Home , , , � AS Ingin Sogok Ayatullah Sistani 200 Juta Dolar

AS Ingin Sogok Ayatullah Sistani 200 Juta Dolar

Wakil marji' Syiah di Kuwait, Muhamad al-Mahri menolak pernyataan mantan Menteri Pertahanan AS, Donald Henry Rumsfeld yang mengklaim memberikan dana sebesar 200 juta dolar kepada Marji Syiah di Irak, Ayatullah Sistani.

"Apa yang ditulis dalam memorial Rumsfeld yang menyebut Amerika memberikan dana kepada Ayatullah Ali Sistani sebesar 200 juta dolar untuk merilis fatwa haram hukumnya membunuh pasukan koalisi adalah tidak benar," ungkap al-Mahri seperti ditulis Koran al-Anba dan dikutip ISNA hari ini (Rabu 22/12).

Al-Mahri menambahkan, dalam catatannya Rumsfeld mengklaim transaksi ini melalui perantara Jawad al-Mahri, padahal di Kuwait tidak ada nama tersebut dan Jawad al-Mahri sekedar sosok fiktif. Ia juga menegaskan, transaksi seperti ini tidak pernah terjadi. "Klaim Rumsfled hanya sekedar fitnah dan ditujukan untuk merusak citra Ayatullah Sistani," tegas al-Mahri.

Ayatullah Muhamad Baqir al-Musawi al-Mahri, salah satu marji' Syiah di Kuwait menyatakan bahwa pernyataan seperti ini adalah kebohongan nyata. Kantor Marji' Ayatullah al-Mahri di Kuwait menolak tegas klaim Rumsfeld.

Sementara itu, petugas kantor Rumsfeld juga menepis keabsahan berita yang sempat dirilisi sejumlah situs pemberitaan. Kepada Koran al-Rai al-Am mereka mengatakan bahwa buku memorial Rumsfeld sebelum Februari mendatang tidak akan diterbitkan dan saat ini Rumsfeld sendiri belum merampungkan bukunya tersebut. Menurut mereka seluruh berita terkait pemberian dana sebesar 200 juta dolar kepada Ayatullah Sistani adalah kebohongan. Mereka juga meminta media massa menunggu diterbitkannya buku memorial Rumsfeld.

Di sisi lain, Duta Besar Irak di Kuwait, Muhamad Bahrul Ulum kepada koran ini mengatakan, perilisan berita ini tidak dapat dipercaya meskipun datangnya dari menteri pertahanan Amerika. Irak adalah negara yang independen dan tidak akan menelan mentah-mentah pernyataan pribadi atau kelompok tertentu. "Berita ini sepenuhnya bohong dan Ayatullah Sistani tidak akan pernah melakukan tindakan ini," tambah Muhamad Bahrul Ulum.

Di buku memorial Rumsfeld disebutkan bahwa seorang jenderal Amerika menghubungi anak tertua Ayatullah Sistani. Ia kemudian mempersiapkan pertemuan rahasia antara jenderal AS dan Ayatullah Sistani di Najaf. Di buku ini juga disebutkan pengiriman hadiah sebesar 200 juta dolar kepada Ayatullah Sistani melalui Kuwait. Presiden AS saat itu, George W. Bush juga diklaim mengetahui hal ini. (IRIB/ISNA/MF/SL/22/12/2010)

Hizbullah Lebanon Acungi Jempol Sikap Transparan Rahbar

Hizbullah Lebanon memuji pernyataan Pemimpin Tertinggi Revolusi Islam Iran atau Rahbar, Ayatollah Al-Udzma Sayid Ali Khamenei yang menyebut keputusan pengadilan internasional terkait aksi teror Rafiq Hariri sebagai tindakan yang kehilangan aspek hukumnya. Dengan ungkapan lain, Rahbar menegaskan bahwa keputusan pengadilan internasional ilegal.

Hizbullah dalam pernyataannya yang dirilis pada hari Selasa (21/12) menyebutkan, "Sikap Ayatollah Sayid Ali Khamenei terkait pengadilan Hariri mencerminkan sikap tegas pihak-pihak di dunia Islam dan Arab yang menaruh perhatian besar pada persatuan Lebanon."

Rahbar dalam pernyataan terbaru ketika bertemu dengan Emir Qatar, Sheikh Hamad bin Khalifa al-Thani mengatakan "Pengadilan ini hanya sandiwara dan setiap keputusan yang dirilis tertolak. Saya berharap semua pihak yang berpengaruh dan terlibat di Lebanon dapat berbuat berdasarkan rasio dan bijak, sehingga masalah ini tidak berubah menjadi problema."

Dalam statemen resmi Hizbullah juga ditegaskan, "Ini adalah pernyataan pihak-pihak yang menolak konspirasi AS dan Israel terhadap negara-negara di kawasan." Lebih lanjut statemen itu menyatakan, " Sikap Rahbar berlandaskan legalitas, politik dan solidaritas.... Kami selalu menghendaki sikap independen dan apresiatif dalam menolak konspirasi pengadilan serta mendukung upaya-upaya Suriah dan Arab Saudi dalam mencapai solusi logis."

Pada tanggal 14 Februari 2005, Mantan Perdana Menteri Rafiq Hariri bersama dengan 20 orang lainnya tewas dalam sebuah ledakan bom di Beirut. Setelah aksi teror itu, pengadilan internasional untuk mengusut aksi teror Rafiq Hariri dibentuk PBB dan Lebanon pada bulan Mei 2007. Pengadilan ini diharapkan dapat mengusut dan menuntaskan kasus teror terhadap Rafiq Hariri serta menyatakan hasil investigasinya di penghujung tahun 2010.

Sementara itu, laporan-laporan pertama pengadilan internasional berupaya menuding keterlibatan anggota Hizbullah Lebanon dalam aksi teror tersebut. Sekjen Hizbullah Lebanon, Sayid Hasan Nasrullah menolak tegas tudingan tersebut dan mengingatkan bahwa tudingan ini adalah bagian dari proyek berbahaya yang bertujuan melemahkan dan menghancurkan kekuatan Hizbullah Lebanon.

Lebih lanjut Sayid Hasan Nasrullah juga menegaskan, keputusan pengadilan internasional terkait Rafiq Hariri ingin memperkeruh suasana dan bertujuan memecah belah bangsa Lebanon.

Kelompok-kelompok pendukung Barat di Lebanon menuding Suriah dan Hizbullah terlibat dalam aksi teror terhadap Rafiq Hariri. Sementara itu, Damaskus dan Hizbullah berulangkali menolak tudingan tak berdasar itu. (IRIB/PressTV/AR/22/12/2010)

0 comments to "AS Ingin Sogok Ayatullah Sistani 200 Juta Dolar"

Leave a comment