Home , , , , , , � Manuver Negara ISLAM dalam Pesan "Persatuan ISLAM" serta "Persatuan Dunia"

Manuver Negara ISLAM dalam Pesan "Persatuan ISLAM" serta "Persatuan Dunia"














Menilisik Tujuan Manuver AL Iran “Velayat 91”



Manuver militer Angkatan Laut Republik Islam Iran "Velayat 91" digelar dengan tujuan meningkatkan kemampuan taktik dan operasi pasukan AL Iran dimulai secara resmi hari ini, Jumat 28 Desember 2012.

Laksamana Habibollah Sayyari, Panglima Angkatan Laut Iran Jumat pagi setelah mengeluarkan perintah dimulainya manuver Velayat 91 di hadapan para wartawan mengatakan, "Manuver militer AL Iran ini akan diselenggarakan selama 6 hari di Selat Hormuz, selatan Iran, Laut Oman, timur laut Iran, utara Samudra India, Teluk Aden dan Selat Bab al-Mandab, selatan Yaman."

Panglima Angkatan Laut Iran menyatakan bahwa manuver enam hari ini merupakan manuver khusus angkatan laut Velayat 91. Dikatakannya, "Dalam latihan perang ini akan dilakukan operasi permukaan dan kedalaman serta penerbangan di atas laut." Laksamana Sayyari juga menyebut tujuan latihan perang ini dan menambahkan, "Menunjukkan kemampuan angkatan bersenjata dan pasukan Angkatan Laut untuk membela perbatasan laut dan kepentingan Iran untuk menciptakan keamanan yang berkesinambungan di kawasan, mengirim pesan perdamaian dan persahabatan bagi negara-negara tetangga, merupakan tujuan dari latihan perang ini."

Laksamana Rastgari, Wakil Koordinator Angkatan Laut Iran menjelaskan kekhususan manuver Velayat 91 dan mengatakan bahwa penyelenggaraan latihan perang ini punya pesan kepada musuh. Manuver ini menunjukkan Iran serius dalam membela kepentingan dan sumber-sumber vitalnya, khususnya laut internasional. Ia mengatakan, "Dalam latihan ini akan diuji coba sistem pertahanan dan rudal, kapal perang dan juga kapal selam. Selain itu unit-unit patroli yang mengidentifikasi ancaman musuh juga ikut dalam latihan perang ini."

Laksamana Habibollah Sayyari pada Kamis malam (27/12) menjelang penyelenggaraan manuver Velayat 91 ini di hadapan para wartawan mengatakan bahwa sekalipun sebagian besar latihan ini dilakukan di area seluas 1 juta km persegi di laut internasional, tapi area itu tidak mencakup teritorial laut negara-negara tetangga."

Menurut Laksamana Sayyari, bersamaan dengan latihan perang ini, armada ke-23 Angkatan Bersenjata Iran melaksanakan tugasnya mengawal kapal-kapal yang berada di jalur Teluk Aden, selatan Yaman.

Sebelumnya, sejak Selasa malam (25/12) lalu, telah dilakukan manuver angkatan laut Sepah Pasdaran Fajr 91 yang dihadiri oleh 20 ribu pasukan khusus di laut kawasan Iran antara pelabuhan Bushehr dan medan gas Pars Janoubi, selatan Iran.

Menurut para komandan pasukan angkatan laut Sepah, manuver militer yang dilakukan untuk menguji coba program baru pertahanan dan keamanan, latihan di permukaan, kedalaman, rudal dan udara dengan fokus pada perang elektronik.

Sesuai dengan penekanan Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran atau Rahbar Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei, luasnya perbatasan laut Iran dan pentingnya menciptakan keamanan di laut Timur Tengah menjadi strategi utama pasukan angkata bersenjata Republik Islam Iran. Rahbar baru-baru ini di acara ulang tahun Angkatan Laut Republik Islam Iran menyebut luasnya pantai Iran, khususnya pantai laut Oman hingga laut internasional Timur Tengah sebagai kekayaan nasional. Oleh karenanya, penting untuk melihat kawasan laut ini sebagai strategi. (IRIB Indonesia)

AL Iran Latih Tembak Target Udara Malam Hari di Manuver Velayat 91



Juru bicara manuver Velayat 91 Angkatan Laut Iran, Laksamana Rastgari mengkonfirmasikan dimulainya latihan penembakan terhadap target udara di wilayah manuver perang AL Iran.

Saat menjelaskan operasi militer yang digelar di hari pertama manuver Velayat 91 kepada Mehr News, Laksamana Rastgari mengatakan, sejak Jumat pagi (28/12)  dengan instruksi Laksamana Sayyari, panglima AL Iran di dek kapal selam Tariq maka manuver Velayat 91 secara resmi dimulai dengan menempatkan unit orange dan biru di lokasi manuver.

Ia menandaskan, dua pasukan serbu dan defensif akan ditempatkan mulai dari timur Selat Hormuz hingga 18 derajat Samudera Hindia. Operasi ini memanfaatkan sistem elektronik unit orange dan biru guna melumpuhkan sistem ofensif musuh. Latihan ini terus berlanjut hingga Jumat malam.

Seraya menjelaskan bahwa operasi penyidikan dan menghancurkan sasaran musuh juga berlanjut, Rastgari mengungkapkan, Jumat malam operasi penembakan sasaran udara dimulai di seluruh lokasi latihan.

Juru bicara manuver Velayat 91 ini menambahkan, latihan taktik dan strategi manuver ini akan berlangsung selama 3 hari. (IRIB Indonesia/MF/SL)

Video: Manuver AL Iran Velayat 91










Musuh Bertekad Memisahkan Masyarakat dari para Ulama

"Salah satu harapan terbesar pihak musuh adalah ketiadaan hubungan antara masyarakat dengan para ulama dan ruhaniawan. Namun, Alhamdulillah, kita masih diperhadapkan pada kenyataan bahwa masyarakat kita telah menunjukkan tekadnya berkali-kali bahwa akan tetap berada pada jalan wilayah dan para ulama marja dan ruhaniawan." 

 Musuh Bertekad Memisahkan Masyarakat dari para Ulama
Menurut Kantor Berita ABNA, Ayatullah al Uzhma Alawi Gurgani, selasa (25/12) dalam pertemuannya dengan para pejabat tinggi dan staf Angkatan Udara Republik Islam Iran dengan menukil dari ayat Al-Qur'an menyatakan, ketaatan kepada Nabiullah Muhammad Saw sama halnya dengan ketaatan kepada Allah SWT. Beliau berkata, "Ketatan kepada Waliyul amr, sama halnya dengan ketataan kepada Nabi dan Allah SWT. Karena Aimmah maksumin as adalah pelanjut Rasulullah Saw namun sangat disayangkan tidak sedikit kaum muslimin yang justru memilih untuk membangkang dan berada pada jalan kesesatan."
Ulama marja taklid tersebut kemudian melanjutkan, "Kebahagiaan dan keberuntungan seorang manusia terletak pada ketaatannya kepada Ahlul Bait Nabi Saw dan kesengsaraan dan penderitaan manusia bersumber dari pembangkangan kepada mereka."
"Sama halnya dengan  kewajiban Rasulullah Saw yang mendakwahkan ajaran-ajaran agama, menyampaikan wahyu dan aturan-aturan Ilahi kepada masyarakat, rakyat Iran yang peka terhadap panggilan zaman dan kepatuhan terhadap titah Imam Khomeini rahimahullah dalam menghadapi seruan sesat keluarga Pahlevi dan kekuatan Negara adidaya dan atas kepemimpinan Rahbar dan wilayatul faqih, revolusi Islam Iran mencapai kemenangannya." Lanjutnya.  
Ayatullah Alawi Ghurgani berkenaan dengan banyaknya darah yang tertumpah di jalan revolusi, menyatakan, "Revolusi Islam memiliki persyaratan yang sedemikian berat dan sulit. Dengan pengorbanan jiwa dan harta yang tidak sedikit dari rakyat Iran, Islam bangkit dan hari ini setelah 33 tahun berlalu, Negara Islam dengan kepemimpinan Wilayatul Faqih memancarkan cahaya yang benderang di antara bangsa-bangsa di dunia."
Pada bagian lain ceramahnya, Ayatullah Alawi Ghurgani mengingatkan bahwa pemerintah dalam menjalankan amanah dan tugasnya harus mengenyampingkan perselisihan. "Pemerintahan Islam sampai sekarang dengan sistem wilayatul faqih sedang berada pada jalur yang membawanya kepada kemajuan. Pemerintah harus lebih serius dan telaten lagi dalam menjalankan tugas dan kewajiban masing-masing." Ungkapnya.
"Sebagaimana telah ditegaskan oleh Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran bahwa semua pihak harus mendukung dan membela wilayatul faqih agar rakyat tidak terjerumus pada kerugian  dan kerusakan." Tambahnya.
Ulama yang juga guru besar Hauzah Ilmiyah Qom Iran tersebut kemudian menyebutkan akan tekad dan kegigihan pihak musuh untuk memisahkan masyarakat dari bimbingan para ruhaniawan. Beliau menyatakan,"Salah satu harapan terbesar pihak musuh adalah ketiadaan hubungan antara masyarakat dengan para ulama dan ruhaniawan. Namun, Alhamdulillah, kita masih diperhadapkan pada kenyataan bahwa masyarakat kita telah menunjukkan tekadnya berkali-kali bahwa akan tetap berada pada jalan wilayah dan para ulama marja dan ruhaniawan."

0 comments to "Manuver Negara ISLAM dalam Pesan "Persatuan ISLAM" serta "Persatuan Dunia""

Leave a comment