Home , , , , , , , � MUI=HARAM hormat pada bendera : Tabligh Akbar ''Umat Islam Bersatu Menolak Syi'ah''

MUI=HARAM hormat pada bendera : Tabligh Akbar ''Umat Islam Bersatu Menolak Syi'ah''



IJABI berjuang utk rakyat Indonesia, melalui pencerahan pemikiran dan pemberdayaan mustad'affin. Dengan tidak mengurangi duka dan simpati kami kepada rakyat Palestina, kami melihat rakyat Indonesia TIDAK KURANG MAZLUM dari mereka.

  • Kalau rakyat Palestina menghilang harta dan nyawanya, tapi mereka tidak kehilangan kehormatannya.

Namun rakyat Indonesia, sudah kehilangan harta dan nyawa; mereka juga kehilangan kehormatannya.

(Lihatlah, nasib rakyat kita baik di dalam negeri, apalagi di luar negeri).

  • Kalau rakyat Palestina dapat dukungan dari kaum muslimin dari berbagai negara, maka rakyat Indonesia menderita dalam kesendiriannya.

Kami ingin berjuang utk rakyat Palestina, setelah selesai membebaskan rakyat Indonesia, sebagaimana Imam Khomeini(ra) berjuang membebaskan rakyat Palestina setelah membebaskan rakyatnya dari kezaliman.

Salaam,

Sekertaris Umum PP IJABI,

Emilia Az

mainsource:http://www.facebook.com/notes/emilia-az/yaum-al-quds/10150263730815501



Gema Salam bekerjasama dengan Pemuda Persis dan Al Irsyad Insya Allah akan mengadakan tabligh akbar dengan judul “Ahlus Sunnah Bersatu Menolak Syi’ah” yang Insya Allah akan diselenggarakan di Masjid Al Furqon Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (Jl. Kramat Raya 45 Jakarta Pusat) pada hari Jum’at 10 Juni 2011 dari pukul 13.00 – selesai.

Tema:
Ahlus Sunnah Bersatu Menolak Syi’ah

Pembicara:

KH Cholil Ridwan (MUI Pusat),
Dr Zain An-Najah (Dewan Dakwah Islam Indonesia),
Thohir Al Kaff (Ketua Ponpes Al Bayyinat),
Ahmad Zain Al-Kaff (Div. Dakwah Al Bayinat),
Ustadz Bahtiar, M.A. (Persatuan Islam),
Para ustadz dan habib dari ormas-ormas Islam.

Waktu:
Jum’at 10 Juni 2011 pukul 13.00 – selesai

Tempat:
Masjid Al-Furqon Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII)
Jl. Kramat Raya 45 Jakarta Pusat

CP: Ajiz (0813 3589 7675)

Siapa yang akan hadir para agen perpecahan umat beraksi lagi !!!!
LIHATLAH KELOMPOK TAKFIR LINTAS MAZHAB BERSATU DALAM KEBATHILAN !...TERUS KONSISTEN DENGAN PERPECAHAN UMAT DGN ISYU PERBEDAAN MAZHAB DAN AGAR SYAITAN DAN BALA-TENTARANYA SELALU BERSAMA KALIAN ........semoga undangan perpecahan umat ini segera di respon oleh mabes polri karena berpotensi menyuburkan lahan konflik horisontal dan ujung2nya merongrong keutuhan NKRI.

mainsource:http://www.facebook.com/photo.php?fbid=1590862631877&set=a.1533288232553.60923.1845214965&type=1&comments

MENURUT MUI PANCASILA HANYA SEMENTARA..TAPI NAPA NI ORANG NGUMPUL JUGA AMA NYANG NUDUH SYI'AH IMAMIYAH HENDAK MAKAR?...

oleh Shaleh AlJufri pada 10 Juni 2011 jam 10:42

KH. Cholil Ridwan: Demokrasi & Pancasila sebagai Tumpangan Sementara

Jakarta (voa-islam)– Untuk sementara ini, umat Islam bisa memanfaatkan “perahu” demokrasi dan Pancasila untuk menuju Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang memberlakukan syariat Islam. Jika sudah sampai ke tempat yang dituju, Pancasila dan Demokrasi dapat kita tanggalkan dan menggantinya dengan hukum Islam.

Demikian dikatakan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Seni dan Budaya KH. Cholil Ridwan, Lc ketika dijumpai di Gedung Dewan Dakwah Islamiyyah Indonesia (DDII), Jakarta, belum lama ini.

Menurut Kiai Cholil, diibaratkan, umat Islam saat ini seperti menumpangi perahu yang namanya demokrasi dan Pancasila. Jika umat Islam memaksakan diri berenang di tengah arus yang deras, sementara di muara sana begitu banyak buaya.

Nah, untuk bisa selamat dan sampai ke tempat yang dituju, hendaknya memanfaatkan perahu yang ada. Untuk sementara, kita tumpangi perahu demokrasi dan Pancasila sebagai kendaraan untuk sampai ke tujuan. Jika sudah sampai, perahu demokrasi dan pancasila bisa kita tanggalkan.

“Jadi kita manfaatkan saja kendaraan itu. Anggaplah Pancasila itu sebagai sebuah kendaraan. Kalau orang kiri saja boleh memperjuangkan negara komunisme, orang liberal memperjuangkan negara sekuler dan liberalisme, kenapa umat Islam tidak boleh memperjuangkan negara Islam?” tanya kiai.

Dikatakan KH. Cholil, yang tidak berhukum selain hukum Allah, maka kafir. Namun, tidak bisa juga dipaksakan Indonesia harus menggunakan label negara Islam. Negara dalam bentuk apapun, asal syariat Islam diberlakukan, itu sudah selesai. “Esensinya kita sependapat dengan pendiri NII Kartosuwiryo, tapi kita tidak menggunakan ikon negara Islam. Model negaranya bisa apa saja, asal hukumnya diberlakulan syariat Islam,” tegasnya.

Menurut KH. Cholil, kalau kita sudah menerima lembaga bank syariah, asuransi syariah, pegadaian syariah, bahkan hotel syariah, maka kata syariah sebetulnya pengganti dari kata Islam. Kalau di Barat disebut Islamic Development Bank, di Indonesia dikenal dengan bank syariah,” ujarnya.

Kenapa banyak pihak begitu paranoid ketika umat Islam bicara negara Islam? Boleh jadi, ada semacam traumatic sejarah di masa lalu. Seperti munculnya DI/TII atau NII. Sehingga, ada stigma, Islam kerap dijadikan momok dan ancaman.

Bicara negara Islam, lanjut KH. Cholil, dilihat dari literatur klasik di zaman nabi dan para sahabat, sebetulnya tidak ada yang namanya daulah Islamiyah, yang ada adalah negara yang memberlakukan syariah Islam atau hukum Al Quran. Jika diterapkan di Indonesia, maka bentuknya tetap NKRI, tapi memberlakukan syariah Islam. Adapun syariah Islam itu meliputi: dunia perbankan, asuransi, ekonomi dan sebagainya.

“Jika ekonomi sudah kita terima, maka selangkah lagi kita akan menuju negara syariah, semua hukumnya harus disesuaikan dengan Al Qur’an dan as-Sunnah. Atau istilahnya, mengqanun hukum sesuai dengan syariat Islam.”

Kalau kita menggunakan kata Negara Islam, tak dipungkiri banyak pihak yang tidak senang. Buktinya, NII Kartosuwiryo sudah dibusukkan oleh munculnya NII KW 9. “Jelas ini bentuk pembusukan terhadap negara Islam, seolah negara Islam itu jelek, suka menipu, memeras orang dan perbuatan kriminal lainnya.

Umat Islam Harus Bersatu

Yang harus dilakukan umat Islam sekarang adalah merapatkan barisan, bersatu untuk merebut kekuasaan tanpa pertumpahan darah, tanpa senjata, dan tanpa bom. “Bila kita sudah bersatu, maka kita dapat memberlakukan hukum Islam. Terpenting semua kelompok umat Islam harus rujuk. Kongkritnya, bisa dimulai dengan kembalinya umat Islam ke masjid, tidak hanya ritual ibadah yang bersifat ubudiah, tapi juga bermuamalah di segala sector kehidupan, baik ekonomi, politik, seni maupun budaya.”

Kekalahan umat Islam, kata KH. Cholil, dikarenakan, tidak bersatu dan menjauh dari masjid. Kuncinya adalah satu dalam jamaah. Untuk itu diperlukan majelis syuro yang memayungi semua partai Islam dan kelompok Islam. “Sangat disayangkan, sudah jelas kalah, tapi tidak mau bersatu. Terpenting, harus ada payungnya dari tokoh-tokoh yang punya pengaruhi secara nasional.”

Kegagalan sejarah dengan dicabutnya tujuh kata Piagam Jakarta, adalah karena kegagalan siasah politik umat Islam. Kekalahan itu tidak boleh diulangi. Dulu umat Islam bersatu untuk membuat rumusan UUD, lalu kalah. Karena itu umat Islam jangan mau lagi dibohongi dan diprovokasi. “Itu bagian dari masa lalu, ke depan, umat Islam harus menjadi pemenang.”

Dikatakan KH. Cholil, kita akan terus berjuang sampai pertolongan Allah datang. Kemenangan umat Islam, bukan ditentukan oleh besarnya umat ini, tapi karena sikap istiqomah, keikhlasan, dan berpasrah diri kepada Allah Swt.

“Dalam sebuah perjuangan, tidak ada bayi yang lahir tanpa darah. Kalau diplomasi sudah deadlock, dan negeri ini ditakdirkan berdarah-darah, lalu terjadi perang fisik, maka bertawakallah kepada Allah, berlarilah kamu menuju Allah, baik berdua ataupun sendiri-sendiri. Terpenting adalah istiqomah kita dalam berjuang. Itu yang penting,” ungkap KH. Cholil Ridwan optimis.

SOURCE:http://www.voa-islam.com/news/indonesiana/2011/06/06/15146/kh-cholil-ridwan-demokrasi-pancasila-sebagai-tumpangan-sementara/

mainsource:http://www.facebook.com/notes/shaleh-aljufri/menurut-mui-pancasila-hanya-sementaratapi-napa-ni-orang-ngumpul-juga-ama-nyang-n/233468646667233



Ketua Majelis Ulama Indonesia Pusat, KH A. Kholil Ridwan mengharamkan umat Islam untuk memberi hormat kapada bendera dan lagu kebangsaan. Pernyataan Cholil ini dimuat dalam Tabloid Suara Islam edisi 109 (tanggal 18 Maret-1 April 2011).

Ulama’ kelas SAMPAH semacam Kholil Ridwan ini mengapa bisa masuk di MUI..? kelihatanya MUI mulai jadi TPA bagi ulama’-ulama’ sampah yang tidak laku dipasaran..! fatwa memalukan ini didasari fatwa-fatwa ulama' kerajaan Saudi Arabia.
Seorang yang loyal kepada negara Saudi Arabia, sebaiknya meminta gaji dari pemerintah kerajaan tsb, dan tidak pantas mendapat gaji dari pemerintah Indonesia..!! Ada dua opsi buat MUI keluarkan Kholil dari MUI atau MUI yang keluar dari Indonesia..!!

KOMENTAR
    • Archer Clear Saya Lebih Setuju Kalau MUI itu tidak ada diIndonesia, Kehadirannya tidak pernah memberi manfaat yang luas bagi Umat, yang ada umat semakin "Pusing".............:))
      Rabu pukul 12:42 · · 3 orangMemuat...
    • Lila Zee Seharusnya para ulama MUI itu bermukim di Arab sana, mungkin kalau hormat ke bendera hijau yg gambarnya pedang gak haram.
      Rabu pukul 12:43 · · 1 orangMemuat...
    • Anwar Nashir Saking kebeletnya pengen disebut ulama, bela-belain ngimpor fatwa dari saudi.
      Rabu pukul 12:44 · · 1 orangMemuat...
    • Harjuno Supangat Ulama' kelas uler kengket..! malu aku punya ulama' seperti itu.
      Rabu pukul 12:44 · · 1 orangMemuat...
    • Zen Aljufri Dia yg juga bertanggung jawab terhadap peng-kafiran mazhab-mazhab diluar keyakinanya..! Sangat memenuhi syarat sebagai gembong Khowarij.
      Rabu pukul 12:48 · · 3 orangMemuat...
    • Harjuno Supangat Dua perusuh Indonesia..!
      Rabu pukul 12:50 ·
    • Eyangnya Tasha Baik Khalil maupun MUI sebaiknya hengkang aja dari Indonesia, negara kita makin ruwet adanya mereka.
      Rabu pukul 12:54 ·
    • Laskar Nassa Bening HAHAHAHA.,.
      P Ridlwan berpendapat secara pribadi Hormat bendera Haram dengan berbagai dalih diantaranya kesia2an tiada guna, jga merah putih toh bukan kebenaran muthlaq.
      sedang P Zen al Juf bepndapat Hormat bendera itu kwajiban krn qta bangsa indonesia dan bendera melambangkan simbol kebangsaan.
      knp meski diributkan, sy org luar lht 2 pendapat ini menilai wajar, yg sombong adalh kata2nya!!!!
      Rabu pukul 12:54 · · 2 orangMemuat...
    • Laskar Nassa Bening waduhc aku kok ikut kelatahen, mulut mulu..t, cocot cocot..., selalu salah. ups
      Rabu pukul 13:00 ·
    • Wulandari Anditha Gunawan Please d... if we are exposed to stain clothes in washing machine, can not be caused by its machines, right? Orangnya yang gag beres tuh... >.<
      Rabu pukul 13:08 · · 1 orangMemuat...
    • MohammadRofiq Al Hajj Sabar semua dicermati dng seksama, jangan memakai emosi, islam bukan agama perang tapi agama damai, suwun
      Rabu pukul 13:10 · · 1 orangMemuat...
    • Laskar Nassa Bening ‎@mohammadrofiq Al Hajj_ menurut sebagian org Fanatis dgn aqidah itu pokok (penting).
      sedangkan fanatis dgn negara itu belakangan, bhkn jika negara t sesuwai dengan sistem kebenaran knp di bela2???
      namun hal ini di balik oleh penulis status yg mulia Habib Zen dari Fam Al Jufry
      Rabu pukul 13:13 ·
    • Saleh Ali apa ada persamaan hormat dg
      menyembah.?perlu definisi yg jelas..
      Rabu pukul 13:19 ·
    • Laskar Nassa Bening sy kira yg dimaksud Kiai Ridlwan adalah hormat bukan menyembah, klo menyembah jelas2 hukumnya ala islam. monggo sambil nunggu shahibul statusnya rawuh
      Rabu pukul 13:21 ·
    • Syafa Ozone POENDAPAT PRIBADI AMA PENDAPAT GLOBAL SAMA YE??
      Rabu pukul 13:23 · · 1 orangMemuat...
    • Sinar Agama teringat fatwa2 wahhabi, yang naik sepeda itu haram lah, radiao itu haram lah ... ruwet mereka ini. Tp kalau cium tangan Fahd kemarin dan bergilir -ketika pl dari berobat di ameriko- tdk haram dan tdk bid'ah. Padahal cium tangannya sampai membungkuk2 yg justru dilarang di Islam menghormati org sampai sebatas spt rukuk.
      Rabu pukul 13:24 · · 3 orangMemuat...
    • Fayruz Chaneman Hormat bukan berarti nyembah...! Wahabi otak dangkal tingkat tinggi !
      Rabu pukul 13:24 · · 3 orangZen Aljufri dan 2 orang lainnya menyukai ini.
    • Sinar Agama Kemarin lagi sengit nangkepin wanita yg nyetir mobil. Tp kalau ke discotik, jutaan dollar dihabisin tdk bid'ah. Gambar syirik tp di istana merka penuh dg gamabar mereka, gede2 lagi... walhasil mereka ini kalau dibiarkan hidup bikin ruwet.
      Rabu pukul 13:27 · · 2 orangMemuat...
    • Laskar Nassa Bening Sinar agama_ bukan saya membela wahaby, tolong sampaikan tulisan ulama wahaby mana yg mengharamkan demikian spt kta anda??? sy ragu dgn berita anda.
      klo menurut anda hormat raja fahd haram itu benar anda krn sia2 cba anda pikir hormat kpd bendra ala k ridlwan mgkin jga di maknai sia2 alias ngenteke ENERGI, toh merah putih bukan kebenaran Muthlaq
      Rabu pukul 13:28 · · 1 orangMemuat...
    • Syafa Ozone EMANG KALAU ULAMA SUPER SEPERTI APA ..TOLONG JELASKAN
      Rabu pukul 13:31 ·
    • Amira Akira Tiarsih Memang seharusnya Bendera cukup jadi pajangan aja, penghias, gak perlu dihormati..
      Rabu pukul 13:38 ·
    • Laskar Nassa Bening Syafa_ ala ilmi Ulama yg benar adalah ulama yg susuwai Quran dan sesuwai sunnah nabawiyah, namun ada jga yg berpendapat ulama ulama benar adalah yg hormat pada bendera merah putih, hehehe
      hanya bercanda.
      K Ridlwan ulama yg benar krn beliau berijtihad menurut dasar logika manfaat dan sia2.
      Pak Habib Zen al juf juga ulama yg benar karna beliau berijtihad hormat kepada bendera atau negara bagian dari ajaran Islam. thx
      Rabu pukul 13:46 ·
    • Saleh Ali dua hari yg lalu sy mndgr dan mlht berita di tv ,bhw ada 2 sekolah
      yg melarang murid2nya hormat pd bendera.salah satu alasannya krn bendera benda mati.
      Rabu pukul 13:48 ·
    • Laskar Nassa Bening itu wajar tp alasanya tolol
      Rabu pukul 13:49 ·
    • Syafa Ozone LASNTAS APA SALAHNYA PAK RIDWAN (MAAF ANE NGAK BEGITU KENAL ) SAMPAI DIKATAKAN SAMPAH??
      Rabu pukul 13:50 ·
    • Hendrik Lamoso karna yg mengangkatnya sampah juga ustd. yg duduk disebelahnya sapa?
      Rabu pukul 13:52 ·
    • Laskar Nassa Bening Syafa_ krn beda pendapat sma pemilik status dikatakan sampah
      Rabu pukul 13:56 ·
    • Syafa Ozone OHH GITU YE...HMM INSYAALLOH ANE KAGAK MAU KOMEN LAGI SEREM AKH
      Rabu pukul 13:57 ·
    • Laskar Nassa Bening yaudah aku jga nilai serem bin gaswat ayu' kabur aja pemilik statusnya t tunggu gak rawuh2 (datang2).,.
      Rabu pukul 14:00 ·
    • Saleh Ali pak SBY kok blm dgr komennya berkenaan d
      g pengharaman hormat pada bendera merah putih..? Apa memang gak perlu ditanggapi krn ini sbg isu kecil..?
      Rabu pukul 14:05 · · 1 orangMemuat...
    • Fayruz Chaneman MiyawwW.... makin runyam pade! pemahaman Wahabi yg meracuni makin edhan, bendera itu simbolik yaa ??! gimana anda para Wahabisz klo Sholat mnghdp k tembok..? tentu bukn nyembah tembOk kan? Rancu bgetz sech, dasar Wahab0mb...
      Rabu pukul 14:07 · · 2 orangMemuat...
    • Bande Huseini keluarkan MUI dari negara ini..pada sang saka merah putih hormaaaattt grak..!!
      Rabu pukul 14:14 · · 1 orangMemuat...
    • Retno Pembayun kembali ke SBY....berani tidak jenderal ini utk berpikir nasionalis sedfikit.
      Rabu pukul 14:19 ·
    • Rukyal Basri Memang 'kan ulama itu ada dua macam, yg su' dan khair. Nah, malangnya kita, MUI saat ini sedang diawaki oleh ulama kelas su' ini. Nanti akan ada masanya ulama khair masuk MUI, sabar aja.
      Rabu pukul 14:33 · · 1 orangMemuat...
    • Saleh Ali mencium hajar aswad di ka'bah itu termasuk menghormati atau..???
      Rabu pukul 14:34 ·
    • Fayruz Chaneman Yyyeeeeehhhhaaaaa...!!! tuambah rame rek, jadi pingin tw pendpt Ustadz Wahabrot...! Bgaimana para Syuhada yg mati Syahid yg ud lazim ditutupi BENDERA diatas jasadnya??....klo pendapat aQ itu tanda hormat tertinggi dr Ngr tumpah darahnya... ,, gk tw klo aturan di Saudi sana...?!
      Rabu pukul 14:39 · · 1 orangMemuat...
    • Saleh Ali mencium hajar aswad di ka'bah itu termasuk menghormati atau..???
      Rabu pukul 14:39 ·
    • Faisal Djindan Kira-kira ke depannya dengan alasan "tdk manfaat dan sia-sia" MUI bakal "ngeharamin" lomba balap karung sama balap krupuk gak ya?
      Rabu pukul 14:46 ·
    • Saleh Ali MUI HARUS DI HORMATI...???
      Rabu pukul 14:48 ·
    • Umi Tuti Sugiarti MUI memang Rada Aneh... hihihi... (^_^)'
      Rabu pukul 14:49 ·
    • Abu Haidar Abi kacian Kholil Ridwan ini, mirip kader qu th 80 an saat aqu jadi santri di Daar El Qolam, dia henkang saat upacara bendera,,, Haram... apa kagak punya lagu laen lagi..... bang Kholil ???
      Rabu pukul 15:07 · · 1 orangMemuat...
    • Herry Geha
      dulu umat muslim & kristen masing2 dalam satu bendera dalam Alqur'an & Injil masing2 menghormati dalam aqidah masing2, Yahudi menciptakan bendera2 & kitab2 kenegaraan hingga demokrasi akhirnya Eropa terpecah2 & saling perang saudara, islam ...pun terpecah2 hanya faham kebangsaan dengan produk ketatanegaraan masing2 yang saling bersinggungan kepentingan tidak lagi berkepentingan dalam satu bendera aqidah dan tauhid.. Bacalah sejarah dunia bagaimana munculnya Bendera-bendera negara, Lagu kebangsaan dan Kitab undang2 kebangsaan ringkasan ada pada Buku benturan antar peradaban semua demi kepentingan Zionis dan masa depan Yahudi yang menggenggam dunia... semoga antum2 semua dapat memahami kenapa fatwa MUI tersebut agar tidak ada lagi umat muslim yang mengingkari penghormatan tertingginya pada Aqidah Tauhid..Lihat Selengkapnya
      Rabu pukul 15:14 ·
    • Mochammad Haikal CORO RIDWAN DAN ABU BOKER BAASIN......klop
      Rabu pukul 15:35 · · 2 orangMemuat...
    • Art Mustafa xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
      Rabu pukul 15:41 · · 1 orangMemuat...
    • Andi Sukmana Bgmna dgn meyembah Ka'bah, bkn kah itu hanya seonggok batu?
      Rabu pukul 16:11 · · 1 orangMemuat...
    • Laskar Nassa Bening SEKALI LAGI STATUS INI BERDAMPAK FITNAH YG PARAH, RIDLWAN MELARANG HORMAT PDA BENDERA BERDASARKAN PENDAPAT PRIBADI BUKAN SEBAGAI MUI, NAMUN STATUS INI BUKAN HANYA MENYERANG KH RIDLWAN SEKLIGUS MUI. MUNGKIN BESUK AKAN KELUAR STATUS MENGKUFURKAN MUI
      Rabu pukul 16:24 ·
    • Anggun Gunawan emang MUI digaji sama pemerintah ya pak?? setahu saya tidak..:)
      Rabu pukul 16:32 ·
    • Bin Ali Ali BERARTI BNER KLU VIRUS WAHABISME ( TERORIS ) DAN NAWASIB, TLAH MEWABAH KE DLM TUBUH MUI .............HE3X
      Rabu pukul 16:42 · · 1 orangMemuat...
    • Bin Ali Ali PENDAPT KHOLIL ITU SENGAJA UNTUK MENGHILANGKAN RASA NASIONALITAS BANGSA, DAN TDK MENGENANG JASA PARA PAHLAWAN BANGSA (SDH KELUAR DR JALUR ISLAM )..................HE3X
      Rabu pukul 16:46 · · 2 orangMemuat...
    • Laskar Nassa Bening u mmat islam wes dedel duwel mentolone nguneke ulama sampah.
      Rabu pukul 16:53 ·
    • Abee Ama Bamzaham ribat ribet ribut ujung-ujungnya rabat-rabat juga kepentingannya
      Rabu pukul 17:58 ·
    • Amira Akira Tiarsih Menghormati bendera, boleh buat org jahudi
      Rabu pukul 18:01 ·
    • Tong Fong Bendera kita hanya 1 yakni bendera Islam yakni bendera tauhid laa illa ha ilallah wa muhammad rasululullah.
      Rabu pukul 18:07 · · 1 orangMemuat...
    • Tong Fong Kita terpecah belah atas nama Nasionalisme Kebangsaan.Apakah Rasulullah mengajarkan itu?Kita umat yg 1,kekuasaan yg 1,negara yg 1 yakni Negara ala Rasulullah yakni Khilafah.
      Rabu pukul 18:10 · · 1 orangMemuat...
    • Zen Aljufri
      ‎@All: : thanks atas komennya , sebenarnya ke-sampahan Kholil Ridwan itu sudah mutawattir, sepak terjangnya selama ini sama sekali tidak mencerminkan seorang ulama’ , tetapi lebih seorang pengkhianat RI, saat ini dia gabung dengan dengan b...eberapa provokator sedang menggagas pengkafiran terhadap sebuah mazhab besar dalam Islam yg berbeda dengan mazhabnya. Adapun MUI juga harus bertanggungjawab karena sampah-sampah seperti Kholil Ridwan , Amidhan dan sejenisnya masih banyak di MUI, jadi lembaga ini berubah bentuk dari MUI jadi TPA (Tempat pembuangan Akhir) semacam Bantar Gebang. Agak sulit di reformasi bisanya distop semua kegiatanya, dibubarkan dan asetnya dilikuidasi untuk negara, ini akan menghemat anggaran belanja negara pada pos kepegawaian, dan satu penyakit bangsa hilang.Lihat Selengkapnya
      Rabu pukul 18:11 · · 2 orangMemuat...
    • Islam Saja Kalau DOKTRIN SAMPAHseperti dibawah ini, harus diapakan bos?

      http://muslimsaja.wordpress.com/2011/06/05/bab-xx-kontradiksi-okultasi-ghoibah-dengan-filosofi-imamah/
      Rabu pukul 18:11 ·
    • Zen Aljufri
      Mengenai penghormatan kepada bendera bukanlah perbuatan syirik, ini bukan menyembah, dan ini bukan pula menghormati sehelai kain berwarna, ada nilai-nilai yg terkandung didalamnya yg kita hormati. Ini adalah simbul yg mewakili negara dan ba...ngsa kita. Oleh karena itulah apabila bendera itu dibakar rakyat dari negara yg bersangkutan ikut sakit hatinya, hal-hal demikian tidak bisa dipahami oleh orang-orang semacam Kholil Ridwan dan sejenisnya. Juga menhukumi kepercayaan orang dengan kitab-kitab dari pihaknya dalah sikap yang sangat naïf sekali, logika waras mana yg bisa menerima kondisi semacam ini..?Lihat Selengkapnya
      Rabu pukul 18:14 · · 1 orangPencerah Hati menyukai ini.
    • Islam Saja Boz, doktrin sampah lebih proritas untuk diurus.
      Rabu pukul 18:22 ·
    • Laskar Nassa Bening zen jufri@ pejuang dulu tak pernah menghormat pada bendera,tak kenal saka, tak mengumandangkan lagu kebangsaan, mereka hanya kenal tauhid, hormat bender silahkan tak hormt silahkan, knp anda tega mensampahkan kasus orang hanya krn sehelai benang, bukankah khalil lbh berjasa dr pada anda dlm perkembangan islam, sungguh kotor mulutmu
      Rabu pukul 18:22 · · 1 orangMemuat...
    • Zen Aljufri
      ‎@ pemilik account Islam saja: Kalau anda merasa benar mengapa anda menymbunyikan identitas anda sendiri.? Mengenai doktrin-doktrin Syi'ah silahkan anda berhubungan langsung dengan orang-orang syi'ah bukan dengan saya,bisa dg Pencerah Hati ...atau Sinar Agama atau Dr.Muhsin Labib dan masih banyka lainya, silahkan tanyakan secara baik-baik, mereka itu jagoan filsafat semua tidak asal tulis, dan tidak asal njeblak seperti Kholil Ridwan Al-Idioti.Lihat Selengkapnya
      Rabu pukul 18:45 · · 3 orang3 orang menyukai ini.
    • Islam Saja Maaf Boz, saya pikir anda Syii? Saya salah alamat.
      Rabu pukul 18:48 · · 1 orangMemuat...
    • Zen Aljufri Mazhab saya ISLAM SAJA..! :-))
      Rabu pukul 18:52 · · 2 orangMemuat...
    • Islam Saja Emang harus bermazhab to boz?
      Rabu pukul 18:56 ·
    • Laskar Nassa Bening sya kira tulisan dan permusuhan ini krna beda Firqah saja zen jufry bermadzhab ...bi sedangkan khalil ridwan bermadzhab semi salafi yg mengkafirkan syiah dan ahcmadiyah. silahkan dilanjoetkan
      bagi sya mulut zen udah bukan nalar ilmu lagi, arogansi yg pasti
      Rabu pukul 19:02 · · 1 orangMemuat...
    • Zen Aljufri ‎@IS: tidak harus..! tetapi bagaimana anda mau mengambil langsung dari Al-Qur'an dan Hadist tanpa perantara ulama'..? Tunjukan caranya..!
      Rabu pukul 19:05 · · 1 orangMemuat...
    • Isser Hariyanto savbar cak
      Rabu pukul 19:11 ·
    • Islam Saja Emang kita hidup ini tidak berhubungan dengan orang lain? Kalo yg mempengaruhi kita banyak, apa saya disebut bermazhab?
      Rabu pukul 19:11 ·
    • Laskar Nassa Bening knp lari kemana2, jelas pembahasan pd hormat bendera, tak lihat spt apa kepawaian orang y meng IDEOTkan orang lain, mengsampahkan orang lain!!!!!
      Rabu pukul 19:14 · · 1 orangMemuat...
    • Harjuno Supangat Sampah ya sampah..! nggak usah dibela-belain..! pulang sono ke Arab, ini Indonesia bung..! nggak suka NKRI ke Afghanistan aja atau ke Saudi, gitu aja kok repot.
      Rabu pukul 19:20 ·
    • Isser Hariyanto sdh dpt diprediksi jauh jauh hari
      Rabu pukul 19:21 ·
    • Laskar Nassa Bening ini bumi Allah bukan bumimu
      Rabu pukul 19:21 ·
    • Harjuno Supangat Lha kalau Amidhan itu memang idiot, mau diapakan lagi..? nggak bisa di up grade..!
      Rabu pukul 19:22 · · 1 orangMemuat...
    • Laskar Nassa Bening sesama idiot dialarang saling balapan
      Rabu pukul 19:22 · · 1 orangMemuat...
    • Harjuno Supangat Laskar: Ok..ini bumi Allah, kalau gitu aku mau ke Saudi tanpa visa dan mentap disana boleh nggak ?
      Rabu pukul 19:24 · · 3 orangMemuat...
    • Laskar Nassa Bening suka2 anda saajaaa. siapa tau jdi tamu kehormatan.
      Rabu pukul 19:27 ·
    • Bin Ali Ali ‎@LASKAR BENING : BUMI ALLAH HNY SUKA AKAN KEDAMAIAN, KETENTRAMAN, BKNYE BUMI ALLAH TRS BS DI BOM SANA - SINI..........................HE3X
      Rabu pukul 19:28 · · 1 orangMemuat...
    • Laskar Nassa Bening Betul khalifatan fil ardl utk menselaraskan bumi bukan merusak (BOM)
      Rabu pukul 19:29 ·
    • Bin Ali Ali DAN TDK HERAN JIKA SEGELINTIR ORG WAHABISME ( TERORIS ) DAN NAWASIB MCM KHOLIL YG TDK MEMPUNYAI DALIL KEILIMUAN YG BENAR DAN KUAT MENYALAHKAN SYIAH.............................HE3X
      Rabu pukul 19:33 · · 1 orangMemuat...
    • Eyangnya Tasha MUI adalah masalah buat bangsa dan negara, keberadaanya tidak menguntungkan, bahkan merugikan semangat nasionalisme generasi muda, si sampah Kholil banyak diledek mahasiswa IAIN Walisongo Semarang beberapa hari yang lalu, jadi klop sudah, buang semuanya. Kita akan hidup sehat tanpa sampah. benar nggak bib..?
      Rabu pukul 19:34 ·
    • Faisal Djindan
      MUI = Kumpulan ulama2 produk Kolonial yang bisanya buat fatwa HARAM sama SESAT, paling banter urus pegeseran arah kiblat. Ulama yang duduk dikantor MUI gak ada kerjaan, semuanya laksana pegawai negeri zaman orba yg kerjanya cuma nongkrong2 ...aja sambil nunggu kasus yg bisa DIHARAMkan dan DISESATkan.
      jangankan hormat bendera, dikit lagi kita bakal denger MUI berfatwa haram hukumnya kritik pemerintah karena permerintah adalah org Islam.
      Lihat Selengkapnya
      Rabu pukul 19:34 · · 1 orangBin Ali Ali menyukai ini.
    • Bin Ali Ali WAHABISME ( TERORIS ) DAN NAWASIB MCM KHOLIL TDK BISA MEMBEDAKAN MANA MEMUJA, MEMUJI, MENGHORMATI, MENYAYANGI ( SEMUA DI KATAKAN SYIRIK )..........................HE3X
      Rabu pukul 19:35 · · 1 orangMemuat...
    • Laskar Nassa Bening ini bukan urusan Syiah Sunnah.
      Eyangnya Tasha_ hahahaha macan meledek macan jgn bercanda dunk,
      sy org demak boleh kita kopdar berkenalan
      Rabu pukul 19:36 ·
    • Joni Hidayat Bubarkan MUI!!!!
      Rabu pukul 19:49 · · 1 orangMemuat...
    • Abbah Jappy P ‎:
      IZIN share ya Bos ......
      Rabu pukul 19:50 · · 1 orangMemuat...
    • Eyangnya Tasha ‎@Laskar: Alhamdulillah ada tetangga disini, saya asal dari Mranggen (Bandungrejo), pindah ke Semarang th 1984 hingga saat ini, tapi saat ini posisi lagi di Jakarta , menjenguk cucu yg ke 3.
      Rabu pukul 19:51 ·
    • Zen Aljufri ‎@Abbah Jappy: silahkan.!
      Rabu pukul 19:52 · · 3 orangMemuat...
    • Fernando Adventius kalo hormat bendera tidak bolehhhh...
      Indonesia akan bubar dalam hitungan dasawarsa
      Rabu pukul 19:58 ·
    • Imam P Hartono Kedua
      ‎@Habib Zen, memang Suata KH Cholil Ridwan ini malah yg mendominasi wajah MUI dan jadi selebritis . Beliau memang sering mengisi pengajian bersama Ustadz Abubakarf Baasyir & Abu Jibril yg kita kenal keras. Namun demikian tidak bisa kita ge...byah uyah MUI itu spt Cholil Ridwan semua. Meski tidak banyak, ada juga wajah2 MUI yg sejuk yg saya kenal, antara lain KH Umar Shihab, Dien Syamsuddin dan KH. Fatah Wibisono (Ki Ageng)Lihat Selengkapnya
      Rabu pukul 20:18 · · 3 orangMemuat...
    • Adytia Liu
      ‎@grandpa Zen : sebentar bib, ana mau tanya dulu MUI itu singkatan apa? kalau Majelis Ulama Indonesia, koq ada oknumnya yang melarang hormat pada bendera? jangan2 mau kudeta terus ganti bendera kita dengan bendera dengan gambar kepala onta?...
      inilah terkadang yg harus jd refleksi bagi kita semua... mengapa di negeri ini kerukunan antarumat beragama semakin terkikis... terkadang demi arogansi pribadi dan mencari sensasi membuat dalil2 yg kontroversial dan tidak masuk akal. Kapan yha manusia2 jahil itu sadar kalau dunia ini plural? emangnya dunia ini bisa damai kalau jd satu agama semua? apa bedanya sama komunis kalau punya pandangan demikian... dari kaum Nasrani jg banyak tokoh2 seperti ini... susah memang! menyadarkan org tentang menghargai sesama...
      Lihat Selengkapnya
      Rabu pukul 20:26 · · 2 orangMemuat...
    • Saiful Haris bubarkan aja MUI.. nambah ruwet aja..
      Rabu pukul 20:37 · · 1 orangMemuat...
    • Titi Razak wah kacau kacau....kalo kiainya dah kayak begini.
      Rabu pukul 20:57 ·
    • Herry Geha
      kemana lagi umat berpijak kalo ulama saja sudah di cerca..anda tau kenapa Nazi & jerman menghabisi tetangganya di eropa, Kenapa Inggris menjajah eropa sampai Amerika & Asia.? pernahkah membaca sejarah hingga eropa yang sesama penganut Krist...iani saling membunuh hingga terbentuk dengan negara2 kecil dengan bendera2 baru, Irlandia pun mulai terpecah akbat Inggris, anda tau kenapa Irak Menghajar Kwuait.? kenapa Indonesia mau berperang dengan malaysia padahal sesama mayoritas muslim, benua terpecah belah dengan ratusan bendera2 negara. itulah tujuan Yahudisme hingga tidak ada lagi negara2 besar, hingga yahudi dengan mudahnya menyetir semua negara2 yang telah lemah, jgn mengira USA itu negara kuat, USA negara terburuk karena tidak ada satupun pemimpin USA yang memiliki kemampuan mengendalikan negaranya sendiri, semua kebijakan USA di atur yahudi.. tidak ada kebanggaan atas bendera2 kalo semua pemimpin dunia adalah boneka Yahudi, kembalilah pada bendera tali Allah Tauhid..Lihat Selengkapnya
      Rabu pukul 21:31 · · 1 orangMemuat...
    • Zen Aljufri ‎@Herry Geha: Sejak kapan Allah membuat bendera..?
      Rabu pukul 21:37 · · 3 orangMemuat...
    • Laskar Nassa Bening pak ayo harry jawab pertanyaan sdra zen ini.,.
      buktikan hujjah anda.
      Rabu pukul 21:41 · · 1 orangMemuat...
    • Herry Geha kerena anda menyebutkan penghormatan bendera, karena bendera di negara identik dengan penghormatan tertinggi, bagaimana penghormatan tertinggi itu kita sandarka pada Tauhid, bendera ciptaan manusia hanya menyebabkan perselisihan.. penghormatan yang semu..
      Rabu pukul 21:45 ·
    • Khairun Fajri Arief SBY dalam Pidato Hari Kesaktian Pacasila:"Pancasila dan NKRI sudah Final"..

      Ehm..Pak Beye,orang seperti Pak Khalil ini termasuk menentang Pancasila dan NKRI gak ya?
      Rabu pukul 21:47 · · 3 orangMemuat...
    • Laskar Nassa Bening Sdr Zen monggo t liat hujjah anda.....
      Rabu pukul 21:47 ·
    • Laogi Mahdi Bin Baz Indonesia
      Rabu pukul 21:47 · · 1 orangMemuat...
    • Zen Aljufri Pertanyaan saya masih belum terjawab, ya sudah kalau belum bisa buat PR saja, Herry bilang bendera ciptaan manusia hanya menyebabkan perselisihan.. penghormatan yang semu ; lalu bendera ciptaan Allah itu gambarnya apa ? dan itu tercantum dalam surat apa ayat berapa..? kalau hadis bunyinya bagaimana.? Saya hanya mengikuti alur logika kaum salafi yg teks minded.!
      Rabu pukul 22:03 · · 4 orangMemuat...
    • Bang Ekky Aajaran Wahabi yang picik & terbelakang...
      Rabu pukul 22:40 ·
    • Adytia Liu
      ‎@grandpa Zen... Gambar kepala onta,bib... hehehe... karena dlm kepecayaan ana, Yesus pernah berkata "berikanlah yg wajib kamu berikan kepada kaisar, dan berikanlah yg wajib kamu berikan kepada Allah" (Matius 22:21) dan Yesus pun mentaati U...ndang2 kaisar Romawi yg berkuasa saat itu... barangkali di Al Qur'an ada paralel nya... Yg jelas Allah memberikan amanah kepada pemerintah suatu negara untuk di taati...
      @Herry: Kalau memang maunya Teokrasi, ngapain pake nama Majelis Ulama "Indonesia" koq nggak konsisten... skali lg... dunia ini plural, sob...
      Lihat Selengkapnya
      Rabu pukul 23:05 · · 3 orangMemuat...
    • Joel Kifli
      Maaf bun Zen..saya dari ACEH...kalau tidak bisa kasih nasehat yang baik..lebih baik anda diam saja...tidak baik menghina orang lain hanya gara2x..beda pandangan dengan kita...Cut Nyak Dhien menghabiskan usianya dalam pertempuran...tapi tida...k pernah meminta kami untuk menghormat bendera RI atau Bendera Aceh...yg kami dapat skrg..kami jsutru dibihongi oleh RI..coba baca film cut nyan dhien karya eros djarot..di ending film..para petempur Aceh mengibarkan bendera merah putih seoalh-olah cut nyan bertempur untk RI..jelas itu suatu pembohongan sejarah....anda tentu tidak meminta anak negri ini untuk menyembah selembar benar yang menabur darah ribuan orang papua..rakyat aceh dan timor leste....buat saya...adalah tidak penting untuk menyebah bendera manapun..kecuali lanjutkan perjuangan Cut Nyak atau Sukarno...bebaskan rakyat dari kerasingannya...itu sajaLihat Selengkapnya
      Kemarin jam 0:38 · · 1 orangMemuat...
    • Trwn Rloz hahaha yahudi lagi yang disalahin :-) hahaha....

      Mbak , orang islam sudah saling berantem jauh sebelum orang inggris bisa kencing sendiri .. kalau sekarang masalahnya wahabi, 1000 tahun lalu abasid , ummaya dan cult of assasin. saling berantem ini mungkin melanjutkan tradisi saja ..
      Kemarin jam 1:04 · · 4 orangMemuat...
    • Lutfi Muhammad Para prajurit seenaknya menghadap jenderal, tidak ada lagi ritual penghormatan dalam perguruan silat, tidak ada lagi upacara kemerdekaan....begitukah keinginan mereka?
      Kemarin jam 3:32 · · 2 orangMemuat...
    • Trwn Rloz karena sudah Ber-Allah terus menganggap dia bisa melakukan apa saja atas pretext Allah.

      Ach ini mah ideologinya kaum khawarij, ye gak abah lutfi ?
      Kemarin jam 3:34 · · 1 orangMemuat...
    • Lutfi Muhammad Iya, agama sudah digiring ke arah ekstrim, sama spt. kaum pemberontak Khawarij. Bukankah kita berkali-kali diperintah Allah untuk menjadi kaum yang menengah (wasatha) atau moderat? tidak ekstrim kiri atau kanan, tapi millah "Hanifah" ...BTW, Khawarij itu kalau soal ibadat katanya tekun banget, tapi yang lain2 ekstrim nggak karuan.
      Kemarin jam 3:41 · · 2 orangMemuat...
    • Gautama Adi Kusuma
      MUI itu dapet biaya dari negara trilyunan rupiah per tahun, jauh lebih besar daripada anggaran penanggulangan kematian ibu melahirkan anak. Mana lebih Islami, mencegah kematian ibu melahirkan anaknya (dan tentunya memperbaiki kualitas hidup... rakyat secara total), atau membayari segerombolan orang yang jadi benalu negara, menggerogoti kedaulatan negara, tapi tanpa malu2 menerima uang dari negara?

      Menghormat bendera itu bukan menyembah. Goblok bener sih jadi orang. Itu lambang negara, masalah setuju apa nggaknya, beda lagi perkaranya. Ngomongin darah, mana ada negara satu pun di dunia ini yang gak berlumur darah? Dari Arab, Amerika, Cina, bahkan kalo Aceh jadi negarapun, emang tanpa lumuran darah?
      Lihat Selengkapnya
      Kemarin jam 4:05 · · 4 orangMemuat...
    • Iwan Piliang Full Inilah contoh ulama yang tidak iqra
      Kemarin jam 7:09 · · 1 orangMemuat...
    • Majelis Rakyat Ulama amplop makin ngawur....
      Kemarin jam 7:37 · · 1 orangMemuat...
    • Ali Shaleh
      pak Zen mungkin perlu dimulai dr definisi dr ulama itu apa sebenarnya ana ndak setuju banget kalo sekelas Kholil Ridwan, Abu bakar baasyir, kang jalal, tarmizi thaher dll di gelari ulama, kalau sebatas dai/penyeru yah silahkan saja, sekara...ng masalahnya isi seruannya apa?" garbage" atau "hikmah"...pada dasarnya manusia memiliki kecenderungan kepada kebenaran nanti akan ada filtrasi alamiah yg prosesnya memang tdk harus mengikuti hukum hukum matematika semisal deret aritmatika tetapi juga dr" HIDAYAH". Afwan bila ada yg salah ustad....Lihat Selengkapnya
      Kemarin jam 8:43 · · 1 orangMemuat...
    • Zen Aljufri ‎@Ali shaleh : Tepat..memang definisi ulama' adalah mendasar sekali untuk kita melangkah siapa saja yg layak bergelar ulama', itu bukan hasil turunan / warisan atau sekedar mengetahui beberapa pokok agama sudah jadi ulama' , fenomena yg ada saat ini hafal beberapa ayat dan hadis saja sudah kepingin ceramah agama disana sini, ini namanya ulama' tiban..!
      Kemarin jam 8:53 · · 3 orangMemuat...
    • Moh. Salim Aldjufri Pendapat Kholil Ridwan sama persis dengan pendapat sekte sesat dalam Kristen yaitu SAKSI YEHOVA yg mengharamkan hormat bendera.
      Kemarin jam 9:25 · · 2 orangMemuat...
    • Zen Aljufri ‎@Habib Moh SA: Apa mungkin Saksi Yehova itu mirip Salafi kalau dalam Islam..? Ajaranya aneh..!
      Kemarin jam 9:29 ·
    • Moh. Salim Aldjufri Yg jelas sama2 fundamentalis.
      Kemarin jam 9:49 ·
    • Bulan Bintang Merah islam bodoh produk Nejed. Muslim bodoh produk Saudi. sama sama bebal.
      Kemarin jam 9:50 · · 1 orangMemuat...
    • Joni Hidayat waaa diserbu dr segala,jurusan Hery Gehanya hanya bisaa ngumpet! ....
      Kemarin jam 9:52 ·
    • Ali Shaleh ‎@MSA : menarik sekali ttg SEKTE YEHOVA ini barangkali Mr. Salim bisa lebih detail sekaligus menjawab pertanyaan ZA
      Kemarin jam 9:53 ·
    • Ali Shaleh ‎@BBM : jadi islam dan muslim yg ndak bodoh produk siapa? siapa yg berhak/punya otoritas penuh menyematkan gelar muslim dan islam bodoh? kalau pendapat saya saat ini muslim dimana saja baik di saudi iran dan indonesia masih bodoh semua, gampang dikotak kotak, fanatik madhab,tidak pede..dlsj...
      Kemarin jam 9:55 ·
    • Saleh Rahman jgn susudon dulu bib.... ente tanya dulu sama orangnya ... ente kan kata tabloid... yang nulis juga wartawan....
      Kemarin jam 10:02 · · 1 orangMemuat...
    • Moh. Salim Aldjufri Ali : Hampir disetiap agama ada kelompok ekstrim yg fundamentalis, tekstual, senang menyerang. Sy pernah ikut menghadapi sekte ini yg juga melarang hormat bendera (dianggap menyembah kain buatan manusia, seperti berhala), tidak boleh jadi tentara (karena nanti membunuh), tidak boleh transfusi darah (malah mrk katakan ini sama dg Islam yg mengharamkan darah). Semua diartikan secara sempit.
      Kemarin jam 10:02 · · 2 orangMemuat...
    • Bulan Bintang Merah nah, antum sudah punya otoritas menyematkan "kebodohan" kepada semua kaum Muslim, bukan ? ana mah ndak berani sekeras itu. ana hanya sampai pada : Islam bodoh produk Nejed. Muslim bodoh produk Saudi. sama sama bebal.Soal Islam dan Muslim di luar Nejed atawa Saudi, ayo kita telaah sama sama. hin hi hi hi ....
      Kemarin jam 10:03 ·
    • Bambang Wiyono Merah putih harga mati rintisan Bangsa Indonesia, NKRI juga harga mati rakyat Indonesia, sekali lagi KTP kita Indonesia, jangan dicampur aduk dengan pemahanan lain yang belum tentu sesuai dengan sumber asli pemahamannya baik itu dari Saudi Arabia atau mana saja, bahkan jangan2 Saudi Arabia juga gak mengerti kalau paham-nya menjadi rancu di Indonesia .... belum tentu juga mau bertanggungjawab kan?
      Kemarin jam 10:05 · · 1 orangMemuat...
    • Ali Shaleh iyah karena antum terlalu tendensius hanya yg datang dr IRAN yang bagus betul kan hehehehe , ini yg ana bilang kotak kotak...kalau ana kan bilang pendapat ana denagn sudut alasan yg ana sampaikan, silahkan kalau ada yg setuju maupun tdk setuju .....damai selalu...
      Kemarin jam 10:08 ·
    • Ali Shaleh ‎@BW : perjalanan historis masing masing bangsa lain, jangan latah meniru bangsa lain, SAUDI dan IRAN atau lainnya mau menghormati bendera atau tidak bukan urusan kita. Penghormatan bendera yg kita lakukan bukan dalam rangka menyembah tetapi menghormati jasa para "penegak bendera" sbg identitas kemerdekaan semesta. Meski cara menghormati juga perlu dikembangkan dalam hal lain yg sifatnya lebih mendasar.
      Kemarin jam 10:13 · · 1 orangMemuat...
    • Zen Aljufri
      ‎@Saleh Rahman: kejadian itu sudah agak lama, dia mempunyai waktu untuk klarifikasi kalau memang tidak mengatakan hal tsb, dan ternyata dia diam, saya anggap ini dia mengatakan demikian itu. Dan kalau setiap kejadian kita diharuskan untuk... mengecek kepada yg bersangkutan kita tidak mungkin bisa bekerja mencari nafkah , karena waktu kita tersita hanya untuk mengecek berita terus-menerus. Dan dalam daftar perkawanan saya ada lebih dari 20 orang anggota MUI aktif saat ini, mereka tidak menolak isi berita tsb..!Lihat Selengkapnya
      Kemarin jam 10:16 · · 1 orangMemuat...
    • Bambang Wiyono Sekali kali coba di verifikasi tuh paham2 yang di-fatwa-kan dengan pejabat negara asal (Saudi Arabia, Iran atau mana saja), valid enggak? Terus kita juga nggak usah bahas itu jadi isu kenegaraanlah, anggap saja karya tulis, thesis, skripsi yang perlu diuji kesahihannya ... agar kita semua nyaman bekerja dan menikmati keteduhan bangsa Indonesia ...
      Kemarin jam 10:21 · · 2 orangMemuat...
    • Ali Shaleh ‎@SR : setahu ana bukan cuma kata tabloid lhoh bahkan pernah ada yg nge-shoot di tv cuma lupa tv apaan krn sy dasarnya ndak suka dengan model "ulama" yg gampang marah kaya pak KR, atau barang kali pak SR punya cara bertanya yg baik ke KR?
      Kemarin jam 10:23 ·
    • Zen Aljufri ‎@Bambang : Terima kasih untuk komentnya yg jitu..! ini kelihatanya Islam khas Indonesia yg ramah lingkungan dan paling mendekati rahmatan lil alamiin..! :-)
      Kemarin jam 10:25 · · 1 orangMemuat...
    • Zen Aljufri ‎@Ali : Benar pernah jadi berita di TV.
      Kemarin jam 10:27 ·
    • Alek Sigarantang partisipan dong biar kren. lumayan bisa nyeleneh, engga usah pakai ilmu.
      23 jam yang lalu ·
    • Alek Sigarantang mengaharamkan menghormat bendera dan lagu kebangsaan, berarti dia tinggal di negara haram dong dan kenapa dia tinggal di indonesia yaa.
      23 jam yang lalu ·
    • Lukman Bakor
      masalah menghormati bendera tidak sama dg permasalahan dalam ibadah, klo dalam sholat ada yg bersendekap ada yg tidak, ini tergantung dari madhab masing2, sedang masalah menghormati bendera ini kan permasalahan rasa memiliki suatu kesatuan ...dalam bentuk negara dg model bendera dan juga lagu kebangsaan. wujud perasaan kita ketika menghadapi bendera dan saat mendengarkan lagu juga berbeda beda, ada yg hormat sikap seperti militer, ada yg mengepakan tangannya didada, ada yg menempelkan telapak tangannya di dada, hikmat. INI NEGARAKU, INI BANGSAKU TUMPAH DARAKU. tetapi ini tidak epas dari permasalahan politik, klo suatu saat nanti negara ini berubah haluan politiknya wujud kenegaraannya, atau nama negaranya berubah juga warna benderanya. untuk saat ini MERAH PUTIH masih dipakai, klo mau mengharamkan atau mengikutinya silakan masuk dunia politik rubahlah sesuai dg kemauan anda kaum anda yg mengharamkan siapa tau bisa terwujud. bersikap dan bertanggung jawab ......gontok2an disini ngak penting.Lihat Selengkapnya
      23 jam yang lalu ·
    • Alek Sigarantang yang gitu aja di urus, laa ko orang miskin dan anak yatim n anak jalanan MUI kaga mau ngurus.
      23 jam yang lalu ·
    • Adytia Liu
      ‎@grandpa Zen : Saksi Yehova adalah sekte Kristen yg mengakui Joseph Smith sebagai nabi terakhir yg mnjdi jubirnya Yesus... Mereka Mempercayai bahwa Yahweh (Allah dlm bhs Ibrani) adalah sesembahan tertinggi sementara Allah Bapa, Putra, dan ...Roh Kudus adalah ciptaan... Kalau buat ana sih ana gk ambil pusing, mereka punya ideologi sendiri, ya sudah yg penting ana gk ambil bagian... seharusnya kan begitu? semua manusia punya hak untuk berideologi bukan? Kenapa harus sakit hati ajaran ana disesatkan? Yesus aja nyantai sambil ngopi di atas sana... kenapa ana sewot... tensi naik malah gk bs makan duren... cape deh...Lihat Selengkapnya
      23 jam yang lalu · · 1 orangMemuat...
    • Muhamad Bagir dalam setiap pepearangan yang dipimpin langsung oleh nabi Muhammad saaw, dalam sejarah membawa bendera ndak?, kalau membawa bendera bagaimana ummat islam saat itu menyikapi bendera , tolong dikaji lebih dalam , agar lebih paham ma'na bendera dalam islam
      23 jam yang lalu · · 1 orangMemuat...
    • Muhamad Bagir setiap orang wajib memahami sebuah simbol diadakan, ketika menghargai simbol bukan lah batasan wujud simbol itu yg menjadi tujuan, akan tetapi simbol itu menunjukkan apa? ,itulah sasaran, syirik adalah menyembah selain Allah swt, apakah hormat sama dengan menyembah?, kl sebuah hormat sama dengan menyembah, maka semua nilai hormat kepada siapapun harus di sikapai syirik , termasuk hormat pada dirinya sendiri
      23 jam yang lalu · · 2 orangMemuat...
    • Alfan Arrasuli Kali ini dengan sportif saya setuju sama Pak Zen.. :) Ribet Pak Zen.. sepertinya harus bertemu langsung sama Pak Kholil.. saya jadi penasaran sama yang bersangkutan...
      21 jam yang lalu ·
    • Bida Badi Mas Zen, bisa antum menyodorkan, kira-2 siapa-2 yg paling PAS duduk di MUI?? Nti kt sebarkan kemana-2
      21 jam yang lalu ·
    • Marcus Besi Tafsir Kholil Ridwan, shalat di saf depan = menghormat dinding. shalat di saf yang ke-dua = menghormat pantat yang shalat di saf pertama.
      20 jam yang lalu · · 3 orangZen Aljufri dan 2 orang lainnya menyukai ini.
    • Marcus Besi di bendera, di dinding, di lantai, di pantat, di kaki, didasar samudera, diujung bumi, di seluruh galaksi, pasti ada Allah disitu.
      20 jam yang lalu ·
    • Ali Shaleh
      Dulu saat bank syariah baru ada berduyun duyun "ulama" MUI nangkring jadi penasehat,komisaris atau apa kek atau bhs sederhannya "dapet fulus" urusan ummat yg lebih substansif terlupakan , seolah olah bank syariah (yg kata beberapa ahli juga... ndak syariah 100 %)menjadi solusi permasalahan ummat secara keseluruhan, terus ada isu a, isu b mereka baru ikut-ikutan, gagap, bukannya punya kemampuan untuk menganalisis dr awal atau bhs eyang harto punya kemampuan tangkal dini tapi malah jadi kompor, ndak membawa solusi, malah membuat bara semakin menyala dan membakar semua. Sekarang isu barunya sedang rebutan kapling sertifikasi halal dgn depag....."ulama" jadi profesi saat ini.....Lihat Selengkapnya
      20 jam yang lalu · · 2 orangMemuat...
    • Muhammad Rahmat Bahasa yg santun adalah ciri dari kemuliaan akhlak seseorang. Kritiklah org lain yg berbeda paham dgn kita dgn hujjah, bukan dgn ejekan dan cacian :-)
      19 jam yang lalu ·
    • Ali Shaleh ‎@MR : sy ndak paham maksudnya, kalo hujah kan sudah sy sampaikan. maksudnya hujah menurut pak MR apa?
      18 jam yang lalu ·
    • Anwar Nashir Bagaimana kalau setiap upacara Hormat pada benderanya kita ganti jadi hormat pada Tuhan versi wahabrot. Menurun wahabrot kan Tuhan bersarang di langit, jadi kita kalau upacara sama-sama tengadah ke langit dengan sikap hormat gaya tentara dan pramuka.
      HORMAT PADA TUHAAAAAN GRAK !

      Kalau ini pasti gak musyrik ya ?
      17 jam yang lalu · · 1 orangMemuat...
    • Amad Lie marilah kita bertanya pada diri sendiri apakah hormat kepada bendera halal apa haram ?
      17 jam yang lalu ·
    • Oon Bego ngiring nangkring ah....lumbayan tambah sebel............
      15 jam yang lalu ·
    • Taufik Mohammad bgmna ya bang, skrg agamawan qt kok suka cari "muka"? padahalkan "muka"nya sdh cakep, tp kok msh cari "muka" org lain?????
      14 jam yang lalu · · 1 orangMemuat...
    • Oon Bego hehehehe....biasa surga yng di cari bukannya iklas .....jadi ego deh tp itu jg ga tau ah gelap kali
      14 jam yang lalu ·
    • Emma Yanuar serem amat
      12 jam yang lalu ·


Jum'at, 10 Jun 2011




Tabligh Akbar ''Umat Islam Bersatu Menolak Syi'ah''

Tema:
Ahlus Sunnah Bersatu Menolak Syi’ah

Pembicara:

  • KH Cholil Ridwan (MUI Pusat),
  • Dr Zain An-Najah (Dewan Dakwah Islam Indonesia),
  • Habib Thohir Al Kaff (Ketua Ponpes Al Bayyinat),
  • Habib Ahmad Zain Al-Kaff (Div. Dakwah Al Bayinat),
  • Ustadz Bahtiar, M.A. (Persatuan Islam),
  • Para ustadz dan habib dari ormas-ormas Islam.

Waktu:
Jum’at 10 Juni 2011 pukul 13.00 – selesai

Tempat:
Masjid Al-Furqon Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII)
Jl. Kramat Raya 45 Jakarta Pusat

CP: Ajiz (0813 3589 7675)

=======

Pembatalan acara seminar "Menghadapi Makar Syi’ah Dalam Revolusi dan Aqidah" yang sedianya diadakan oleh Gema Salam di masjid Sholihin Condet pada tanggal 30 April 2011 dikarenakan ulah terror oleh sebagian oknum mendapatkan respon yang cukup banyak dari umat Islam.

Seusai pembatalan acara tersebut, pihak Gema Salam mendapatkan banyak SMS dan panggilan seluler dari pihak-pihak yang merasa kecewa akibat pembatalan acara tersebut.

Responnya amat beragam di antaranya peserta yang mengungkapkan kekesalannya pada pihak peneror dikarenakan yang bersangkutan datang jauh-jauh dari luar Jakarta khusus untuk menghadiri acara tersebut. Tercatat ada sejumlah peserta yang datang dari Cirebon, Majalengka, Bandung bahkan dari Jawa Timur mengungkapkan kekesalannya. Di samping itu, ada juga SMS dan telepon yang berisi dukungan pada pihak panitia Gema Salam untuk terus mengadakan acara guna membongkar makar Syi’ah di negeri ini. Bahkan, beberapa pihak meminta untuk mengadakan acara serupa di tempat mereka.

Kesadaran umat Islam makin tergugah setelah pengikut Syi’ah di Indonesia ngelunjak (begitu ungkapan Ust. Hartono Ahmad Jaiz) dengan mengadakan deklarasi Muhsinin yang “seenak hati” menggabungkan antara Syi’ah dan Sunni, dengan mengesampingkan semua pelanggaran fatal Syi’ah dalam mencederai keyakinan umat Islam. Belum lagi kesembronoan pihak Syi’ah dengan mencantumkan beberapa pihak yang diklaim mendukung adanya deklarasi tersebut hingga memicu kemarahan pihak yang bersangkutan.

Namun, segala macam teror dan makar busuk Syi’ah justru menjadikan barisan umat Islam makin rapat menghadapi mereka . Atas berkah dari Allah setelah melalui beberapa koordinasi dan persiapan acara, Gema Salam bekerjasama dengan Pemuda Persis dan Al Irsyad akan mengadakan tabligh akbar dengan judul “Ahlus Sunnah Bersatu Menolak Syi’ah” yang Insya Allah akan diselenggarakan di Masjid Al-Furqon Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (Jl. Kramat Raya 45 Jakarta Pusat) pada hari Jum’at 10 Juni 2011 dari pukul 13.00 – selesai.

Tampil sebagai pembicara adalah KH Cholil Ridwan (MUI Pusat), Dr Zain An Najah (Dewan Dakwah Islam Indonesia), Habib Thohir Al Kaff (Ketua Ponpes Al Bayyinat), Habib Ahmad Zain Al Kaff(Div. Dakwah Al Bayinat), Ustadz Bahtiar, M.A. (Persatuan Islam) serta pembicara dari ormas-ormas Islam yang lain.

Wujudnya acara ini adalah sebagai bukti eksistensi Ahlus Sunnah di Indonesia dalam menghadapi makar Syi’ah di Indonesia. Acara yang nantinya akan diwakili oleh berbagai elemen umat Islam tersebut menunjukkan bahwa bahaya Syi’ah ini adalah permasalah bersama umat Islam dan bukan hanya masalah bagi satu golongan umat Islam tertentu serta tidak bisa dibatasi sebagai masalah di Timur Tengah saja. Jika Ahlus Sunnah di Indonesia dianggap sebagai umat yang tidak peka terhadap pelecehan aqidah-aqidah Islam dan membiarkan segala bentuk penghinaan pada Rasulullah, sahabat, serta istri-istrinya maka anggapan itu adalah salah besar dan ini adalah permasalahan serius bagi seluruh umat Islam.

Demi keberlangsungan serta kesuksesan acara tersebut maka kami selaku panitia mengundang segenap umat Islam pada umumnya serta seluruh jajaran ormas-ormas islam untuk menghadiri acara tersebut.

mainsource:http://www.voa-islam.com/news/event/2011/06/04/15128/tabligh-akbar-umat-islam-bersatu-menolak-syiah/

Tabligh Akbar ''Umat Islam Bersatu Menolak Syi'ah''
Tema:Ahlus Sunnah Bersatu Menolak Syi’ahPembicara:KH Cholil Ridwan (MUI Pusat),Dr Zain An-Najah (DDI),Habib Thohir Al Kaff (Ketua Ponpes Al Bayyinat),Habib Ahmad Zain Al-Kaff (Div. Dakwah Al Bayinat),Ust Bahtiar, M.A. (Persis),para ustadz dan habib dari ormas-ormas Islam.Waktu:Jum’at 10 Juni 2011 pukul 13.00 – selesaiTempat:Masjid
    • Alia Yaman Wahampret pakai nama Ahlus Sunnah :D
      Kemarin jam 11:18 · · 2 orangMemuat...
    • Hakima Rachman ini maksud sy ustad utk di dokumen kegiatan mereka..ucapan mereka..spt status antum kemaren..
      Kemarin jam 11:18 ·
    • Mochamad Chotim mantaf... black campaign akan berbuah manis inshallah... :)
      Kemarin jam 11:19 · · 2 orangMemuat...
    • Alek Sigarantang jangankan sekarang dari dulu juga kaum wahabai menolaknya.
      23 jam yang lalu ·
    • Alek Sigarantang sudah menjadi penyakit kalie
      23 jam yang lalu ·
    • Indra Kusumawardhana lebih berguna : UNDANGAN PERINGATAN HAUL IMAM KHOMEINI. KULIAH UMUM : " IMAM KHOMEINI & KEBANGKITAN ISLAM " 0leh Prof.DR.ALI LARIJANI, ketua parlemen republik islam IRAN di auditorium harun nasution. kamis, 9 juni 2011 pukul 14.00 - 17.00 diselengarakan oleh kedubes islam iran & fkultas ushuluddin UIN Jakarta...
      23 jam yang lalu · · 11 orang11 orang menyukai ini.
    • Budy Santosa syiah phobia,, heuh cape deh
      23 jam yang lalu · · 1 orangMemuat...
    • Muna Zahro Tanya dulu ahlusunah mazab opo, hambali, safeii, hanafi, maliki atau ngak bermazab, atau mahzab celana cingkrang, kalua ngak ngikuti yang 4 itu berarti wahabi ora ono maneh.
      23 jam yang lalu ·
    • Yusuf Salam industri kedengkian berbalut jubah "kegiatan keagamaan".....
      23 jam yang lalu ·
    • Ridwan Djafar hahaha...lagi2 wahaboy!!!!!!!!!!
      23 jam yang lalu ·
    • Yusuf Salam seharusnya tablig akbar tersebut bertema "Ahlus Sunnah Bersatu Menolak Koruptor"...tema gitu baru asiiik
      23 jam yang lalu · · 6 orang6 orang menyukai ini.
    • Mochamad Sopian Ansori benih2 terorisme
      23 jam yang lalu · · 1 orangMemuat...
    • Saleh Ali sungguh pe
      rbuatan mereka ini adalah bagai menabur pupuk untuk menyuburkan taman bunga syiah yg semakin hari semakin memikat.
      23 jam yang lalu · · 1 orangMemuat...
    • Dina Kristina ‎:( ga capek apa, kok ya menyerang syiah terus?
      23 jam yang lalu ·
    • Muhammad Eka Candra eleh prett.. itu kerjaan org" salafi atas nama ahlu sunnah..
      22 jam yang lalu ·
    • Shakira Bahesyti Ustad g ada y seminar buat usulan Mui dan wahabi agar bikin agama baru, agama Mui atau agama wahabi, biar mereka g sewot sama Islam yg beraneka mazhab/aliran...
      22 jam yang lalu ·
    • Kala Deder begitulah kedengkian mereka sudah mencapai ubun-ubun. sama seperti leluhur2 ideologis mereka. Mereka ada untuk menjadi batu uji bagi pecinta.
      22 jam yang lalu ·
    • Budhi Haryadi Ustadz, apakah informasi tsb benar? khawatir ini cuma info perang urat saraf
      22 jam yang lalu · · 1 orangMemuat...
    • Nanan Rahman Tagblig Provokator !
      22 jam yang lalu ·
    • Mansur Oka
      Ada apa dengan manusia" di negeri ini yaa..??
      Dengan mereka yang bergelar Doktor, Ulama, Kiai Haji, Ustad atau apapun gelar dan status sosialnya, yang seharusnya berada di garda terdepan para pendidik dan pelayan ummat... Tapi justru memilih... berdiri di barisan para pemecah dan penghancur peradaban manusia dgn mengatas namakan keyakinan dan agama..

      Kebiadaban dan kekejian pda manusia dg mengatasnamakan keyakinan atau agama; selalu berawal dari keniscayaan perbedaan yg sebenarnya tak perlu dipertentangkan.. Tapi malah dipertentangkan secara tajam dan emosional...
      Dan kebanyakan kita seakan enggan tak pernah mau belajar dari situ.. sungguh Ironis...
      Lihat Selengkapnya
      22 jam yang lalu · · 3 orangMemuat...
    • D-Gooh Teguh justru, mereka perlu dagangan dan itu hanya ada kalau ada peperangan... Sesungguhnya yang harus dilakukan "Ulama Watch" adalah ada yang datang dan merekam kegiatan. Jika ada pembicara yang mengeluarkan hasutan agar pendengar melakukan tindak pidana, maka menjadi bukti untuk menekan aparat agar melakukan tindakan pada yang bersangkutan. Begitulah seharusnya menurut hematku.
      22 jam yang lalu · · 5 orangMemuat...
    • Shakira Bahesyti White sorban Crime lebih sadis dari white Collar Crime..
      22 jam yang lalu ·
    • Mansur Oka Konon di Zaman Orde Baru, slalu saja ada aparat tak berseragam yang merekam kegiatan pengajian, atau diskusi2 yg bernafaskan keagamaan semacam ini...
      22 jam yang lalu ·
    • D-Gooh Teguh Tetapi mereka enggan mem-follow up-nya... karena tak ada arahan yang jelas dari pimpinannya. Pimpinannya juga males urus beginian karena big boss-nya letoy...
      22 jam yang lalu ·
    • Muhsin Labib Kita yg peduli kudu berinisiatif melakukan kerja bareng demi mengantisipasi agar negara ini tdk menjadi "negara sektarian"... Yg pengacara, wartawan, dosen, pebisnis dan lainnya mungkin perlu temu darat.. Wallahu a'lam. Cape' jg ngajak2 sih!
      22 jam yang lalu · · 9 orangMemuat...
    • Muhammad Ahsan wahabi sesat dan menyesatkan
      22 jam yang lalu ·
    • Abu Ridla Naqib In Yanshurkumullahu Falaa Ghaliba Lakum.......G mungkin ada yg bisa dan mampu mengalahkan Allah....>
      22 jam yang lalu · · 2 orangMemuat...
    • Dany Doang Wa makaruu wa makarallah wallahu khairul maakiriin...
      22 jam yang lalu · · 2 orang2 orang menyukai ini.
    • Enoz Trapfosi II Berapa harga tiketnya, dan di mana bookingnya?
      21 jam yang lalu ·
    • Alwi Muhamad mengurangi konflik internal dan mengabaikan isu2 kontroversi sejarah islam yg diposting terutama oleh ikhwan2 AB yg tdk menambah wawasan melainkan kebencian dan permusuhan.Langkah sukses menghindari ancaman intimidasi pihak luar sekaligus sarana memupuk persaudaraan dan persatuan.
      21 jam yang lalu · · 1 orangBin Alwi menyukai ini.
    • Alwy Assegaf Padahal yang namanya persis ataupun wahabi, dulu dikenal anti mazhab, dan mengatakan bid'ah klo bermazhab. Tapi skrg koq dgn lantang bisa mengklaim sbg ahlu sunnah... :D. definisi ahlu sunnah sediri tuh gimana sih?
      21 jam yang lalu ·
    • Ali Ahmad Asagaf dagangan apalg ini? yg kmaren kn ga laku2 amat?
      21 jam yang lalu ·
    • Enoz Trapfosi II Justru ada promosi gede2an krn adanya kekuatiran bakalan gak laku
      21 jam yang lalu ·
    • Monique Hamli acara kayak ginee nich yng bikin hancur .. my country ..:(
      20 jam yang lalu ·
    • Monique Hamli bikin aja sono ..(cari dimana kek ) negara sendiri ..klo ngga mau tingal di negara yng multi etnis..multi agama / multi keyakinan.sana ..pindah negara ajaa ( sebel.com)
      20 jam yang lalu ·
    • Pencari Kebenaran xi..xi..xi suruh aje pindah ato bikin negara di kutub utara ato antartika sono biar mati kedinginan tuh pade
      20 jam yang lalu ·
    • Mzainal Arifin Duit....duit....smue pd dibayar pake duit......
      20 jam yang lalu ·
    • Ali Shaleh jelas ini monolog, bukan upaya pemintaran awas upaya benturan hosisontal saya takut ada tunggangan intelijen disini, harus pintar dan menahan diri semua, afwan buat apa disebarluaskan? apalagi figur thohir alkaff ini saya dengar kanan kiri ok....
      20 jam yang lalu ·
    • Enoz Trapfosi II Semoga POLRI bisa menjinakkan ASU
      18 jam yang lalu ·
    • Kenji Ono Maling teriak maling
      17 jam yang lalu ·
    • Eloq Zaa Hari gini MUI msh ributin Mazhab...tuh urus yg tampil ditv rok sm cdnya balapan ;)
      17 jam yang lalu ·
    • Jeny Amanda wahabuzz,..otak udang,..
      16 jam yang lalu ·
    • Samsul Bahri Gonibala Hebbbatt ni kiai2, semua sila dlm pancasila dilanggar. Pikirnya islam itu milik ahlus sunnah saja. Kelakuan bgni yg bikin rahmat tuhan pindah ke negara lain.
      15 jam yang lalu ·
    • Iwan F Piliang dulu di masjid istiqlal pernah ada acara seperti itu yg bilang Syiah itu sesat dan menyesatkan (seminar istiqlal ttg Syiah)...tp hasilnya tidak terbukti...tp kenapa adalagi dg acara yg hampir sama dan tema tabligh ahlussunah lagi..!!!padahal klo emang mau ajak dialog terbuka ja,antara Sunni,Syiah,wahabi atau mazhab lainnya...
      15 jam yang lalu · · 1 orangMemuat...
    • Ali Shaleh IWP : itu yg sy maksudkan, kalau mau cari titik temu yah dialog, dialog diantara para ahlinya-para assatidz dan ulamanya, grassroot jangan dibawa-bawa ...bahaya benturan horisontal...... kalau tablig akbar monolog spt diatas sangat rawan, akan banyak manusia cekak fikir hadir dan gampang disundut emosinya...
      14 jam yang lalu · · 1 orangMemuat...
    • Saleh Ali mau dibawa ke mana negara ini..? Rawan pak pres..,
      14 jam yang lalu ·
    • Iwan F Piliang betul Bib...ane setuju banget tuh, klo d adakan dialog seperti itu Insya Allah sy hadir...tp kayanya ada indikasi "Kebenaran itu d lihat dr jumlah jama'ahnya"...itulah jd miris rasanya melihat kondisi jaman seperti skrg ini...
      12 jam yang lalu ·
    • Maskulin Rijal Mereka ingn padamkan cahaya Tuhan, tapi Tuhan tetap menyempurnakn cahaya Nya.
      8 jam yang lalu ·
    • Ali Shaleh
      Sampai jam 20.00 semalam sy menemui dan bicara dg panitia acara tsb sejatinya sy mengingatkan mereka akan bahayanya benturan horisontal apabila ada upaya pembakaran massa. Saya usulkan untuk diganti menjadi dialog antara pemuka sunni dan s...yiah Indonesia dan tdk perlu mengundang massa. Tetapi mereka menolak dan memberikan sejumlah alasan utamanya (dan ini jadi fokus saya !), mereka tersinggung berat acara semacam pada lingkup yg cukup terbatas digagalkan oleh sejumlah "oknum" syiah dengan mengirim teror thd panitia dan pengurus masjid , juga mereka tersinggung dengan dicatutnya nama DMI utamanya ketua umumnya sebagai deklarator MUHSIN padahal ketua umumnya sendiri tidak pernah menyatakan kesediannya (ketika saya minta bukti dia sodorkan pernyataan, rekaman audio dan sms tarmizi taher yg menolak hadir acara tsb).Padahal kang Jalal sendiri yg menyatakan bhw acara ini kerjasama antara DMI dan IJABI. Semoga kang Jalal tidak berbohong thd ummat, jika dia terbukti berbohong utk masalah yg rawan dan sensitif ini sy anggap yg bersangkutan memang mau mengadu domba ummat Islam dan ini sangat naif dan primitif. Mari kita stop BERBOHONG atas nama agama dan keyakinan kita.Lihat Selengkapnya
      4 jam yang lalu · · 1 orangIwan F Piliang menyukai ini.
    • Sidoele Doele kita memang belum menjadi komunitas...
      3 jam yang lalu ·
    • Mentari Perak Tabliq BASI ya, say.. :D
      2 jam yang lalu ·
    • Sidoele Doele kebatilan yang terorganisir akan mengalahkan kebenaran yang tak terorganisir ...
      41 menit yang lalu ·
    • Muhsin Labib Tapi itulah realitas...? So?
      39 menit yang lalu ·
mainsource:http://www.facebook.com/yandasadra#!/yandasadra/posts/2118172191550

NASKAH DEKLARASI MUHSIN

oleh Emilia Az pada 08 Juni 2011 jam 18:55

بسم الله الرحمن الرحيم

اللهم صل على محمد وآل محمد

Demi melaksanakan perintah Allah swt: “Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara, karena itu damaikanlah di antara saudaramu dan takutlah kamu kepada Allah supaya kamu mendapat kasih-sayangNya.”, dan demi memenuhi panggilan Rasulullah saw pada haji wada’: “Janganlah kamu kafir kembali dengan saling membunuh di antara sesama kamu. Jadilah semua hamba Allah itu bersaudara,” kami ahli Kiblat yang sama, yang diikat dengan kalimat tauhid la ilaha illallah Muhammad Rasulullah, yang berpegang teguh pada Al-Quran dan Sunnah Nabawiah, dengan ini bertekad untuk

  1. Memendam dalam-dalam warisan perpecahan dan permusuhan di antara kaum mukmin dalam kuburan sejarah
  2. Menghidupkan hubungan di antara kami dalam suasana saling mengasihi, saling melindungi, saling menopang, dan saling membantu
  3. Melaksanakan komunikasi dialogis di antara kami untuk saling memahami dan bukan untuk saling menghakimi, untuk saling menyayangi, dan bukan untuk saling membenci
  4. Menjalankan kerjasama di antara kaum muslim dan dengan umat beragama lainnya untuk mewujudkan Islam sebagai rahmatan lil ‘alamīn
  5. Menjadikan masjid-masjid sebagai pusat ukhuwah Islamiah dan pusat peradaban Islam

Untuk mewujudkan tekad dan iktikad itu, kami berhimpun dalam wadah Majlis Ukhuwah Sunni-Syiah Indonesia, disingkat MUHSIN. Semoga Allah yang Mahakasih menjaga kami dengan mataNya yang tidak pernah tidur, melindungi kami dalam bentengNya yang tidak pernah hancur, mengasihi kami dengan kekuasaanNya. Dialah satu-satunya Harapan kami!

Jakarta, Jumat, 17 Jumadil Akhir 1432 H/ 20 Mei 2011

H. Jalaluddin Rakhmat H. Daud Poliradja

Ketua Dewan Syuro IJABI Pimpinan Pusat Dewan Masjid Indonesia

0 comments to "MUI=HARAM hormat pada bendera : Tabligh Akbar ''Umat Islam Bersatu Menolak Syi'ah''"

Leave a comment