh KH Mufid Mas’ud.

Acara Resepsi

Setelah akad nikah selesai, prosesi selanjutnya yakni upacara tradisional yang dimulai pukul 14.30. Setelah petugas yang membawa pisang sanggan yang diserahkan ke orang tua Annisa sebagai bentuk tebusan, upacara selanjutnya yakni melempar sirih, memecahkan telur, serta mencuci kaki Agus oleh Annisa sebagai simbol bakti isteri kepada pujaan hati yang telah menjadi suaminya.

Setelah semua prosesi selesai diawali dengan akad nikah kemudian diakhiri dengan upacara tradisional, keesokan harinya diadakan resepsi pernikahan di Istana Bogor.

Acara malam resepsi tersebut selain dihadiri oleh pejabat dan keluarga dari kedua belah pihak, juga banyak dihadiri oleh warga masyarakat di sekitar Istana Bogor. Mereka rela sejak siang hari berdiri berdesak-desakkan untuk menyaksikan berbagai acara yang digelar untuk memeriahkan pernikahan Annisa Pohan dan putera kesayangan Presiden SBY, Agus Harimurti Yudhoyono.

sumber:http://www.anneahira.com/pernikahan-annisa-pohan.htm

Annisa Pohan-Agus Yudhoyono Menikah

Akhirnya Annisa Larasati Pohan resmi menjadi Ny. Agus Harimurti Yudhoyono. Sudah barang tentu perhelatan besar Presiden SBY ini menyedot perhatian masyarakat. Tempat akad nikah di Jalan Senopati dan resepsi di Istana Bogor, jadi saksi kesakralan serta kemegahan pernikahan itu.

KLIK - Detail Bertempat di kediaman orang tua Annisa di Jalan Senopati No. 8, akad nikah Annisa Larasati Pohan-Agus Harimurti Yudhoyono berjalan lancar dan meriah, Jumat (8/6) siang. Ayah Annisa, Aulia Tantawi Pohan, bertindak sebagai wali nikah. Sementara itu, Wakil Presiden RI, H. Muh. Jusuf Kalla, menjadi saksi pernikahan dari pihak Agus, sedangkan Arifin M.Siregar tampil menjadi saksi dari pihak Annisa.

Tepat pukul 13.50, menaiki limousine bernomor polisi B.1904 BS, sang mempelai pria, Lettu Infanteri Agus Harrimurti Yudhoyono, tiba di Senopati. Diiringi Gending Bindri, Agus dan rombongan yang dipimpin oleh Hadi Utomo, kakak ipar Presiden SBY, diterima oleh keluarga Pohan. Setelah pengajian yang berlangsung singkat, pukul 14.10 akad nikah pun dimulai.

Dibimbing oleh H.Anwar Saadi sebagai penghulu, akad berjalan khidmat dan penuh haru. Dengan suara menahan tangis, Annisa meminta maaf kepada kedua orang tuanya. "Annisa juga mohon dinikahkan dengan Lettu Infanteri Agus Harrimurti Yudhoyono, putra tersayang Bapak SBY dan Ibu Kristiani Herawati," ujar model dan presenter cantik ini pelan.

Agus sendiri tampak lebih mantap dan tegas. Dengan suara yang sangat lantang, sulung Presiden SBY ini mengucapkan ijab kabul. Cepat dan tepat, demikianlah gambaran yang cocok tentang cara Agus mengucap ijab. Tak heran semua saksi langsung mengangguk, menandakan ijab sah. Para undangan yang hadir tak dapat menahan senyum dan tawa kecil melihat ketegasan dan kemantapan Agus.


Sementara itu, sang mempelai wanita lagi-lagi tak dapat menahan haru. Berkali-kali Annisa melap sudut matanya dengan tisu. Setelah penandatanganan akta nikah, Agus pun menyerahkan mas kawin kepada Annisa berupa seperangkat alat salat dan uang sejumlah Rp 872.005 tunai. Jumlah ini melambangkan tanggal dilangsungkannya pernikahan. Usai pembacaan ikrar sebagai suami oleh Agus, upacara akad nikah ditutup dengan pembacaan doa oleh KH.Mufid Mas'ud.

BISIKKAN WEJANGAN
Acara dilanjutkan dengan serangkaian upacara tradisional yang dimulai tepat pukul 14.30. Petugas membawa pisang sanggan dan menyerahkannya sebagai tebusan kepada Ibu dan Bapak Aulia Pohan. Setelah itu giliran petugas pembawa Kembar Mayang yang bersiap-siap. Berturut-turut dilakukan upacara lempar sirih, pecah telur, dan mencuci kaki suami yang dilakukan Annisa kepada suami tercinta.
KLIK - Detail
Usai rangkaian upacara tradisional tersebut, Agus dan Annisa dibawa ke pelaminan, menunggu kedatangan orang tua mempelai pria, Presiden SBY dan Ibu Ani. Pukul 15.05, SBY dan rombongan pun tiba. Dibalut baju sorjan merah, Presiden SBY dengan mantap memasuki rumah sang besan. Sementara Ibu Ani tampak ceria dalam kebaya berwarana maron rancangan Adjie Notonegoro.

Kedua orang tua mempelai kemudian duduk berhadap-hadapan untuk acara sungkeman. Mula-mula Annisa sungkem kepada sang ayah, Aulia Pohan, diikuti oleh Agus. Kemudian berturut-turut keduanya melakukan sungkem kepada Ny. Aulia Pohan, Presiden SBY, dan Ibu Ani SBY. Saat sungkeman, SBY sempat membisikkan wejangan khusus pada Annisa. Begitu pula Ibu Ani. Keduanya juga terlihat menepuk-nepuk pundak Annisa dalam waktu yang cukup lama.


Selanjutnya, dilakukan upacara Bubak Kawah Begalan. Sempat terjadi sedikit kericuhan saat acara ini, karena para tamu tak sabar dan berebutan ingin ikut serta. Bubak Kawah Begalan kemudian dilanjutkan dengan Tumplak Punjen. Yang istimewa, terdapat koin emas 99,99% di antara benggolan yang disebar. "Yang beruntung, bisa dapat koin emas," demikian ujar pembawa acara .


Keesokan harinya, Sabtu (9/7) malam, resepsi diadakah di Istana Bogor. Suasana pun tak seperti biasanya. Bagi masyarakat Bogor, acara ini sungguh istimewa. Terbukti sejak siang hari, ribuan masyarakat rela berdiri di tepi jalan demi melihat langsung sosok pasangan pengantin. Meski tak dapat melihat Anissa-Agus, mereka tak kecewa.


Di malam nan istimewa itu, para selebritis pun didaulat untuk memeriahkan acara. Sebut saja Dhani 'Dewa', grup duo Ratu, Ruth Sahanaya, Krisdayanti, Titi DJ, serta Tantowi Yahya dan Maudy Koesnaedy yang diadaulat sebagai MC.

sumber:http://nostalgia.tabloidnova.com/articles.asp?id=9060







									 

1 comments to "Contoh Negara dan Pemimpin masa depan Islam"

  1. Unknown says:

    Contact us to hire a limo service for your weddings & Picnics!!!

    sydney limo service

Leave a comment