Home , , , , , , , , , , , , , , , � KRONOLOGIS Pengikut Syi'ah Mengamuk, Aktivis NU Jember Kena Bacok : Kembali "ADU DOMBA SUNNI dan SYI'AH"

KRONOLOGIS Pengikut Syi'ah Mengamuk, Aktivis NU Jember Kena Bacok : Kembali "ADU DOMBA SUNNI dan SYI'AH"


Saya (Ustadz Muhsin Labib ) menerima sebuah email yang menceritakan kronologi kasus Puger sebagai berikut; (by Facebook Note)


Masyarakat Puger Jember adalah masyarakat yang agamis dan cinta damai tiba-tiba dikejutkan dengan rencana akan diselenggarakan Pengajian pada tanggal 7 Juni 2012 dengan mendatangkan penceramah Muhdor al-Hamid yang sangat terkenal sebagai provokator agar Sunni dan Syi’ah terjadi konflik dengan pemrakarsa acara itu adalah Ustadz Haqi dan Ustadz Fauzi dkk (Kaki Tangan al-Bayyinat yang terkenal Pembeci Syi'ah). Ustadz Fauzi ini adalah Guru ngaji di Puger Wetan sementara Keluarga Ustadz Haqi ini terkenal adalah anti Habaib dan terkhusus sangat anti Habib Ali al-Habsyi Ulama sepuh berusia 75 tahun dan menetap sejak tahun 1964 di Jember berdakwah dan membina masyarakat Puger dan berfaham Ahlussunnah wal Jama’ah.

Pengajian ini adalah yang ke lima diselenggarakan dengan Penceramah inti Ustadz Muhdor al-Hamid sejak pengajian pertama selalu memprovokasi ummat agar bergerak melakukan anarkhisme kepada Habib Ali al-Habsyi Pemimpin Ponpes Darul Sholihin. Tujuan pengajian pada tanggal 7 Juni 2012 adalah pengerahan massa agar terjadi penyerangan dan pembakaran Pondok Pesantren Darul Sholihin pimpinan Habib Ali al-Habsyi dan massa diprovokasi dengan isyu yang mereka rekayasa bahwa Habib Ali al-Habsyi selalu mencaci-maki Sahabat, padahal kenyataannya tak pernah ada pencaci-makian dan pelaknatan kepada sahabat ditambah lagi Ponpes Darul Sholihin Puger Kulon Jember adalah menganut faham Sunni Syafi’i.


Rencana Pengajian tanggal 7 Juni 2012 yang akan dilanjutkan penyerangan ke Ponpes Darul Sholihin pimpinan Habib Ali al-Habsyi beredar luas di tengah masyarakat maka pada tanggal 30 Mei 2012 pihak keluarga Ustadz Muhdor al-Hamid (Sang Provokator) yang tidak setuju dengan pengajian yang akan berujung dengan anarkhis berinisiatif untuk bertemu dengan Ustadz Fauzi dan panitia, mereka adalah Muhsin al-Hamid, Alwi al-Hamid, Zein al-Hamid. Dalam pertemuan itu pihak keluarga Habib Muhdor meminta klarifikasi dan penjelasan kepada Ustadz Fauzi dan panitia apakah betul rencana tanggal 7 Juni 2012 akan diadakan pengajian dengan penceramah inti Ustadz Muhdor?


Dan Ustadz Fauzi menjawab betul karena ini sudah direncanakan jauh-jauh hari. Tiga orang Habib yang menemui Ustadz Fauzi itu memberitahukan bahwa Ustadz Muhdor al-Hamid adalah sepupu mereka dan menantunya Habib Ali al-Habsyi pimpinan Ponpes Darul Sholihin adalah adik mereka dan kami adalah bersaudara satu keluarga dan mereka bertiga menghimbau agar hubungan silaturahmi dan kekeluargaan ini jangan di rusak dengan isyu perbedaan mazhab.


Pada tanggal 30 Mei 2012 pihak keluarga Muhdor al-Hamid yang di wakili Habib Muhsin,Habib Alwy, dan Habib Zein al-Hamid dengan semangat kekeluargaan bersilaturahmi ke kediaman Ustadz Fauzi untuk melakukan perundingan agar semua pihak bisa menahan diri dan tercipta suasana damai marilah kita dialogkan dengan kepala dingin tetapi dijawab dengan sangat kasar oleh pihak Ustadz Fauzi bahwa tidak ada yang perlu dirundingkan dan didialogkan, kami semua disini telah siap perang. Suasana semakin gaduh dan terdengar suara teriakan bahwa kami akan bakar Ponpes Darul Sholohin pada tanggal 7 Juni 2012.


Niat silaturahmi dan dialogpun di jawab dengan acungan golok dan clurit oleh pihak Ustadz Fauzi dan kelompoknya sementara Habib Muhsin, Habib Alwi, dan Habib Zein al-Hamid dan murid mereka yang bernama Syamsul hanya bermodalkan niat baik dan tanpa senjata semakin tersudut. Dengan semakin panasnya suasana maka terjadilah pengeroyokan kelompok Ustadz Fauzi kepada tiga orang Habib tersebut dan massa yang ada diperkirakan sekitar 70 sampai 100 orang. Munculah seorang laki-laki bertato bernama Eko Mardi Santoso yang tak lain adalah menantu Ustadz Fauzi .


Eko adalah seorang pemuda yang sangat gemar meminum minuman keras dan suka berjudi dengan sangat galaknya mengacungkan golok kepada ketiga orang Habib yang berkunjung itu. Alhamdulillah berkat pertolongan Allah ketiga Habib tersebut tak ada yang terluka atau cidera hanya sedikit memar saja sementara Eko terus menyerang dengan senjata tajam miliknya dan kemudian di tangkis oleh salah seorang Habib yang bernama Habib Muhsin dan Eko pun terpental dengan tidak terduga senjata tajam miliknya mengenai dirinya sendiri yang berakibat dirinya terluka dan segera dilarikan ke Rumah Sakit. Merekapun membakar tiga sepeda motor milik tiga orang Habib itu dan satu milik orang yang salah sasaran.


Massapun bertambah banyak dan ketiga orang Habib ini dan Syamsul segera melarikan diri dan Syamsul terkena pukulan cukup keras ketika itu karena dipukul dari belakang. Ketiga Habib ini bukanlah tokoh Syi’ah bahkan yang bernama Habib Alwi bin Ali al-Hamid ayah beliau adalah Ketua Anshor Tanggul Jember yang di culik oleh PKI dan dibunuh pada tahun 1966 di Merawan Banyuwangi.


Pemerikasaan pihak berwajib terus dilakukan dan dalam pengumpulan saksi-saksi. Kelompok Ustadz Fauzi sudah menyiapkan cara jitu akan memutar-balikan fakta seolah-olah tiga orang Habib yang bersilaturahmi itu akan diarahkan sebagai tersangka karena melakukan penyerangan singkat kata mereka akan diarahkan menjadi tersangka padahal mereka adalah korban pengeroyokan massa.


Tetapi tahukah anda informasi yang tak berimbang bermunculan terutama dari situs-situs pemecah-belah Ummat seperti arrahmah.com, http://www.voa-islam.com/, dan lain-lain bahkan disebutkan pengikut Syi’ah mengamuk dan Aktivis NU Jember kena Bacok. Lihatlah kejadian yang baru berlalu beberapa hari saja mereka distorsi, manipulasi, dan putar-balikan fakta dengan judul yang membodohi rakyat dan seolah-olah NU terlibat di dalam insiden itu padahal hanya oknum dan tak membawa nama Organisasi. Karena merasa belum kuat maka strategi kelompok takfir ini adalah dengan mencoba membenturkan antar NU (Sunni) dan Syi’ah.


 Inilah website "Pengadu Domba" sesama Islam yaitu website milik Amerika VOICE OF AMERICA
 http://www.voa-islam.com/news/indonesiana/2012/05/31/19311/pengikut-syiah-mengamuk-aktivis-nu-jember-kena-bacok/  dan website "Yang Tidak Rela" Sunni dan Syi'ah "Bersatu" http://www.syiahindonesia.com/index.php/akhbar-syiah/syiah-indonesia/760-pengikut-syiah-mengamuk-aktivis-nu-jember-kena-bacok


Musyawarah ‘Ulama Pemecah Belah Umat ke-2

 “Merumuskan Langkah Strategis Untuk Menyikapi

 Syi’ah”

Sebelumnya, kita tidak pernah mendengar banyak ulama di Indonesia, kecuali yang tergabung dalam MUI atau pimpinan-pimpinan pesantren. Namun pasca kasus pembakaran masjid dan pesantren Syiah di Sampang, tiba-tiba dengan mudah kita mendengar ada ulama-ini ulama itu yang memfatwakan kesesatan Syiah. Termasuk sekitar 200 orang yang mengklaim diri sebagai ulama berkumpul dalam acara Musyawarah Ulama dan Ummat Islam Indonesia ke-2.


Musyawarah ‘Ulama Pemecah Belah Umat ke-2 “Merumuskan Langkah Strategis Untuk Menyikapi Syi’ah”
Menurut Kantor Berita ABNA,Sekitar 200 orang yang menyebut diri sebagai ulama dari berbagai daerah berkumpul di masjid Al Fajr-Kota Bandung, Ahad (22/4), menghadiri undangan Forum Ulama Umat Indonesia (FUUI) dalam acara Musyawarah ‘Ulama dan Ummat Islam Indonesia ke-2 dengan agenda “Merumuskan Langkah Strategis Untuk Menyikapi Penyesatan dan Penghinaan Para Penganut Syi’ah”. Ulama-ulama tersebut dari berbagai pesantren dan ormas Islam seperti Persis, Muhamadiyah, NU, Hidayatullah, Al Irsyad, DDII, PUI, termasuk MUI Pusat.Musyawarah ini juga dihadiri Wali Kota Bandung, Dada Rosada dan Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawawan Lc.
“Fatwa ulama sudah jelas tentang posisi Syi’ah ini dalam keyakinan Ahlu Sunnah wal Jamaah,maka sikap kita juga harus jelas juga,” tutur Heryawan dalam sambutannya. Beliau menegaskan bahwa salah satu tugas ulama adalah menjaga aqidah umat.
Selain itu, Ia berharap rekomendasi dari ulama diharapkan menghasilkan hal yang mampu menyelesaikan masalah umat, sehingga bisa direkomendasikan kepada pemerintah Kota Bandung maupun langsung kepada Pemerintah Jawa Barat. Menurutnya, rekomendasi tersebut bisa menjadi acuan gubernur dalam mengeluarkan peraturan jika dianggap perlu.
Kegiatan musyawarah diawali dengan pemaparan pandangan umum dari elemen ormas Islam yang hadir tentang posisi Syi’ah dalam pandangan Sunni. Semua ormas Islam memberi pandangan yang sama bahwa Syi’ah sesat dan menyesatkan.
Selepas Dzuhur, peserta dibagi menjadi 3 komisi yakni taktis, strategis dan sosialisasi. Masing-masing komisi kemudian mempresentasi hasil dari musyawarahnya tentang rekomendasi penanganan Syi’ah di indonesia. Sebagaimana dinukil dari berita Era Muslim.
Inilah hasil lengkap musyawarah:
MUSYAWARAH ‘ULAMA DAN UMMAT ISLAM INDONESIA KE-2
MASJID AL-FAJR, BANDUNG – JAWA BARAT, AHAD 30 JUMADAL AWWAL 1433/22 APRIL 2012


“MERUMUSKAN LANGKAH STRATEGIS UNTUK MENYIKAPI PENYESATAN DAN PENGHINAAN PARA PENGANUT SYI’AH”
بسم الله الرحمن الرحيم
Pada hari Ahad 30 Jumadal Awwal 1433/22 April 2012, mulai pukul 09.00 s.d. 17.00 WIB., bertempat di Masjid dan RSG Al-Fajr, Jl. Situsari VI No.2 Cijagra, Buah Batu, Bandung, Jawa Barat, telah dilaksanakan “Musyawarah ‘Ulama dan Ummat Islam Indonesia Ke-2″ dengan agenda: “Merumuskan Langkah Strategis untuk Menyikapi Penyesatan dan Penghinaan Para Penganut Syi’ah”. Musyawarah berjalan lancar dan dibuka oleh sambutan dari Walikota Bandung Dada Rosada dan Gubernur Jawa Barat DR. Ahmad Heryawan, Lc. Hadir sedikitnya 200 ‘Ulama dan Tokoh Muslim dari seluruh Indonesia, di antaranya seluruh Jawa, Madura, Bali, Maluku, Sulawesi, Kalimantan, Aceh dan lain-lain.

Target Musyawarah
Agenda musyawarah tersebut dilatarbelakangi oleh fakta mengenai banyaknya keputusan dan fatwa mengenai Syi’ah yang semuanya dapat menjadi tidak efektif tanpa rumusan tindak lanjut yang jelas. Oleh karena itu, pada prinsipnya, musyawarah yang telah dilaksanakan bukanlah untuk membuat pernyataan sikap atau fatwa mengenai Syi’ah, melainkan untuk merumuskan tindak lanjut atas semua keputusan dan fatwa mengenai sesatnya Syi’ah.

Hasil Musyawarah
“Musyawarah ‘Ulama dan Ummat Islam Indonesia Ke-2” dibagi dalam 3 komisi, yakni Komisi Strategis dengan Ketua KH. Drs. M. Nuruddin A. Rahman, SH., Komisi Taktis dengan Ketua KH. Luthfi Bashori, Lc dan Komisi Sosialisasi dengan Ketua KH. DR. Muhammad Rizal Ismail. Hasil musyawarah setiap komisi telah dibawa ke dalam Sidang Pleno yang akhirnya secara bulat menyepakati hal-hal sebagai berikut :

A.Komisi Strategis
1.      Merekomendasikan kepada MUI Pusat agar mengeluarkan Fatwa tentang kesesatan faham syi’ah dan menghentikan seluruh kegiatan syi’ah dari pusat sampai daerah.
2.      Mensosialisasikan kepada masyarakat tentang kesesatan syi’ah melalui berbagai lembaga atau forum halaqoh yang bersifat ilmiah bekerajasama dengan berbagai lembaga sosial keagamaan di seluruh Indonesia.
3.      Meminta kepada Menkumham, Mentreri Agama, dan kejaksaan Agung agar mencabut izin seluruh organisasi, yayasan, atau lembaga yang berada di bawah naungan syi’ah dan atau yang berfaham syi’ah.
4.      Merekomendasikan kepada pemerintah melaui Menteri Pendidikan dan Kebudayaan agar menutup kegiatan Iranian Corner di seluruh perguruan tinggi Indonesia.
5.      Memperkokoh Ukhuwah Islamiyyah melalui pertemuan tahunan seluruh tokoh, ormas, para ulama dan cendekiawan Islam seluruh Indonesia.
6.      Mengajak bertaubat kepada seluruh tokoh dan penganut syiah agar kembali kepada ajaran Islam yang benar (Ahlussunnah Wal Jama’ah) dan apabila tidak, maka akan memproses secara hukum mereka sebagai bentuk penistaan agama seperti pada kasus Jalaluddin Rakhmat di Makassar dan kasus Tajul Muluk di Sampang Madura.
7.      Forum ini bersama-sama seluruh masyarakat muslim Indonesia siap mengawal seluruh hasil rekomendasi sampai ada tindakan kongkrit dari pihak terkait (MUI Pusat, Kejaksaan Agung, Menteri Agama, Menteri Hukum dan HAM, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, dan Mabes POLRI).
8.      Mengusulkan kepada UIN Alauddin Makassar agar meninjau kembali rencana pemberian gelar doktor by riset kepada Jalaluddin Rakhmat, yang ditengarai sebagai tokoh penggiat syi’ah di Indonesia.
B.Komisi Taktis
Memperkuat Masyarakat dengan cara memberikan pemahaman kebenaran Ahli sunnah wal jamaah dan bahaya kesesatan syiah, melalui penerbitan buku, penyampain para Da’i, Khotib, DKM, dan ormas yang ada:
1.      Membentengi Ummat Islam Internal dan Eksternal
2.      Tembusan kepada seluruh DKM
3.      Pembuat an Enslikopedi dan buku ringkas Bahaya Syiah
4.      Menugaskan Para Da’i untuk memberi pencerahan kepada Masyarakat tentang bahaya syiah
5.      Memasukan kedalam Kurukulum / Ektrakulikuler tentang bahaya syiah
6.      Membekali para Khotib Jum’at untuk menerangkan tentang kesesatan syiah
C.Gerakan Praktis Anti Syiah:
1.Membuat Posko atau Garda gerakan Anti Syiah
2.Melibatkan MUI dan semua Ormas disemua tingkat
3.
Mengadakan pelatihan metode penyampaian dan analisa sosial bahaya syiah
4.Menerbitkan dan membuat Striker, Poster, Banner, Situs dan Sms Center berisi bahaya Syiah
5.Membuat gerakan Aksi damai : Indonesia Tanpa Syiah
6.Memperingatkan masyarakat terhadap bahaya penerbit-penerbit yang terindikasi terlibat gerakan syiah; seperti Mizan, Al Huda Jakarta, Al Bayan dll
7.Memperingatkan Masyarakat terhadap media cetak dan elektronik yang terindikasi mensponsori gerakan syiah di Indonesia : antar lain TV Al Hadi, Radio Rasil, Majalah Syiar dll
D.Pembekalan para Da’i tentang sesatnya Syiah berdasarkan dari Kitab-kitab rujukan utama syiah
1.Mengadakan penerbitan khusus 4 Buku Rujukan Utama Syiah ( Al Kafi, Al Istibshar, At Tahdzib, dan Man Laa yahduruhul Faqih )
2.Memberikan Catatan dalam penerbitan buku diatas tentang kesesatannya untuk disampikan kepada para Da’i dan Tokoh Masyarakat

E.Komisi Sosialisasi
1.Mendata media–media AHLU SUNNAH yang siap bekerja sama dalam sosialisasi bahaya dan kesesatan Syi’ah.
2.Menerbitkan dan mempublikasikan mengenai bahaya dan kesesatan Syiah.
3.Menyelenggarakan seminar, panel diskusi, dauroh, tabligh akbar dan kegiatan-kegiatan lain yang membahas mengenai kesesatan dan bahaya Syi’ah .
4.Menginformasikan seluas mungkin mengenai keberadaan para aktivis, lembaga, penerbit, buku, dan media lainnya tentang organisasi dan gerakan Syi’ah maupun para pendukungnya.
5.Mensosialisasikan hasil Musyawarah ‘Ulama dan Ummat Islam Indonesia ke-2 seluas mungkin.
6.Mengadakan kerjasama dalam mensosialisasikan kesesatan dan bahaya Syi’ah dengan nara sumber dalam dan luar negeri yang menguasai tentang kesesatan Syi’ah.
7.Mengumpulkan dan mendistribusikan berbagai bahan kontra Syi’ah dan referensi yang bersifat soft copy dan hard copy, cetak dan elektronik dari berbagai sumber dan referensi yang dimiliki sebagai bahan kajian dan membangun pusat data base.
8.Membuat website, Mailing Group, blog mengenai kesatan dan bahaya Syi’ah.
9.Menyisipkan sebanyak mungkin tentang kesesatan dan bahaya Syi’ah dalam kegiatan Khutbah Jum’at, tabligh, media cetak, elektronik dan lain-lain.

Latar Belakang Musyawarah.
Semakin maraknya kasus penyesatan dan penghinaan terhadap Islam, khususnya yang dilakukan oleh para penganut Syi’ah Itsna`asyariyah Imamiyah Ja`fariyah baik yang terbuka maupun yang ber-taqiyah, tampak terjadi dalam suatu grand-scenario untuk menghancurkan ‘Aqidah, Syari’ah dan Akhlaq Ummat Islam Indonesia secara terbuka dan sistematis, na’udzubillah.
Menimbang banyaknya Ummat Islam yang meminta kejelasan hukum, serta aspirasi para pimpinan Ormas Islam dan para ‘Ulama yang disampaikan kepada Forum ‘Ulama Ummat Indonesia [FUUI], maka para penasihat FUUI telah merekomendasikan kepada Pengurus Harian FUUI untuk mengeluarkan fatwa tentang Syi’ah dan menyelenggarakan musyawarah strategis yang melibatkan sebanyak mungkin ‘Ulama dan Tokoh Muslim. Maka melalui rapat hari Selasa 28 Februari 2012, disepakati untuk dikeluarkannya “Fatwa Tentang Syi’ah” dan untuk menyelenggarakan kembali “Musyawarah ‘Ulama dan Ummat Islam Indonesia” dengan agenda tunggal “Merumuskan Langkah Strategis untuk Menyikapi Penyesatan dan Penghinaan Para Penganut Syi’ah”.
Pada hari Sabtu 17 Maret 2012 di FUUI berkumpul tim ahli yang terdiri dari Ustadz Amin Jamaluddin, Ustadz Luthfi Bashori, Ustadz Hartono Ahmad Jaiz dan Ustadz Daud Rasyid, adapun Ustadz Adian Husaini berhalangan hadir tetapi telah menyampaikan masukan-masukannya secara tertulis, selain itu hadir pula Sekretaris PP Persis Ustadz Ihsan Setiadi Latief. Pertemuan tersebut dimaksudkan untuk menghimpun usul dan saran berkenaan dengan rencana FUUI mengeluarkan fatwa serta mematangkan perencanaan musyawarah nasional.
Pada hari Kamis 22 Maret 2012 “Fatwa Tentang Syi’ah” ditandatangani oleh Ketua FUUI dan salah seorang Penasihat FUUI, KH. ‘Abdul Qodir Shodiq. Kendati demikian memperhatikan saran para Penasihat FUUI agar tetap menjaga kebersamaan, maka dikeluarkannya Fatwa FUUI mengambil moment pada tanggal 22 April 2012, dengan sebelumnya diedarkan kepada para ‘Ulama dan para Pimpinan Ormas Islam di seluruh Indonesia. Hari ini telah terhimpun banyak sekali dukungan terhadap fatwa tersebut baik secara pribadi para ‘Ulama dan Cendekiawan Muslim maupun secara kelembagaan [yang terdiri dari Ormas/Ma’had/Pesantren/LSM/Yayasan dan OKP Islam.
Pernyataan terima kasih.
Demikian Press Release yang kami sampaikan, kiranya akan tersosialisasikan melalui kerjasama yang baik dengan para Praktisi Media Massa, maka untuk itu kami sampaikan pernyataan terima kasih yang sedalam-dalamnya.
جزاكم الله خيرا كثيرا والحمد لله رب العالمين
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Bandung – Jawa Barat,
30 Jumadal Awwal 1433/22 April 2012,
Ketua Komisi Strategis, Ketua Komisi Taktis, Ketua Komisi Sosialisasi
KH. Drs. M. Nuruddin A. Rahman, SH., KH. Luthfi Bashori, Lc KH. DR. Muhammad Rizal Ismail.
Sumber: Press release dari FUUI(http://abna.ir/data.asp?lang=12&id=320854)

Dinilai Berbahaya, Pemerintah Akan Pantau Kelompok 

Anti Syiah

Pemerintah akan memantau kelompok-kelompok anti-Syiah di daerah Jawa Barat dan Jawa Timur dengan “sangat serius”, Wakil Menteri Agama Prof. DR. Nasaruddin Umar memperingatkan.


Dinilai Berbahaya, Pemerintah Akan Pantau Kelompok Anti Syiah
Menurut Kantor Berita ABNA, Gerakan anti Syi’ah sudah mulai tersistematis dengan banyak sponsor dan kepentingan di dalamnya, NKRI dan kedamaian antar umat dan sesama pemeluk mazhab adalah harga mati jangan sampai negeri ini terkoyak dan berdarah-darah hanya karena perbedaan mazhab. Kita tak ingin seperti Pakistan dimana sengketa mazhab menjadi ajang baru perang saudara dan pembantaian demi pembantaian terjadi setiap hari dan pemerintah tak mampu menemukan formula yang tepat dalam menyelesaikan konflik-konflik bernuasa sektarian tersebut.
Anarkhisme Sampang, Fatwa Sesat MUI Sampang, sampai yang terakhir MUSYAWARAH ‘ULAMA DAN UMMAT ISLAM INDONESIA KE-2 di MASJID AL-FAJR, BANDUNG – JAWA BARAT, AHAD 30 JUMADAL AWWAL 1433/22 APRIL 2012“MERUMUSKAN LANGKAH STRATEGIS UNTUK MENYIKAPI PENYESATAN DAN PENGHINAAN PARA PENGANUT SYI’AH”.Sekitar 200 ulama dari berbagai daerah berkumpul di masjid Al Fajr-Kota Bandung,Ahad (22/4), menghadiri undangan Forum Ulama Umat Indonesia (FUUI) dalam acara Musyawarah ‘Ulama dan Ummat Islam Indonesia ke-2 dengan agenda “Merumuskan Langkah Strategis Untuk Menyikapi Penyesatan dan Penghinaan Para Penganut Syi’ah”. Ulama-ulama tersebut dari berbagai pesantren dan ormas Islam seperti Persis, Muhamadiyah, NU, Hidayatullah, Al Irsyad, DDII, PUI, termasuk MUI Pusat.Musyawarah ini juga dihadiri Wali Kota Bandung, Dada Rosada dan Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawawan Lc. Hasil Musyawarah disepakati Hanya Ada Satu Kata Syi’ah Sesat dan Di Luar Islam.
Indonesia sebagai negeri berpenduduk Muslim terbesar sangatlah strategis apabila tak diantisipasi sejak dini maka makar dan agenda tersembunyi Zionis dan Salibis Internasional untuk melemahkan Islam dari dalam cepat atau lambat pasti akan terjadi dengan tetap konsisten menyokong setiap gerakan yang menyulut perbedaan mazhab. Disintegrasi dan konflik yang lebih luas hanya tinggal menunggu waktu saja dan negeri ini akan menjadi negeri yang porak-poranda.
“Kita juga harus berhati-hati dengan masalah ini, karena dapat mengganggu hubungan kita dengan negara-negara seperti Iran, yang mayoritas warganya yang memeluk Islam Syiah,” ucap  Wakil Menteri Agama Prof. DR. Nasaruddin dalam menanggapi sentimen anti-Syiah di Jawa Barat dan Jawa Timur.
Di Jawa Timur, beberapa ulama Sunni di Madura dan daerah lainnya di provinsi ini telah meminta pemerintah daerah untuk mengeluarkan peraturan yang membatasi penyebaran Islam Syiah, dengan alasan bahwa sekte tersebut “cocok” dengan kriteria sesat yang dikeluarkan oleh Majelis Ulama Indonesia pada tahun 2007.
Desember lalu, ratusan orang membakar empat rumah, masjid dan fasilitas lain di sebuah Pondok Pesantren yang dikelola oleh Tajul Muluk, pemimpin Syiah di Sampang. Tajul sendiri sekarang menghadapi persidangan atas tuduhan “penistaan agama”.
Di Jawa Barat, ulama Sunni telah memperingatkan masyarakat untuk “mencegah” penyebaran Syiah di daerah tersebut.
Nasaruddin, dosen tafsir al-Quran, mengatakan bahwa sementara semua warga negara bebas untuk mengusulkan peraturan untuk pemerintah daerah, selama usulan peraturan tidak bertentangan dengan konstitusi.
Menanggapi keluhan dari peraturan yang membatasi ajaran agama, terutama orang-orang dari sekte Ahmadiyah, Kementerian Dalam Negeri telah mengatakan mereka tidak melanggar konstitusi dan undang-undang otonomi daerah.
Dihubungi secara terpisah, akademisi Muslim Komaruddin Hidayat mengatakan bahwa pengikut Syiah selalu menjadi bagian dari sejarah Islam, dan mengatakan bahwa orang yang memperdebatkan keberadaan Syiah sebagai orang yang “tidak pernah belajar sejarah”.
“Pengikut Syiah di masa lalu banyak memberikan kontribusi kepada Islam, terutama dalam hal ilmu pengetahuan. Oleh karena itu, ulama Sunni, termasuk di Arab Saudi, tidak pernah memperdebatkan keberadaan mereka,” katanya.
Dia mendesak pemerintah untuk melindungi pengikut Syiah dari serangan apapun, dan mengatakan bahwa pemerintah harus menjaga kerukunan antar-iman dengan mencegah peraturan yang bisa menghancurkan persatuan dan kesatuan bangsa.
Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (NU) Said Aqil Siradj mengatakan bahwa sekalipun ajaran Syiah memiliki beberapa perbedaan dengan arus utama Islam di Indonesia, NU tidak akan pernah meminta pemerintah untuk melarang pengikut Syiah.
“Nabi Muhammad telah memperingatkan kita bahwa bagaimanapun juga kita tidak boleh bertengkar satu sama lain karena perbedaan-perbedaan kita,” kata kang Said kepada The Jakarta Post (Sabtu, 5 Mei 2012/http://abna.ir/data.asp?lang=12&id=320856).

Ormas Pecinta Ahlul Bait Silaturahmi Ke PP

Muhammadiyah dan PB NU

Ketua PP Muhammadiyah menganjurkan Umat Islam Indonesia untuk melihat pada tataran dunia dimana Iran yang mayoritas Syiah juga diakui sebagai negara anggota Konferensi Organisasi Konferensi Islam Internasional (OKI-red) yang mempunyai anggota lebih dari 60 negara di dunia dan bahkan Iran pernah menjadi ketua OKI tersebut.


Ormas Pecinta Ahlul Bait Silaturahmi Ke PP Muhammadiyah dan PB NU
Menurut Kantor Berita ABNA, sebagaimana yang dinukil dari situs resmi Ahlul Bait Indonesia (ABI),  Ormas ABI awal Mei bulan lalu telah mengunjungi Pimpinan Pusat Muhammadiyah di Jakarta, demi mempererat persatuan umat Islam, khususnya umat Islam Indonesia. Dalam kunjungan ini kedua organisasi kemasyarakatan (ormas) saling menguatkan untuk tetap memajukan umat dengan bergandengan tangan dan tetap terus waspada pada gerakan-gerakan yang bermaksud memecah belah umat Islam khususnya di Indonesia.
Rombongan DPP Ahlulbait Indonesia dalam kunjungan ini dipimpin langsung oleh Ketua Umumnya KH Hasan Dalil Alaydrus dan didampingi jajaran pengurus pusat antara lain Sekretaris Jendral Ust. Ahmad Hidayat dan Anggota Dewan Syuro Ust. Husein Shahab serta beberapa pengurus DPP lainnya.
Dalam pertemuan yang digelar secara santai dan hangat berkembang pembicaraan untuk saling memperkuat basis dan persatuan umat Islam.
Din Syamsudin dalam ungkapannya menyampaikan bahwa umat Islam saat ini sangat rawan akan perpecahan dan mudah sekali untuk di adu domba sehingga akan melemahkan umat Islam.
“Memang banyak sekali yang dengan sengaja melakukan kekerasan-kekerasan atas nama agama, apalagi melakukan kekerasannya terhadap sesama muslim, untuk kalangan syiah contohnya ada di Sampang, kemarin”, katanya.
Din juga mengungkapkan keprihatinannya bahwa di kalangan umat Islam Indonesia saat ini Syiah seakan menjadi musuh bersama, padahal padahal para ulama syiah seperti Ayatullah Ali Tashkiri dari Iran pernah hadir di Indonesia dan disambut hangat oleh kalangan ulama dan pemuka Islam Indonesia seperti Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU).
“Saya pernah dipanel bersama-sama dengan pak Hasyim Muzadi (Ketua PB NU) dan Ayatullah Ali Tasykiri (Ulama Iran) di Hotel Sultan pada saat seminar yang mengangkat tema Persatuan Islam, pada saat itu para alim ulama dan tokoh Islam menyambut baik acara tersebut,” sambungnya.
Ketua PP Muhammadiyah ini juga menganjurkan Umat Islam Indonesia untuk melihat pada tataran dunia dimana Iran yang mayoritas Syiah juga diakui sebagai negara anggota Konferensi Organisasi Konferensi Islam Internasional (OKI-red) yang mempunyai anggota lebih dari 60 negara di dunia dan bahkan Iran pernah menjadi ketua OKI tersebut.
Kemudian lanjutnya puluhan ribu saja jemaah haji dan umrah dari Iran yang pergi ke Mekkah dan tidak dipersoalkan oleh Arab Saudi atau Negara-negara lain.
“Coba kita lihat berapa jumlah jemaah haji dari berbagai Negara penganut Syiah, tidak ada yang mempersoalkan,” ungkapnya.
Kepada Ahlulbait Indonesia, ketua PP Muhammadiyah ini berpesan untuk bersikap lebih sabar lagi dalam menghadapi cobaan di dalam negeri ini, yang selalu mendiskreditkan dan berupaya memberi label sesat kepada Syiah, dan tentunya dihadapi dengan dengan dialog dan perlu pendekatan yang lebih intensif lagi.
“Umat Islam kita ini memang perlu lebih dibuka lagi wacana tentang keIslamannya terutama sejarah Islamnya, karena itu saya menganjurkan untuk lebih sering lagi menggelar dialog dengan siapapun dan tentunya juga dengan sikap yang sabar, “ tandasnya.
Ketua DPP Ahlulbait Indonesia Ust. Hasan Dalil menyambut baik saran dan pesan yang disampaikan oleh Ketua PP Muhammadiyah tersebut.
“Kami mewakili masyarakat Ahlulbait Indonesia merasa yakin bahwa muhammadiyah adalah ormas Islam yang akan terus menyuarakan persatuan umat. Kami juga meyakini bahwa dengan persatuan (ukhuwah) umat Islam di Indonesia ini, maka Negara ini akan menjadi bangsa yang besar dan kuat. Dan hanya dengan persatuan umat, NKRI akan tetap terjaga, karena itu umat Islam lah yang paling bertanggungjawab untuk menjaganya.” Ungkapnya.
Ketua DPP Ahlulbait Indonesia juga berharap agar umat Islam berhati-hati terhadap propaganda perpecahan yang terus disebarkan oleh sekelompok orang yang tidak dapat dipertanggungjwabkan otoritas keagamaannya, karena sangat mungkin untuk dimanfaatkan oleh musuh-musuh Islam dan NKRI.(http://abna.ir/data.asp?lang=12&id=320859)

KOMENTAR :
Muhammad Bagir: Pelajaran yang ana fikir perlu dipetik dari kronologi peristiwa yang dipaparkan ustad Muhsin Labib diatas, jika ingin mendamaikan atau berdamai carilah tempat yang netral atau jika ingin mendatangi lokasi target yang ingin diajak damai maka bawa aparat yang memiliki kekuatan hukum. Lebih lanjutnya konsultasi dengan orang hukum terlebih dahulu agar tidak lagi masuk jebakan permainan hukum karena banyak makelar kasus di Republik ini. Semoga Allah mengulurkan tangan2 kekuatannya Bihaqqi Muhammad wa ali Muhammad.

Taufik Attamimi: Jelas2 ustadz fauzi adalah seorang pembenci Habaib, kalau dia cinta dengan Habaib, gak mungkin dengan gampangnya dia mengeluarkan clurit dan golok. Rupanya si ustadz fauzi ini sangat terobsesi dengan Yazid dan ingin menjadi Yazid2 modern. Semoga Allah membangkitkannya kelak bersama Yazid idolanya. Syukran Ustadz Muhsin Labib atas penjelasannya, darah ana mendidih membaca kelakuan ghalil addab mereka kepada para Habaib di sana, apa dikira yang bisa ribut cuman si Eko Santoso itu ? sok jagoan banget !!

Ben Saleem: ane bisa bilang ini strategi obat nyamuk...pengikut syiah yang jauh dari pusat kekuasaan ( pemerintahan) dan hukum akan digerogoti seperti obat nyamuk bakar,masih akan muncul lagi peristiwa dan kejadian lain dengan motif yang berbeda tapi tujuannya sama...konsilidasi dan tetap menjaga kerukunan adalah langkah terbaik sekarang ini

Taufik Attamimi: Afwan Ustadz Muhsin Labib, mohon maaf atas koment ana di atas, ana agak terbawa emosi ketika larut dalam membaca penjelasan dari email tersebut, semoga ada jalan keluar terbaik atas permasalahan ini. Tetap jaga silaturahmi dan ukhuwah islamiyyah, semoga dengan masalah ini justru ummat islam di indonesia akan semakin solid dan semakin sadar bahwa musuh sebenarnya yang paling mematikan adalah kaum takfiri.

Team banjarkuumaibungasnya.blogspot.com: Kayanya mesti baca dan meneladani Banjarmasin ...Hidup Persatuan ISLAM http://banjarkuumaibungasnya.blogspot.com/2012/05/warning-risalah-amman-warga-banua.html#axzz1woWNvtkN

1 comments to "KRONOLOGIS Pengikut Syi'ah Mengamuk, Aktivis NU Jember Kena Bacok : Kembali "ADU DOMBA SUNNI dan SYI'AH""

  1. Anonymous says:

    Kita tunggu aja Hasil dari kepolisian versi siapa yang Bohong he he he oh ya peristiwa dimadura syiah yang bohong.

    dan menurut Ustadz Roisul Hukama, Mantan Pengurus Ikatan Jama’ah Ahlul Bayt Indonesia (IJABI) membeberkan kesesatan ajaran Syiah. Menurutnya, ajaran Syiah sudah bertolak belakang seratus persen dengan ajaran Islam.

    mau mendiskusikannya he he he

Leave a comment