Home , � Turki-Israel TEGANG, Amerika bilang : OBAMA BUNGKAM mulut ERDOGAN...!!!!!!

Turki-Israel TEGANG, Amerika bilang : OBAMA BUNGKAM mulut ERDOGAN...!!!!!!

Buntut Ketegangan Turki-Israel Koran rezim Zionis, Haaretz melaporkan konspirasi terbaru Dinas Intelijen Israel (Mossad) atas Turki. Mossad baru-baru ini melakukan manuver baru anti Turki dengan menandatangani kontrak baru intelijen dengan sejumlah negara kawasan Balkan seperti Yunani dan Bulgaria.

Aksi ini dilakukan dalam rangka mengokohkan kerjasama keamanan dan militer serta ekonomi antara Israel dan sejumlah negara kawasan Balkan, sekaligus menggantikan posisi Turki dengan negara-negara tersebut.

Sebelumnya, Haaretz juga melaporkan meningkatnya hubungan bilateral rezim Zionis dengan Cyprus, Rumania, Serbia, Macedonia dan Croatia. Terkait hal ini, Kepala Mossad, Meir Dagan bulan lalu mengunjungi Bulgaria membahas kerjasama sistem keamanan kedua negara. Aksi keamanan Israel ini dilakukan menyusul ketegangan antara Ankara-Tel Aviv pasca serangan komando rezim Zionis atas konvoi kapal bantuan kemanusiaan untuk Gaza, Mavi Marmara yang menewaskan sejumlah aktivis perdamaian Turki dan negara lain.

Tidah hanya itu, di satu sisi, meningkatnya hubungan erat Turki dengan sejumlah negara muslim seperti Iran dan Suriah, dan statemen keras para politisi Turki terhadap Israel di sisi lain semakin meningkatkan ketegangan antara Ankara-Tel Aviv.

Sementara itu, koran Maariv menulis, Menteri Luar Negeri Turki, Ahmet Davuto─člu dalam statemen terbarunya mengatakan, rezim Israel sebagai sebuah negara independen tidak akan berumur panjang. Perdana Menteri Turki, Recep Tayyip Erdogan dalam lawatan terbarunya ke Lebanon mengungkapkan bahwa Ankara tidak akan tinggal diam dan akan memberikan balasan militer yang setimpal terhadap Israel demi mendukung bangsa Lebanon dan Palestina dalam menghadapi brutalitas rezim Zionis.

Koran Haaretz di bagian lain statemennya mengkritik sikap pejabat tinggi Ankara seraya menyatakan, Turki yang merupakan anggota Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) dan memiliki hak veto di organisasi itu menghalangi Israel menghadiri pertemuan NATO di Lisbon, Portugal. Seraya menyingung memburuknya hubungan Ankara-Israel, Haaretz mengklaim kabinet pimpinan Erdogan sebagai pemicunya.

Keanggotaan dan hak veto Turki di NATO mampu menangguhkan sejumlah kerjasama antara Israel dan organisasi itu.

Sejatinya, para pejabat tinggi Turki berkeyakinan bahwa Israel harus meminta maaf secara resmi atas serangan komando militer rezim Zionis terhadap armada konvoi bantuan kemanusian untuk Gaza, dan membayar ganti rugi kepada keluarga korban aktivis yang gugur syahid dalam serangan itu. Hingga kini, Tel Aviv menolaknya karena kebijakan arogan dan brutal rezim Zionis selama ini.(IRIB/PH/SL/29/11/2010)

Lagi, RUU Baru Turki Bikin Israel Kebakaran Jenggot

Turki sedang mempersiapkan rancangan undang-undang yang memudahkan pembatasan atas pembelian tanah untuk menarik investasi asing, namun melarang penjualan kepada Israel.

Surat kabar Turki, Milliyet, kemarin (Ahad,28/11) melaporkan RUU yang melonggarkan pembelian tanah, terutama bagi warga dari negara-negara Teluk Persia.

Saat ini, hukum Turki membatasi penggunaan tanah bagi orang asing selama 99 tahun. Tapi, RUU baru memungkinkan penggunaan tak terbatas tanah tersebut.

Warga negara asing akan diizinkan membeli tanah sampai dengan 99.000 meter persegi. Warga negara-negara Teluk Persia bisa membeli tanah tanpa batasan ukuran. Namun jika RUU baru disahkan, justru akan mencegah Israel membeli tanah di Turki, meskipun mereka masih bisa terus menyewa apartemen.

RUU baru datang di saat banyak orang Israel dilaporkan mengajukan banding ke kedutaan Turki di Israel untuk membeli tanah guna kepentingan pariwisata.

Israel juga dilarang membeli tanah di Yordania, sementara Otoritas Palestina melarang penjualan tanah kepada pemukim Zionis di Tepi Barat Sungai Jordan.

Ankara mengecam Tel Aviv atas serangan komando militer rezim Zionis terhadap konvoi kapal bantuan kemanusiaan untuk Gaza yang menyebabkan sejumlah aktivis perdamaian asal Turki dan negara lainnya gugur syahid.

Turki juga berulangkali mengkritik pelanggaran kemanusiaan yang dilakukan Israel atas Palestina di Tepi Barat yang didudukinya. Alih-alih meminta maaf, Tel Aviv justru menyebut serangan brutal atas kapal Mavi Marmara sebagai tindakan membela diri.(IRIB/PH/LV/29/11/2010)

Akhirnya Hizbullah Divonis, Nasrullah Balik Menuding

Gerakan Muqawama Lebanon (Hizbullah) menuding pengadilan PBB yang didukung AS untuk menyelidiki kasus teror mantan perdana menteri Lebanon telah mengabaikan keterlibatan Israel dalam teror itu.

Ahad (28/11), Sekretaris Jenderal Hizbullah Sayid Hasan Nasrullah kembali berpidato dan menuding pengadilan tersebut menggunakan prosedur yang salah termasuk mengeluarkan vonis secara in absentia dan menyembunyikan identitas saksi.

"Dalam pengadilan internasional, kita tidak pernah menyaksikan penetapan hukuman secara in absentia. Vonis telah ditetapkan, namun mereka (pengadilan) tidak pernah menggelar sidang sampai terdakwa datang (dan) hadir di depan hakim," tegas Sayid Nasrullah.

Penyembunyian identitas saksi, menurut Sekjen Hizbullah, "berarti yang tertuduh tidak dapat bertanya kepada saksi. Mereka tidak dapat bertanya kepada saksi "di mana Anda melihat saya? Apa yang dituduhkan dan atas dasar apa?"

Mantan perdana menteri Lebanon Rafiq Hariri diteror bersama lebih dari 20 orang lainnya dalam serangan bom mobil masif di Beirut pada 14 Februari 2005.

Pada bulan Juli 2010 Nasrullah mengatakan bahwa dia telah diberitahu oleh Perdana Menteri Lebanon, Saad Hariri, putra mendiang Rafiq Hariri, bahwa pengadilan internasional tersebut akan menuding sejumlah anggota Hizbullah dalam kasus teror Rafiq Hariri. Namun Sayid Nasrullah menolak tuduhan itu dan memperingatkan bahwa langkah tersebut merupakan bagian dari "proyek berbahaya anti-Hizbullah".

Dalam pidatonya, Nasrullah menyoal netralitas pengadilan seraya menilai Dewan Keamanan PBB telah dijadikan alat oleh Washington.

Pada pidatonya bulan Agustus lalu, Sekjen Hizbullah menguak bukti-bukti bahwa Israel mendalangi teror Hariri.

Di antara bukti-bukti itu adalah rekaman video yang diambil oleh pesawat tanpa awak Israel serta pengakuan yang dicatat oleh kolumnis kelima Israel, yang intinya bahwa Tel Aviv mendalangi teror tersebut.

Senin (22/11) lalu, surat kabar As-Safir terbitan Lebanon juga memperingatkan eskalasi "tekanan", bahwa Washington tengah memberlakukan kebijakan "tidak ada diskusi sebelum vonis dikeluarkan."

Para pakar politik menilai penetapan vonis tersebut bertujuan menebar perpecahan di Lebanon.

Sayid Hasan Nasrullah menyatakan bahwa muqawama hanya akan menerima dakwaan yang dikeluarkan pengadilan internasional jika didukung oleh bukti yang dapat dipertanggung jawabkan.

Lebih lanjut Nasrullah juga menyinggung perang intelijen yang dilancarkan Israel terhadap Lebanon dengan tujuan menyalahkan anggota Hizbullah dalam aksi spionase. Ia juga menguak bagaimana Tel Aviv menyadap telepon yang digunakan oleh para anggota Hizbullah.

Dengan dibantu para ahli teknis dan intelijen militer Lebanon, Hizbullah menggelar "penyelidikan komprehensif" atas kasus tersebut.

"Kami menemukan ada dua saluran di satu telepon. Satu salurannya milik pribadi dan lainnya adalah saluran yang dipasang oleh Israel," kata Nasrullah.

"Dan pada telepon Anda, mereka mampu memasang nomor yang Anda tidak ketahui dan mereka dapat membuat panggilan telepon dengan nomor tersebut. Orang-orang Israel dapat membuat panggilan telepon dengan nomor-nomor itu dan oleh karena itu mereka mengesankan Anda sebagai mata-mata ... . "

As-Safir dalam laporannya Jumat (26/11) menyebutkan bahwa para penyusup dari Israel menggunakan nomor telepon ganda untuk menghubungi berbagai perangkat telepon.

Koran tersebut memperingatkan bahwa kasus penggandaan nomor yang sekilas tampak dari Austria itu menandai "tahap serius" kemampuan Israel dalam mengontrol sektor telekomunikasi Lebanon. (IRIB/MZ/29/11/2010)

Jumblatt Dukung Penuh Sikap Sayid Hasan Nasrullah

Ketua Partai Sosialis Progresif Lebanon, Walid Jumblatt mendukung pandangan Sekjen Hizbullah Sayid Hasan Nasrullah terkait pentingnya pencapaian kesepakatan pasca perilisan dakwaan Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) yang menangani kasus teror Rafiq Hariri, mantan perdana menteri Lebanon.

"Saya sepakat dengan pernyataan Sayid Hasan kemarin malam yang menekankan pencapaian solusi bersama di Lebanon sebelum perilisan dakwaan ICC. Dan sebaiknya solusi ini secepatnya direalisasikan," kata Jumblatt seperti dilaporkan IRNA dari Beirut (Senin 29/11).

Sejumlah anasir asing memanfaatkan ICC dan dakwaan dari pengadilan ini untuk mengobarkan fitnah di Lebanon, namun dengan kewaspadaan teman-teman di kawasan upaya busuk ini tidak akan terealisasi. Demikian ditegaskan Jumblatt.

Sayid Hasan Nasrullah kemarin (Ahad 28/11) di acara kelulusan 3000 mahasiswa Lebanon menyebut intervensi Amerika Serikat dan Israel dalam perilisan dakwaan oleh pengadilan Hariri. Sayid Hasan juga mengingatkan seluruh kubu Lebanon untuk waspada terhadap strategi baru musuh untuk merusak persatuan nasional.

Pengadilan Hariri dalam dakwaannya menuding sejumlah anggota Hizbullah terlibat dalam aksi teror terhadap Hariri. Langkah ini dimaksudkan untuk meloloskan ambisi Rezim Zionis Israel. (IRIB/IRNA/MF/LV/29/11/2010)

Pemerintah Obama: Bungkam Mulut Erdogan!!!

Sejumlah dokumen yang diungkap situs Wikileaks menunjukkan para pejabat Amerika menilai kritikan Recep Tayyip Erdogan, Perdana Menteri Turki atas sikap-sikap Barat yang anti-Iran sekadar gosip. Untuk itu mereka meminta para pejabat Turki agar membungkam mulut Erdogan. Demikian diberitakan situs Anti War Ahad kemarin (28/11).

Di akhir tahun 2009, Pemerintah Barack Obama telah memperingatkan Erdogan agar tidak mengritik kebijakan Barat yang anti-Iran secara terang-terangan.

Anti War dalam laporan yang diturunkannya mengutip satu dari sejumlah dokumen yang diungkap oleh situs Wikileaks menulis, Pemerintah Obama mengatakan kepada para wakil Erdogan dan juga Abdullah Gol, Presiden Turki bahwa apa yang disampaikan Ergodan hanya gosip dan harus ditamparkan ke mulutnya!

Berdasarkan laporan ini, ada beberapa dokumen lainnya yang menunjukkan kekhawatiran Amerika akan hubungan Turki dan Iran bahkan kecenderungan Ankara untuk memperluas hubungannya dengan Tehran. Dokumen-dokumen ini mengritik sikap Turki, karena mengapa negara ini tidak turut mengritik Iran terkait pemilu tahun 2009 lalu. Sikap diam Turki telah menghilangkan kesempatan untuk melemahkan pemerintah Iran!

Sebelumnya, Amerika juga menuduh Turki mampu meyakinkan Iran agar menerima pengayaan uranium di negara ketiga, tapi hanya beberapa bulan dari penandatanganan kesepakatan Deklarasi Tehran yang diikuti Turki dan Brazil, Amerika dan Barat adalah negara-negara yang tidak menerima kesepakatan ini. (IRIB/SL/MF/29/11/2010)

Tags: ,

0 comments to "Turki-Israel TEGANG, Amerika bilang : OBAMA BUNGKAM mulut ERDOGAN...!!!!!!"

Leave a comment