Home , , , , , � Al ustadz Yusuf Qardawi VS Ayatullah Makarim Syirazi : Wahabi, Sunni dan Syi'ah mesti Bersatu demi Islam !!!!!

Al ustadz Yusuf Qardawi VS Ayatullah Makarim Syirazi : Wahabi, Sunni dan Syi'ah mesti Bersatu demi Islam !!!!!

Keputusan Marja
Ayatullah Makarim Syirazi Mengajak Qardawi Berdebat

Ayatullah al-Uzma Makarim Syirazi mengajak Yusuf Qardawi, Rektor Universitas al-Azhar dan mufti Syria untuk duduk berbincang dengan berkata, “Mari kita duduk berbincang, benarkah jika tidak ada revolusi Islam Iran niscaya revolusi-revolusi di negara-negara Islam ini tetap akan terjadi?”.


Ayatullah Makarim Syirazi Mengajak Qardawi Berdebat

Menurut Kantor Berita ABNA, Ayatullah Al-Uzma Makarim Syirazi kemarin (30/3/2011) mengawali kuliah Bahsil Kharij di masjid A’zam berbicara mengenai bergejolaknya kebangkitan rakyat di beberapa Negara Islam di Afrika Utara dan Timur Tengah khususnya kebangkitan rakyat Bahrain, kezaliman Aali Khalifah dan pernyataan tidak rasional beberapa ulama Sunni mengenai peristiwa tersebut. Ayatullah Makarim Syirazi mengatakan, “Yusuf Qardawi adalah seseorang yang dikenal sebagai tokoh diantara ulama-ulama Ahlusunnah yang cukup terpelajar, namun baru-baru ini, kata-katanya tentang kebangkitan Syiah dan Sunni di Bahrain menunjukkan beliau bukan seorang alim agama."



“Beliau menyatakan bahwa dirinya tidak sepakat terhadap kebangkitan di Bahrain dan ingin mereka ini dibubarkan, sedangkan seorang agamawan tidak sepatutnya berbicara seperti itu, sebab menunjukkan adanya pilih kasih antara umat Islam. Bagaimana mungkin beliau menyokong Mesir dan Libya akan tetapi mempertahankan diktator di Bahrain? Tidak benar satu atap dua udara buat sebuah alam”.

Beliau menyatakan, “Di Bahrain, tidak semuanya Syiah. Syiah dan Sunni bersama-sama bangkit dan ulama Sunni Bahrain turut memberi peran untuk kebangkitan. Anda hendaklah menyingkirkan sikap fanatisme buta dan ta'azhub dan berdalillah dengan logika. Dua udara satu atap merupakan fanatik kaum dan ia memberi keuntungan untuk Israel dan musuh Islam”.

Ayatullah Makarim Syirazi sambil menunjukkan konspirasi musuh yang masih dikenakan atas Iran berkata, “Qardawi, pemimpin Al-Azhar, mufti besar Syria, marilah berbincang bersama saya, sampai kita tahu jikalau tidak ada revolusi Islam Iran dan kamu tidak berbicara tentang Amerika, apakah yang akan terjadi dengan Negara-negara Islam di kawasan ini? Benarkah rakyat Mesir mampu membentuk revolusi? Jikalau tidak ada Iran, niscaya Zionis telah menguasai Timur Tengah sepenuhnya."

Ulama Marja Taqlid ini lebih jauh mengingatkan, “Jikalau Syiah di Iran dan Libanon tidak menyerang Israel secara politik, situasi di kawasan Timur Tengah tidak akan jadi seperti ini, setelah itu mereka sangat waspada dan bermaksud supaya revolusi-revolusi yang terjadi tidak diambil alih, sekiranya tidak ada Iran niscaya Israel merajalela di Timur Tengah, Qardawi hendaklah lebih banyak membaca”.

Beliau sambil mengisyaratkan pentingnya persatuan umat Islam berkata, “Wahabi adalah penentang Syiah namun kita hendaklah bertoleransi dalam berhadapan dengan mereka, bahkan ada riwayat yang menyebut kita hendaklah kita bergabung dan shalat berjama'ah dengan mereka, karena jika kita berpecah dalam situasi seperti ini maka Israel dan musuh Islam akan meraih keuntungan."

“Meskipun begitu persatuan dan toleransi bukanlah bermaksud kita mengabaikan pandangan kita sebagai Syiah Imam Dua Belas, dan hendaklah kita berdiri teguh dengan pendirian tersebut dalam menghadapi musuh-musuh yang menghina Ahlul Bait, walaupun golongan ini kecil." Tegasnya.
“Barangsiapa yang mengikuti mazhab Ahlul Bait akan dihitung sebagai Syiah, mereka wajib patuh kepada arahan Ahlul Bait dalam menghadapi setiap penentang seperti Wahabi dan Nasibi. Lihatlah bagaimana Ahlul Bait bertingkah dan ikutilah mereka” ucap beliau sebagai nasehat di akhir ceramahnya.

mainsource:http://abna.ir/data.asp?lang=12&id=234092

Keputusan Marja' Taqlid tentang Bahrain

Beberapa orang anggota Syura Tertinggi Majma' Jahani Ahlul Bait telah menghadiri pertemuan bersama tiga marji' Taqlid untuk membincangkan masalah Bahrain.


Keputusan Marja

Menurut Kantor Berita ABNA, Selasa pagi hingga sore (28/3), Hujjatul Islam Sayid Ahmad Khatami, Durri Najaf Abadi dan Muhammad Hasan Akhtari dan perwakilan Anggota Majma' Jahani Ahlul Bait telah menghadiri pertemuan dengan tiga ulama Marja Taqlid di Qom.

Dalam pertemuan tertutup tersebut, anggota Majma' Ahlul Bait melaporkan situasi Bahrain dan meminta nasihat Ayatullah LutfuLlah Safi Gulpaigani, Ayatullah Nasir Makarim Syirazi dan Ayatullah Husain Nuri Hamdani untuk tindakan mereka terhadap kejadian tersebut.

Tindakan Marji' Taqlid

Para ulama Marja Taqlid tersebut turut mengecam pembunuhan rakyat Bahrain, Yaman dan Libya. Mereka memohon doa untuk kemenangan umat Islam di seluruh dunia terutamanya Syiah dan memberikan beberapa nasihat.

Anggota Majlis Syura Majma' Jahani Ahlul Bait, Hujjatul Islam Wal Muslimin Khatami di akhir pertemuan ini berkata, "Dalam perjumpaan ini beberapa usulan telah dikemukakan kepada Marja Taqlid di mana para Marja akan mengadakan beberapa pertemuan lagi untuk membantu umat Islam dan menghentikan pertumpahan darah di negara Libya, Yaman dan Bahrain khususnya".

mainsource:http://abna.ir/data.asp?lang=12&id=234091


Penghargaan Persatuan Ulama Islam atas Pembunuhan di Bahrain


Pada saat kita menjadi saksi pembantaian umat Islam syiah yang tidak memiliki pembelaan di Bahrain, salah satu perkumpulan ulama sebaliknya malah mengucapkan penghargaan atas tindakan yang bertentangan dengan prikemanusiaan pemerintah Bahrain pada masyarakatnya hal ini disebabkan karena pihak yang dirugikan dianggap sebagai kelompok penentang Ahlu Sunah.


Menurut Kantor Berita ABNA, persatuan ulama ini dalam pernyataan terbarunya mengisyaratkan pada bahaya penyebaran ajaran syiah di kawasan Negara-negara Arab dengan mengirimkan bantuan ke Bahrain sebagai simpati pada umat syiah Negara ini.

Dalam pernyataan itu dipaparkan hal-hal yang berupaya melindungi pemerintahan Bahrain dan aparat keamanan dari Negara-negara Arab serta keluarga Syafawi yang berupaya melawan masyarakat Bahrain mendengungkan gerakan itu sebagai gerakan anti Ahlu Sunah, disitu dikatakan bahwa Bahrain adalah salah satu Negara yang menjadi pintu pembuka meluasnya ajaran syiah ke Negara-negara yang lain.

Persatuan ulama itu dengan mengatasnamakan sebagai umat Islam selanjutnya meminta raja Bahrain untuk meberikan ganjaran yang lebih pedas pada para pemberontak dan untuk tidak menghentikan aksi kriminalitasnya.

Dikatakan bahwa Yusuf Qardhawi pimpinan persatuan ini beberapa hari sebelumnya mengatakan bahwa pergerakan di Bahrain bukan revolusi masyarakat tapi hanya revolusi suatu madzhab semata, dan tidak ada kemiripan dengan apa yang terjadi di Mesir, Tunisia maupun Libiya.”

Pada kenyataannya penduduk Bahrain kebanyakan adalah umat Syiah tapi disampaikan bahwa mayoritas penduduknya adalah Ahlu Sunah.(*)

mainsource:http://abna.ir/data.asp?lang=12&id=234090

Kebangkitan Islam Telah Dimulai Iran Puluhan Tahun Lalu

Syaikh Yusuf Qardawi menyebutkan kebangkitan yang terjadi di beberapa Negara Islam saat ini, telah dipelopori oleh Iran sejak puluhan tahun lalu. Yakni kebangkitan menggulingkan pemerintahan diktator yang mencampakkan ajaran syariat dalam roda pemerintahannya.


Kebangkitan Islam Telah Dimulai Iran Puluhan Tahun Lalu

Menurut Kantor Berita ABNA, Abdullah Sahrabi kepala kedutaan besar Republik Islam Iran di Doha Qatar mengadakan pertemuan dengan ketua Persatuan Ulama Islam se Dunia Syaikh Yusuf Qardawi untuk membicarakan beberapa persoalan yang sedang terjadi saat ini di dunia Islam.

Dalam pertemuan tersebut, kepala kedutaan besar Iran menyatakan gelombang kebangkitan rakyat yang sedang bergejolak saat ini di beberapa Negara Islam adalah kebangkitan yang didasari oleh keinginan rakyat yang haus dengan nilai-nilai keadilan dan hasrat luhur mereka untuk menegakkan syariat Islam yang selama ini diinjak-injak oleh penguasa. Bukan karena adanya kepentingan mazhab atau kepentingan golongan yang lebih kecil, sebagaimana yang diungkap Qardawi beberapa hari lalu.

Syaikh Yusuf Qardawi sebelum memberikan tanggapan, mengawalinya terlebih dahulu dengan mengucapkan banyak terimakasih atas terselenggaranya pertemuan tersebut. Beliaupun kemudian mengemukakan kewajiban setiap ulama adalah memberikan dukungan terhadap setiap kebangkitan yang didasari atas semangat Islam. Begitupun dukungannya terhadap kebangkitan di Bahrain dan kecamannya terhadap campur tangan Negara-negara tetangga yang telah mengirim pasukan militer ke Bahrain.

Beliaupun lebih lanjut menyebutkan, kebangkitan yang terjadi di beberapa Negara Islam saat ini, telah dipelopori oleh Iran sejak puluhan tahun lalu. Yakni kebangkitan menggulingkan pemerintahan diktator yang mencampakkan ajaran syariat dalam roda pemerintahannya. Beliaupun memberikan kecaman terhadap beberapa ulama yang telah mengeluarkan fatwa pengharaman demonstrasi dan kebangkitan melawan penguasa, baginya jika penguasa telah melanggar syariat maka kewajiban ulama dan masyarakat untuk mengingatkannya.

Kepala kedutaan besar Iran pada kesempatan tersebut juga memberikan kecamannya terhadap keterlibatan NATO dalam konflik di Libiya, demikian juga campur tangan beberapa Negara Arab terhadap gejolak yang terjadi di Bahrain. Beliaupun mengingatkan kembali betapa pentingnya persatuan umat Islam untuk lebih ditingkatkan saat ini, dan jangan sampai huru-hara yang terjadi di beberapa Negara Islam saat ini melalaikan umat Islam dari mengingat Palestina. "Selama rezim Zionis masih menancapkan kuku kekuasaannya di Palestina, kawasan Timur Tengah akan terus menjadi kawasan yang membara." Ucapnya.

Mengamini ucapakan kedutaan besar Iran, Syaikh Yusuf Qardawi kembali menegaskan betapa pentingnya persatuan umat Islam saat ini. Menurutnya, Amerika dan Israel tentu sangat memanfatkan konflik yang tengah terjadi saat ini untuk melakukan konspirasi jahatnya atas umat Islam, setiap ulama harus tetap menjalankan perannya untuk menjaga persatuan ummat. Lebih lanjut ia menyampaikan rasa optimisnya terhadap kebangkitan dunia Islam, "Cepat atau lambat, penguasa-penguasa yang zalim akan tergulingkan oleh semangat revolusioner rakyat." Tegasnya.


0 comments to "Al ustadz Yusuf Qardawi VS Ayatullah Makarim Syirazi : Wahabi, Sunni dan Syi'ah mesti Bersatu demi Islam !!!!!"

Leave a comment