Home , � Konferensi Pendekatan Mazhab Islam di London

Konferensi Pendekatan Mazhab Islam di London

Konferensi Pendekatan Mazhab Islam di London

Meningkatnya berbagai langkah untuk mewujudkan persatuan dunia Islam menunjukkan bahwa solidaritas di kalangan umat Islam lebih urgen dari sebelumnya. Salah satu bentuknya adalah penyelenggaraan konferensi internasional keempat pendekatan mazhab Islam di London pada tiga Oktober. Konferensi kali ini mengangkat tema utama, "Peran Pendekatan Mazhab Islam dalam Memajukan Umat Islam dan Membangun Masa Depan."

Para peserta konferensi tersebut menegaskan persatuan Islam, dan mengkajinya dari berbagai dimensi. Statemen bersama konferensi London menegaskan tekad setiap Muslim untuk mengangkat citra dan identitas muslim dan peran mereka di dunia. Terkait hal ini, Abdol Hossein Moizzi, ketua Islamic Center Inggris, mengatakan: "Persatuan Islam merupakan harapan ideal dari Quran yang memiliki akar dalam fitrah manusia. Pendekatan mazhab merupakan sarana rasional dan natural untuk mewujudkan persatuan di dunia Islam."

Dr. Hafiz Alkareemi, pemikir Palestina, yang juga menjadi pembicara konferensi London mengungkapkan, "Persatuan Islam merupakan slogan yang senantiasa mengemuka sepanjang sejarah Islam. Persatuan adalah harapan setiap Muslim yang mengikat slogan lain serta menjadi prioritas melebihi yang lainnya. " Dengan demikian, tidak diragukan lagi segala bentuk friksi di tengah umat Islam menyebabkan lemahnya dunia Islam.

Di sisi lain, kita menyaksikan upaya masif negara-negara Barat dalam berbagai bentuknya yang kompleks untuk memecah belah umat Islam. Terkait hal ini, Rahbar atau Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, Ayatullah Udzma Sayid Ali Khamenei dalam pertemuan dengan para pejabat haji Iran menegaskan urgensi persatuan Islam. Menurut Rahbar, persatuan adalah kebutuhan dunia Islam yang paling mendesak saat ini.

Beliau mengatakan, "Kaki tangan Zionisme dan Amerika Serikat terus memantau dan tak pernah membiarkan umat Islam saling mendekat di antara mereka. Setiap kali tanda-tanda kedekatan mulai nampak, mereka akan langsung mengadu domba dengan mengangkat isu-isu perselisihan seperti perbedaan madzhab, suku, kelompok dan berbagai isu-isu lainnya."

Pemimpin Besar Revolusi Islam lantas menyatakan bahwa permusuhan terbuka kubu arogansi dunia terhadap Islam telah menjadi faktor kebangkitan dunia Islam. Meski demikian beliau mengingatkan, "Bangsa-bangsa dan pemerintahan di negara-negara Muslim harus mawas diri dan mengamati segala bentuk konspirasi dan tipu daya musuh yang berhasrat menebar perpecahan. Sebab jika tidak, Islam akan mendapat pukulan telak dari kubu arogansi yang menjadi musuhnya."

Ayatollah al-Udzma Khamenei lebih lanjut menjelaskan modus yang digunakan musuh-musuh umat Islam dalam menciptakan perpecahan dan konflik di tengah kaum muslimin diantaranya dengan menumbuhkan ekstrimisme di kalangan Syiah dan Sunni. Beliau menyeru seluruh bangsa dan negara Muslim untuk pandai-pandai bersikap. Rahbar juga mengimbau umat Islam untuk komitmen dengan semua hal yang berhubungan dengan persatuan Islam.

Sementara itu, pembicara lain dalam konferensi Pendekatan Mazhab Islam di London, Dr. Mohammed Salim al-Alwa, Sekretaris Jenderal Persatuan Ulama Muslim Sedunia Mesir, mengungkapkan, "Pendekatan antarpengikut mazhab Islam merupakan hal yang sangat penting. Untuk itu, para ulama semua mazhab harus mengecam seluruh upaya yang menyulut perpecahan dan merusak persatuan Islam. "

Salah satu modus yang paling merusak persatuan dan menciptakan perpecahan di tengah umat Islam adalah takfir, atau saling mengkafirkan antarsesama mazhab Islam. Segelintir orang, menyebut muslim lain kafir, bahkan wajib membunuhnya. Saat ini sekte Salafi menilai mazhab Syiah kafir. Padahal, Syi'ah memiliki banyak pendapat yang lebih dekat dengan Sunni. Sayed Fazel Milani, profesor hukum dari London menegaskan bahwa umat Islam harus menghindari sikap saling menghina dan mencaci antarmazhab Islam, dan sebaliknya mereka harus berpegang teguh dan menjunjung tinggi kehormatan sesama muslim.

Di akhir konferensi Pendekatan Mazhab di London, dibacakan lima deklarasi. Salah satu butirnya berbunyi, "Mengajak seluruh mazhab Islam untuk menghindari permusuhan dan mengecamnya secara terbuka. Penghinaan yang baru-baru ini dilancarkan kepada istri Rasulullah Saw dan fatwa takfir oleh segelintir orang yang kurang berakal harus ditolak dan dikecam oleh semua mazhab."

Fatwa sejumlah ulama Wahabi terhadap Syiah dalam beberapa bulan terakhir menyebabkan tumpahnya darah muslim di berbagai negara dunia. Di sisi lain, tindakan segelintir orang bodoh justru membesar-besarkan perselisihan antarmazhab. Dalam deklarasi konferensi London ditegaskan, "Maksud dari pendekatan Mazhab adalah bukan menggabungkan berbagai mazhab menjadi satu mazhab, karena hal itu tidak mungkin dilakukan. Namun menyebabkan pemeluk mazhab-mazhab Islam saling mengenal, hingga tidak ada lagi tempat untuk saling mengkafirkan."

Pembicara lain konferensi pendekatan mazhab Islam di London, Direktur Institut Imam Ali London menyinggung prinsip-prinsip umum agama Islam, seraya menyarankan, "Imam Jafar Sadiq as menghadiahkan seperangkat strategi pendekatan mazhab Islam sebagai prinsip yang kokoh bagi seluruh Muslim."

Para ulama muslim percaya bahwa persatuan dunia Islam dalam masalah yang disepakati bersama bisa meningkatkan solidaritas umat Islam dan membuat musuh ketakutan. Salah satu masalah utama umat Islam adalah problem Palestina. Terkait hal ini, Hafiz al-Kareemi menuturkan, "Tidak diragukan lagi, masalah Palestina adalah masalah penting yang disepakati seluruh mazhab Islam dalam kerangka kepentingan dunia Muslim."

Deklarasi konferensi pendekatan Mazhab di London menegaskan bahwa krisis Palestina merupakan prioritas dunia Islam. Ayatullah Sayid Ali Khamenei dalam pidatonya beberapa hari sebelum lalu menyinggung penderitaan rakyat Palestina, seraya mengatakan, "Mengapa pada masalah yang jelas seperti Palestina, negara-negara Islam tidak bersepakat untuk mengambil keputusan bersama mengenai hal itu? "

Para peserta konferensi pendekatan Mazhab di London juga mengecam penistaan al-Quran yang baru-baru ini terjadi di Amerika Serikat. Mereka menilai penghinaan terhadap pusat-pusat agama dan ibadah serta makam umat Islam tidak bisa dibenarkan. Mereka juga menilai haji sebagai simbol terbesar persatuan Islam, sebagaimana ditegaskan oleh Rahbar, "Haji, adalah keagungan Islam, dan secara terang-terangan nmenampakkan persatuan umat Islam di hadapan musuh." (IRIB/PH/12/10/2010)

1 comments to "Konferensi Pendekatan Mazhab Islam di London"

  1. sutaryo says:

    "Bersatu lebih baik daripada bermusuhan."
    SurauNet

Leave a comment