Home , , , , , , , � Wanita Diancam Dibunuh karena Mengkritik Ulama Wahabi

Wanita Diancam Dibunuh karena Mengkritik Ulama Wahabi


Samar Al-Muqrin, seorang penulis asal Arab Saudi diancam hukuman mati lantaran kritik pedasnya terhadap seorang ulama radikalis, Syekh Muhammad Al-Arifi.

Penulis dalam artikelnya di surat kabar Al-Arab Al-Qatariah pada hari Sabtu mengungkapkan, bahwa dirinya menerima sebuah pesan di situsnya yang mengancam hukuman mati dengan cara akan tubuhnya akan dipotong-potong lalu diberikan kepada anjing, dan menyebutnya sebagai orang hina dan rafidhi.

Kritik pedas yang ditujukan kepada Syekh Al-Arifi dalam sebuah artikel berjudul, “Arifi dan Sistani… yang Utuh Lebih Lebar dari yang Robek,” di mana Arifi digambarkan sebagai “dai sembrono”, karena serangannya terhadap otoritas keagamaan Ayatullah Sistani serta kecamannya terhadap Syiah sebagai Majusi.

Muqrin dalam mengomentari ancaman berkata, “Segala puji bagi Allah yang memberkati saya dengan hati yang kuat dan tidak takut kepada pengecut seperti dia yang tidak mampu membalas argumen dengan argumen, dan tidak memiliki kemampuan mengunakan akal sehat untuk menampilkan kebenaran.”

“Orang-orang seperti dia, tidak ada cara lain kecuali membunuh,” katanya. Dalam pernyataannya yang terdahulu beliau meyakinkan kalau dirinya seorang Sunni seratus persen yang lahir di Najd dalam lingkungan Sunni. Sunni dan Syiah sama-sama Muslim.

Dia memperingatkan kesewenang-wenangan orang-orang seperti Al-Arifi, dan meminta semua pihak mempertimbangkan bahaya pemikiran ini yang mengindikasikan pandangan konyol. Sama halnya mengerek bendera kehancuran dan melumuri darah di dahinya.

Semua orang merasa malu dibuatnya. “Kami semua menanggung rasa malu di depan masyarakat internasional oleh tindakan-tindakan liar orang-orang seperti dia.”

ٍMuqrin menerima banyak pesan melalui e-mail pribadinya dari beberapa dosen sekolah Teachers College, dan beberapa murid Muhamad Arifi yang tidak mampu menjawab kecuali dengan penghinaan dan ancaman.

“Mereka berharap lewat pesan-pesan itu agar saya menarik kembali pernyataan saya, tapi mereka tidak menemukan jalan dan hanya kata-kata kotor dan keji yang dilakukannya,” tegasnya.

Dia menekankan bahwa pesan-pesan ini semakin membuatnya lebih bertekad untuk melanjutkan misi pemberantasan kemungkaran, pemecah persatuan dan pelecehan kebenaran.

Al-Arifi yang telah menodai otoritas Ayatullah Sistani dengan ungkapannya sebagai “zindik dan tidak bermoral”, telah melecehkan kehormatan dan kemuliaan agama, serta menyebar kebencian di antara sesama. Apa yang tengah dilakukan Al-Arifi, tidak lain hanya kelemahannya yang besar untuk sebuah robek yang kecil.

Dia bertanya-tanya bagaimana seseorang yang waras menggambarkan orang lain yang lebih tua dari sisi usia, kualitas, agama, dan politik dengan “zindik dan tidak bermoral.”

Masih dalam tulisannya, Muqrin mempertanyakan, “Bagaimana orang yang menempatkan atas dirinya gelar “dai” berusaha merekrut orang lain kepada agama kita tetapi tak mampu menahan amarahnya dalam keadaan seperti itu? Apa yang diucapkannya, tidak lain hanya seruan ceroboh yang tidak terkendali.”

Penerjemah © Alwi Jindan dan ejajufri 2010

Sumber: Alalam

0 comments to "Wanita Diancam Dibunuh karena Mengkritik Ulama Wahabi"

Leave a comment