Home , , , , , , , , , , , , , , � Battleship...kapal jadul lawan kapal "Alien"

Battleship...kapal jadul lawan kapal "Alien"


 team banjarkuumaibungasnya.blogspot.com- Setelah sibuk berpikir tentang kecanggihan manusia yang bisa mencipta apa saja termasuk kapal perang digital, ternyata ada yang membanggakan kita bangsa Indonesia. Walaupun kita bangsa Indonesia memiliki peralatan persenjataan khusunya kapal perang yang "jadul", akhirnya kita akui bersama "Kecanggihan" tidak berarti apa saja, kecuali hanya "semangat" dan "keimanan" yang dapat mengalahkan "kecanggihan".



Release Date: May 18th, 2012
Distribute by: Universal Pictures
Directed by: Peter Berg
Starring: Taylor Kitsch, Liam Neeson, Rihanna, Brooklyn Decker, Alexander Skarsg�rd, Josh Pence, Peter MacNicol, Jesse Plemons, Hamish Linklater
Jika diperhatikan akhir-akhir ini, film tentang Invasi mahluk luar angkasa ke bumi semakin banyak jumlahnya. Alasannya sederhana, yaitu karena mempunyai musuh aliens tidak akan kena protes. Beda kasusnya andai film Amerika tersebut mempunyai musuh negara tertentu, suku tertentu, atau sebuah golongan besar. Hasilnya bisa menimbulkan kontroversi serta mungkin dilarang di negara tertentu. Ambil contoh, andai penjahatnya dari India, maka jangan harap film tersebut akan mudah masuk ke Negara India padahal di situ pasarnya besar. Beda dengan musuh mahluk luar angkasa yang bisa diterima semua pihak.


Itu sebabnya pula Battleship mengambil alien sebagai musuh utama. Permainan Battleship (atau kadang disebut Battleships atau Sea Battle) awalnya adalah game tebak-tebakan yang dimainkan dua orang yang secara sederhana dapat dilakukan hanya dengan kertas dan pensil. Kemudian pada tahun 1931 permainan ini dikembangkan oleh Milton Bradley Company menggunakan pensil dan alas dengan sebutan "Broadsides, the Game of Naval Strategy". Saat ini lisensi dipegang oleh Hasbro yang tampaknya sedang mengembangkan semua hak cipta miliknya diarahkan untuk menjadi film, ambil contoh Transformers dan G.I. Joe. Hal ini pula yang menyebabkan Battleship tidak terlalu kesulitan ke media layar lebar. Game Battleship juga sekarang ini tergolong mudah ditemui di ponsel, komputer, atau konsol game karena tergolong mudah dimainkan serta tidak membutuhkan efek visual luar biasa layaknya game-game masa kini.


Pada film, Battleship dikembangkan lebih punya jalinan cerita meski dasarnya yaitu pertempuran militer di laut. Ketika sebuah armada laut yang dipimpin Admiral Shane (Liam Neeson) menemukan benda mencurigakan, terjadilah perang brutal karena benda aneh tersebut ternyata pesawat mahluk luar angkasa yang datang ke bumi. Bukan hanya menghadapi musuh dari luar, Shane juga harus mencari jalan terbaik untuk anak buahnya Alex Hopper (Taylor Kitsch) yang menjalin hubungan cinta dengan putrinya. Bagaimana pun juga Alex Hopper merupakan sosok terbaik andalan militer demi menghadapi mahluk luar angkasa tersebut.


Film Battleship disutradarai oleh Peter Berg yang pernah sukses dengan Hancock dan The Kingdom. Melihat trailer yang sudah dirilis, tampaknya daya jual Battleship bukan dari para artis superstar, jalan cerita, atau fans dari game, melainkan special efek yang dibuat mewah. Seperti rata-rata film invasi mahluk angkasa lainnya, biasanya motif mereka kurang jelas ketika datang ke bumi. Pokoknya menyerang ke kota-kota besar bagaikan mereka itu sudah tahu dimana saja kota penting dunia. Umumnya adalah kota Washington D.C., New York, Los Angeles, London, Paris, Tokyo, dan salah satu kota di Timur Tengah. Pesawat mereka juga sering ukuran jumbo besar yang sulit ditandingi dengan senjata manusia. Meski demikian, di ending mahluk yang namanya manusia menang dengan berbagai cara, baik itu virus, sampo, senjata berat juga, atau ada mahluk luar angkasa yang membela manusia. Terdengar klise? Namun terbukti ramuan tersebut berulang kali sukses. Bahkan Battleship juga kemungkinan akan bernasib sama.(http://www.megindo.net/cinemags/firstlook/battleship/)


Rusia Kecam Standar Ganda HAM AS




Komisaris HAM Rusia, Konstantin Dolgov mengecam Amerika Serikat karena melanggar hak asasi manusia dan menjatuhkan sanksi terhadap Iran dan Suriah di bidang teknologi.

Presiden AS Barack Obama mengeluarkan perintah eksekutif pada 23 April, memberikan hukuman bagi individu yang menggunakan teknologi untuk melakukan pelanggaran HAM, khususnya di Iran dan Suriah, kata Dolgov seperti dimuat di situs Kementerian Luar Negeri Rusia.

Dokumen itu lebih ditujukan untuk menekan negara-negara yang menentang pemerintah AS, termasuk untuk mencegah mereka memiliki akses ke teknologi canggih, tambahnya.

Keputusan itu juga menunjukkan bahwa AS kembali menggunakan slogan-slogan HAM dan demokrasi untuk tujuan-tujuan politik," tegas pernyataan tersebut.


Dolgov menekankan bahwa sanksi sepihak seperti yang diberlakukan oleh pemerintah dan Kongres AS akan memiliki konsekuensi luar biasa dan kekhawatiran serius. Menurutnya, tindakan itu bertentangan dengan norma hukum yang diakui secara internasional dan akan merusak kerja kolektif untuk menyelesaikan isu-isu regional, terutama di PBB.

"Tidak ada pihak yang memberikan kewenangan kepada AS untuk bertindak sebagai hakim internasional atas kasus-kasus HAM," tegasnya.

Pernyataan itu menandaskan bahwa AS telah memfokuskan perhatiannya untuk melembagakan standar kemanusiaan di negara lain, tapi tidak melakukan upaya serius untuk menyelesaikan masalah-masalah internalnya.

Dolgov mendesak pemerintah Washington untuk mengadili para pejabat dan tentaranya yang terlibat langsung dalam pelanggaran HAM di seluruh dunia, termasuk kasus penyiksaan di penjara Guantanamo dan Abu Ghraib, serta pembunuhan warga sipil oleh militer AS di berbagai negara.

"Praktek standar ganda tentang HAM tidak dapat diterima. Rusia dan sebagian besar masyarakat internasional menentang langkah tersebut," tutupnya. (IRIB Indonesia/RM)

Jenderal Iran: Barat Telah Menyadari Kekuatan Militer Iran



Seorang pejabat tinggi militer Republik Islam Iran mengatakan, Barat telah mengakui peran berpengaruh Iran dalam perkembangan regional.

Mayor Jenderal Tabatabaei, Wakil Direktur Badan Intelijen Angkatan Bersenjata Iran mengatakan, alasan mengapa Barat kembali ke meja perundingan dengan Tehran adalah Barat telah menyadari peran berpengaruh Iran dalam persamaan regional, khususnya perkembangan terakhir di dunia Arab. Hal itu disampaikan Tabatabaei dalam sebuah acara di Tehran pada Kamis (26/4).

Dia menambahkan, kepemimpinan Republik Islam, persatuan nasional dan kesiapan penuh Angkatan Bersenjata Iran sebagai alasan utama yang menghalangi Barat untuk mempraktekkan ancaman berperang terhadap Iran.

Amerika Serikat, lanjut Tabatabaei, selalu mengejar doktrin hegemoninya selama ini dan perkembangan internasional dalam beberapa dekade terakhir, termasuk perang Afghanistan dan Irak, berasal dari prinsip tersebut.

Pejabat tinggi militer Iran itu juga menyinggung tentang status tinggi Iran dalam bidang intelijen dan menilai bahwa Iran mengenal musuh dengan baik melalui pemantauan intelijen.

Iran dan enam kekuatan dunia (Inggris, Cina, Perancis, Rusia, Amerika Serikat ditambah Jerman/kelompok 5+1) telah mengadakan putaran pembicaraan baru di kota Istanbul, Turki pada 14 April.

Tehran menyambut dimulainya kembali pembicaraan berdasarkan landasan umum dan menjelaskan tidak akan bernegosiasi terkait setiap hak fundamentalnya. (IRIB Indonesia/RA)

Revolusi Islam Tekankan Persatuan Umat Islam



Anggota Dewan Tinggi Revolusi Budaya Iran, Hujjatul Islam Alireza A'rafi menyatakan, "Revolusi Islam Iran menekankan persatuan dan pendekatan antarmazhab dan berpendapat bahwa umat Muslim dengan segala bahasa, budaya, etnis, dan warna kulit, harus berada di bawah satu panji Islam."

Mehr News (25/4) melaporkan, hal itu dikemukakan A'rafi di hadapan para ulama dan pemimpin kabilah Libya. Dikatakannya, "Salah satu cara penting dalam komunikasi antarnegara adalah melalui komunikasi antarlembaga ilmiah, budaya, dan pendidikan."

Menjelaskan prinsip-prinsip dasar Revolusi Islam dan Republik Islam Iran, A'rafi mengatakan, "Revolusi Islam bersumber dari ideologi Islam murni dan oleh karena itu Revolusi Islam sama seperti Islam murni Muhammad Saw, sangat memperhatikan tuntutan manusia modern."

"Menjawab seluruh pertanyaan di semua masa, meurpakan salah satu keunggulan Islam," tegasnya.

Di bagian lain pernyataannya, A'rafi menegaskan bahwa Revolusi Islam Iran sangat menekankan persatuan dan bahwa umat Muslim dengan segala bahasa, budaya, etnis, dan warna kulit, harus berada di bawah satu panji Islam. (IRIB Indonesia/MZ)

Amerika Pelanggar HAM; Penjara Guantanamo



Penjara Guantanamo merupakan symbol pelanggaran nyata atas hak asasi manusia oleh pemerintah Amerika. Penjara-penjara militer dan non militer Amerika di dalam dan luar negeri pada dasarnya juga sama dan hak-hak tahanan tidak pernah diperhatikan. Para tahanan di penjara-penjara AS hidup dalam kondisi yang paling sulit. Namun penjara-penjara ini namanya tidak seburuk penjara Guantanamo yang berada di pangkalan Angkatan Laut Amerika di kepulauan Kuba.

Pemilihan lokasi penjara Guantanamo di kepulauan Kuba bukan tanpa alasan. Karena berada di luar Amerika maka segala perilaku dan tindakan yang dilakukan terhadap para tawanan perang Afghanistan dan Irak tidak dapat dijerat oleh aturan HAM. Seandainya Amerika tidak pernah melakukan pelanggaran HAM, tapi dengan mengelola penjara Guantanamo ini saja, nama Amerika berada di urutan teratas negara-negara pelanggar HAM. Sementara pada kenyataannya, kinerja pemerintah Amerika dalam melanggar hak asasi manusia sedemikian luasnya. Segala bentuk penyiksaan terhadap para tahanan Guantanamo hanya sebagian kecil dari pelanggaran aturan internasional dan kejahatan Amerika.

Pasca pendudukan militer Afghanistan pada 2001, militer Amerika menangkap sejumlah orang yang dituduh menjadi anggota kelompok teroris Al-Qaeda dan Taliban. Pada waktu itu, Amerika memutuskan untuk menahan mereka di tempat yang jauh dari medan tempur Afghanistan. Opsi pertama, para tahanan ini akan ditempatkan di penjara-penjara sangat rahasia di dalam negeri Amerika sendiri. Masalah yang muncul dari pemindahan para tersangka pelaku teroris ke Amerika adalah pemerintah harus melaksanakan aturan yang dikeluarkan pengadilan. Sementara pemerintah AS sendiri telah memutuskan untuk menyiksa para tahanan ini sedemikian rupa agar memberikan segala informasi yang diinginkan. Terkendala masalah ini, akhirnya Gedung Putih memilih tempat di luar Amerika agar tidak tersentuh lingkaran kekuasaan peradilan AS.

Di sini tampak Amerika mengalami kesulitan mencari tempat untuk menahan para tersangka teroris ini. Tidak satupun negara yang bersedia negaranya menjadi tempat penahanan para tersangka teroris ini dan menjadi partner kejahatan AS. Dalam kondisi yang demikian, Gedung Putih akhirnya memilih pangkalan Angkatan Laut Amerika yang berada di selat Guantanamo. Daerah ini pada hakikatnya masih milik Kuba yang diduduki oleh militer Amerika di awal abad 20. Kuba sampai saat ini masih belum dapat mengambil kembali daerah yang diduduki Amerika ini.

Pangkalan militer AS ini segera dijadikan penjara. Di hari-hari pertama, lebih dari 800 tahanan dari warga Afghanistan, Arab, Eropa dan bahkan Kanada yang dijebloskan di Guantanamo. Hanya sedikit gambar dan film yang melukiskan situasi dan para tahanan di sana. Biasanya hanya gambar tahanan dengan baju berwarna oranye dengan tangan dan kaki terantai, tanpa pernah bias berharap menyaksikan dunia luar.

Sekalipun berada di luar Amerika, tapi tetap saja bentuk penyiksaan yang dilakukan militer AS terhadap para tahanan Guantanamo dapat dituntut lewat isu hak asasi manusia. Namun bukan Amerika bila tidak memikirkan keluar dari tekanan ini. Untuk itu Gedung Putih menciptakan istilah baru terkait para tahanan perang Afghanistan. Washington mengklaim bahwa mereka yang ditahan bukan tawanan perang, tapi disebut "Enemy Warrior" (pejuang musuh). Menurut Gedung Putih, para tahanan ini tidak mewakili negaranya berperang melawan Amerika, bahkan sebagian malah menyembunyikan kewarganegaraannya. Oleh karenanya mereka tidak dapat disebut tawanan perang.

Ketika mereka tidak disebut tawanan perang, Palang Merah Internasional tidak berhak untuk melihat dari dekat kondisi mereka di penjara Guantanamo. Dengan cara ini, Amerika berhasil menafsirkan aturan internasional demi kepentingannya. Tanpa menghiraukan protes masyarakat internasional atas perilaku tidak manusiawinya ini, Amerika menghapus hak mengunjungi para tahanan, bahkan kepada keluarga mereka. Di sini para penyidik dari militer Amerika yang paling diuntungkan. Mereka dengan leluasa melakukan penyiksaan kepada para tahanan agar memberikan informasi yang diinginkan dan yang lebih penting, dunia tidak apa yang mereka lakukan.

Namun seperti biasanya, kenyataan tidak dapat disembunyikan. Karena sebagian media yang didukung oleh kubu anti George W. Bush, Presiden Amerika waktu itu mempublikasikan sejumlah informasi. Publikasi ini memaksa Gedung Putih dan Pentagon tidak dapat menyembunyikan rahasia ini lebih lama. Informasi yang semakin banyak ini menunjukkan para penyidik militer AS menggunakan cara penyiksaan Water Boarding terhadap para tahanan. Tidak cukup itu, para penyidik melakukan aksi kekerasan seksual, penghinaan terhadap keyakinan agama hingga menempatkan tahanan di sel individu untuk waktu yang sangat lama.

Pemerintah Amerika yang waktu itu dipimpin oleh George W. Bush tidak berani mengumumkan kondisi para tahanan penjara Guantanamo sebagai tawanan perang, sekalipun saat mengagresi Afghanistan sempat mengaku menghormati Konvensi Jenewa. Donald Rumsfeld, Menteri Pertahanan Amerika waktu itu mengatakan, "Dari sisi teknis, para tahanan Guantanamo merupakan pejuang saja pernyataan seperti ini tidak berarti apapun. Karena dalam Konvensi Jenewa, ungkapan samar dan tidak jelas tidak punya muatan hokum dalam konvensi internasional ini. Apa yang disampaikan ingin memastikan saja bahwa para tahanan Guantanamo tidak dilindungi oleh Konvensi Jenewa.

Pemerintah Bush juga mengklain bahwa dikarenakan para tahanan tidak dipenjara di Amerika, maka mereka juga tidak mendapat perlindungan aturan peralihan Amerika. Dua sikap ini membuat nasib para tahanan Guantanamo tidak jelas. Mengingkasi hak para tahanan Guantanamo oleh Amerika dengan tujuan ingin tidak melaksanakan Konvensi Jenewa pada dasarnya pelanggaran teks dan semangat Konvensi Jenewa. Bagaimanapun juga harus dikatakan bahwa upaya Amerika menjustifikasi perbuatannya mengingkari tahanan Guantanamo sebagai tawanan perang adalah illegal.

Penjara Guantanamo pada pemilihan presiden Amerika pada 2008 menjadi isu utama kampanye Barack Obama, kandidat dari partai Demokrat. Barack Obama semasa berkampanye berjanji bila terpilih presiden dengan segera akan menuutup penjara Guantanamo. Dua hari menjejakkan kaki di Gedung Putih, Obama mengeluarkan perintah agar penjara ini ditutup setahun setelahnya, yakni 22 Januari 2010. Perintah Obama telah dua tahu lebih, tapi masih belum ada tanda-tanda penjara itu akan ditutup. Demi menghilangkan malu karena tidak mampu memenuhi janjinya, pemerintah Obama berusaha keras agar tanggung jawab berlanjutnya aktivitas di penjara Guantanamo berada di pundak kubu Republik.

Sebagian langkah telah dilakukan untuk mengurangi jumlah tahanan penjara Guantanamo. Dengan demikian secara perlahan-lahan penjara ini akan ditutup akibat tidak ada lagi tahanannya. Tapi langkah ini terhenti di Kongres. Wakil-wakil Kongres yang diarahkan oleh kubu Republik meratifikasi undang-undang yang berdasarkan itu pemerintah tidak boleh memanfaatkan anggaran pemerintah untuk memindahkan tahanan Guantanamo ke dalam Amerika. UU ini membuat nasib para tahanan penjara Guantanamo semakin tidak jelas. Tampaknya mereka harus tinggal hingga waktu yang tidak diketahui.

Tapi banyak bukti yang menunjukkan pemerintah Obama tidak serius menghadapi saingannya dari kubu Republik terkait masalah penjara Guantanamo. Dengan kata lain, berbeda dengan pernyataan lisan para pejabat pemerintah, Gedung Putih dan Pentagon, pada dasarnya mereka tidak ingin menutup penjara ini. Mereka bahkan berusaha melanjutkan kebijakan anti teroris pemerintah Bush, tanpa harus mengeluarkan biaya di tengah opini publik. (IRIB Indonesia)

AL Iran, Jaminan Keamanan Regional



Keamanan laut dan perairan internasional merupakan isu penting dan berbagai negara telah menginventasikan banyak dana terkait masalah ini. Hal ini disebabkan jalur transportasi kapal yang membawa kebutuhan setiap negara melalui perairan internasional. Oleh karena itu, keamanan merupakan masalah yang paling urgen. Jika keamanan perairan internasional tidak terjamin maka bukan hanya para pedagang yang akan merugi, namun perekonomian global pun akan terkena dampaknya.

Dalam hal ini, Republik Islam Iran juga tidak ketinggalan berpartisipasi dalam menjaga keamanan perairan internasional. Iran mengerahkan angkatan lautnya ke Teluk Persia dan Laut Oman demi menjaga keamanan perairan ini khususnya bagi kapal dagang Iran. Berbagai manuver angkatan laut Iran di perairan Teluk Persia dan Laut Oman merupakan pameran kekuatan dan kemampuan militer negara ini dalam menghadapi setiap ancaman terhadap stabilitas dan perdamaian regional.

Baru-baru ini angkatan laut Iran berhasil membebaskan sebuah kapal dagang Cina dari cengkeraman bajak laut. Media-media Cina, Sabtu (7/4) memuji operasi Angkatan Laut Iran dalam membebaskan kapal Cina yang dibajak oleh perompak di Laut Oman. Kapal kargo Cina, Xianghuamen, milik sebuah perusahaan di Nanjing, dibajak oleh perompak pada Jumat pagi (6/4) di Laut Omat, dekat pelabuhan Chabahar, selatan Iran.

Menyusul permintaan pemerintah Cina, Angkatan Laut Iran langsung menggelar operasi penyelamatan untuk membebaskan kapal dan awaknya yang dibajak perompak. Operasi tersebut berlangsung sukses dan sejumlah media Cina menilai aksi militer Iran sangat penting. Menurut media-media Cina, pembebasan awak kapal dalam waktu yang sangat singkat, menunjukkan kemampuan dan kekuatan prima Angkatan Laut Republik Islam di perairan internasional.

Koran China Daily menulis, kapal itu berangkat dari Shanghai dan sempat singgah di Singapura untuk membongkar beberapa muatan dan kemudian menuju pelabuhan Imam Khomeini di barat daya Iran. Kedutaan Besar Cina di Tehran mengatakan, "Pada saat kami menghubungi pihak-pihak terkait di Iran, mereka memberi kepastian kepada kami untuk berupaya maksimal guna menyelamatkan kapal dan awaknya." Televisi pemerintah Cina melaporkan, Angkatan Laut Iran berhasil menyelamatkan seluruh awak kapal yang berjumlah 28 orang. Kapal tersebut mengalami kerusakan mesin saat pembajakan dan sekarang bersandar di Bandar Jask Iran untuk perbaikan.

Pada 28 Maret lalu, Angkatan Laut Republik Islam Iran berhasil membebaskan sebuah kapal dagang negara ini dari cengkeraman bajak laut. Kapal dagang Iran ini diserang bajak laut di sekitar perairan Teluk Aden, namun tak lama kemudian angkatan laut Iran dengan gigih berjuang membebaskan kapal tersebut serta akhirnya kapal dagang ini berhasil dibebaskan dan melanjutkan perjalanan dengan selamat. Di akhir bentrokan antara angkatan laut Iran dan para bajak laut, kapal Hatif milik Iran berhasil selamat dari cengkeraman perompak laut.

Sementara itu, Wakil Komandan Angkatan Laut Iran Laksamana Gholamreza Bigham mengatakan, perompak Somalia adalah orang-orang miskin dan sederhana tanpa keahlian apapun dan mungkin ada semacam dukungan di belakang kegiatan mereka. Berbicara dalam konferensi pers pada Sabtu (7/4), Laksamana Bigham menuturkan, operasi bajak laut membutuhkan pengetahuan dan keahlian khusus dan kegiatan bajak laut tidak mungkin tanpa pelatihan, dukungan dan logistik.

"Bajak laut biasanya menggunakan sandera sebagai tameng manusia, tetapi pasukan komando Angkatan Laut Iran berhasil melepaskan sandera tanpa ada korban jiwa dan menangkap 21 perompak dalam dua operasi terakhir," tambahnya. Pada kesempatan itu, Laksamana Bigham mengumumkan bahwa Cina mengapresiasi keberhasilan Angkatan Laut Iran yang telah menyelamatkan sebuah kapal kargo Cina dari tangan perompak laut. Sejalan dengan upaya internasional melawan pembajakan, Angkatan Laut Iran telah melakukan patroli anti-pembajakan di perairan internasional sejak November 2008 untuk melindungi perdagangan maritim.

Pasukan Garda Revolusi Islam Iran (Pasdaran) meluncurkan sebuah kapal perang peluncur roket tipe Tondar ke dalam jajaran satuan armada wilayah ketiga. Fars News (21/4) melaporkan, Angkatan Laut Pasdaran, meluncurkan kapal tempur pelucur roket tipe Tondar itu dalam sebuah acara yang dihadiri oleh para pejabat tinggi dan panglima Pasdaran.

Panglima wilayah ketiga Pasdaran, Brigjen Bakhtiarvand dalam acara tersebut menyinggung operasi laut Pasdaran di perairan Teluk Persia dan menyatakan, "Mengingat pentingnya wilayah Teluk Persia khususnya wilayah utara, dan tengah, serta keberadaan sumber minyak dan gas yang melimpah di kawasan tersebut, maka seluruh fasilitas pertahanan harus ditingkatkan dan ditambah dalam rangka menjaga sumber-sumber tersebut."

Ditambahkannya, "Kami selalu siap bahwa kekuatan dan kemampuan Republik Islam Iran selalu dalam rangka perdamaian dan kerjasama dengan negara-negara Muslim di kawasan." Brigjen Bakhtiarvand mengatakan, "Bergabungnya kapal-kapal tempur yang telah diupgrade di berbagai tipe termasuk Zolfaghar dan Seraj ke armada wilayah ketiga Pasdaran akan meningkatkan kemampuan pertahanan kita secara pesat."

Panglima wilayah ketiga Pasdaran menambahkan, "Saat ini, terjalin hubungan yang sangat baik antara berbagai pusat riset, ilmiah, dan industri, dalam menyuplai perlengkapan pertahanan dan kami berharap pada tahap praktis, kerjasama tersebut sampai ke titik sehingga kita benar-benar terlepas dari pihak asing dalam memenuhi permintaan di dalam negeri."

Somalia sejak dekade 90-an dilanda perang saudara. Krisis dalam negeri ini membuat stabilitas keamanan negara ini porak-poranda. Dalam beberapa tahun terakhir, di tengah-tengah kekacauan dalam negeri Somalia, terbentuklah kelompok bajak laut di wilayah pantai Laut Merah. Kelompok ini aktif menyerang kapal dagang dan tanker minyak serta merampasnya. Dengan demikian, kawasan ini menjadi daerah sangat berbahaya bagi setiap kapal. Tindakan brutal mereka seperti menguras muatan kapal atau menyandera kapal beserta awaknya kemudian meminta tebusan kepada pemerintah pemilik kapal tersebut.

Sekitar 44 persen aksi perampokan di laut pada tahun 2010 terjadi di perairan Somalia. Musim semi 2011 sekitar 300 warga dari berbagai negara disandera perompak Somalia. Aksi perompak ini membuat biaya pelayaran kapal dagang mengalami kenaikan. Anggaran yang naik meliputi biaya asuransi dan pengawalan. Untuk masalah ini saja setiap tahunnya diprediksikan sekitar 10 miliar Poundsterling harus dikeluarkan oleh perusahaan perkapalan. Uniknya lagi, senjata perompak ini tergolong canggih seperti RPG-7 dan senapan otomatis.

Sementara aktivitas perompak Somalia yang umumnya dilakukan di perairan internasional memaksa berbagai negara mengirim kapal perangnya untuk melindungi kapal dagang mereka. Iran sendiri tak ketinggalan. Angkatan laut negara ini sejak beberapa tahun lalu telah mengirim armadanya ke perairan internasional untuk menjamin keselamatan kapal dagang negara ini. Kapal perang Iran ini tak hanya menyelamatkan kapal dagang miliknya namun kapal dagang negara lain pun dibebaskan dari cengkeraman bajak laut atau menjaga keamanan mereka.

Hal ini tentu saja menunjukkan kekuatan militer Republik Islam Iran khususnya angkatan lautnya dalam menjaga perdamaian dan keamanan kawasan. Selain itu, seluruh negara kawasan pun dapat memanfaatkan militer Iran dalam menjaga keamanan regional. Berbeda dengan klaim AS dan sejumlah sekutu Eropanya yang berusaha mempengaruhi opini publik bahwa Tehran sebuah ancaman bagi stabilitas kawasan, kemampuan pertahanan dan militer Iran realitanya bukan menjadi ancaman bagi negara manampun. Namun demikian, Iran akan membela diri ketika keamanan nasionalnya dalam bahaya.(IRIB Indonesia)

Senjata Nuklir dan Republik Islam



Apakah Senjata Nuklir Dapat Digunakan untuk Mempertahankan Republik Islam?

Berdasarkan perkatakan Imam Khomeini ra, mempertahankan Republik Islam adalah suatu kewajiban yang paling penting dan harus didahulukan di atas semua sub hukum Islam yang lain. Kini muncul pertanyaan, jika dalam keadaan darurat dan demi mempertahankan Republik Islam, tidakkah senjata nuklir diperlukan? Dalam kondisi seperti itu, sejauh mana fatwa keharamannya memiliki kewenangan?

Mempertahankan pemerintahan Islam merupakan kewajiban agama yang paling penting dan salah satu hal yang paling mendasar dalam fiqih politik. Jika suatu ketika kita dihadapkan pada dua pilihan antara mempertahankan pemerintahan Islam dan mempertahankan sebagian hukum Islam, maka tidak diragukan lagi, menjaga pemerintahan Islam harus didahulukan. Hal itu sebagaimana perkataan Imam Khomeini ra bahwa mempertahankan pemerintahan Islam merupakan kewajiban yang paling penting (Shahifah Nur, jilid 15, halaman 250).

Imam Khomeini meyakini bahwa pemerintahan Islam adalah cabang dari "wilayah mutlak" Rasulullah Saw dan salah satu hukum mendasar dalam Islam, dimana harus didahulukan dari semua sub hukum lainnya seperti shalat, puasa dan haji.  

Baru-baru ini, Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei dalam berbagai pernyataannya telah menfatwakan bahwa memiliki senjata nuklir hukumnya haram. Kini pertanyaannya adalah jika kondisi internasional dan regional menyebabkan pemerintah merasa perlu untuk memproduksi senjata inkonvensional demi menjaga eksistensinya dan dalam ini juga mampu untuk membuatnya, apakah pemerintah akan melakukan hal yang bertentangan dengan hukum tersebut dan tetap pada komitmen terhadap perjanjiannya? Atau dalam situasi seperti itu, dibolehkan memproduksi senjata nuklir untuk mempertahankan pemerintahan?

Terkait hal tersebut, kita akan mewancarai Hujjatul Islam Doktor Hassan Ali Salmaniyan, anggota tim ahli lembaga riset pemikiran politik Islam dan lulusan bidang fiqih serta Ph.D. bidang Dasar-dasar Teoritis Islam.

Mempertahankan dan menjaga Republik Islam merupakan kewajiban yang paling penting, apa maknanya dan bagaimana pandangan Imam Khomeini ra terkait hal ini?

Terkait hal itu, saya harus memberikan beberapa pendahuluan,sehingga maksud dari mempertahankan pemeritahan akan menjadi jelas. Sebab, jika prinsip-prinsipnya tidak jelas, maka pedoman dan prosedur pemerintahan, dengan kata lain, pembahasan politik pemerintahan tidak akan dapat dipahami.

Jika kita ingin menjelaskan prinsip itu, terlebih dahulu kita harus membahas tema ini bahwa mengapa Allah Swt menciptakan manusia. Mungkin pertanyaan ini dianggap sangat jauh dari pembaaasan, tetapi kalau kita tidak dapat menjawab masalah ini, maka kita tidak akan dapat sampai pada masalah-masalah tersebut. Dalam penjelasan Imam Khomeini ra dan berbagai tema yang beliau terangkan, menyebutkan bahwa manusia diciptakan Allah Swt supaya meraih kesempurnaan. Sebenarnya, tujuan penciptaan manusia adalah supaya mencapai kesempurnaan.

Untuk sampai kepada kesempurnaan, harus mengenal Tuhan terlebih dahulu dan untuk mengenal-Nya, dengan akal saja tidaklah cukup. Oleh karena itu, syariat harus membantu akal, sehingga dengan mengamalkannya, manusia akan mengenal Tuhan dan meraih puncak kesempurnaan. Sedangkan untuk mengamalkan syariat, tidak ada jalan lain kecuali mendirikan pemerintahan Islam. Ketika pemerintahan Islam tidak terealisasi, maka pelaksanaan hukum-hukum Allah Swt sulit dilakukan, walaupun tidak sampai pada tahap mustahil. Oleh sebab itu, penegakan pemerintahan Islam adalah alat yang paling baik dan mungkin satu-satunya alat yang dapat membantu mengarahkan seluruh masyarakat untuk mencapai kesempurnaan.

Tentunya, jika pemeritahan agama tidak ada, maka yang ada adalah pemerintahan non-agama dan pemerintahan seperti itu tidak memiliki komitmen untuk melaksanakan hukum-hukum Islam, bahkan mungkin justru menentang Islam. Oleh karena itu, hanya pemerintahan agama yang dapat menggerakkan roda pemerintahan demi terlaksananya hukum-hukum Islam.

Dengan mengacu bahwa kita menginginkan pemerintahan yang menjalankan perintah agama, maka muncul pembahasaan terkait sistem pemerintahan. Masalah sistem dibahas sebelum dan sesudah terbentuknya pemerintahan. Satu poin yang sering tidak diperhatikan oleh banyak pihak adalah mereka berpikir bahwa mempertahankan pemerintahan hanya berhubungan dengan pasca terbentuknya pemerintahan itu, padahal tidak demikian.

Untuk menjelaskan hal tersebut, saya akan menyinggung tentang para marji dan ulama sebelum Imam Khomeini ra yang sebenarnya menerima pemerintahan agama, namun mereka tidak mendirikannya atau terkadang pada periode tertentu (seperti pada masa Dinasti Safavi) ulama-ulama bekerjasama dengan pemerintah karena  ingin mempertahankan pemerintahan tersebut. Pada kenyataannya, masyarakat Islam harus dijaga sehingga Islam mampu melanjutkan misinya.

Sebelum dibentuknya pemerintahan, para ulama juga berupaya menjaga komunitas Islam. Sebagai contohnya, orang-orang sebelum Imam Khomeini ra tidak melakukan revolusi, karena mereka meyakini bahwa jika melakukan langkah tersebut, maka komunitas Islam yang ada di masa itu akan dihancurkan oleh pemerintah Reza Khan yang otoriter. Atas dasar itu, mereka mengatakan, mempertahankan pemerintahan adalah wajib, yaitu komunitas Islam harus dijaga. Mereka menganggap bahwa segala bentuk langkah revolusi akan menghancurkan Islam dan kaum muslimin.

Namun, Imam Khomeini ra berdasarkan kesimpulan dari apa yang dijelaskan beliau, merasa bahwa pemerintahan Mohammad Reza Pahlevi lebih buruk dibanding masa Reza Shah. Sehingga, segala bentuk kerjasama dan bahkan kebungkaman akan menyebabkan kehancuran Islam. Imam Khomeini ra meyakini bahwa pada masa itu kita harus melakukan revolusi, bahkan beliau menjelaskan bahwa jika seseorang mengerjakan shalat malam dan dahinya kapalan, tetapi tidak menerima revolusi ini, maka tempatnya di dasar neraka. Beliau meyakini bahwa revolusi harus dilakukan dan pemerintahan Islam harus dibentuk.

Oleh sebab itu, Imam Khomeini ra memulai gerakan revolusinya dan beliau komitmen dengan prinsipnya. Allah Swt menciptakan manusia untuk mencapai kesempurnaan. Atas dasar itu, jika revolusi dicetuskan,maka revolusi itu harus menyeluruh ke tingkat internasional dan tidak terbatas di Iran saja. Sebelum revolusi, Imam Khomeini ra berulangkali mengatakan bahwa tujuan kita adalah menerapkan prinsip kehendak Allah Swt, yaitu kita harus berusaha supaya dunia bergerak ke arah Islam. Beliau menambahkan, gerakan ini bertujuan supaya hukum-hukum Allah Swt dapat diterapkan di dunia, dan hal itu akan terwujud jika hukum setan dilenyapkan.

Prinsip revolusi adalah supaya kehendak Allah Swt yaitu sampainya manusia kepada kesempurnaan terealisasi. Kita memerlukan pemerintahan Islam supaya hukum Allah Swt dapat diterapkan di dunia. Oleh sebab itu, revolusi Islam mempunyai slogan Ketuhanan dan mendunia. Dunia internasional menyadari bahwa revolusi yang dicetuskanImam Khomeini ra tidak terbatas di Iran saja. Oleh karenanya, sejak kemenangan Revolusi Islam di Iran, negara-negara arogan dunia memusuhi Iran.

Imam Khomeini ra mengatakan, jika kita memiliki kekuasaan, kita akan melenyapkan semua kekuatan arogan dunia. Di awal revolusi, saat bertemu dengan perwakilanOrganisasi Pembebasan Sahara (Polisario),Imam Khomeini ra mengatakan, kamibersama orang-orang tertindas di duniadanmendampingi mereka semua sertamengutuk semua arogan dunia.

Tema tersebut lebih luas dari masalah Palestina dan keinginan Tuhan harus terealisasi di dunia. Pada akhirnya, revolusi Islam telah menjadi kenyataan dan sebagaimana ucapan Imam Khomeini ra bahwa revolusi tersebut menang tanpa harus bergantung pada Timur dan Barat. Dunia internasional menyadarinya dan banyak pihak, khususnya para arogan dunia sejak kemenangan revolusi tersebut mengambil langkah anti-Iran. Kini pertanyaannya adalah apa penyebab permusuhan Barat kepada kita?

Imam Khomeini ra berulangkali menyatakan bahwa Barat khususnya Amerika Serikat mempermasalahkan pemerintahan Islam, bukan pemerintahan demokrasi. Sebenarnya, AS tidak memiliki permasalahan khusus terkait revolusi, meskipun hal-hal seperti minyak, Timur Tengah dan lain sebagainya dibahas, namun hal yang terpenting bagi mereka adalah masalah pemerintahan Islam ini.

Dalam Shahifah Nur jilid 17 halaman 48, Imam Khomeini ra mengatakan, jika kalian memperhatikan perkataan sebagian penguasa Barat, maka jelas bahwa mereka tidak berurusan dengan Iran. Iran bagi mereka tidak penting dan bukan masalah yang berat. Mereka hanya menentang dari sisi Islamnya. Sebagian cendekiawan kita juga seperti mereka, di mana tidak menginginkan sisi Islamnya. Jika hanya Republik, mereka semua menerimanya, tentunya selain yang menginginkan pemerintahan monarki. Di sisi lain, Republik Demokratik juga diterima oleh semua kalangan. Namun Republik Islamtidak demikian. Menurut mereka, apa itu Republik Islam? Republik Islam adalah sesuatu yang baru dan mengada-ada serta semua pihak tidak menerimanya.

Terkadang terjadi kesalahan dalam memahami perkataan Imam Khomeini ra bahwa "Republik Islam, tidak kurang dari satu kata dan tidak lebih satu kata." Padahal tidak demikian. Dalam kalimat tersebut, Imam Khomeini ra menegaskan pada kata "Islam" dan sebenarnya beliau mengatakan bahwa kalimat itu jangan ditambah dan kata "Islam" jangan dikurangi. Kalimat tersebut jangan diubah menjadi "Demokratik Islam" atau "Republik" saja. Jika diubah, maka semua pihak kecuali pihak yang menginginkan pemerintahan monarki, tidak mempermasalahkannya. Dengan demikian, masalah utamanya adalah Islam. Jika Anda perhatikan, Anda akan melihat bahwa semua langkah anti-Iran dikarenakan keislaman pemerintahanini.

Dalam Shahifah Nur jilid 7 halaman 456,Imam Khomeini ra mengatakan, pada dasarnya musuh kita tidak takut kepada Republik, tapi mereka takut terhadap Islam. Mereka melihat Republik bukan ancaman, tetapi melihat Islam sebaliknya.Sesuatu halyang menampar mereka bukan Republik atauRepublik Demokratik dan juga bukan Republik Demokratik Islam, tetapi Republik Islam. Imam Khomeini ra berulangkali menjelaskan bahwa Barat menentang Iran karena pemerintahan negara ini dijalankan berdasarkan Islam.

Imam Khomeini ra seringkali mengatakan bahwa Republik Islam sama dengan Islam. Hal itu merupakan poin lain mengapa Republik Islam didirikan. Sebagai contohnya, dalam Shahifah Nur jilid 14 halaman 329, Imam Khomeini ra mengatakan, "Kekalahan Republik Islam adalah kekalahan Islam.Artinya,jika Republik Islam hancur maka Islam pun kalah."

Dalambuku yang samajilid 19 halaman 173, Imam ra mengatakan, "Republik Islam yaitu Islam." Oleh sebab itu, Republik Islam sama dengan Islam. Ketika kita mengatakan harus mempertahankan pemerintahan, maksud pemerintahan di sini adalah Islam dan kandungannya yang terwujud dalam bentuk revolusi Islam dan Republik Islam. Kita katakan, Republik Islam Iran memiliki kandungan dan kandungannya adalah Islam. Walaupun maksudnya tidak berarti bahwa 100 persen Islam telah terealisasi. Namun sebenarnya kita sedang berupaya menerapkan Islam.

Dalam Shahifah Nurjilid 15 halaman 365, Imam Khomeini ra mengatakan, mempertahankan Republik Islam Iran adalah kewajiban suci bagi semua dan lebih penting dari semua kewajiban yang diberikan Allah Swt. Mempertahankan Republik Islam lebih penting dari menjaga seseorang, meskipun orang tersebut adalah Imam Zaman as. 

Sejumlah pihak kemudian bertanya, apakah kalimat Imam ra itu berarti bahwa Republik Islam memiliki kedudukan lebih tinggi dari Imam Mahdi as? Untuk menjelaskan perkataan Imam ra itu perlu memperhatikan poin berikut bahwa untuk apa Imam Husein as pergi ke Karbala dan gugur syahid di sana? Padahal setelah beliau wafat, tidak terbentuk pemerintahan Islam. Imam Husein as tidak memiliki tujuan lain kecuali menginginkan keutuhan Islam, yaitu kesyahidan Imam Husein as demi abadinya Islam. Pada dasarnya, Imam Husein as mengorbankan dirinya supaya Islam tetap utuh dan abadi.

Dalam ucapan Imam Khomeini ra disebutkan bahwa Republik Islam yaitu Islam. Dari perkataan Imam ra kita memahami bahwa beliau selalu menginginkan suasana universitas, kantor, pasar dan tempat-tempat lain bernuansa Islam. Dari sisi lain, musuh menentang Iran karena Islamnya. Imam Khomeini ra dalam surat wasiatnya menjelaskan bahwa jika Islam yang berada di Republik Islam lenyap, maka Islampunakanhancur.

Kepada sejumlah ulama yang tidak sejalan dengan revolusi dan tidak menginginkannya terjadi, Imam Khomeini ra mengatakan, "Dengan penuh tawadhu dan persaudaraan, saya menasehati tuan-tuan yang terhormat (ulama yang tidak sejalan dengan pemerintahan Islam) agar tidak terpengaruh dengan isu-isu ini." Mereka menebar isu bahwa Revolusi Islamdicetuskan dan merenggut nyawa serta terjadi peristiwa-peristiwa tertentu di penjara-penjara Republik Islam. Isu-isu seperti itu disampaikan oleh sejumlah pihak termasuk Ayatullah Montazeri.

Imam Khomeini ra menasehati Ayatullah Montazeri dan semua yang sejalan dengannya supaya tidak terpengaruh dengan isu-isu tersebut dan berupaya menguatkan Republik Islam demi mengharap keridhaan Allah Swt dan menjaga Islam. Jangan hanya diam dan protes, namun harus turut andil untuk menguatkannya. Mereka harus memahami bahwa jika Republik Islam ini gagal, maka sebagai penggantinya tidak akan terwujud suatu pemerintahan Islam yang diinginkan Imam Zaman as atau yang taat kepada Anda. Namun akan muncul satu rezim yang diinginkan oleh salah satu kutub kekuatan dunia dan orang-orang tertindas di dunia yang menaruh harapan kepada Islam dan pemerintahan Islam akan putus asa dan Islam akan lenyap selama-lamanya.

Dengan demikian, menjaga dan mempertahankan Republik Islam sebenarnya mempertahankan Islam itu sendiri. Lebih lanjut, Imam Khomeini ra mengatakan, jika Republik Islam inidari sisi bentuk dan kandungannya lenyap, maka Islam juga akan hancur. Oleh karena itu, kita memiliki argumentasi akal dan syariah bahwa mempertahankan Republik Islam itu hukumnya wajib dan kewajiban adalah wujud penciptaan yang paling tinggi, di mana Imam Mahdi as sendiri juga mempertahankannya. Penafsiran Imam Khomeini ra adalah jika diperlukan maka Imam Mahdi as pasti akan melakukannya. Sementara, kita memiliki posisi sendiri. Kita semua harus menjaga dan mempertahankan Republik Islam, namun tentunya dengan memperhatikan bahwa Republik Islam yang benar-benar menerapkan Islam, jika tidak, maka tidak ada nilainya.

Berdasarkan penjelasan Anda, apakah mempertahankan Republik Islam hukumnya wajib nafsiatau Ghairi?

Menjaga dan mempertahankan Republik Islam adalah wajib nafsi, sebab Republik Islam adalah Islam itu sendiri. Tentunya, maksud Republik Islam bukan diri saya, Anda atau yang lainnya. Namun kandungan dasar yang tercermin dalam kerangka tokoh-tokoh dan lembaga pemerintahan. Terkait hal itu, Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei dalam salah satu pidatonya mengatakan bahwa kita dapat mengubah suatu lembaga.Artinya,bentuknya dapat diubah, namun kandungan Islam harus tetap utuh. Oleh sebab itu, mempertahankan Republik Islam hukumnyawajib nafsi dan hal ini juga disebabkan keislamannya. Karena pembatasantersebut, maka para pejabat pemerintahan harus dari orang-orang terpilih dan bertanggung jawab serta Baitul Mal harus dikelola oleh orang-orang yang benar-benar menerima Islam. Jika prinsip itu diperhatikan, saya pikir kewajiban mempertahankan pemerintahan Islam akan menjadi mudah.

Apakah untuk mempertahankan pemerintahan Islam dapat dilakukan melalui jalan yang bertentangan dengan syariat?

Pertanyaan ini samahalnya saya bertanya apakah untuk menerapkan Islam saya harus membunuh orang yang tidak berdosa dengan sengaja? Pastilah tidak demikian.Sebab Islam tidak mengizinkan kepada Anda untuk melakukan hal tersebut. Sebagaimana kita tidak dapat mengatakan dalam ilmu matematika bahwa 2x2= 5atau segitiga mempunyai empat sudut.

Jika ingin menerapkan Islam, maka harus diterapkan melalui jalur yang ditentukan oleh Allah Swt. Menjaga jiwamanusia, tidak hanya bagi umat Islam, namun bagi semua orang yang tertindas di seluruh dunia adalah wajib. Oleh sebab itu, untuk mempertahankan pemerintahan Islam kita tidak dapat melakukan cara-cara di luar syariat. Terus bagaimana tentang ucapan Imam Khomeini ra bahwa kita harus mendahulukan untuk mempertahankan pemerintahan Islam ketimbang shalat dan haji untuk sementara waktu, apa maksud dari perkataan tersebut?

Jawaban dari pertanyaan itu adalah syariat sendiri yang membolehkannya, di mana ada satu maslahat yang lebih penting yang harus dilakukan terlebih dahulu. Shalat hukumnya wajib, namun dalam kondisi ini ada yang lebih penting yang harus dilakukan dan Allah Swt mengizinkan hal tersebut.

Terkait hal itu, banyak contoh yang dapat kita ambil. Misalnya, sebagian daging hukumnya haram, namun bertahan untuk tetap hidup hukumnya wajib dan harus didahulukan. Artinya, dalam kondisi tertentu untuk menyelamatkan nyawa kita, kita dapat memakan  daging haram tersebut sekedarnya guna menyelamatkan nyawa kita.Terkaithubungan denganmasyarakat Islam juga demikian. Jika dalam satu hal terdapat kontradiksi antara satu prinsip Islam dan mempertahankan Islam itu sendiri, Allah Swt berfirman bahwa dalam hal ini Anda dapat mengabaikan satu prinsip Islam tersebut demi mempertahankan Islam itu sendiri. Oleh karenanya,tidak ada artinya kita mengeluarkan hukum fiqih yang mengizinkan untuk memiliki senjata nuklir, di mana menyimpannya sangat membahayakan dan penggunaannyajuga bertentangan dengan dasar Islam.

Jika demikian, apakah memiliki senjata nuklir untuk mempertahankan Republik Islam meski dalam kondisi darurat haram hukumnya?

Jika senjata nuklir seperti senjata-senjata konvensional lainnya, maka tidak ada masalah dalam penggunaannya dan tidak diharamkan, karena hal itu selaras dengan Surat al-Anfal ayat 60 yang berbunyi "Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi…" Namun jika maksud dari senjata itu adalah senjata yang juga membahayakan diri kita sendiri dan ada kemungkinan setiap saat akan menghancurkan manusia yang berada di Republik Islam atau di seluruh penjuru dunia, maka senjata itu tidak dapat membantu kita dalam mempertahankan pemerintahan. Kepemilikan senjata tersebut tidak akan dapat membantu kita dalam mempertahankan pemerintahan Islam,karenasenjata itu bukan pencegah.

Pertanyaannya adalah apakah negara-negara pemilik senjata nuklir dapat menjamin bahwa negaranya tidak akan diserangolehnegara lain dantidak akan mengalami kehancuran? Uni Soviet memiliki senjata nuklir, apakah senjata itudapat menjadi faktor untuk terhindar dari kehancuran? Amerika Serikat dan Israel juga demikian. Benar, mereka memiliki senjata nuklir, tetapi senjata tersebut bukan faktor pencegah supaya tidak mengalami kehancuran. Selain itu, setiap saat ada kemungkinan senjata-senjata tersebut justru akan merugikan warganya dan negara-negara lain. 

Berdasarkan pernyataan para pakar, senjata nuklir bukan senjata konvensional yang dapat digunakan. Oleh sebab itu, senjata nuklir bagi kita tidak berguna dan dapat memusnahkan masyarakat kita sendiri atau semua manusia di dunia, di mana keduanya diharamkan oleh Islam. Selain itu, senjata nuklir tidak dapat membantu mempertahankan pemerintahan. Sedangkan yang dapat membantu untuk mempertahankannyaadalah faktor lain,bukan senjata nuklir.

Pembentukan diri dari sisi internal, kemandirian, iman masyakarat, persatuan rakyat, yakin kepada Allah Swt, kerja keras, penerapan hukum-hukum Islam dan hal-hal lain yang berkaitan dengan masalah tersebut adalah faktor-faktor penyebab kemenangan revolusi kita. Sebagaimana Imam Khomeini ra mengatakan bahwa satu suara dan Iman kepada Allah Swt adalah rahasia kemenangan kita. Artinya, kita mengamalkan perintah Allah Swt dan bersatu. Hal tersebut adalah faktor kemenangan dan kelanggengan kita.

Jika kita diserang dan untuk menghadapi musuh tidak ada jalan lain kecuali menggunakan senjata nuklir, apa yang yang harus kita lakukan? Terus bagaimana Anda memahami perkataan Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei bahwa Republik Islam akan menjawab setiap serangan para arogan dunia sesuai dengan tingkat serangan tersebut?

Maksudnya adalah dalam tingkat konvensional. Yakinlah Anda bahwa AS tidak akan dapat menggunakan senjata nuklirnya. Apakah karena bom nuklir kemudian Jepang menyerah atau rakyat negara itu kehilangan kemampuan pertahanannya? Yang perlu kita perhatikan adalah sebenarnya senjata nuklir itu untuk memusnahkan apa? Senjata ini pada akhirnya hanya menghancurkan sebagian bumi dan manusia. Sementara tidak akan mampu melenyapkan prinsip Islam.

Dengan demikian, hal itu tidak akan terjadi. Rezim Zionis Israel sama sekali tidak komitmen dengan perjanjian internasional. Oleh karena itu, rezim ini jika mampu, pasti dalam perang dengan Hizbullah Lebanon akan menggunakan senjata nuklirnya, namun hal itu tidak terjadi. Selain kita harus memperhatikan dasar-dasar Islam, kita juga harus tahu untuk apa kita mempertahankannya.Apakah mempertahankan Islam hanya untuk mengabdi kepada manusia dan orang-orang tertindas di dunia? Secara global dapat dikatakan bahwa senjata nuklir bukan pencegah. Jika dapat menjadi pencegah, maka akan termasuk dalam ayat "Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka…"

Jika ada poin khusus sebagai kesimpulan, silahkah Anda jelaskan.

Kesimpulannya, kita harus memperhatikan bahwa semua itu hanyalah dalih. Tidak seharusnya kita bermain di medan musuh. Kita memahami bahwa dari pandangan fiqih dan pondasi agama,sikapkita amat jelasdan Barat memahaminya. Kita tidak hanya menolak penggunaan senjata pemusnah massal, namun kita juga menolak segala sesuatu yang serupa dengan senjata tersebut.

Imam Khomeini ra mengatakan, kita tidak menerima kebijakan yang bermaknaganda. Ucapan Imam ra tersebut terkait masalah yang telah dijelaskan, yaitu jika mempertahankan pemerintahan bergantung pada keharusan untuk berbohong dalam kebijakan dan membohongi rakyat kita sendiri dan bahkan dunia, maka hal itu tidak diperbolehkan. Tujuan itu sama sekali tidak dapat menjustifikasi sarana tersebut. Segala bentuk langkah yang serupa dengan hal ini, maka jawabannya dari pandangan fiqih amat jelas, di mana fiqih dan prinsip kita tidak mengizinkannya.

Saya akan menyinggung poin kunci yang perlu kita ketahui. Kita harus memahami bahwa musuh selalu berupaya meniupkan isu terhadap negara-negara lawannya khususnya terhadap Republik Islam. Mungkin musuh suatu hari menyulut isu Hak Asasi Manusia dan di hari lain tentang demokrasi. Jika hari ini tentang energi nuklir mungkin besok akan melontarkan isu-isu lain. Kita tidak seharusnya selalu menyibukkan diri sendiri dengan menjawab isu-isu yang mereka lontarkan. Meskipun kita harus menjelaskan jawaban kita, tetapi bukan berarti kita harus berhentidi situ.

Langkah-langkah musuh tersebut bertujuan mengganggu dan menyibukkan kita. Kita harus melewatkan masalah ini dan kembali melihat ke Barat serta menjelaskan titik lemah mereka dan menunjukkan sisi kuat kita. Kita tidak seharusnya hanya menjadi pihak yang selalu menjawab isu.

Berdasarkan interpretasi Ayatullah Khamenei, kita terkadang dan bahkan sering, harus menjadi pihak yang aktif dan menuntut. Saat ini Barat mempunyai berbagai macam masalah terkait kebebasan, Hak Asasi Manusia, hak-hak minoritas, hak-hak perempuan, problem keluarga dan lain sebagainya. Selain harus menjawab masalah-masalah tersebut,kita juga harus menjadipemimpin. Hal ini adalah titik kuat Imam Khomeini ra dan Ayatullah Khamenei yang harus diperhatikan oleh lapisan elit masyarakat. (IRIB Indonesia)




0 comments to "Battleship...kapal jadul lawan kapal "Alien""

Leave a comment