Home , , , , , , , , , � KALIMANTAN AMAN, Di TEROR satu tempat malah bertambah ACARA HAUL al Husain di Banjarmasin : INTIMIDASI buat Penyelenggara HAUL al Husain di Banjarmasin pada 10 Muharram 1435H / 14 Nopember 2013 oleh ISLAM Pecinta YAZID...GAGAL TOTAL..!!!!

KALIMANTAN AMAN, Di TEROR satu tempat malah bertambah ACARA HAUL al Husain di Banjarmasin : INTIMIDASI buat Penyelenggara HAUL al Husain di Banjarmasin pada 10 Muharram 1435H / 14 Nopember 2013 oleh ISLAM Pecinta YAZID...GAGAL TOTAL..!!!!

LUAR BIASA... Persatuan ISLAM SYI'AH dan ISLAM SUNNI ...WAJIB dikedepankan...agar para TAKFIRI (orang-orang yang suka mengkafirkan & Pengadu Domba Ummat Manusia apapun agama dan mazhabnya) serta Zionis Internasional (Zionis Israel, Zionis Amerika & Barat)..segera SIRNA dari muka bumi....Penghakiman sepihak tanpa tabayun atau cross check adalah kezaliman yang disengaja....Islam Syi'ah 12 Imam terbesar didunia adalah Republik Islam Iran dan Islam Sunni Syafe'i terbesar didunia adalah Republik Indonesia dan dua negara ini bukan negara ARAB....Hidup Persatuan Islam...Hidup Persatuan Manusia dan Dunia......


Dengan menghasut Kaum Muslimin yang tidak mengetahui esensi 10 Muharram, selain Acara Bubur Asyuro mereka Agen TAKFIRI Internasional yang menyusup disemua AGAMA ingin menGAGAL kan acara Haul Imam Husain Sang Penghulu Pemuda Surga kesayangan Nabi Muhammad Saww di kota tercinta kita Banjarmasin yang terkenal dengan Kota Religious & Penuh Toleransi. Karena kita warga Banua Banjar tahu bersama, dikota kita Banjarmasin semua aliran Agama hampir semuanya ada dan berkembang di Banjarmasin asal TIDAK bertentangan dengan UUD 45, PANCASILA, BHINEKA TUNGGAL IKA dan NKRI . Mereka TETAP hidup RUKUN & DAMAI antar masyarakat dan saling menghormati keyakinan masing-masing.
Dengan meneror akan memBOM acara Haul Imam Husain & membagikan buku-buku ANTI Islam Syi'ah 12 Imam / mazhab Jakfari/ Imamiah para AGEN TAKFIRI mencoba membubarkan acara Hari DUKA CITA bagi baginda Nabi Muhammad Saw panutan ummat Islam. Mereka pikir KAMI TAKUT kata salah satu peserta,"Dengan Hanya berpura-pura menangis saja atas peristiwa tragedi Karbala akan mendapatkan Pahala Surga, apalagi sampai di bom Kami Tidak Takut, Labbaika Ya Husain...!!!!"
Walaupun diteror dan diintimidasi oleh Agen-agen Takfiri berbaju Agama, namun acara tetap berlangsung Khidmat dan tertib hingga akhir acara.
Dan "Angkat Jempol" untuk Anggota Kepolisian (Polres) Banjarmasin dan Anggota TNI (Korem) Banjarmasin yang telah mengawal acara ini dan bahkan mengikuti acara Haul Imam Husain ini hingga berakhirnya acara.
Menurut pantauan team www.banjarkuumaibungasnya.blogspot.com acara Haul syahidnya al Husain ternyata tidak hanya diadakan oleh Majelis Taklim Al-Qurba di Aula Kopertis Kalimantan, namun juga ternyata diadakan di Jalan kayutangi Banjarmasin di aula UNLAM oleh Majelis Pecinta Ahlul Bait Kalimantan Selatan serta di peringati di Jalan Belitung Banjarmasin oleh Majelis Taklim setempat  Pimpinan Habib Quraish Shahab. 
Di Kota Samarinda pun Pecinta al Husain mengadakan Peringatan Asyuro dengan TERTIB dan AMAN (www.alqoimkaltim.com by phone).
Ditengah membanjirnya buku-buku ANTI ISLAM SYI'AH 12 IMAM / Mazhab Jakfari / Imamiah, ternyata orang-orang mulai berfikir. Karena selama ini para Ulama-ulama Islam hanya menceritakan Peristiwa SUKA CITA di 10 Muharram, JARANG bahkan TIDAK PERNAH menceritakan Peristiwa Tragedi Padang Karbala yang membuat Nabi Muhammad Saw BERDUKA....MENGAPA..???!!!???!!!???!!!
Ternyata Islam Syi'ah 12 Imam / Mazhab Jakfari / Imamiah semakin di INTIMIDASI / DITEKAN membuat manusia yang cinta perdamaian apapun alirannya, apapun mazhabnya didalam Islam semakin tertarik mempelajari Islam Syi'ah dan aliran-aliran didalamnya.
LUAR BIASA... Persatuan ISLAM SYI'AH dan ISLAM SUNNI ...WAJIB dikedepankan...agar para TAKFIRI (orang-orang yang suka mengkafirkan & Pengadu Domba Ummat Manusia apapun agama dan mazhabnya) serta Zionis Internasional (Zionis Israel, Zionis Amerika & Barat)..segera SIRNA dari muka bumi....Penghakiman sepihak tanpa tabayun atau cross check adalah kezaliman yang disengaja....Islam Syi'ah 12 Imam terbesar didunia adalah Republik Islam Iran dan Islam Sunni Syafe'i terbesar didunia adalah Republik Indonesia dan dua negara ini bukan negara ARAB....Hidup Persatuan Islam...Hidup Persatuan Manusia dan Dunia......
(team www.banjarkuumaibungasnya.blogspot.com/AR/MFF/R/KNY/Jumat/14.00wita)

IJABI dan Ormas Islam Lainnya Peringati Asyura di Makassar

Acara Asyura di Makassar berlangsung secara aman dan lancar sesuai rencana. Acara tersebut merupakan kerjasama antara Jam'iyyah Khalwatiyyah Syekh Yusuf al-Makassari dan IJABI Sulsel. Hadir di acara ini adalah beberapa tokoh masyarakat Islam Sulsel. 

 IJABI dan Ormas Islam Lainnya Peringati Asyura di Makassar
Menurut Kantor Berita ABNA, bertempat di BalaiPrajurit Jenderal M. Yusuf (ex Balai Manunggal) Jl. Jenderal Sudirman Makassar, jamaah tarekat Khalwatiyyah, Nahdliyyin dan Ikatan Jamaah Ahlulbait Indonesia (IJABI) Sulawesi Selatanberkumpul bersama untuk memperingati wafatnya Sayyidina Husein bin Ali bin Abi Thalib yang sering disebut peringatan Asyura. Acara yang dimulai jam 19.00 malam tanggal 13 Nopember 2013 ini dihadiri oleh Syaikh Sayyid Abdurrahim Assegaf Puang Makka yang juga mursyid Tarekat Khalwatiyyah Syaikh Yusuf al-Makassari.

Acara yang dihadiri oleh berbagai ormas Islam di Makassar ini berlangsung aman dan damai. Acara ini merupakan kerjasama antara Jam'iyyah Khalwatiyyah Syekh Yusuf al-Makassari dan IJABI Sulsel. Hadir di acara ini adalah beberapa tokoh masyarakat Islam Sulsel. Nampak hadir di antara para hadirin: Syaikh Sayyid Abdurrahim Assegaf Puang Makka (Mursyid Tarekat Khalwatiyyah Syech Yusuf Al Makassary) yang menjadi penceramah Asyura. Juga hadir Ustadz Miftah Fauzi Rakhmat (Dewan Syura PP IJABI) sebagai pembawa Maqtal Husain.
Turut hadir Syaikh AGH Dr Mustamin Arsyad, Lc, MA (Ketua Umum MUI Kota Makassar juga Mursyid Tarekat Al Syadziliyah), Syaikh KH Sahib Sultan Karaeng Nompo (Ketua Dewan Syura Tarekat Mu'tabarah Nahdliyyin SulSel), Prof Dr M Ghalib, MA (Sekretaris Umum MUI SulSel) dan Bapak Ahmad Zain (Asisten III Gubernur SulSel). Juga hadir H.Muh Tonang Cawidu (Ketua Umum GP Ansor) bersama pengurus dan anggota GP Anshor.
Beberapa  hari sebelumnya, segelintir orang yang mengaku mewakili ormas Islam di Makassar mendatangi Kapolrestabes Makassar meminta acara ini dibatalkan dan tidak diberi izin. Salah seorang di antara mereka, "pejuang tak kenal lelah" kembali menyampaikan lagu lama, "Mestinya MUI itu merujuk pada fatwa-fatwa MUI!”, kata Ust Said Samad yang merajuk agar acara ini dibatalkan oleh kepolisian.
Pernyataannya itu sebenarnya menyindir MUI. Pasalnya, MUI Sulsel dan Makassar sendiri sangat mendukung kegiatan apapun yang dilaksanakan oleh ormas Islam di Makassar dan Sulawesi Selatan, termasuk oleh pengikut mazhab ahlulbait, selama kegiatan tersebut dalam bingkai ukhuwwah. Sikap MUI Sulsel dan Makassar sendiri memang sangat mengayomi kelompok Islam di wilayah ini. 
Said Samad sempat mengatakan, "Mereka ini bibit-bibit teroris, mereka akan melawan negara dan mengadakan revolusi demi untuk menjalankan doktrin Imamah dan Wilayah". Fitnah yang luar biasa ini ditanggapi salah seorang mahasiwa di Makassar ketika mendengar info ini. Katanya, "Pak Ust, kenapa antum tidak berani melarang Hizbut Tahrir Indonesia yang nyata-nyata mau mendirikan khilafah di Indonesia? Kenapa antum tidak berani melawan Ust Abu Bakar Ba'asyir yang nyata-nyata menolak Pancasila?"
Seperti biasa, acara dimulai dengan pembacaan ayat suci Alquran. Kemudian acara dilanjutkan dengan hikmah yang disampaikan oleh dari Puang Makka tentang peristiwa yang menimpa cucu kesayangan Rasulullah Saw ini dan tradisi Asyura. Selanjutnya, Ust Miftah Rakhmat, salah seorang anggota dewan syura IJABI yang khusus didatangkan dari Bandung, membacakan maktal Sayyidina Husain.
Walaupun sempat beredar issu yang diedarkan oleh segelintir orang pembenci ukhuwwah Islam, acara ini dihadiri oleh banyak orang yang memenuhi seluruh ruangan di tempat acara. Acara akhirnya berakhir menjelang jam 12 malam.http://www.abna.ir/data.asp?lang=12&id=480947
Pemberontak Penggal Kepala Pemuda Syiah di Hari Asyura

Mengikuti tradisi pasukan Yazid yang memenggal kepala Imam Husain dan pahlawan Karbala lainnya di hari Asyura, kelompok teroris dan pemberontak Suriah memenggal kepala pemuda Syiah pecinta al Husain dan membanggakan perilaku keji mereka tersebut. 

 Pemberontak Penggal Kepala Pemuda Syiah di Hari Asyura
Menurut Kantor Berita ABNA, ditengah duka cita kaummuslimin khususnya para pecinta Ahlul Bait dari kalangan Syiah diseluruh dunia dalam mengenang kesyahidan Imam Husain as dan derita Ahlul Bait di padang Karbala, di Suriah justru kelompok pemberontak menorehkan luka lebih dalam dengan melakukan kekejian yang luar biasa yang kemudian dengan bangga mereka pamerkan dan publikasikan.
Kubu teroris dan pemberontak Suriah untuk menutupi rasa malu dan kekecewaannya yang terus mengalami kekalahan disetiap pertempuran dengan militer Suriah dan untuk menyemangati pendukungnya mereka membunuhi rakyat sipil Suriah yang tidak mendukung mereka. Sebagaimana yang disiarkan beberapa media sosial mengenai kepala seorang pemuda 16 tahun Suriah yang telah terpisah dari badannya dan dipamerkan oleh salah seorang anggota pemberontak. Kepala pemuda tersebut dipastikan muslim Syiah karena sedang mengenakan ikat kepala yang bertuliskan 'Ruqayyah binti al Husain', ikat kepala khas muslim Syiah yang dikenakan di hari-hari Asyura mengenang kedukaan Ahlul Bait di padang Karbala.
Tidak dapat dipungkiri, keberadaan kelompok pemberontak di Suriah justru semakin menjerumuskan negara tersebut kedalam konflik perang yang telah mengorbankan banyak jiwa penduduk sipil yang tidak berdosa, termasuk rusaknya sarana dan prasarana umum. Kelompok pemberontak tidak segan-segan merusak dan menghancurkan fasilitas umum seperti sekolah, rumah sakit, dan gedung-gedung pemerintahan untuk memuluskan target mereka menjatuhkan Bashar Asad sebagai presiden Suriah yang sah.http://www.abna.ir/data.asp?lang=12&id=480942

Mufti Saudi Anjurkan Ungkapkan Kebahagiaan di Hari Asyura

Menurut riwayat sejarah yang paling kuat, anjuran puasa Asyura justru pertama kali disebarkan oleh penguasa Yazid bin Muawiyah dari kalangan Bani Umayyah untuk menunjukkan kebahagiaan mereka atas tersingkir dan terbantainya keluarga Nabi di Karbala. Hadits-hadits yang dinisbatkan kepada Nabi Muhammad Saw mengenai keutamaan puasa Asyura tidak lepas dari kritik secara histori dan sanad periwayatan, termasuk sisi matan hadits yang berbeda satu sama lain. 
 

 Mufti Saudi Anjurkan Ungkapkan Kebahagiaan di Hari Asyura
Menurut Kantor Berita ABNA, Abdul Aziz Al Syaikh mufti Arab Saudi mengajak para pengikutnya dari tanggal  9 dan 10 Muharram untuk menunjukkan kebahagiaan dan suka cita dengan berpuasa pada kedua hari tersebut. Ulama Mufti Arab Saudi tersebut menyerukan ajakannya pada khutbah Jum'at yang disampaikannya pada Jum'at pekan pertama Muharram di Masjid Turki bin Abdullah dengan mengatakan, "Asyura pada tahun ini jatuh bertepatan dengan hari Kamis [14/11] dan berpuasa pada hari tersebut adalah sebuah amalan sunnah yang sangat dianjurkan."
"Rasulullah Saw berpuasa pada hari Asyura sebagaimana diriwayatkan oleh Ibnu Abbas dan memerintahkan kepada kaum muslimin untuk juga turut berpuasa. Dan tidak ada sunnah yang begitu ditekankan Nabi sebagaimana puasa pada hari Asyura." Lanjutnya.
Keyakinan Wahabi berbeda dengan apa yang diyakini muslim Sunni dan Syiah mengenai tragedi pada hari Asyura. Bagi Sunni dan Syiah, Imam Husain as adalah penghulu pemuda syuhada di surga sebagaimana yang disampaikan oleh Nabi Muhammad Saw dan kesyahidannya di padang Karbaladalam rangka menegakkan amar ma'ruf nahi mungkar, sementara Wahabi meyakini Imam Husain as berada dalam pihak yang salah karena mengangkat senjata atas kekhalifaan Yazid, meskipun tetap mengakui imam Husain syahid dalam keadaan terzalimi namun mereka tidak menunjukkan kesedihan dan kedukaan bahkan dengan banyak dalih mereka memberikan pembelaan terhadap Yazid. Mereka sepanjang sejarah justru berupaya mengalihkan perhatian kaum muslimin atas tragedi tertumpahnya darah anggota keluarga Nabi di Karbala dan mengecam semua bentuk peringatan atas hari syahidnya imam Husain as, yang mereka sebut sebagai amalan bid'ah, sia-sia dan tidak ada atsarnya dalam Islam.
Menurut riwayat sejarah yang paling kuat, anjuran puasa Asyura justru pertama kali disebarkan oleh penguasa Yazid bin Muawiyah dari kalangan Bani Umayyah untuk menunjukkan kebahagiaan merekaatas tersingkir dan terbantainya keluarga Nabi di Karbala. Hadits-hadits yang dinisbatkan kepada Nabi Muhammad Saw mengenai keutamaan puasa Asyura tidak lepas dari kritik secara histori dan sanad periwayatan, termasuk sisi matan hadits yang berbeda satu sama lain. http://www.abna.ir/data.asp?lang=12&id=480938

Tidak Ada Hak bagi Siapapun Menghalangi Peringatan Tragedi Asyura

"Agama kita menyeru untuk tetap menaruh hormat kepada Ahli Kitab dari kalangan Kristiani dan Yahudi mengenai perayaan hari besar keagamaan mereka. Maka apa hak golongan Salafi/Wahabi untuk menyerang majelis-majelis Syiah semata-mata karena mereka mempunyai mazhab yang berbeda?." 

 Tidak Ada Hak bagi Siapapun Menghalangi Peringatan Tragedi Asyura
Menurut Kantor Berita ABNA,  mantan pengurus Majelis Fatwa Al-Azhar, Syeikh Ali Abul Hasan menyikapi sikap brutal kaum takfiri yang berusaha mencegah dan menghalang-halangi umat Syiah dan para pecinta Ahlul Bait untuk mengenang kesyahidan Imam Husain as, berkata, "Tidak ada pihak manapun yang berhak menghalangi Syiah dari menghidupkan menghidupkan peringatan hari kesyahidan Husain bin Ali yang dikenal sebagai 'Majelis Duka Asyura'."
Pernyataan tersebut disampaikan ulama besar Mesir tersebut di Maidan Al Husaini di kota Kairo Mesir. Selain itu beliau juga menyatakan secara tegas menolak dan mengecam niat kelompok takfiri dari kalangan Wahabi/Salafi yang berencana menyerang dan membubarkan setiap majelis Asyura yang akan diselenggarakan kelompok Syiah Mesir di masjid-masjid.
Syaikh Abu Hasan menambahkan, tujuan utama kelompok ekstrim Wahabi dari upaya mereka mengharamkan dan mencegah peringatan kesyahidan imam Al Husain as adalah untuk memicu dan menyulut perselisihan dan perpecahan dikalangan umat Islam.
"Agama kita menyeru untuk tetap menaruh hormat kepada Ahli Kitab dari kalangan Kristiani dan Yahudi mengenai perayaan hari besar keagamaan mereka. Maka apa hak golongan Salafi/Wahabi untuk menyerang majelis-majelis Syiah semata-mata karena mereka mempunyai mazhab yang berbeda?." Tegasnya.
"Sesungguhnya Allah berfirman di dalam kitabNya: Untuk kamu amalan kamu dan bagi kami amalan kami. Karenanya gugatan Wahabi tidak mempunyai dukungan dari ajaran Islam yang benar." Tambahnya lagi.
Mengiyakan pernyataan Syaikh Ali Abul Hasan, Syeikh Abdul Hamid al-Athrash yang juga pernah menjabat dalam kepengurusan Majelis Fatwa Al-Azhar mengatakan, "Sesungguhnya majelis-majelis Syiah yang ingin mereka adakan di Masjid Al-Husain pada hari Kamis nanti demi memperingati kesyahidan Imam Husain bin Ali yang dikenali sebagai 'Majelis Duka Asyura', selama tidak keluar dari koridor ajaran Islam, maka tidak ada hak bagi siapapun untuk menghalangnya. Namun sekiranya majelis tersebut tidak demikian, hanya pemerintah saja yang berhak untuk menghentikan dan menanganinya.Tidak ada hak bagi masyarakat umum untuk membubarkan dan mereka tidak diizinkan melakukan hal tersebut."
Syaikh Al-Athrash mengkritik gugatan dan ancaman golongan Salafi dengan menyatakan, "Sekiranya setiap kelompok dibiarkan melakukan apa yang mereka mau tanpa campurtangan pemerintah, maka barbarisme akan menular dalam masyarakat."
Sementara itu, Syeikh Mazhar Shahin yang merupakan imam dan khatib masjid Umar Makram Mesir menegaskan, "Sudah menjadi hak Syiah untuk menghidupkan peringatan hari kesyahidan Imam Husainbin Ali, dengan syarat tidak keluar dari koridor yang dibenarkan agama. Jika hanya duduk dalam majelis di masjid atau menziarahi pemakaman, maka itu dibenarkan, selama tidak dinodai dengan perlakuan yang menyimpang ajaran Islam seperti menampar wajah dan melukai diri."
Syaikh Shahin berkata, "Sebut saja, meskipun majelis mereka menyimpang dari ajaran Islam, kelompok Salafi tetap tidak ada hak untuk membubarkan majelis mereka. Sebab main hakim sendiri ditolak oleh aturan, UU dan hukum negara."
Beberapa ulama beraliran Salafi/Wahabi telah memberikan ancaman dan ultimatum kepada Ketua Majelis Menteri-Menteri mengenai rencana warga Syiah Mesir yang akan mengadakan peringatan Asyura di Masjid al Husain Mesir pada Kamis nanti yang bertepatan dengan 10 Muharram, jika acara tersebut diizinkan oleh pemerintah mereka akan bertindak sendiri untuk membubarkan majelis tersebut.http://www.abna.ir/data.asp?lang=12&id=480403
Penerbitan Buku Tentang Syiah, Nama MUI Pusat Dicatut?

Buku "Mengenal dan Mewaspadai Penyimpangan Syiah di Indonesia" yang telah diterbitkan mengatasnamakan MUI Pusat ternyata bermasalah. Para pengurus teras MUI Pusat seperti Ketua Umum dan Wakil Ketua bahkan Sekjen MUI Pusat mengaku tidak tahu menahu mengenai buku tersebut. 

 Penerbitan Buku Tentang Syiah, Nama MUI Pusat Dicatut?
Menurut Kantor Berita ABNA, beberapa hari terakhir ini kita 'dikejutkan' terbitnya buku berjudul “Mengenal dan Mewaspadai Penyimpangan Syi’ah di Indonesia", yang disebut (tepatnya diklaim) diterbitkan oleh MUI Pusat. Media-media takfiri berlomba-lomba memuat dan meng-copy paste berita terbitnya buku "yang dinanti-nantikan" tersebut. Media asuhan Said Samad di Makassar menurunkan berita buku ini dengan suka cita.  Benarkah buku itu diterbitkan secara resmi oleh MUI Pusat? Siapa saja yang berada dibalik penerbitan buku misterius tersebut? Berikut nukilan investigasi dari lppimakassar.net.
Terbitnya buku itu dengan mengatasnamakan MUI Pusat tentu saja patut dipertanyakan, mengingat pandangan MUI Pusat selama ini yang menjunjung tinggi persatuan Islam, dan mendukung pendekatan antar mazhab Sunni-Syiah (taqrib baynal madzahib). Hal ini bisa dilihat dari pandangan-pandangan yang disampaikan para pengurus teras MUI Pusat selama ini, seperti KH Sahal Mahfudz (Ketua Umum), Prof Dr Din Syamsuddin (Wakil Ketua), Prof Dr Umar Shihab (Ketua), dan tokoh-tokoh MUI Pusat lainnya yang berwawasan luas dan mendukung persatuan ummah.

Setelah kami telusuri dan klarifikasi langsung ke beberapa orang Pengurus MUI Pusat (yang tidak dapat kami sebutkan namanya untuk menjaga sumber dari serangan kelompok intoleran), kami memperoleh fakta sebagai berikut :
1.     Buku itu sebenarnya bukan hasil kajian tim yang dibentuk secara resmi oleh MUI Pusat. Sebagian besarisi buku tersebut adalah kumpulan 'catatan' sekelompok orang yang menamakan dirinya MIUMI, yang sebagian di antara pengurusnya juga menjadi pengurus MUI Pusat.
2.     Karena menganggap respon MUI Pusat 'sangat lambat' dalam menanggapi keinginan sekelompok orangagar MUI Pusat mengeluarkan fatwa sesatnya Syi'ah, maka sekelompok orang di MUI Pusat menjadikan 'catatan-catatan' dari MIUMI dengan tambahan sana-sini (agar tidak terlihat persis sama) menjadi sebuah buku dengan judul “Mengenal dan Mewaspadai Penyimpangan Syi’ah di Indonesia" dan dilabeli logo dan nama MUI Pusat.
3.     Ironisnya, buku tersebut diterbitkan tanpa sepengetahuan Ketua Umum MUI Pusat (KH Sahal Mahfudz), Wakil Ketua MUI Pusat (Prof Din Syamsuddin), Ketua MUI Pusat (Prof Dr Umar Shihab) dan juga Sekjend MUI Pusat (Drs. H. Ichwan Sam). Bahkan Sekjend MUI Pusat disebutkan sangat terkejut dan marah. Namun buku itu tetap 'lolos' terbit.

Karena munculnya banyak reaksi penolakan di internal MUI Pusat sehubungan terbitnya buku tersebut, maka dalam waktu dekat ini MUI Pusat akan mengadakan pertemuan membahas hal tersebut.

Kesimpulannya: Buku tersebut terbit dengan mencatut nama MUI Pusat dan terbit tanpa melalui mekanisme keorganisasian yang berlaku di MUI Pusat. Anda mau percaya kepada pencatut dan yang menggunakan nama organisasi besar Islam untuk mencapai tujuannya mengoyak persatuan Islam? Silahkan pilih sendiri. 
http://www.abna.ir/data.asp?lang=12&id=477186
Iran, Syiah dan Fitnah-fitnah Murahan Itu

Kalau Prof. Amin Rais, DR. Diin Syamsuddin, KH. Hasyim Mazudi, Habib Rizieq, Muh. Maftuh Basyuni , guru-guru besar UIN, akdemisi Universitas2 Islam Indonesia yang dengan hanya beberapa jam di Irantelah berkesimpulan untuk tidak sampai mengkafirkan Syiah bagaimana dengan saya yang hidup ditengah-tengah mereka bertahun-tahun, dan melihat langsung amalan-amalan mereka?. 
 
Ismail Amin*

 Iran, Syiah dan Fitnah-fitnah Murahan Itu
Sejak 2007 saya berada di Iran. Dipertengahan tahun itu saya pertama kali menginjakkan kakidi kota Qom. Bukan tanpa informasi. Saya justru mendapat bekal, Iran itu negeri Syiah. Syiah itu sesat bahkan bukan bagian dari Islam. Mereka punya Al-Qur'an yang berbeda dengan yang dibaca kaum muslimin dinegeri muslim lain di dunia. Sehari sebelum berangkat, Ust. Said Abdushshamad  tokoh yang getol mengkampanyekan gerakan anti Syiah di Makassar menemuiku. Sangat kebetulan, saudara kandung beliau, bertetanggaan dengan rumah ibuku di Makassar. Mungkin beliau tahu informasi rencana kepergianku ke Iran dari Puang Tia, saudara perempuannya itu. Diapun menjejaliku dengan nasehat untuk waspada terhadap ajaran Syiah. Saya cukup mengiyakan saja. Setiba di Iran, yang disampaikan hampir semuanya berkebalikan. Saya melihat Iran negara yang Islami, justru sangat Islami. Tidak ada satupun perempuan yang bebas keluar rumah tanpa mengenakan jilbab, dan hampir semuanya berwarna hitam. Dimanapun aku mampir shalat berjama'ah, masjid-masjid nyaris penuh. Kompleks Haram dijantung kota Qom, tempat dimakamkannya Sayyidah Fatimah Maksumah sa adik kandung Imam Ridha as terbuka 24 jam. Dan peziarah selalu berdatangan tanpa henti. Aktivitas Islami tidak pernah tidak terlihat dikompleks itu. Ada yang mengaji, shalat, membentuk kelompok-kelompok kecil untuk membahas masalah agama, atau sekedar bercengkrama dengan keluarga. Anak-anak kecil bebas lari berkeliaran. Setelah berkeluarga, sayapun selalu membawa istri dan kedua anakku ditempat itu selepas maghrib dan pulang kerumah menjelang subuh. Yang menarik, dan menurut saya, ini nilai lebihnya Haram itu, tersedia posko-posko tanya jawab dan diskusi agama. Sebut saja seperti ruang pengaduan di gereja. Bukan untuk membeli surat pengampunan dosa. Sama sekali bukan. Melainkan untuk bertanya masalah agama: aqidah, akhlak dan fiqh serta konsultasi keluarga. Semua ada posko khususnya. Termasuk posko khusus mengecek benar tidaknya bacaan dalam shalat. Yang melayani adalah pakar-pakar Islam dibidangnya. Saya sering mampir bertanya masalah aqidah. Mereka menjawab semua pertanyaan yang saya ajukan. Istri sendiri betah berlama-lama di posko fiqh, bertanya mengenai hukum amalan keseharian.  
Disepanjang jalan, terpampang papan-papan reklame yang bertuliskan pesan-pesan Islami dan baliho-baliho besar gambar Ayatullah plus informasi jadwal pengajiannya (bukan baliho kampanye politik). Di baliho itu tertulis, hari ini kelas tafsir, besoknya kelas akhlak, lusanya kelas fiqh di sini dan disitu. Tidak hanya itu ceramah para Ayatullah itu disiarkan di tivi-tivi secara langsung bahkan lewat radio. Esoknya sudah tersedia cd-cd rekamannya di kios-kios CD, dan selalu laku keras. Warga Iran memang pendengar yang baik. Mereka betah mendengar ceramah ataupun pidato-pidato politik berjam-jam. Momentum shalat Jum'at dimanfaatkan pemerintah Iran untuk menyampaikan pesan-pesan politik. 2-3 jam sebelum khutbah Jum'at, jama'ah Jum'at dijejali orasi politik satu dua tokoh aktivis, kebanyakannya menceritakan kondisi dunia Islam, dan selalu terdengar slogan perlawanan terhadap AS dan Israel. Di mimbar Jum'at bahkan ditulis, AS letaknya dibawah kaki kami. Kalau pidatonya membakar, jama'ah serentak berdiri, mengepalkan tangan sembari meneriakkan yel-yel dukungan terhadap pemimpin mereka dan kecaman terhadap AS. Persis situasi demonstrasi di jalan-jalan. Dengan kondisi seperti itu, sangat ganjil kalau sampai ada yang mengantuk.  Bagi yang sibuk dan tidak sempat membaca Koran tiap hari, cukup mendengarkan pidato-pidato tersebut, ia akan paham apa yang terjadi selama sepekan itu. Karena itu, rakyat Iran tidak mudah terpengaruh propaganda murahan dari media-media asing. Mereka mandiri disegala hal, ekonomi, keamanan, budaya, sosial dan politik.
Masjid-masjid di Qom, tidak terlalu besar, tapi lapang dan nyaman bagi jama'ah. Terdapat beberapa kursi, buat mereka yang kesulitan shalat dengan duduk melantai. Terdapat bantal sandaran, buat para orangtua lanjut usia untuk menyandarkan tubuhnya saat mendengarkan ceramah atau sekedar mengaji. Dan dihari-hari tertentu, sambil dengar ceramah kita bisa menikmati segelas susu dan 1-2 biji kurma yang disediakan gratis pengurus masjid. Setelah shalat, remaja masjid akan membagikan Al-Qur'an, hampir disemua masjid ada program membaca al-Qur'an satu-dua halaman berjama'ah. Dipimpin qari-qari yang bacaannya sangat merdu. Di Tv ada saluran khusus menyiarkan program-program Qur'ani. Semua acara serba Qur'ani. Kelas tafsir, kelas ulumul Qur'an. Bincang-bincang Al-Qur'an menjawab problem keseharian, termasuk menyiarkan profil-profil para penghafal Al-Qur'an. Iran kaya dengan hafiz Al-Qur'an. Mulai dari usia sekolah dasar, remaja sampai usia dewasa. Saya pernah mewancarai beberapa remaja Iran yang hafal Al-Qur'an. Mulai dari Ali Amini yang telah menghafal Qur'an di usia 8 tahun sampai Mujtaba Karsenasi yang menghafal 30 juz al-Qur'an diusia 15 tahun. Mereka adalah penerus dari Husan Tabatabai, Doktor Cilik Penghafal Qur'an, yang dikenal sebagai mukjizat abad 20 karena memiliki penguasaan dan pengetahuan Al-Qur'an yang mengagumkan, sampai mendapat gelar doctor honoris causa bidang studi Al-Qur'an. Wawancara saya itu dimuat dalam buku Bintang-bintang Penerus Doktor Cilik yang kususun bersama bu Dina Sulaeman dan suaminya, diterbitkan Pustaka Iiman pertengahan tahun 2011.
Toko-toko buku jumlahnya hampir berimbang dengan toko kelontong. Di tengah kota, hampir disetiap lorong ada toko buku. Bukan hanya buku-buku karya ulama Syiah namun juga kitab-kitab ulama Sunni. Diperpustakaan pun demikian. Meski berbeda, orang-orang syiah tidak fobia terhadap karya-karya ulama sunni.  Hal yang berbeda dari mereka yang menyebut syiah itu sesat. Bisa jadi bahkan melihat langsung buku-buku syiah saja mereka tidak pernah.
Mahasiswa Indonesia di Iran, tidak semuanya Syiah. Ada juga yang Sunni. Mereka tersebar di Teheran, Ghorghon dan Esfahan. Untuk menepis fitnah, di Iran warga Sunni dibunuhi, disiksa dan mendapat perlakuan tidak adil dari pemerintah Iran yang Syiah, saya mewancarai teman asal Indonesia yang belajar di Universitas agama yang bermazhab Sunni. Namanya Syarif Hidayatullah dan wawancara itu dimuat di ABNA. Dari lisannya, ia menepis tudingan dan fitnah tidak bertanggungjawab itu.
Pemerintah Iran gemar menyelenggarakan event-event internasional. Konferensi Mahdawiyat, konferensi ulama Islam, konferensi pemuda Islam, konferensi perempuan Islam, MTQ Internasional dan Pameran kitab Internasional yang melibatkan banyak negara muslim. Karena itu, banyak tokoh-tokoh nasional kita yang mengunjungi Iran sebagai delegasi Indonesia dalam event-event tersebut. Selama di Iran, setidaknya saya sudah bertemu dengan DR. Amin Rais (tokoh Muhammadiyah), Prof. Quraish Shihab (mantan menteri agama dan mantan ketua MUI), Dr. Umar Shihab (ketua MUI Pusat) dan Muh. Maftuh Basyuni (menteri agama kabinet SBY-JK). Tokoh-tokoh nasional itu mengunjungi langsung kampus saya di Qom. Berbincang dan membuka ruang dialog dengan mahasiswa Indonesia di Qom.  Tidak ada yang ganjil. Mereka tidak meminta kami waspada dengan Iran dan Syiahnya. Justru meminta semua mahasiswa Indonesia belajar serius dan bisa memanfaatkan ilmunya jika kembali ke tanah air. Dengan adanya event-event internasional yang melibatkan banyak negara muslim tersebut menyodorkan fakta yang tidak terbantahkan, Iran diakui keberadaannya sebagai negara Islam. Terlebih lagi Republik Islam Iran juga memang termasuk dalam anggota OKI, organisasi internasional yang beranggotakan khusus negara-negara yang bermayoritas penduduk muslim. Tidak ada satupun negara yang keberatan dengan penamaan Iran sebagai Republik Islam juga semakin menguatkan fakta itu.
Hubungan mahasiswa Indonesia di Qom dengan KBRI di Teheran pun sangat akrab. Berkali-kali pihak KBRI datang ke Qom mengadakan silaturahmi, buka puasa bersama, atau silaturahmi pasca lebaran. Mengundang untuk menonton timnas PSSI yang bertanding di Teheran. Ataupun pada saat 17 Agustus, upacara bendera dan makan bersama. Saya pernah meraih juara I lomba penulisan karya tulis ilmiah yang diadakan KBRI Teheran. Dan perlu teman-teman tahu, semua staff di KBRI Teheran tidak ada yang Syiah, semuanya Sunni. Kalaupun memang Sunni mendapat tindakan semena-mena dari pemerintah Iran, bahkan katanya di Teheran tidak ada masjid Sunni, staff KBRI yang akan lebih dulu menyampaikan hal itu. Atau minimal kedutaan besar Malaysia, Arab Saudi, Mesir, dst yang ada di Teheran. Mengapa yang getol menyebarkan propaganda negatif tentang Iran justru media-media yang tidak satupun  staff atau wartawannya yang pernah ke Iran?. Guru-guru besar UIN Syarif Hdayatullah Jakarta bahkan sejumlah guru besar UIN Alauddin Makassar pernah ke Iran. Seorang Dosen Unismuh Makassar pernah ke Qom, mengadakan penelitian tesis doktoralnya. Saya yang menemani beliau berkunjung ke Teheran dan Masyhad. Mengajaknya shalat berjama'ah dibeberapa masjid-masjid. Ia shalat sambil bersedekap dengan tenang di tengah-tengah jama'ah Iran yang tidak bersedekap. Saya pernah menyambut tamu dirumah, ketua umum PB HMI, dan delegasi HMI yang ikut dalam konferensi perempuan internasional di Teheran. Kesemua tamu itu sunni. Dan sepulangnya mereka menulis pengalaman mereka selama di Iran dan dimuat dimedia. Tidak ada cerita sunni dibantai, cerita sahabat-sahabat Nabi dilaknat dimimbar-mimbar, tidak ada cerita mereka menemukan Al-Qur'an orang Iran yang berbeda, tidak ada cerita praktik nikah mut'ah yang kebablasan sampai katanya dimasjid-masjid di Iran disediakan ruangan khusus untuk melakukan praktik mut'ah. Yang ada semangat ukhuwah dan persahabatan yang menakjubkan dari orang-orang Iran yang mazhabnya beda.
Saya yang sampai saat ini masih berada di Iran masih sering mendapat kiriman konten-konten yang negatif tentang Iran dan Syiah, sembari menasehatkan saya tentang bahaya Syiah. Saya tegaskan, sekalipun pada akhirnya saya tidak memilih Syiah sebagai mazhabku dalam berIslam, saya tidak akan merusak diri dengan mengkafirkan sesama muslim. Yang mengkafirkan orang-orang Syiah yang juga bersyahadat, shalat, puasa, zakat dan naik haji. Saya tidak mungkin mau menghina akal sehat dan rasioku dengan lebih mempercayai mereka dari apa yang saya lihat dan rasakan langsung. Kalau Prof. Amin Rais, DR. Diin Syamsuddin, KH. Hasyim Mazudi, Habib Rizieq, Muh. Maftuh Basyuni , guru-guru besar UIN, akdemisi Universitas2 Islam Indonesia yang dengan hanya beberapa jam di Iran telah berkesimpulan untuk tidak sampai mengkafirkan Syiah bagaimana dengan saya yang hidup ditengah-tengah mereka bertahun-tahun, dan melihat langsung amalan-amalan mereka?.
Sayang, bahkan selama Ramadhan inipun mereka kelompok takfiri masih juga getol menyebar berita dusta tentang Iran dan rakyatnya. Kebanyakan yang melakukan itu adalah aktivis dakwah, aktivis ormas Islam, bahkan katanya akademisi di lembaga penelitian. Apa ketika saya kembali ke tanah air, dan kembali ditemui oleh  KH. Said Abdushshamad (sekarang sudah Kyai Haji) dan menjelaskan kepada saya tentang Iran seakan lebih tahu dari saya sendiri yang menetap bertahun-tahun di Iran dan mengingatkan tentang Syiah seakan lebih tahu dari saya yang mendengar langsung ceramah-ceramah Syiah dari Ayatullah di Qom, apa saya akan mempercayainya karena beliau Kyai Haji, karena beliau ketua umum LPPI Indonesia Timur dan karena beliau jauh lebih tua dari saya?.
Sangat mengerikan menyerahkan urusan Islam kepada mereka.
*Mahasiswa Indonesia, sementara menetap di Iran
Komentar Pembaca
- LUAR BIASA... Persatuan ISLAM SYI'AH dan ISLAM SUNNI ...WAJIB dikedepankan...agar para TAKFIRI (orang-orang yang suka mengkafirkan & Pengadu Domba Ummat Manusia apapun agama dan mazhabnya) serta Zionis Internasional (Israel, Amerika & Barat)..segera SIRNA dari muka bumi....Penghakiman sepihak tanpa tabayun atau cross check adalah kezaliman yang disengaja....Islam Syi'ah 12 Imam terbesar didunia adalah Republik Islam Iran dan Islam Sunni Syafe'i terbesar didunia adalah Republik Indonesia dan dua negara ini bukan negara ARAB....Hidup Persatuan Islam...Hidup Persatuan Manusia dan Dunia......
by. FB : majelispecintarasul@yahoo.com & banjarkuumaibungasnya@yahoo.com serta Twitter @umaibanjarku & @buletin_mpr 
Maju terus buat website abna.ir dan bukalah selalu pencerahan berfikir.....ALLAHHU AKBAR...(www.banjarkuumaibungasnya.blogspot.com)

- Dengan menyebut Nama Allah yang Maha Pengasih dan Maha yang teramat Penyanyang.

Bersyukur telah mendapatkan situs ini.

kemajemukkan Islam di tanah nusantara ini selalu saja di ganggu oleh cendikiawan -- Elite-elite ulama yang ada di Indonesia.

Dan pemimpin-pemimpin ku memang sudah seperti Serigala..

memabukkan memang medan da'wah.

namun informasi mu 
sangat berguna untuk kami yang ada di indonesia.

Wasalam.
7/28/2013. 20:20 WIB
Jakarta. Salemba Raya. [Agung Tuanany]

- assalamu alaikum maaf mau tanya, ketua PBHMI yg anda maksudkan dlm tulisan anda, atas nama siapa?

[andi pagel]

- Waalaikum salam. Atas nama Muhammad Chozin Amirullah datang tahun 2010, dan Makmuralto datang tahun 2011. Bisa dikonfirmasi ke beliau berdua. [Ismail Amin]

- Ass.wrwb, saya salut pada anda seorang yg mengaku suni berani berkata jujur tentang syiah di Iran..tulisan anda ini sangat bermanfaat bagi sebagian kalangan kita di tanah air yg wawasannya tentang islam sangat sempit dan masih suka mangkafirkan syiah..tanpa tahu apa sebenarnya syiah. seandainya mereka tahu bahwa syiah berarti kaum atau pengikut [syiah Ali adalah syiah Nabi SAWW], maka kalau ada yg masih menganggap dirinya bukan SYIAH, lalu syiahnya siapa?apa syiahnya Muawiyyah..nauzubillah..semoga Saudara2ku tersebut mendapat hidayah pemahaman islam yg benar, yakni islam diajarkan Nabi SAWW dan diwasiatkan kepada kita untuk mengikuti islam yang diajarkan ahlulbaitnya sepeninggal beliau, amiin. [m.untea]

- Menarik, atas cerita'nya

Tapi klo boleh tanya, satu lah yg saya binggung adalah Alasan kenapa Syiah melakukan pembantaian kaum muslim sunni di Syria???
Kenapa syiah melakukan hal tersebut ?

roket, rudah dan senjata-senjata justru mengarah ke kaum muslimin sunni ......bukan untuk diarahkan ke musuh islam Israel dan AS

Konflik Suriah cukup jelas, dan terbukti adanya pembantaian atas warga sunni oleh tentara pemerintah syiah suriah [Widyanto]

- [Widyanto]
roket, rudah dan senjata-senjata justru mengarah ke kaum muslimin sunni ......bukan untuk diarahkan ke musuh islam Israel dan AS

jawab
maksud anda ini siapa ? suriah atau iran atau hizbullah ?

kalo untuk syiah iran dan hizbullah sudah pasti roket dan rudal mereka buat amereka dan israel. salah satu bukti fakta yg tak terbantahkan adalah perang israel-lebanon tahun akhir thn 90 an sampai awal thn 2000 an (kalo saya tak salah) hizbullah mengarahkan rudal2 mereka kekota israel dan melumpuhkan belasan tank2 markava yg dibanggakan israel. sehingga dampaknya lebanon gagal dikuasai israel. dan semua peralatan meliter hizbullah berasal dari iran.

kalo yg anda maksud adalh suriah maka jawabannya adalah anda telah keliru. dengan alasan sbb :

1. pembrontakan disuriah didukung penuh oleh amerika dan israel. Tujuannya kalo suriah bisa ditaklukan oleh boneka amerika ( pembrontak) maka otomatis suplay senjata dari iran kelebanon utk org syiah hizbullah akan terhenti.

2. jika hal ini terjadi maka israel akan lebih mudah menguasai lebanon. Dan bukan itu saja, bahkan hizbullah yg ikut berjuang bersama hamas dipalestina akan kehilangan banyak senjata.( baca : rudal2 dari hamas sebagian besar berasal dari iran atau iran membantu suplay senjata. 

3. Jika ini terjadi maka palestina akan mudah dicaplok karena pejuang2nya kehabisan suplay senjata. Dan yg paling diuntungkan adalh israel yg menjadikan amerika sebagai bonekanya untk menjalankan niatnya.

4. Sejarah membuktikan sikap ulama-ulama salafi-wahabi yg "penyembah penguasa saudi" diam seribu bahasa sampai hari ini tentang pamngkalan meliter AS disana......tentang pembantaian rakyat palestina ...bahkan mereka mendukung dana untuk pembantaian umat islam diirak. apa buktinya ? Buktinya adalah pesawat2 tempur yg menjatuhkan puluhan bahkan ratusan ton berasal dari pangkalan meliter disaudi. Dan tak satupun pemerintah maupun ulama wahabi yg vokal menentangnya.....inilah FAKTA ....ANAHUL HAQ...

[Widyanto]
Konflik Suriah cukup jelas, dan terbukti adanya pembantaian atas warga sunni oleh tentara pemerintah syiah suriah [Widyanto]

JAWAB
JELAS KARENA ANTUM BACA BERITA YG BERASAL ATAU BERSUMBER DARI SAUDI ATAU ORG2 SYIAHPHOBIA YAITU SALAFI-WAHABI. Coba antum baca berita netral yg tidak memihak....bagaimana amerika...israel....rusia...dll terlibat !!!! pertanyaanya adalah PERNAHKAH AMERIKA MEMBELA KAUM MUSLIMIN ?????? JIKA TIDAK PERNAH BAGAIMANA PENDAPAT ANDA PEMBRONTAK DISURIAH DIDUKUNG OLEH AS. Bisakah anda menjelaskan ini
[abu imam]

- syiah mengharamkan pemakaian tali leher. tapi basyar menggunakannya, solat syiah tangannya lurus tapi basyar sama macam sunni.... kat sini pun dah nampak siapa pemimpin suriah ini sunni atau syiah. ini semua propaganda musuh untuk melemahkan umat islam dengan isu mazhab... [sahabat]

- Sadarlah wahai saudaraku sekarang umat islam sedang dilanda fitnah yg besar...! sekarang umat islam sedang disusupi oleh para musuh2nya..baik lewat media..ulamanya..maupun pendakwahnya yang telah termakan fitnah yang tujuannya cuma satu yaitu menghancurkan umat islam. Oleh karena itu berfikirlah..kajilah..selidikilah dahulu suatu berita.. kalau perlu sampai kesumbernya...jangan mudah terprovokasi oleh propaganda berita2 yang menyesatkan jangan ditelan mentah2 berita2 yg gak jelas sumber dan kenetralannya sehingga menyebabkan timbulnya fitnah dan perpecahan dikalangan umat islam..yang satu mengkafirkan yang lain...antum musti pintar2...! karena sekarang ini kita tidak lagi mengetahui mana kawan dan mana lawan..semuanya memiliki kepentingan sendiri maupun kelompoknya..yang jelas ingatlah firman ALLAH SWT. "Berpegang teguhlah sekalian kalian pada tali ALLAH dan jangan tercerai berai.."Sesungguhnya mereka (nasrani dan yahudi) tidak akan berhenti sampai kamu mengikuti apa yang mereka inginkan"
Ingatlah...! setiap orang yang sudah mengucapkan dua kalimah syahadat "Asyhaduanlaa ilaaha illallah wa asyhaduanna muhammadarrasulullah" maka dia adalah saudara kita sesama muslim yang memiliki hak sama dengan kita yang wajib kita bela dimana antara sesama muslim dilarang saling mencaci dan saling mengkafirkan...agar ukhuwwah tetap terjaga dan kita tidak terpecah belah..karena ALLAH sudah berjajnji bahwa islam ini tidak akan hancur kecuali umatnya berpecah belah...sadarlah wahai saudara2ku..segera rapatkan shaf dan barisan kencangkan tali ukhuwwah dan persaudaran kalian untuk menghadapi musuh2 ALLAH..! [hambaALLAH]

- Sadarlah wahai saudaraku sekarang umat islam sedang dilanda fitnah yg besar...! sekarang umat islam sedang disusupi oleh para musuh2nya..baik lewat media..ulamanya..maupun pendakwahnya yang termakan fitnah yang tujuannya cuma satu yaitu menghancurkan umat islam. Oleh karena itu berfikirlah..kajilah..selidikilah dahulu suatu berita.. kalau perlu sampai kesumbernya...jangan mudah terprovokasi oleh propaganda berita2 yang menyesatkan jangan ditelan mentah2 berita2 yg gak jelas sumber dan kenetralannya sehingga menyebabkan timbulnya fitnah dan perpecahan dikalangan umat islam..yang satu mengkafirkan yang lain...antum musti pintar2...! karena sekarang ini kita tidak lagi mengetahui mana kawan dan mana lawan..semuanya memiliki kepentingan sendiri maupun kelompoknya..yang jelas ingatlah firman ALLAH SWT. "Berpegang teguhlah sekalian kalian pada tali ALLAH dan jangan tercerai berai.."Sesungguhnya mereka (nasrani dan yahudi) tidak akan berhenti sampai kamu mengikuti apa yang mereka inginkan"
Ingatlah...! setiap orang yang sudah mengucapkan dua kalimah syahadat "Asyhaduanlaa ilaaha illallah wa asyhaduanna muhammadarrasulullah" maka dia adalah saudara kita sesama muslim yang memiliki hak sama dengan kita yang wajib kita bela dimana antara sesama muslim dilarang saling mencaci dan saling mengkafirkan...agar ukhuwwah tetap terjaga dan kita tidak terpecah belah..karena ALLAH sudah berjajnji bahwa islam ini tidak akan hancur kecuali umatnya berpecah belah...sadarlah wahai saudara2ku..segera rapatkan shaf dan barisan kencangkan tali ukhuwwah dan persaudaran kalian untuk menghadapi musuh2 ALLAH..!
[saudara seiman]

- toko online Syiah Ahlul Bait (distributor) website: www.tokobukuahlulbait.net

(021) 77884472 / 085324521168 whatsApp/ Pin BB 22A75C33

melayani pembelian eceran atau partai besar (distributor) buku2 ahlul bait ( penerbit icc al huda jakarta, citra, nur al huda, pustaka zahra, penerbit lentera, mizan, cahaya, pustaka hidayah, al mu’ammal, baitul muhibbin, ufuk, sadra press, rausyan fikr, dll) turbah karbala, CD, kain kafan jausyan kabir, cincin dan hiriz dll secara online.

Pesan di telp 02177884472 atau hp 085324521168 (whatsApp) atau BB 22A75C33 dengan mencantumkan judul buku yg ingin dipesan, nama dan alamat serta no hp Transfer harga buku+ongkir ke

BANK MANDIRI 1310010031765 a/n nur hikmah 

BANK BRI 416801008423539 a/n nur hikmah 

BANK BCA 4460260685 atas nama UNDANG BASIR.

Paket pesanan kami kirim via TIKI. Pelayanan pemesanan all time.

- dengan membaca bagaimana anda menjawab bisa saya simpulkan anda hanya melihat syiah dari luarnya
Coba anda jelaskan tentang ajaran syiah sebenarny dan jelaskan,kalau anda membela syiah sudah pasti tahu donx tentang ajaran syiah.. [abaz]

- Tolong dong djlaskan mngpa syiah ktika mmgang kkuasaan sllu mnbntai sunni....apkh mrupkan suatu phala.....perang dsuriah dmulai dngn demo damai...tpi stlah ad pnmbkan yg mnbbi buta k pendemo...brulah bermnculan klompok2 yg dnmakn oposisi...hri demi hri...dtanglh bntuan dri iran.rusia..cina..ntuk mnbntu bassar asad..n lucux lgi opsisi dktakn teroris buatan amerika.pdhal basar n slruh blah bntuanx itulah teroris yg mnbantai rakyakx sndri.tyus klo mmng syah itu bae ajaranx....pasti basar asad trun dri jbtanx ..krna mrupkn stu solusi terbaik...alasan cma 1 .tkut dtindas stlah trun dri kuasa......jdi tolong jika syiah bban g sesat mnrut anda tlong djlaskn.... [sofyan]

- Tidak banyak dr kita yg terbiasa utk membaca sebuah berita dr beberapa sumber yg berbeda, bahkan yg saling kontradiktif sekalipun sebelum membuat kesimpulan, hal ini diperparah dengan bumbu2 asumsi sebelum berita tuntas diselidiki… kalo sdh seperti ini, bukan penjelasan objektif, rasional dan realistis lagi sbg jawaban yg ingin kita dengarkan dr pertanyaan kita, tapi pengakuan atas asumsi kita yg telah dikukuhkan sebagai kesimpulan paling benar.
Ini konyol, krn kita udah PeDe bgt paling bener, tapi ga taunya itu cuman menurut kita aja.. dan tentunya akan membuang wkt org lain utk menjawab pertanyaan kita.
Kasus suriah ini penuh dengan berita simpangsiur bahkan kontradiktif, butuh sedikit ketelatenan untuk mengurai benang kusut yg sampai pada indra kita… Telaah berita yg subjektif dr 2 pihak termasuk sumber netral, silahkan mendengar penjelasan pengamat dr yg memihak sampai yg netral.
Selamat melakukan investigasi smoga kita bisa objektif dan berpikir sehat [mr dongdong]

16 comments to "KALIMANTAN AMAN, Di TEROR satu tempat malah bertambah ACARA HAUL al Husain di Banjarmasin : INTIMIDASI buat Penyelenggara HAUL al Husain di Banjarmasin pada 10 Muharram 1435H / 14 Nopember 2013 oleh ISLAM Pecinta YAZID...GAGAL TOTAL..!!!! "

  1. Anonymous says:

    Semua yang terjadi tidak demikian, apa yang org syiah katakan hanya utk menutupi fakta yg terjadi d sana.. IRAN dan HIZbusyaiTHONnya mengarahkan rudal2 bukan utk ISRAEL dan Amerika akn tetapi rudal itu di hantamkan kepada kaum sunni yg berada d sana,.tetapi inilah Org SYIAH mereka selalu menutupif FAKTA tersebut dgn TAQIYAH. Sadarlah wahai saudaraku............... FITNAH yang besar ini sengaja di hembuskan KAFIR SYIAH untuk mencari dukungan dr kaum sunni yg mayoritas NU DI NEGERI ini!!! yang senantiasa selalu mencintai para amirul mukminin abu bakkar,umar,dan ustman, tapi sebaliknya Kafir SYiah ini melaknat mereka!!! bsa kah kita bertoleran dgn org2 seperti ini? bsa kah kita bersatu dgn mereka???bsa kah kita menganggap mereka saudara? sedangkan AL-QURA'AN yang ada dan sampai kpd kita saat ini serta HADIST2 yang kita ambil sebagai pedoman,bukankah ada berkat perjuangan para SAHABAT-SAHABAT tersebut!!! tapi kenapa sebaliknya org KAFIR SYIAH ini melaknat mereka..
    kita akan tersadar saat NEGARA INDONESIA ini akan terjadi seperti d suriah
    ya ALLAH hancurkan lah org2 SYIAH berikanlah pertolongan kpd saudara2 kami yg telah di bantai oleh2 org SYIAH di seluruh penjuru dunia,..

  2. Belajar Sejarah ISLAM says:

    SETELAH MEMBACA INI apakah kita PENGIKUT SUNNI TUTUP MATA ??? Biarlah ini menjadi sejarah kelam ummat Islam dan bisa menjadikan Islam Sunni dan Islam Syi'ah tambah BERSAUDARA...MUSUH bersama kita ZIONIS Israel & Zionis berbaju agama...!!!!!
    UMAR TIDAK MEMPERCAYAI KENABIAN MUHAMMAD
    UMAR TIDAK MEMPERCAYAI KENABIAN MUHAMMAD

    Dalam Peristiwa Perdamaian Hudaibiyah
    Pada tahun keenam Hijriah, Rasulullah bersama seribu empat ratus para sahabatnya keluar dari Madinah dengan tujuan umrah. Diperintahkannya para sahabat menyarungkan pedangnya masing-masing. Mereka berihram di Zil Hulaifah dan membawa binatang korban agar orang-orang Quraisy tahu bahwa mereka datang untuk umrah bukan untuk perang.

    Karena sifat angkuhnya, orang-orang Quraisy tidak mau kelak ada penduduk Arab mendengar bahwa Muhammad telah masuk ke Mekah dan memecahkan benteng mereka. Diutusnya serombongan delegasi yang diketuai oleh Suhail bin A'mr bin Abdu Wud al-A'miri agar meminta Nabi kembali ke tempat asalnya.

    Tahun depan mereka akan diizinkan untuk umrah selama tiga hari. Orang-orang Quraisy juga meletakkan syarat yang berat yang kemudian diterima oleh Nabi berdasarkan kemaslahatan yang dilihatnya dan wahyu Allah kepadanya.

    Namun sebagian sahabat tidak senang dengan sikap Nabi seperti ini. Mereka menentangnya dengan keras.

    Umar bin Khattab datang dan berkata: "APAKAH BENAR BAHWA ENGKAU ADALAH NABI ALLAH YANG SESUNGGUHNYA?"
    "Ya", jawab Nabi.
    "Bukankah kita dalam hak dan musuh kita dalam batil?"
    "Ya". Sahut Nabi.
    "Lalu kenapa kita hinakan agama kita?" Desak Umar.
    "Aku adalah Rasulullah. Aku tidak melanggar perintah-Nya dan Dialah penolongku." Jawab Nabi.
    "Bukankah engkau mengatakan kepada kami bahwa kita akan mendatangi Rumah Allah dan bertawaf di sana ?"
    "Ya. Tetapi apakah aku katakan kepadamu pada tahun ini juga?" Tanya Nabi.
    "Tidak" Jawab Umar.
    "Engkau akan datang ke sana dan tawaf di sekitarnya," kata Nabi mengakhiri.

    Kemudian Umar datang kepada Abu Bakar dan bertanya:
    "Wahai Abu Bakar! BENARKAH BAHWA DIA ADALAH SEORANG NABI YANG SESUNGGUHNYA?"
    "Ya" Jawab Abu Bakar.
    Kemudian Umar mengajukan pertanyaan serupa kepada Abu Bakar dan dijawab dengan jawaban yang serupa juga.
    "Wahai saudara!" Kata Abu Bakar kepada Umar. "Beliau adalah Rasul Allah yang sesungguhnya. Beliau tidak melanggar perintah-Nya dan Dialah Penolongnya. Maka percayalah padanya."

    [Shahih Bukhari dalam Bab as-Syuruthi Jihad 2:122; Shahih Muslim Bab Sulhul Hudaibiyah Jil. 2; juga liat pakar sejarah dan Sirah seperti Thabari, Ibnul Athir dan Ibnu Sa'ad menuliskan cerita ini pada buku mereka masing-masing]

    Allah berfirman: "Maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakikatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu (Muhammad) sebagai hakim terhadap perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa dalam hati mereka suatu keberatan terhadap keputusan yang kamu berikan dan mereka menerima dengan sepenuhnya."(QS. An-Nisa: 65)

    Dalam peristiwa ini apakah Umar tidak merasa berat dalam menerima keputusan Nabi SAWW ataukah dia bersikap ragu-ragu terhadap perintah Nabi, khususnya ketika dia berkata: "Apakah engkau benar-benar Nabi Allah yang sesungguhnya? Bukankah engkau berkata kepada kami..." dan seterusnya. Apakah Umar juga menerima jawaban Nabi yang memuaskan itu? Tidak. Dia tidak puas dengan jawaban Nabi lalu pergi kepada Abu Bakar mengajukan pertanyaan yang serupa. Apakah dia menerima jawaban Abu Bakar dan nasihatnya agar mematuhi perintah Nabi? Tidak tahu aku apakah dia terima lantaran jawaban Abu Bakar atau jawaban Nabi! Kalau tidak kenapa dia berkata terhadap dirinya,
    Subhanallah! —

  3. Anonymous says:

    Berikut ini akan saya kutip kata-kata org syiah(BUHAN SUNGAI TABUK) d jawaban artikel yang lain, KATANYA : khusus ttng sahabat blog ini sudah menyajikan berita klarifikasi HARAM menghujat Sahabat oleh Rahbar / Pimpinan Tertinggi Spritual Republik Islam Iran yg menganut Islam Syiah 12 Imam / Mazhab Jakfari / Imamiah di http://banjarkuumaibungasnya.blogspot.com/2013/06/haram-menghujat-istri-istri-nabi
    TETAPI JAWABAN DIATAS adalah sebuah celaan kepada sahabat,inilah bentuk DARI TAQIYAH YANG DI KATAKAN KAUM SYIAH PEMILIK BLOG INI & KONCONYA2 yg lain) katanya melarang memfitnah dan menghujat para sahabat,jwbn di atas salah satu bukti bahwa org SYIAH selalu berdusta.....
    SEKALI LAGI INILAH ORG KAFIR SYIAH dgn jawaban2 yg selalu mengedepankan kebohongan dan penuh kedustaan demi menutupi akidah mereka yg sebenarnya..dmana2 mereka selalu bikin propaganda dgn salalu memfitnah tempat basis kaum muslimin dmana d sana terdapat ka'bah kiblat seluruh kaum muslimin (negeri makkah dan madinnah yang suci) Dan mereka meyakini tanaah karbala lebih mulia dari pada mekah dan madinah...
    bagi anda yg awam yg sudah masuk kdlam jebakan2 SYIAH sebelum terlambat marilah kembali kpd ISLAM yang mencintai sahabat dan ahlul bait secara benar.

  4. Anonymous says:

    KESAKSIAN DARI KARBALA

    Tanggal 10 Muharram menjelang, Syiah merayakan hari duka cita dengan meriah. Tapi mereka lupa mengkaji sejarah. Mereka hanya percaya pada cerita-cerita ustadz mereka, tanpa mau benar-benar mengkaji dan berpikir. Kali ini pembaca akan menyimak kesaksian dari Ali Zainal Abidin, salah satu putra imam Husein yang selamat dari pembantaian, dan tahu persis apa yang terjadi.
    Imam Husein beserta keluarganya berangkat ke Karbala. Salah satu yang ikut bersamanya adalah putranya yang bernama Ali, yang dikenal dengan julukan Zainal Abidin. Dia ikut menyaksikan peristiwa tragis itu. Kita simak kesaksiannya.
    Kemudian Ali Zainal Abidin ini dijadikan imam oleh syiah, disemati julukan Zainal Abidin, dan diyakini memiliki keistimewaan-keistimewaan tertentu oleh syiah. Salah satunya adalah dianggap maksum, lepas dari salah dan lupa.
    Imam Ali Zainal Abidin ikut bersama ayahnya di Karbala, hingga benar-benar mengerti apa yang terjadi. Kali ini kita akan membaca sendiri kesaksian Imam Ali Zainal Abidin tentang peristiwa yang dialaminya, yaitu peristiwa Karbala. Tentu tidak ada orang berakal dan meragukan kesaksian imam Ali Zainal Abidin.
    Hudzaim bin Syuraik Al Asadi berkata: Ali Zainal Abidin keluar menemui sekelompok orang, dan mengisyaratkan pada mereka dengan tangannya, menyuruh agar mereka diam. Ali Zainal Abidin berdiri. Dia memuji Allah dan bershalawat pada NabiNya, lalu berkata: Wahai manusia, bagi yang mengenalku, maka dia telah mengenalku. Bagi yang belum kenal siapa diriku, aku adalah Ali bin Husein, yagn disembelih di tepi sungai Eufrat, tanpa tahu masalah dan tanpa dapat warisan. Aku adalah anak dari yang dilukai kehormatan istri dan anak wanitanya, yang dirampas kenikmatannya, dan dirampok hartanya, ditawak keluarganya. Aku adalah anak dari manusia yang dibunuh dalam tawanan. Ini cukup membuatku bangga.

    Wahai manusia, aku minta kalian bersumpah pada Allah, bukankah kalian tahu bahwa kalian yang menulis surat pada ayahku, lalu kalian berkhianat padanya, dan bukankah kalian telah memberikan janji dan baiat? Kalian perangi ayahku, dan kalian hinakan dia. Alangkah celaka apa yang telah kalian lakukan, alangkah buruknya pikiran kalian, bagaimana kalian nanti di hadapan Nabi shalllallahu alaihi wasallam yang bersabda pada kalian: kalian bunuh anak cucuku, kalian rusak kehormatanku, kalian bukanlah termasuk umatku.

    Lalu suara tangisan terdengar keras, dan masing-masing saling mendoakan: sungguh perbuatan kalian membuat kalian celaka

  5. Anonymous says:

    alu Ali bin Husein berdoa: semoga Allah merahmati orang yang mau menerima nasehatku, dan menjaga wasiatku tentang hak-hak Allah, hak-hak RasulNya dan hak-hak keluarganya, sesungguhnya Rasulullah shalllallahu alaihi wasallam telah memberikan contoh terbaik bagi kita.

    Lalu mereka semua berkata : kami semua menengar, taat, dan menjaga kehormatanmu, kami tidak akan meninggalkanmu, dan tidak membencimu. Berilah kami perintah, semoga Allah merahmatimu, sesungguhnya kami akan memerangi siapa yang memerangimu, kami akan berdamai, kami akan membalas dendammu dan dendam kami semua, membalas orang yang telah menzhalimimu dan diri kami semua.

    Lalu Ali bin Husein berkata: sungguh jauh bagi kalian, wahai para pembuat makar dan pengkhianat, semoga kalian dihalangi dari meraih keinginan dan syahwat kalian, apakah kalian ingin melakukan padaku apa yang kalian lakukan pada ayahku? Tidak, demi Rabb para penari di Mina, luka ini masih belum kering. Kemarin ayahku dibunuh di tengah keluarganya. Aku belum lupa musibah yang menimpa Rasulullah shalllallahu alaihi wasallam, musibah ayahku dan anak-anaknya, dan kakekku....
    Khotbah ini terdapat dalam kitab Al Ihtijaj jilid 2 hal 305, juga dalam kitab-kitab berikut:
    Mutsirul Ahzan
    Al Lahuf
    Tasliyatul Majalis wa Zinatul Majalis
    Biharul Anwar
    Al Awalim
    Ali Zainal Abidin terang-terangan mengatakan bahwa yang memerangi Imam Husein adalah syiahnya. Yang membantai Imam Husein adalah mereka yang menulis surat padanya, memanggilnya ke Kufah untuk bersama-sama berjihad menumbangkan pemerintahan bani Umayah. Bukannya memerangi bani Umayyah, para syiah itu malah membantai imam Husein. Ini kesaksian sejarah yang tidak bisa dibantah.

    Dan para syiah itu masih tidak punya malu. Mereka masih berani berjanji pada Ali Zainal Abidin untuk memerangi musuhnya. Dan Ali Zainal Abidin bukan orang bodoh dan pandir. Dia pun tahu bahwa syiahnya akan menipu dan mengkhianatinya.

    Rupanya menipu dan mengkhianati sudah mendarah daging dalam diri seorang syiah. Dan Ali Zainal Abidin tidak mau mati sia-sia karena ditipu oleh syiah.

    Menipu dan mengkhianati, ini dilakukan oleh para ustadz dan ulama syiah hari ini. Mereka sengaja berdusta pada syiah. Dan parahnya, syiah mau saja dibohongi. Sungguh jauh panggan dari api, dengan apa yang mereka katakan di mana-mana: penganut syiah adalah ornag-orang intelektual.

    Para ulama dan diikuti oleh ustadz syiah sengaja mengubur sejarah dalam-dalam, mereka sengaja mengelabui umat untuk percaya pada mereka, dan bukannya percaya pada ahlulbait yang sebenarnya. Mereka menjaga agar kitab-kitab mereka yang memuat ajaran ahlul bait yang sejati tersembunyi, agar tidak dijangkau oleh kalangan syiah awam. Karena orang awam yang membaca kitab-kitab syiah, maka akan mendapati kebohongan dan dusta para ulama dan ustadz syiah.

    Selama ini ahlussunnah menjadi kambing hitam pembunuhan Imam Husein. Peristiwa Karbala menjadi momen untuk membangkitkan dendam dan kebencian pada mereka yang tidak bersalah. Syiah berhasil membuat kambing hitam bagi pembunuhan Imam Husein.

    Jika mereka benar-benar ingin mengutuk pembunuh Imam Husein, mereka mestinya keluar dari mazhab syiah, karena yang membunuh imam Husein adalah syiah sendiri. Mestinya penganut syiah hari ini malu terhadap perilaku syiah yang ada di zaman para imam, karena perilaku syiah memang memalukan.

    Tapi sepertinya penganut syiah masih keenakan dalam buaian cerita dusta para ustadz syiah.

  6. RIWAYAT SHAHIH TENTANG TERBUNUHNYA HUSAIN BIN ALI BIN ABU THALIB

    Banyak sekali bertebaran kisah-kisah tentang terbunuhnya Husain dari berbagai sumber terutama dari kalangan Syiah. Disini saya mencoba menyusun tulisan dari beberapa tulisan yang telah ada dengan mendasarkan pendapat-pendapat Ibnu Taimiyah dan juga Muridnya ibnu Katsir dalam kitabnya Al bidayah Wannihayah disertai sumber-sumber otentik dari hadits-hadits dan atsar yang telah sah.
    Isyarat akan terbunuhnya Husain
    Jauh hari sebelum Husain terbunuh, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bercerita Kepada Ali bin Abi Thalib bahwa Husain akan wafat dalam keadaan terbunuh. Adz-Dzahabi rahimahullah membawakan dari dari ‘Ali, ia berkata:
    “Aku datang kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika kedua mata beliau bercucuran air mata, lalu beliau bersabda: “Jibril baru saja datang, ia menceritakan kepadaku bahwa Husain kelak akan mati dibunuh. Kemudian Jibril berkata: “Apakah engkau ingin aku ciumkan kepadamu bau tanahnya?”. Aku menjawab: “Ya. Jibril lalu menjulurkan tangannya, ia menggenggam tanah satu genggaman. Lalu ia memberikannya kepadaku. Sehingga karena itulah aku tidak kuasa menahan air mataku”.[1]
    Kronologi terbunuhnya Husain Radiyallahu anhu
    Ketika Mu’awiyah Radhiyallahu ‘anhu resmi menjadi khalifah, maka Mu’awiyah Radhiyallahu ‘anhu juga sangat memuliakannya, bahkan sangat memperhatikan kehidupan Husain Radhiyallahu ‘anhu dan saudaranya, sehingga sering memberikan hadiah kepada keduanya. Tetapi, ketika Yazid bin Mu’awiyah diangkat sebagai khalifah, Husain Radhiyallahu ‘anhu bersama Ibnu Zubair Radhiyallahu ‘anhu termasuk yang tidak mau berbai’at. Bahkan penolakan itu terjadi sebelum Mu’awiyah Radhiyallahu ‘anhu wafat ketika Yazid sudah ditetapkan sebagai calon khalifah pengganti Mu’awiyah.
    Oleh karena itu, beliau berdua keluar dari Madinah dan lari menuju Mekah. Kemudian keduanya menetap di Makkah. Ibnu Zubair Radhiyallahu ‘anhu menetap di tempat shalatnya di dekat Ka’bah, sedangkan Husain Radhiyallahu ‘anhu di tempat yang lebih terbuka karena di kelilingi banyak orang.
    Selanjutnya, banyak surat yang datang kepada Husain Radhiyallahu ‘anhu dari penduduk Irak membujuk beliau supaya memimpin mereka. Menurut isi surat, mereka siap membai’at Husain Radhiyallahu ‘anhu.dan surat-surat itu diantaranya juga berisi pernyataan gembira atas kematian Muawiyah Radhiyallahuanhu.[2]
    kita ketahui penduduk Irak bahkan hinggan saat ini memang banyak diwarnai oleh pemikiran Rafidah (syiah) dan khawarij
    Tidak cukup dengan surat saja, mereka terkadang mendatangi Husain radhiyallahu ‘anhu di Makkah, mengajak Beliau radhiyallahu ‘anhu berangkat ke Kufah dan berjanji akan menyediakan pasukan[3]. Para Sahabat seperti Ibnu Abbâs radhiyallahu ‘anhuma kerap kali menasehati Husain radhiyallahu ‘anhu agar tidak memenuhi keinginan mereka, karena ayah Husain radhiyallahu ‘anhu, Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu, dibunuh di Kufah dan Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhu khawatir mereka membunuh Husain radhiyallahu ‘anhu juga disana.
    Saat hendak berangkat dari Mekah menuju Irak, di negeri tempat beliau terbunuh, Husain Radhiyallahu ‘anhu meminta nasehat kepada Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘anhuma.
    Maka, Ibnu ‘Abbâs Radhiyallahu ‘anhma berkata: “Kalaulah tidak dipandang tidak pantas, tentu aku kalungkan tanganku pada kepalamu (maksudnya hendak mencegah kepergiannya)”.

  7. Maka Husain Radhiyallahu ‘anhu menjawab: “Sungguh jika aku terbunuh di tempat demikian dan demikian, tentu lebih aku sukai daripada aku mengorbankan kemuliaan negeri Mekah ini” [4]
    Husain Radhiyallahu ‘anhu akhirnya tetap berangkat menuju Irak setelah sebelumnya mengutus Muslim bin ‘Aqil bin Abi Thalib ke Irak untuk mengadakan penyelidikan, dan akhirnya mendapat berita bahwa beliau harus segera ke Irak.[5]
    Namun, ketika Ibnu ‘Umar Radhiyallahu ‘anhuma tiba di Madinah, beliau mendengar berita bahwa Husain sedang menuju ke Irak. Mengingat betapa bahayanya Irak bagi Husain Radhiyallahu ‘anhuma, maka Ibnu Umar Radhiyallahu ‘anhuma pun menyusulnya untuk menyarankan agar Husain mengurungkan niatnya. Tetapi, karena harapan-harapan yang diberikan oleh orang-orang Irak, maka Husain tetap pada pendiriannya untuk berangkat ke Irak. Maka Ibnu Umar Radhiyallahu ‘anhuma pun dengan berat hati melepaskannya setelah sebelumnya memeluk Husain Radhiyallahu ‘anhu dan mengucapkan kata perpisahan. Ibnu Umar Radhiyallahu ‘anhuma berkata:
    “Aku titipkan engkau kepada Allah dari kejahatan seorang pembunuh”.[6]
    Demikianlah, akhirnya Husain bin ‘Ali Radhiyallahu ‘anhuma tetap berangkat ke Irak
    Sebagian riwayat menyatakan bahwa Beliau radhiyallahu ‘anhu mengambil keputusan ini karena belum mendengar kabar tentang sepupunya, Muslim bin ‘Aqil, yang telah dibunuh disana.
    Akhirnya, berangkatlah Husain radhiyallahu ‘anhu bersama keluarga menuju Kufah.
    Sementara di pihak yang lain, ‘Ubaidullah bin Ziyâd diutus oleh Yazid bin Muawiyah untuk mengatasi pergolakan di Irak. Akhirnya, ‘Ubaidullah dengan pasukannya berhadapan dengan Husain radhiyallahu ‘anhu bersama keluarganya yang sedang dalam perjalanan menuju Irak. Pergolakan ini sendiri dipicu oleh orang-orang yang ingin memanfaatkan Husain radhiyallahu ‘anhu. Dua pasukan yang sangat tidak imbang ini bertemu, sementara orang-orang Irak yang (telah) membujuk Husain radhiyallahu ‘anhu, dan berjanji akan membantu dan menyiapkan pasukan justru melarikan diri meninggalkan Husain radhiyallahu ‘anhu dan keluarganya berhadapan dengan pasukan ‘Ubaidullah. Sampai akhirnya, terbunuhlah Husain radhiyallahu ‘anhu sebagai orang yang terzhalimi dan sebagai syahid. Kepalanya dipenggal lalu dibawa ke hadapan ‘Ubaidullah bin Ziyâd dan kepala itu diletakkan di bejana.

  8. Dalam tragedi mengenaskan ini, di antara Ahlul Bait yang gugur bersama Al Husain adalah putera Ali bin Abi Thalib lainnya; Abu Bakar bin Ali, Umar bin Ali, dan Utsman bin Ali.
    Demikian pula putera Al Hasan, Abu Bakar bin Al Hasan. Namun anehnya, ketika Anda mendengar kaset-kaset, ataupun membaca buku-buku Syiah yang menceritakan kisah pembunuhan Al Husain , nama keempat Ahlul Bait tersebut tidak pernah diungkit. Tentu saja, agar orang tidak berkata bahwa Ali memberi nama anak-anak beliau dengan nama-nama sahabat Rasulullah ; Abu Bakar, Umar, dan ‘Utsman. Tiga nama yang paling dibenci orang-orang Syiah.
    Kemana perginya para pengirim ratusan surat itu? Mana 12.000 orang yang katanya akan berbaiat rela mati bersama Al Husain ?
    Mereka tidak memberikan pertolongan kepada Muslim bin Uqail, utusan Al Husain yang beliau utus dari Makkah ke Kufah. Tidak pula berperang membantu Al Husain melawan pasukan Ibnu Ziyad. Maka tak heran jika sekarang orang-orang Syiah meratap dan menyiksa diri mereka setiap 10 Muharram, sebagai bentuk penyesalan dan permohonan ampun atas dosa-dosa para pendahulu mereka terhadap Al Husain .
    Tidak mengherankan kalau Ibnu Umar menyalahkan penduduk irak sebagai pembunuh Husain dalam sebuah atsar yang diriwayatkan Oleh Al Imam Al bukhari haditss no. 3470
    ‏ ‏ ‏عن ‏ ‏ابن أبي نعم ‏ ‏قال كنت شاهدا ‏ ‏لابن عمر ‏ ‏وسأله رجل عن دم البعوض فقال : ممن أنت ؟ فقال : من ‏ ‏أهل ‏ ‏‏العراق ، ‏قال انظروا إلى هذا يسألني عن دم البعوض وقد قتلوا ابن النبي ‏ ‏صلى الله عليه وسلم ،‏ ‏وسمعت النبي ‏ ‏صلى الله عليه وسلم ‏ ‏يقول ‏ ‏هما ريحانتاي من الدنيا

    Dari ibnu Abi Nuaim, dia berkata:” saya menyaksikan Abdullan bin Umar ketika ditanya oleh seseorang tentang darah nyamuk, Maka ibnu umar bertanya: “engkau darimana? Dia menjawab:”dari irak, Maka ibnu Umar berkata:”Lihatlah orang ini! Dia bertanya kepadaku tentang darah nyamuk padahal mereka telah membunuh cucu Rasulullah Shallalahu Alaihi Wasallam, Aku telah mendengar Rasullullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda:”mereka berdua adalah Bunga rahanku didunia.

  9. Kisah Kepala Husain
    Riwayat yang paling shahih tentang kepala Husain telah dibawakan oleh Imam al-Bukhâri, nomor 3748:
    حَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ الْحُسَيْنِ بْنِ إِبْرَاهِيمَ قَالَ حَدَّثَنِي حُسَيْنُ بْنُ مُحَمَّدٍ حَدَّثَنَا جَرِيرٌ عَنْ مُحَمَّدٍ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أُتِيَ عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ زِيَادٍ بِرَأْسِ الْحُسَيْنِ فَجُعِلَ فِي طَسْتٍ فَجَعَلَ يَنْكُتُ وَقَالَ فِي حُسْنِهِ شَيْئًا فَقَالَ أَنَسٌ كَانَ أَشْبَهَهُمْ بِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَكَانَ مَخْضُوبًا بِالْوَسْمَةِ
    “Aku diberitahu oleh Muhammad bin Husain bin Ibrâhîm, dia mengatakan; aku diberitahu oleh Husain bin Muhammad, kami diberitahu oleh Jarîr dari Muhammad dari Anas bin Mâlik radhiyallahu ‘anhu, dia mengatakan; ‘Kepala Husain dibawa dan didatangkan kepada ‘Ubaidullah bin Ziyâd. Kepala itu ditaruh di bejana. Lalu ‘Ubaidullah bin Ziyâd menusuk-nusuk (dengan pedangnya) seraya berkomentar sedikit tentang ketampanan Husain. Anas radhiyallahu ‘anhu mengatakan; ‘Diantara Ahlul-Bait, Husain adalah orang yang paling mirip dengan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.’ Saat itu, Husain radhiyallahu ‘anhu disemir rambutnya dengan wasmah (tumbuhan, sejenis pacar yang condong ke warna hitam).
    Lalu ‘Ubaidullah yang durhaka ini kemudian menusuk-nusuk hidung, mulut dan gigi Husain radhiyallahu ‘anhu, padahal disitu ada Anas bin Mâlik, Zaid bin Arqam dan Abu Barzah al-Aslami radhiyallahu ‘anhuma. Anas radhiyallahu ‘anhu mengatakan; “Singkirkan pedangmu dari mulut itu, karena aku pernah melihat mulut Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mencium mulut itu!” Mendengarnya, orang durhaka ini mengatakan; “Seandainya saya tidak melihatmu sudah tua renta yang akalnya sudah rusak, maka pasti kepalamu saya penggal.”
    Dalam riwayat at-Tirmidzi dan Ibnu Hibbân dari Hafshah binti Sirîn dari Anas radhiyallahu ‘anhu dinyatakan:
    “Lalu ‘Ubaidullah mulai menusukkan pedangnya ke hidung Husain radhiyallahu ‘anhu.”
    Dalam riwayat ath-Thabrâni rahimahullah dari hadits Zaid bin Arqam radhiyallahu ‘anhu:
    “Lalu dia mulai menusukkan pedang yang di tangannya ke mata dan hidung Husain radhiyallahu ‘anhu. Aku (Zaid bin Arqam) mengatakan; ‘Angkat pedangmu, sungguh aku pernah melihat mulut Rasulullah (mencium) tempat itu.’”
    Demkian juga riwayat yang disampaikan lewat jalur Anas bin Mâlik radhiyallahu ‘anhu:
    “Aku (Anas bin Malik) mengatakan kepadanya; ‘Sungguh aku telah melihat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mencium tempat dimana engkau menaruh pedangmu itu.’ Lalu Ubaidullah mengangkat pedangnya.”
    Dari sini, kita mengetahui betapa banyak riwayat palsu tentang peristiwa ini yang menyatakan bahwa kepala Husain radhiyallahu ‘anhu diarak sampai diletakkan di depan Yazid rahimahullah. Para wanita dari keluarga Husain radhiyallahu ‘anhu dikelilingkan ke seluruh negeri dengan kendaaraan tanpa pelana, ditawan dan dirampas. Semua ini merupakan kepalsuan yang dibuat Rafidhah (Syiah). Karena Yazid rahimahullah saat itu sedang berada di Syam, sementara kejadian memilukan tersebut berlangsung di Irak.
    Syaikhul-Islam ibnu Taimiyyah rahimahullah mengatakan;
    “Al-Husain terbunuh di Karbala di dekat Eufrat dan jasadnya dikubur di tempat terbunuhnya, sedangkan kepalanya dikirim ke hadapan Ubaidillah bin Ziyad di Kufah.
    Demikianlah yang diriwayatkan oleh Bukhari dalam Shahihnya dan dari para imam yang lain.
    Adapun tentang dibawanya kepala beliau kepada Yazid telah diriwayatkan dalam beberapa jalan yang munqathi’ (terputus) dan tidak benar sedikitpun tentangnya.
    Bahkan dalam riwayat-riwayat tersebut tampak sesuatu yang menunjukkan kedustaan dan pengada-adaan. Disebutkan padanya bahwa Yazid menusuk gigi taringnya dengan besi dan sebagian para shahabat yang hadir seperti Anas bin Malik, Abi Barzah dan lain-lain mengingkarinya. (tidak suka, red)

  10. Hal ini adalah pengaburan, karena sesungguhnya yang menusuk dengan besi adalah ‘Ubaidilah bin Ziyad. Demikian pula dalam kitab-kitab shahih dan musnad, bahwasanya mereka menempatkan Yazid di tempat ‘Ubaidilah bin Ziyad. Adapun ‘Ubaidillah, tidak diragukan lagi bahwa dialah yang memerintahkan untuk membunuhnya (Husain) dan membawa kepalanya ke hadapan dirinya. Dan akhirnya Ibnu Ziyad pun dibunuh karena itu.
    Dan lebih jelas lagi bahwasanya para shahabat yang tersebut tadi seperti Anas dan Abi Barzah tidak berada di Syam, melainkan berada di Iraq ketika itu.
    Sesungguhnya para pendusta adalah orang-orang jahil (bodoh), tidak mengerti apa-apa yang menunjukkan kedustaan mereka.”[7]
    Adapun tempat yang selama ini dianggap sebagai kuburan Husain atau kuburan kepala Husain di Syam, di Asqalan, di Mesir atau di tempat lain, maka itu adalah dusta, tidak ada bukti sama sekali. Karena semua ulama dan sejarawan yang dapat dipercaya tidak pernah memberikan kesaksian tentang hal itu. Bahkan mereka menyebutkan bahwa kepala Husain dibawa ke Madinah dan dikuburkan di sebelah kuburan Hasan
    Adapun yang dirajihkan oleh para ulama tentang kepala Al-Husain bin Ali radhiyallahu ‘anhuma adalah sebagaimana yang disebutkan oleh az- Zubair bin Bukar dalam kitabnya Ansab Quraisy dan beliau adalah seorang yang paling ‘alim dan paling tsiqah dalam masalah ini (tentang keturunan Quraisy). Dia menyebutkan bahwa kepala Al-Husain dibawa ke Madinah An-Nabawiyah dan dikuburkan di sana. Hal ini yang paling cocok, karena di sana ada kuburan saudaranya Al-Hasan, paman ayahnya Al-Abbas dan anak Ali dan yang seperti mereka.[8]

  11. This comment has been removed by the author.
  12. Kesyahidan Husain menurut Syaikhul Islam
    “Husain Radhiyallahu ‘anhuma telah dimuliakan Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan mati syahid pada hari (‘Asyura) ini. Dengan peristiwa ini, Allah Azza wa Jalla juga berarti telah menghinakan pembunuhnya serta orang-orang yang membatu pembunuhan terhadapnya atau orang-orang yang senang dengan pembunuhan itu. Husain Radhiyallahu ‘anhuma memiliki contoh yang baik dari para syuhada yang mendahuluinya. Sesungguhnya Husain Radhiyallahu ‘anhuma dan saudaranya (yaitu Hasan) Radhiyallahu ‘anhuma merupakan dua orang pemuka dari para pemuda Ahli sorga. Keduanya merupakan orang-orang yang dibesarkan dalam suasana kejayaan Islam, mereka berdua tidak sempat mendapatkan keutamaan berhijrah, berjihad dan bersabar menghadapi beratnya gangguan orang kafir sebagaimana dialami oleh para Ahli Baitnya yang lain. Karena itulah, Allah Azza wa Jalla memuliakan keduanya dengan mati syahid sebagai penyempurna bagi kemuliaannya dan sebagai pengangkatan bagi derajatnya agar semakin tinggi. Pembunuhan terhadap Husain Radhiyallahu ‘anhuma ini merupakan musibah besar. Dan Allah Azza wa Jalla mensyari’atkan agar hamba-Nya ber-istirja’ (mengucapkan innâ lillâh wa innâ ilaihi raji’ûn) ketika mendapatkan musibah dengan firman-Nya:
    “Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar, (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan:”Innâ lillâh wa innâ ilaihi râji’ûn “. Mereka itulah yang mendapatkan keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Rabbnya, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.” [al-Baqarah/2:155-157][10]
    Semoga Kita dapat mengambil Pelajaran dari kisah ini.
    ________________________________________
    [1] Siyar A’lâm Nubalâ (III/288-289). Pentahqiq kitab ini (Muhammad Na’im al-‘Arqasusy dan Ma’mûn Shagharjiy) mengatakan, hadits itu dan yang senada diriwayatkan oleh Imam Ahmad, Thabrani dan lain-lain, sedangkan para perawinya oleh al-Haitsami dikatakan sebagai para perawi yang tsiqah.
    [2] Al-Bidâyah wan Nihâyah (VIII/150)
    [3] Mereka (penduduk irak) mengatakan telah menyediakan 12000 pasukan untuk mengamankan kedatangan Husain, Namun hingga Husain dipenggal kepalanya, tak ada satupun yang muncul.
    [4] Siyar A’lâm Nubalâ (III/292). Pentahqiq kitab ini (Muhammad Na’im al-‘Arqasusy dan Ma’mûn Shagharji) mengatakan, riwayat ini diriwayatkan oleh ath-Thabrâni, sedangkan para perawinya oleh al-Haitsami dikatakan sebagai para perawi yang dipakai dalam kitab Shahîh.
    [5] al-Bidâyah wan Nihâyah (VIII/153 dst)
    [6] Siyar A’lâm Nubalâ (III/292)
    [7] Majmû’ Fatâwa, ( IV/ 507)
    [8] Majmû’ Fatâwa (XXVII/465)
    [9] Majmû’ Fatâwa (XXV/302)
    [10] Majmû’ Fatâwa (IV/511)

  13. Persatuan Aza says:

    Kalau Mau Jujur Republik Indonesia adalah mayoritas penduduknya memeluk agama Islam Sunni Syafe'i ala Indonesia dan bukan bangsa Arab, sedangkan Republik Islam Iran adalah mayoritas penduduknya memeluk agama Islam Syi'ah 12 Imam / Mazhab Jakfari / Imamiah dan juga bukan bangsa Arab, serta Negara Kerajaan Arab Saudi adalah mayoritas pemerintahannya bermazhab Islam Wahabi dan adalah Bangsa Arab dan ketiga-tiganya adalah anggota OKI (Organisasi Konferensi Islam), Bahkan Republik Islam Iran pernah menjadi Ketua OKI... Berarti Syi'ah diakui negara-negara Islam adalah bagian dari Mazhab yang ada didalam Islam....Lalu apa kata dunia, kalau ADA AGEN TAKFIRI bilang "Syi'ah BUKAN ISLAM"....!!!!!!????!!!!!
    Jangan pegang mazhab dulu sebelum membaca Sejarah Islam, tapi pelajari dulu asal muasal sejarah Islam Sunni, Islam Syi'ah dan Islam Wahabi... lalu KUATKANLAH iman kita untuk terus membaca sejarah Islam ini walaupun PAHIT alur ceritanya namun akan membuat kita serasa meminum OBAT kesehatan setelah mempelajarinya, Setelah itu kembali kepada KITA mau pegang Islam yang mana, Tapi Ingat PErsatuan Islam mesti dikedepankan dan BUKAN PENYATUAN Islam... semoga kita bisa terus belajar mengenai sejarah Islam hingga akhir hayat, walaupun dengan cucuran air mata karena ada cerita duka, karena ada pengkhianatan para sahabat setelah nabi Muhammad wafat dan lain sebagainya... Salam Cinta dan Persaudaraan sesama ummat manusia dan sesama ummat Islam......^_^.....
    Ambillah sejarah Islam Syiah" pada Republik Islam Iran" yang menganut Islam Syi'ah 12 Imam , ambillah sejarah Islam wahabi pada Kerajaan Arab Saudi dan ambillah sejarah Islam Sunni pada Mesir, Yaman, Suriah, Republik Indonesia dll... kl selalu menebarkan cerita paling BENAR tanpa BERANI membaca buku atau video sanggahannya, akhirnya Zionis Internasional BERHASIL mengadu domba ISLAM tanpa perlu keluar biaya sedikitpun..... MUSUH BERSAMA KITA Ummat Islam dan Ummat Manusia sedunia adalah ZIONIS INTERNASIONAL berbaju AGAMA,Salam Cinta dan Persaudaraan sesama ummat manusia dan sesama ummat Islam.........^_^.....

    Source: Banjarku Umai Bungasnya: MUI dimasuki Agen Takfiri Internasional, perlu adanya "MUI WATCH" : Syi'ah = Rafidhah, Syi'ah = SESAT, Syi'ah bukan ISLAM dan ENTAH apalagi SUMPAH SERAPAH yang dikeluarkan TAKFIRI dan ZIONIS Berbaju Agama untuk mengadu domba Ummat Islam & Ummat Manusia : Tabloid Serambi Ummah pun kembali "Membuka Wawasan Ummat" bahwa Ibnu Taimiyah PEMBENCI Syi'ah... WASPADALAH, Persatuan Islam ingin DIGOYAHKAN...!!!!???!!! http://banjarkuumaibungasnya.blogspot.com/2013/11/mui-dimasuki-agen-takfiri-internasional.html#ixzz2mGtZ44Hu
    Under Creative Commons License: Attribution

  14. Anonymous says:

    Syiah sebenarnya para pencuri sendal saat zaman Rasulullah SAW masih hidup

  15. BUKA MATA BUKA TELINGA .... !!!!!! ...... says:

    KENAPA KITA TAKUT AKAN PENYEBARAN ISLAM SYI'AH..... SAMPAI JADI SYIAHPHOBIA bahkan IRANPHOBIA... padahal di negara REPUBLIK ISLAM IRAN katanya TIDAK TAKUT akan PENYEBARAN ISLAM SUNNI bahkan ISLAM WAHABI... tidak ada tuh istilah SUNNIPHOBIA atau WAHABIPHOBIA apalagi TAKFIRIPHOBIA di negara Republik Islam Iran... kalau semakin di intimidasi bakal tambah TERKENAL...memang ini RESIKO.....jadi TERKENAL........ :
    Nikmatilah keyakinanmu berupa agama maupun mazhab...
    Orang Sunni sejati tak akan goyah oleh ajakan siapapun.
    Orang Syiah sejati harus memberi kesempatan bila seorang Sunni ingin memperkenalkan mazhabnya.
    Silakan perkenalkan mazhab Sunni di sentra2 komunitas Syiah, tapi jangan mengagresi keyakinan kesyiahan yang telah dipilihnya dengan cara pengkafiran dan hujatan, karena itu hanya akan membuat objek makin mantap dengan keyakinan pilihannya.
    Enjoy your faith...

    Pensyiahan
    Tidak ada pensyiahan di negeri berpenduduk mayoritas Sunni. Tapi ketertarikan orang Sunni kepada Syiah adalah realitas dan fenomena yang tidak bisa dibantah.
    PenSyiahan dan penSunnian bahkan Pemuslimam atau pengkristenan adalah kata-kata tak bermakna dan paradoksal, karena;
    1. Keyakinan adalah peristiwa metafisik dan psikis. Ia adalah premispremis dan logos yang terbentuk dalam benak secara otomatis, bahkan kadang tidak disadari oleh subjek,terutama bila dihadirkan melalui narasi besar atau premis fundamemtal, disebut apriori.
    Karena bersifat subjektif dan metafisik juga psikis, maka ia tidak tunduk pada hukum fisik, termasuk pemaksaan. Hal itu karena pemaksaan hanya akan mencapai hasil maksimal berupa pengakuan verbal.
    2.Pemindahan keyakinan bahkan tentang sesuatu yang tidak bertalian dengan agama mungkin hanya bisa dilakukan bila pihak yang menjadi objek tidak memiliki keyakinan tentang masalah itu, meski secara sosial dianggap penganut keyakinan tertentu berdasarkan hukum relasi tempat.
    Karena itu, Indonesia sulit untuk dianggap sebagai negeri berpenduduk mayoritas Sunni. Sunni (secara terminologis bukan "selain Syiah", tapi sebuah mazhab kalam yang didasarkan pada prinsip ke'adil'an sahabat Nabi yang diyakini sebagai penghubung umat Islam dengan Nabi atau Quran dan Sunnah atau Hadis. Artinya, yang benar-benar Sunni secara kemazhaban itu bukan mayoritas.
    3. PenSyiahan adalah frase yang nampaknya hanya menemukan terapannya dalam dunia khayal. Karena jauh hari sebelumnya digemborkan bahwa Syiah adalah kelompok yang menyembunyikan keyakinan asli atau bertaqiyah.
    Bila taqiyah digambarkan oleh Pensesat Syiah sebagai Topeng guna menyembunyikan keyakinan, tentu tuduhan PenSyiahan tidak menemukan terapan objektif. Orang yang menyembunyikan keyakinan karena menghindari intimidasi orang-orang intoleran tidak akan berkesempatan untuk mengajak orang-orang yang mengiranya semazhab denganya untuk menganut mazhab yang dirahasiakannya.
    4. Keyakinan adalah logos teologis dan keagamaan manusia. Ia mestinya tertanam berdasarkan PILIHAN karena KEPUASAN dan KEMANTAPAN, tanpa dipengaruhi oleh faktor selain itu.
    Karenanya, PenSyiahan dan PenSunnian atau modus misionari lainnya tidak akan berpengaruh.

  16. BUKA MATA BUKA TELINGA .... !!!!!! ...... says:

    Di samping itu istilah PenSyiahan di daerah Sunni, demikian pula sebaliknya PenSunnian didaerah Syiah, kadang bisa ditafsirkan secara negatif sebagai ekspresi KETIDAKBERDAYAAN mempertahankan keyakinan. Hal ini juga berlaku atas orang-orang Syiah melontarkan istilah PenSunnian.
    Nikmatilah keyakinanmu berupa agama maupun mazhab...
    Orang Sunni sejati tak akan goyah oleh ajakan siapapun.
    Orang Syiah sejati harus memberi kesempatan bila seorang Sunni ingin memperkenalkan mazhabnya.
    Silakan perkenalkan mazhab Sunni di sentra2 komunitas Syiah, tapi jangan mengagresi keyakinan kesyiahan yang telah dipilihnya dengan cara pengkafiran dan hujatan, karena itu hanya akan membuat objek makin mantap dengan keyakinan pilihannya.
    Enjoy your faith...

    Malaysia, sebagai pemerintahan, adalah sebuah kerajaan yang dibagun diatas feodalisme dan sentralisme figur berdasarkan trah. Ia bukan contoh ideal kapanpun bagi bangsa Indonesia dalam konstitusi, toleransi dan pengelolaan kebhinnekaan.
    Sejarah berdirinya Malaysia dibangun oleh kelas feodal ningrat bumiputera yan bergantung dengan kaum kolonial Inggris dan menjaga jarak dengan artikulasi perlawanan kaum bumiputera akar rumput ini beda sekali dengan Indonesia yang elitenya adalah kaum terdidik bumiputera dari keluarga priyayi pinggiran kelas dua karena merasa bahwa meski pendidikan tinggi tapi status sosialnya dipinggirkan. Kaum elite Indonesia justru merangkul kelas bawah dalam perlawanannya terhadap nekolim. Dari sini kita melihat mengapa konstitusi dan Pancasila karakternya nasionalis inklusif kosmopolit sekaligus sosialistik merakyat! Sebagai tambahan info bahkan kaum-kaum kiri dan sosialis Malaysia sebenarnya ingin mengadopsi ideologi Indonesia pada awal kelahirannya. (dikutip dari Airlangga Pribadi)
    Agama di negeri yang dikuasai oleh beberapa orang itu memang satu-satunya budaya yang dapat memberi mereka legitimasi untuk mempertahankan kekuasaan saat nalar modern menolak segala bentuk feodalisme dan supremasi sosok, bukan nalar sehat dan akal budi.
    Malaysia adalah potret Pemerintahan yang BELUM SUKSES menerapkan KESETARAAN.
    Malaysia dengan catatan-catatan kelam hubungan dengan Indonesia sejak dulu hingga kini tak perlu dijadikan sebagai paramater penerapan konstitusi.
    Konsititusi Indonesia adalah khazanah kearifan yang dihimpun dari beragam manusia dengan latar-belakang agama, tradisi, budaya, dan pengetahuan yang beragam.
    Sebagai sebuah bangsa dan negara, kita bangsa Indonesia harus menghormatinya, tapi sebagai sebuah Pemerintahan, kita tak perlu menirunya. by facebooker

Leave a comment