Home , , , , , , , � Syiah dan Sunni Saudara Kandung jar warga banua Banjar..bujur banar..tapi kalau Zionis...La alias Tidak (Kompasianer Menebarkan Kebencian antara Sunni & Syiah)

Syiah dan Sunni Saudara Kandung jar warga banua Banjar..bujur banar..tapi kalau Zionis...La alias Tidak (Kompasianer Menebarkan Kebencian antara Sunni & Syiah)



Banjarmasinpost.co.id - Kamis, 5 Januari 2012 | 01:06 Wita
Oleh: Ahmad Barjie B

Tutup tahun 2011 ukhuwah islamiah di tanah air sedikit ternoda. Sejumlah orang membakar pesantren, mushala dan rumah warga yang dikategorikan berpaham Syiah di Kecamatan Omben Sampang, Madura.

Komunitas muslim pimpinan Ustadz Tajul Muluk itu sempat dievakuasi, namun menolak relokasi apalagi transmigrasi ke daerah lain.

Peristiwa ini patut kita prihatinkan, karena: Pertama, selama ini tidak biasanya ada sekelompok orang menyerang muslim Syiah di negeri ini secara fisik. Yang sering terjadi seperti penyerangan aliran Ahmadiyah, al-Qiyadah al-Islamiah, Lia Eden, pelaku maksiat, penyakit masyarakat dan sejenisnya.

Terhadap aliran Syiah hubungan kita cukup rukun, dan kalau pun berbeda biasanya dicairkan melalui wacana, diskusi, dialog atau mujadilah bi al-husna. Ketua Umum PB-NU Said Aqiel Siraj mencurigai ada yang memprovokasi kasus ini guna merusak kedamaian dan hubungan baik yang selama ini terjalin.

Kedua, walaupun selama ini tidak jelas di mana saja dan berapa jumlah muslim Syiah di tanahair, namun kita percaya mereka cukup besar. Walaupun tidak begitu nampak, banyak dari kalangan umat Islam sesungguhnya identik bahkan bersimpati terhadap Syiah. Kasus ini perlu sekali diantisipasi agar tidak eskalatif. Sama sekali tidak ada gunanya jika Syiah dijadikan sasaran kekerasan baru.  Kalau kasus ini membesar, orang yang senang muslim tidak solid akan tertawa.

Saudara kandung
Antara kelompok Syiah (Syi’i) dengan Ahl al-Sunnah wa al-Jamaah (Sunni) sebenarnya bersaudara kandung, sebab berasal dari satu rumpun Islam yang sama yang diajarkan Rasulullah SAW. Dasar yang digunakan kedua aliran ini sama-sama Alquran dan hadis.

Hanya ada beberapa nuansa furuiyah (cabang) yang membedakannya, yang sesungguhnya tidak mendasar. Ada kelompok Syiah yang azannya ditambah dengan kalimat pujian kepada Ali bin Abi Thalib.  Hadis-hadis yang mereka pegangi banyak diriwayatkan oleh para ulama Syiah. Kecintaan kepada Ahl al-Bait (keturunan Rasulullah), baik itu sayyid (keturunan Hasan) maupun syarif (keturunan Husein).

Keduanya disebut habib jamaknya habaib, lebih tinggi dan cenderung fanatik ketimbang Sunni. Dan mereka lebih taat kepada imam atau pemimpinnya, karena konsep imamah dianggap penting.

Pemahaman, cara berpakaian dan sistem peribadatan mungkin juga agak berbeda, namun semua itu masih dalam koridor cabang, bukan pokok. Karena itu organisasi-organisasi besar Islam seperti MUI, NU, sudah lama menegaskan Syiah bukan aliran sesat. Ketua Umum Muhammadiyah Din Syamsiddin juga menyatakan hal sama. Penegasan ini dinyatakan lagi menyikapi peristiwa Sampang, Madura.

Jauh sebelumnya, mantan presiden Gus Dur menegaskan bahwa Syiah dapat dikatakan sebagai mazhab kelima dalam Islam, sesudah mazhab Hanafi, Maliki, Syafii dan Hanbali. Lebih-lebih kelompok Syiah Zaidiyah, oleh para ulama terdahulu dikatakan sebagai mazhab yang paling dekat dengan mazhab empat, yang dianut mayoritas muslim Sunni.

Karena kedekatan itu, tidak beralasan kita bermusuhan dengan Syiah. Apalagi dalam banyak hal kita juga mempraktikkan amalan dan doa yang banyak dipraktikkan kelompok Syiah. Pembacaan aneka syair maulid, seperti al-diba’i, al-barzanzi, al-habsyi, qasidah burdah dan banyak lagi, hakikatnya merupakan amalan kalangan muslim Syiah.

Isinya banyak sekali berisi pujian kepada Rasulullah dan ahl al-bait, dan itu tidak salah, karena sudah seharusnya demikian.

Menurut SB Assegaf Imam Syafii sebagai imam utama kalangan Sunni pernah mengatakan: “Andaikan karena mencintai keluarga Rasululah itu disebut Syiah, maka saksikanlah wahai jin dan manusia, bahwa sesungguhnya aku adalah Syiah”. Kalau sudah begini untuk apa kita bermusuhan.

Berhutang budi
Tanpa mengenyampingkan golongan muslim lain, umat Islam Indonesia sesungguhnya berhutang budi pada muslim Syiah. Banyak sejarawan mengatakan, Islam Nusantara asal mulanya didakwahkan keturunan pedagang Arab dari Hadramaut-Yaman. Mereka ini pelarian Syiah dari Irak karena tekanan politik.  Hanya saja identitas Syiahnya tidak tampak lagi.

Dalam perkembangan Islam kemudian, mereka juga sangat gigih berdakwah. Lihat saja betapa banyak kalangan habaib yang all out di dunia dakwah. Bahkan  komunitas yang sangat aktif melawan kemaksiatan dan penyakit masyarakat, juga dari kalangan mereka. Apakah mereka Syiah atau bukan, yang jelas banyak habaib di dalamnya.

Tak hanya berdakwah bi al-hikmah, bi al-lisan dan bi al-hal, mereka juga proaktif berdakwah bi al-kitabah (lewat buku/kitab, tulisan, majalah, suratkabar dsb). Percerahan dan penyadaran beragama di dunia dan di tanah air banyak karena peran ulama dan penulis golongan ini.

Pada ranah politik internasional, golongan Syiah pula yang berani pasang badan melawan arogansi dan agresi Israel, Amerika dan sekutunya.  Lihat saja di tengah diamnya sejumlah negara Arab yang mayoritas penganut Sunni, Iran yang Syiah justru tampil berani, garang dan galak. Demikian pula pejuang Hizbullah yang Syiah di Lebanon.

Gengsi umat Islam dunia masih bisa tegak karena militansi mereka. Keberanian ini adalah warisan sejarah karena dalam banyak era kekhalifahan, seperti Bani Umaiyah dan Abbasiyah kaum Syiah (saat itu disebut Alawiyin) mengalami tekanan, sehingga menjadi militan. Mereka lebih serius dalam beragama dan memperjuangkannya, tidak sambil lalu.

Karena itu mari kita saling menghargai. Islam memang warna-warni dan menghargai perbedaan. Apapun nama kelompok muslim, sepanjang mereka tetap berpegang pada Alquran dan hadis, mereka saudara kita.

Para ulama perlu mendakwahkan Islam yang inklusif dengan menekankan persamaan, jangan mudah menyalahkan, menyudutkan, apalagi mengkafirkan dan menganggap kelompok lain sesat.  Umat Islam perlu banyak belajar, membaca dan membanding, agar wawasan keislaman luas, tidak picik dan sempit.

Orang dan kelompok yang suka menyalahkan biasanya karena berpandangan sempit. Tak ada yang lebih utama di antara kita kecuali yang paling bertakwa.

Penulis/Beliau adalahSekretaris Umum Yayasan & Badan Pengelola Masjid at-Taqwa Banjarmasin


Kompasianer Menebarkan Kebencian antara Sunni & Syiah


OPINI | 04 January 2012 | 19:20Dibaca: 345   Komentar: 15   1 dari 3 Kompasianer menilai menarik
Saya terlahir sebagai Muslim, tidak menganut aliran tertentu, maklum keislaman saya pun karena (Alhamdulillah) faktor genetik alias terlahir dari sepasang Muslim. Saya menyukai organisasi semacam Muhammadiyah sekaligus Nahdlatul Ulama (NU). Kadang shalat di masjid yg ada qunutnya tempo lain shalat ke masjid  yg tanpa qunut. Kadang ikut tahlilan di tetangga yg punya hajad juga saya lakoni, lain waktu Shalat Tarawih 11 rakaat. Dalam beragama, pada batas-batas tertentu rasio saya gunakan, sehingga kadang tampak sebagai orang Muhammadiyah, namun di lain kesempatan ikut beberapa tradisi ulama NU. Pokoknya Islam saya adalah Islam Moderat. Namun bukan itu yang ingin saya ulas disini.
Saya sungguh heran melihat ada teman kompasianer yang menebar kebencian terhadap Islam aliran Syiah. Dalam sehari ini ybs telah memposting 2 tulisan yg bernada miring terhadap Negara Iran yg Syiah itu. Masih mending bila yg disampaikan dalam tulisan2nya adalah hal yg faktual, tapi (maaf) semua uraiannya ngaco hanya ingin berkesimpulan bahwa : Iran/Syiah adalah musuh Sunni yg mesti dihancurkan. Berbagai cerita/teori dibuatnya dengan gegabah dan cenderung ngasal seperti berikut ini:
Tulisan Teman Kompasianer itu:
konspirasi rapi antara pemerintah Iran dan Amerika; kejadian ini persis seperti sandiwara “Iran Gate” di zaman dulu. Tentu kita masih ingat dulu di zaman Ronal Reagen dimana Amerika berpura-pura memerangi Khomeini, tetapi di belakang layar mereka mengirimkan senjata-senjata mutakhir untuk memenangkan Khomeini. Seperti kita ketahui, skandal “Iran Gate” ini akhirnya terbongkar, ternyata Ronald Reagen adalah otak pengiriman helicopter super modern yang paling canggih pada saat itu untuk disumbangkan kepada Iran. Caranya, helicopter-helicopter itu dilaporkan telah jatuh di wilayah Iran, padahal itu hanya sandiwara saja karena niat sebenarnya adalah memberikan bantuan helicopter kepada Iran pada waktu itu. Helicopter-helicopter itu didaratkan dengan baik di wilayah Iran, bukannya jatuh ditembak oleh tentara Iran.
Koreksi dari saya: (Sedikit saja, hanya intinya saja)
Saya ingin tertawa sendiri membaca tulisannya mengenai “Skandal Iran-Contra” yg terjadi di masa Ronald Reagen di tahun 80-an itu. Cerita skandal Iran-Contra dicampuradukkan dengan kegagalan misi penyelamatan “krisis sandera” di kedubes AS di Teheran (semasa Presiden Jimmy Carter), disebabkan jatuhnya Helikopter pasukan khusus AS di pantai Iran karena kecelakaan.
Sedikit dari saya, skandal Iran-Contra merupakan skandal Pentagon yg terjadi di tahun 80-an, dimana waktu itu Pemerintah AS ingin membantu Gerilyawan Contra di Nikaragua melawan Rezim Sandinista yg kiri. Bantuan keuangan AS ke Contra diwujudkan dengan jalan menjual senjata secara diam-diam/lewat pintu belakang ke Iran yg pada waktu itu tengah berperang dengan Irak, ini bukan kebijakan “resmi” AS tapi hanya kalangan intelijen di Pentagon, salah satu aktornya yg tersangkut kasus ini (kalau gak salah) bernama Letkol Oliver North, yang akhirnya diadili dan dipecat dari kedinasan militer AS.
Tulisan teman kompasianer itu: 
Berkembangnya persenjataan Iran bukan menjadi ancaman terhadap Amerika ataupun Israel, melainkan terhadap Arab Saudia dan Islam Sunni diseluruh dunia. Hal ini karena Iran dengan Syiahnya sangat berkeinginan menyebarkan Syiah di dunia, dan merebut tanah suci Mekkah dan Medinah dari tangan infidel Arab.
ara bermain Iran ini sangatlah rapi, seperti kita ketahui bahwa dunia Islam saat ini didominasi oleh Islam Suni. Islam Syiah perlu mendapatkan dukungan untuk bisa merebut dominasi Suni di dunia. Cara Islam Syiah untuk mendapat dukungan seluruh dunia, salah satunya adalah Iran harus berpura-pura memusuhi Amerika dan menjadi musuh Amerika. Dengan cara ini, maka Iran dengan Syiahnya akan mendapat rasa hormat dari umat Islam sedunia sebagai bangsa yang berani melawan Amerika.
Arab Saudi sendiri tidak banyak berkomentar tetapi mengawasi semua permainan ini dengan penuh kecurigaan. Negara-negara Arab mencurigai akan adanya “Iran Gate” jilid kedua. Kalo jilid pertama adalah jatuhnya dua pesawat helicopter canggih Amerika di Iran, maka dalam jilid kedua adalah jatuhnya Drone yang ditembak Iran
cara bermain Iran Amerika ini sangat berhasil. Dengan berpura-pura memusuhi Amerika, Iran berharap mendapatkan simpati dari para kaum muslim, dan terbukti – banyak Kompasianer muslim yang mendukung Iran, padahal tanpa disadari umat muslim di Indonesia, Iran dengan Syiahnya telah mencuci otak umat Islam Suni. Dengan ini artinya permainan sandiwara Iran dan Amerika telah berhasil mengelabui sebagian umat muslim Suni dunia.
Dunia politik itu memang kejam, musuh menjadi teman dan teman menjadi musuh. Hanya waktu yang dapat memutuskan siapa yang menjadi pemenang antara Syiah dan Suni.”
Komentar saya:
Janganlah kalau hanya disebabkan ketidaksukaan kita terhadap individu/kelompok/golongan tertentu membuat kita tumpul akal dan membuat hal-hal yg sifatnya imajinatif dan cenderung fitnah.
Untuk paragraf-paragraf berikut saya enggan komentar, karena itu tulisan yg sama sekali tak berdasar (hanya buang2 energi bila menanggapinya) dan cenderung provokatif yg berbahaya, karena membenturkan satu golongan dengan golongan yg lain.
Sekali lagi, saya adalah Muslim Indonesia yg moderat (Sunni), tapi saya tak ingin menghakimi orang Syiah apalagi memfitnahnya.
Salam damai!
Inilah link tulisan teman Kompasiner tsb :
http://politik.kompasiana.com/2012/01/04/ada-apa-dibalik-jatuhnya-pesawat-mata-mata-drone/
http://politik.kompasiana.com/2012/01/04/iran-menyusup-ke-indonesia-melalui-syiah/

KOMENTAR BERDASARKAN : 
  • 4 January 2012 19:22:48
    0
    keliatan, sebelumnya orang itu mendukung pemikiran syiah, sekarang malah sebaliknya… ada yg mencurigakan dengan orang tsb
    Suka
    Balas |
  • 4 January 2012 19:44:47
    0
    Mas Joko, Sungguh saya sedih, bahwa sampai hari ini masih ada saja orang Islam yg membenci orang Islam lainnya karena beda paham dan penafsiran.
    Saya Muslim Sunni (wong lahir di Indonesia)yg Pancasilais dan moderat serta cinta damai.
    Suka
    Balas |
  • 4 January 2012 20:28:40
    0
    Apalagi kok dengan Syiah, lha wong sama yang Hindu atau Nasrani saja saya bisa rangkul-rangkulan kok …
    Damai itu indah …
    Suka
    Balas |
  • 4 January 2012 21:37:27
    0
    Kalau pemahaman spt itu diterus-teruskan (paham kebencian thdp aliran lain) niscaya umat Islam atau manusia scr umum akan menjadi punah dg sendirinya krn saling bunuh dan meniadakan satu dg yg lain.
    Suka
    Balas |
  • 4 January 2012 21:29:35
    0
    Mungkin dia lupa….
    Sesungguhnya muslim itu bersaudara…”
    Suka
    Balas |
  • 4 January 2012 21:39:29
    0
    Saya Haqul Yakin pak Om, bahwa Rasulullah cinta damai, berperang pun kalau diperangi lebih dulu atau didzalimi
    Suka
    Balas |
  • 4 January 2012 21:37:07
    0
    semoga pada berdamai, yang jadi musuh besar seharusnya adalah “PIHAK” yang membuat Islam terbagi Sunni-Syiah, siapa lagi klo bukan “Organisasi”…
    semoga Allah masih melindungi Planet Bumi..
    Suka
    Balas |
  • 5 January 2012 10:58:37
    0
    Amin
    Suka
    Balas |
  • 5 January 2012 14:50:39
    0
    Mau Syiah, (Mau Sunni, Mau Wahabi...pen) atau apapun selama berucap 2 kalimat Syahadat, Shalat, Puasa, Zakat dan berhaji serta tidak dzalim kepada siapapun maka dia adalah Muslim…
    Suka
    Balas |
  • 6 January 2012 06:58:53
    0
    Menarik. . .
    Sebenarnya, problem umat manusia, tidak saja antar Islam, adalah adanya element-element yang menjual teologi Horor dengan cara paksa, Golongan ini sebenarnya kecil tapi mereka ada dimana-mana.
    Mereka berdagang atas nama agama dengan mengkavling surga. Yang tidak sesuai dengan akidah dan pemikirannya adalah kafir. Tak jarang elemen ini melakukan teror berdarah-darah . . . di Sampang misalnya kalau kita jeli adalah adanya permainan kelompok takfiriyah ini. Mereka mengadu domba Sunni dan Syiah . . . . Takfiriyah Wahabiyah. . .

red: DhenySumber: Cetak Banjarmasin Post



5 comments to "Syiah dan Sunni Saudara Kandung jar warga banua Banjar..bujur banar..tapi kalau Zionis...La alias Tidak (Kompasianer Menebarkan Kebencian antara Sunni & Syiah)"

  1. blackbox says:

    kalo syiah sama sunni saudaraan, kenapa kenyataan nya Ahl al-Sunnah wa al-Jamaah(sunni) dibantai oleh syiah?

    http://www.syiahindonesia.com/

  2. Admin says:

    Terimakasih atas tanggapannya, tapi Anda baru saja kesitus "Pembenci Syi'ah", tentu isinya banyak "Hujatan" dan bukan tujuan "Untuk membuka pola pikir Ummat", Misalkan @blackbox berkunjung kesitus "pembenci" anda tentu banyak hujatan yang diterima, tetapi ketika berkunjung kesitus "pencinta" anda tentu banyak sanjungan, tapi kalau anda berkunjung kesitus yang "netral", tentu ada berita miring dari diri anda dan juga ada berita yang baik-baik tentang anda...... sebagai pembanding berita anda juga harus berkunjung kesini ....................http://banjarkuumaibungasnya.blogspot.com/2012/04/syiah-kafirsunni-kafiryang-tidak-kafir.html#axzz1s44EGk7N............. ...kami beri contoh....ketika seseorang ditanyakan apa arti/yang dimaksud dengan "sabun Mandi", orang-orang pasti mengartikan berbeda-beda...ada yg untuk pengharum badan, ada yang bilang buat menghilangkan daki, ada yang bilang buat umpan tikus yang suka main-main di plafond rumah dan lain-lain...jadi perbedaan antara Sunni dan Syi'ah hanya dalam "penafsiran"..janganlah kita terperangkap dalam "adu domba" Zionis secara sadar atau tidak...Yang jelas Islam Sunni dan Islam Syi'ah adalah "Bersaudara"...Hidup Islam..

  3. blackbox says:

    penafsiran yang berbeda bagaimna yang saudara maksudkan?
    bukankah dari segi aqidah juga berbeda?

    tahukah saudara dengan scandal 'iran gate'notabenya iran merupakan mayoritas syiah,dimana Ayatollah Khomeini seolah-olah memerangi amerika dan sekutunya kenyataannya diam-diam berhubungan dengan amerika dan sekutunya.

    dimasa lalu melakukan penghianatan kepada islam membantu bangsa tartar menyerang baghdad
    lalu bagaimana dengan perang dingin saat ini?
    sekarang siapa yang saudara dan musuh sekarang?

    salah satu sumber:
    Buku Pengkhianatan-pengkhianatan Syiah dan Pengaruhnya Terhadap Kekalahan Umat Islam, oleh Dr Imad Abdus Sami’ Husain, terbitan al-Kautsar

  4. Cinta Damai says:

    Salam....
    Luar biasa..saya senang sekali dengan @blackbox yang sangat "berapi-api" untuk mengkritik "Syiah", tetapi saya juga sangat senang dengan tanggapan @Admin yang mengedepankan "Persatuan Islam".
    Jujur dulu saya pernah baca buku "Mengapa Saya Keluar dari Syiah" atau judul aslinya Lillahi tsumma Lit Tarikh : Kasyful Asrar wa Tabriah al-Aimmah al-Athhar yang ditulis oleh Sayid Husain Al-Musawi yang diterjemahkan oleh Iman Sulaiman, LC , Editor Abduh Zulfidar Akaha,LC,Pewajah Isi Ismail, Desain sampul DEA Grafis cetakan pertama Pebruari 2002 cetakan keempat Pebruari 2006 Penerbit C.V. Pustaka AL-Kautsar
    Namun agar saya tidak "terprovokasi" dan tidak bertaklid buta saya pun "memberanikan diri" membaca buku bantahannya yaitu buku "Demi Allah Junjunglah Kebenaran" jawaban atas buku "Mengapa saya keluar dari Syiah" atau judul aslinya "Lillahi Walilhaqiqah" yang ditulis oleh Syaikh Ali Al-Muhsin, Penerjemah Husein Shahab, Ilyas, Muzawir, Tata Letak Isi Pay Ahmed, Desain Cover Eja Assegaf yang disunting dan diterbitkan oleh Baitul Muhibbin Press April 2010

    "Bukankah Perbedaan itu Rahmat??? Hidup Indonesia...Hidup Islamku..Hidup Damai...Saya setuju dengan Admin jangan sampai kita diadu domba oleh Zionis tanpa kita sadari, apalagi sebenarnya menyadarinya, karena "sifat Zionis" itu berpotensi ada di Islam Syi'ah, Islam Sunni, Islam Wahabi, Kristen Protestan, Kristen Katholik, Budha, Hindu, Konghuchu atau berpotensi "ada" diseluruh agama yang dipunyai hingga yang tidak mempunyai agama...Jayalah Indonesiaku dengan "Berbeda-beda tetapi tetap satu jua...Indonesia Tercinta"...

  5. Hari Gini Masih Gontok-gontokan says:

    http://politik.kompasiana.com/2012/01/04/kompasianer-menebarkan-kebencian-antara-sunni-syiah/

Leave a comment