Home , , , , , , , , , , � Rahasia Panjang Umur Raja Abdullah ( clan.. Arab Saudi ) Terungkap

Rahasia Panjang Umur Raja Abdullah ( clan.. Arab Saudi ) Terungkap

Dokumen-dokumen rahasia bocoran Wikileaks kembali mengejutkan media. Kali ini Wikileaks menyingkap rahasia kehidupan dan kesehatan Raja Arab Saudi, Abdullah bin Abdul Aziz.

Alaalam Rabu (7/9) melaporkan, Kedutaan Besar Amerika Serikat di Riyadh, dalam surat fax yang dikirim ke kementerian luar negeri di Washington menyebutkan berbagai informasi pribadi Raja Abdullah termasuk usia, jumlah istri, dan obat-obatan yang dikonsumsinya.

Dalam fax yang bertajuk "update informasi pribadi Raja Saudi" itu disebutkan, "Seorang dokter asal Barat yang secara berkala berhubungan dengan anggota keluarga Raja Saudi itu pada 11 Juli lalu, menyerahkan informasi khusus data kesehatan Raja Abdullah bin Abdul Aziz, kepada wakil ketua representatif Amerika di Riyadh."

Dokumen itu mencakup usia sebenarnya Raja Abdullah dan obat-obatan yang dikonsumsinya. Dokter itu juga dipanggil untuk mengobati salah satu istri Raja Abdullah, yang memiliki empat istri itu, namun pusat kesehatan Raja Saudi bukan mengirim dokumen kesehatan istri Raja Saudi, melainkan data-data pribadi Raja Abdullah.

Berdasarkan fax itu, Raja Arab Saudi berusia 92 tahun (kelahiran 1916), pecandu rokok, serta mengkonsumsi obat-obatan hormon dan pil-pil peningkat gairah seks.

Dokumen rahasia itu terkuak d saat pemerintah Arab Saudi menolak memberikan keterangan soal informasi pribadi Raja Abdullah dan anggota keluarganya.
(IRIB/MZ/7/9/2011)

Para Penganggur Lulusan Kedokteran Saudi Kirim Surat ke Raja

Raja Abdullah bin Abdul Aziz

Para lulusan fakultas kedokteran Arab Saudi melayangkan surat ke Raja Arab Saudi dan pangeran mahkota negara ini untuk memperhatikan kesulitan hidup yang mereka hadapi dan menuntut pemerintah segera menyelesaikan masalah tersebut.

Televisi Alaalam (6/9) melaporkan, dalam surat itu para lulusan fakultas kedokteran Arab Saudi itu menuntut pemerintah segera menyelesaikan masalah pengangguran mereka mengingat kesulitan hidup yang semakin hari semakin mencekik.

Para lulusan universitas Arab Saudi itu tetap menganggur meski pemerintah telah berjanji untuk menyediakan lapangan kerja. Namun hingga kini belum ada langkah kongkret dan ini membuat para lulusan universitas Saudi frustasi.
(IRIB/MZ/6/9/2011)

Pengakuan: Saudi, Sutradara Krisis di Suriah!

Raja Saudi, Abdullah (kiri) dan Presiden Suriah Bashar Assad

Arab Saudi sebagai pelaku politik imperialis Amerika Serikat dan rezim Zionis di kawasan, berperan penting dalam kerusuhan di Suriah. Bahkan berdasarkan hasil interogasi para teroris yang tertangkap, mereka mengaku antek-antek Arab Saudi.

Kantor berita Suriah (SANA), seorang teroris yang tertangkap di kota Homa di Suriah tengah, mengakui kehadiran oknum-oknum dari kelompok Salafi "Jundush Sham" dan warga Saudi dalam bentrokan dan kerusuhan yang terjadi selama beberapa bulan terakhir di Suriah.

Teroris bernama Ammar Ziyad itu ditangkap di kota Homa di 206 kilometer arah utara Damaskus dan dalam pengakuannya, ia menyinggung bahwa para oknum Salafi dan warga Saudi itu berkeliaran di kota Homa dan mereka tidak berbicara dengan warga di kota itu.

Ditambahkannya, "Mereka semua dilengkapi persenjataan moderen dan kami tahu bahwa mereka berasal dari kelompok Jundush Sham yang masuk ke Suriah dengan tujuan menyerang pangkalan-pangkalan polisi dan militer."

Jundush Sham adalah kelompok Salafi yang sebagian besar anggotanya berada di kamp pengungsi Palestina di Lebanon. Kelompok tersebut pada tahun 2009 menyerang sebuah pangkalan intelijen Suriah di Damaskus yang menewaskan 17 orang.

Dalam pengakuannya, Ziyad menyinggung pengiriman berita-berita bohong ke berbagai saluran televisi satelit dengan tujuan menyalahkan polisi dan militer Suriah dalam pembunuhan terhadap warga Suriah. Para teroris itu, menghubungi Aljazeera dan al-Arabiyah serta menisbatkan kejahatan yang mereka lakukan di berbagai kota Suriah kepada militer dan polisi Suriah.

Para pemerhati menyatakan bahwa Amerika Serikat sangat menentang berlanjutnya kekuasaan pemerintah Suriah yang mendukung muqawama Lebanon. Melalui makar yang dirancang Amerika dan Arab Saudi, para teroris disusupkan ke Suriah untuk menebar instabilitas dan kerusuhan di negara itu.

Di lain pihak, televisi Alaalam yang berbasis di Iran dalam analisanya menyinggung peran Amerika Serikat dan Arab Saudi dalam kerusuhan di Suriah dan menekankan bahwa para pejabat Damaskus senantiasa menghadapi represi konstan dari Barat karena dukungan Suriah terhadap gerakan muqawama di Lebanon dan Palestina.

Sebelumnya, Stephan Lindman, pengamat politik asal Chicago dalam wawancaranya dengan Russia Today mengatakan, "Amerika dan Saudi telah mulai mencampuri urusan dalam negeri Suriah sejak dua tahun lalu." Mereka mengkoordinasi kelompok-kelompok oposisi untuk menyulut keonaran di Suriah. (IRIB/MZ/AR/4/9/2011)

Rakyat Yaman Protes Intervensi Saudi-AS

Dewan Transisi Yaman mengutuk intervensi Arab Saudi dan Amerika Serikat dalam urusan internal Yaman. Dikatakannya, campur tangan seperti itu bertujuan untuk menekan revolusi rakyat Yaman yang sedang berlangsung, Press TV melaporkan Sabtu (3/9).

Dalam beberapa bulan terakhir, rakyat Yaman memprotes intervensi Riyadh dan Washington, menuduh negara tersebut melakukan upaya untuk menyelamatkan rezim Saleh. Mereka juga mengkritik aliansi Arab Saudi dengan rezim Yaman Ali Abdullah Saleh.

Menanggapi intervensi Saudi dan Amerika di Yaman, penyelenggara demonstrasi anti-rezim di Yaman menyerukan protes nasional besar-besaran pada hari Ahad (4/9).

Ratusan ribu orang secara rutin menggelar demonstrasi di kota-kota besar Yaman sejak akhir Januari lalu, menyerukan pemberantasan korupsi dan pengangguran serta penggulingan Saleh. (IRIB/RM/4/9/2011)

0 comments to "Rahasia Panjang Umur Raja Abdullah ( clan.. Arab Saudi ) Terungkap"

Leave a comment