Home , , , , , , , , � MAULID Nabi hingga "ISU" ...Gampangnya mengadu domba Islam Sunni dan Islam Syi'ah...?????...Pangeran Harry Membunuh Muslim Ibarat Bermain Game...!!!!!!!! Republik Indonesia yang mayoritas SUNNI dan Republik Islam Iran yang mayoritas Syi'ah "TIDAK TERPENGARUH"....iyakah jar...^_^...Salam Persatuan ISLAM....

MAULID Nabi hingga "ISU" ...Gampangnya mengadu domba Islam Sunni dan Islam Syi'ah...?????...Pangeran Harry Membunuh Muslim Ibarat Bermain Game...!!!!!!!! Republik Indonesia yang mayoritas SUNNI dan Republik Islam Iran yang mayoritas Syi'ah "TIDAK TERPENGARUH"....iyakah jar...^_^...Salam Persatuan ISLAM....

  Pangeran Harry Membunuh Muslim Ibarat Berman Game Pangeran Harry Membunuh Muslim Ibarat Berman Game Pangeran Harry Membunuh Muslim Ibarat Berman Game Pangeran Harry Membunuh Muslim Ibarat Berman Game
 














Ahmadinejad: Plot Jahat Penyulut Konflik Sunni-Syiah


Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad mengingatkan dunia Islam mengenai plot jahat yang bertujuan untuk menyulut perpecahan antara Muslim Sunni dan Syiah. Ahmadinejad Kamis (24/1) menekankan urgensi memperkuat persatuan negara-negara Muslim di seluruh dunia.

"Al-Qur'an dan Nabi Muhammad Saw milik semua umat Islam, bahkan pengikut dari semua agama ilahi, termasuk Yahudi dan Kristen, serta seluruh manusia," kata Ahmadinejad.

Berbicara pada acara penutupan kompetisi internasional Qur'an angkatan bersenjata negara-negara Muslim di Tehran, Presiden Ahmadinejad mengecam isu sektarian, terutama antarmazhab Islam.

"Rezim Zionis telah membentuk dominasinya atas kelompok Muslim melalui penipuan dan kebohongan," tegasnya.

Presiden Iran mengungkapkan bahwa dunia saat ini membutuhkan persatuan, keadilan serta pemberantasan diskriminasi dan kejahatan melebihi sebelumnya.(IRIB Indonesia/PH)

Memperingati Maulid Nabi Bukan Bid'ah
Kiai Ali Mustafa mencurigai ada pihak yang ingin memecah belah umat Islam, khususnya di Indonesia, dengan penetapan Maulid Nabi sebagai perkara bid'ah. Penetapan itu menjadikan peringatan Maulid Nabi menjadi kontroversi di masyarakat.

 

 Memperingati Maulid Nabi Bukan Bid
Menurut Kantor Berita ABNA,  Imam Besar Masjid Istiqlal Jakarta, KH Ali Mustafa Yakub tak setuju jika peringatan Maulid Nabi disebut perkara bid'ah.
"Kalau alasannya Nabi Muhammad SAW tidak pernah mengerjakan (Maulid Nabi), jadi itu kemudian diharamkan? Maka sekarang haramkan saja umrah di bulan Ramadhan. Kan Nabi gak pernah mengerjakan," tegas Kiai Ali Mustafa saat berbincang dengan ROL, Rabu (23/1).
Kiai Ali Mustafa mencurigai ada pihak yang ingin memecah belah umat Islam, khususnya di Indonesia, dengan penetapan Maulid Nabi sebagai perkara bid'ah. Penetapan itu menjadikan peringatan Maulid Nabi menjadi kontroversi di masyarakat.
"Dulu kan (pengharaman peringatan Maulid Nabi) tidak pernah ada sama sekali. Jadi kok tiba-tiba ada. Itu dari mana coba?" kata dia.
Menurut Kiai Ali Mustafa, peringatan Maulid Nabi masuk wilayah muamalah. "Selama tidak melakukan hal-hal yang mengharamkan, ya boleh-boleh saja," sebut Kiai Ali.
Sunni Bukan Sekedar Saudara Tapi Nafas dan Jiwaku
"Umat Syiah harus berdampingan dengan umat Sunni untuk sama-sama memperjuangkan hak-hak sosial dan politiknya. Saya berkali-kali menegaskan bahwa saya tidak mengatakan bahwa Sunni itu saudara seiman saya melainkan mereka adalah nafas dan jiwa saya. Saya lebih banyak ikut mendengarkan khutbah ulama Sunni dibanding khutbah Jum'at ulama Syiah." 

 Sunni Bukan Sekedar Saudara Tapi Nafas dan Jiwaku
Menurut Kantor Berita ABNA, Ayatullah al Uzhma Sistani ulama besar sekaligus marja taklid Syiah yang bermukim di Irak dalam salah satu pesannya menyebutkan, bahwa tidak ada perbedaan yang mendasar antara Sunni dan Syiah. Ulama besar Irak tersebut bahkan menyebutkan muslim Sunni adalah nafas dan jiwanya bukan sekedar saudara se Islam.
Adanya perbedaan pendapat dikalangan Sunni dan Syiah mengenai tarikh kelahiran Nabi Muhammad Saw menjadi dasar digagasnya "Pekan Persatuan Islam" oleh Imam Khomeini. Pekan persatuan tersebut diperingati setiap tahunnya dari tanggal 12 sampai 17 Rabiul Awal. Ulama marja taklid Syiah khususnya Pemimpin Besar Republik Islam Iran Ayatullah Sayyid Ali Khamanei dan Ayatullah Sistani sangat menekankan peringatan "Pekan Persatuan Islam" harus diisi dengan berbagai kegiatan ilmiah untuk mencari titik kesamaan Sunni dan Syiah. Keduanya menyerukan kepada para pemikir, cendekiawan dan ulama-ulama Islam bahkan kepada seluruh kaum muslimin untuk lebih menggalakkan upaya persatuan umat dan menghindari segala bentuk tindakan yang dapat merusak upaya terwujudnya persatuan umat Islam tersebut.
Ayatullah al Uzhma Sistani dalam berbagai pernyataan bahkan termasuk fatwa-fatwanya menyerukan  ummat islam untuk mengedepankan persatuan ummat dan menjauhi segala bentuk perselisihan antar mazhab. Beliau diantara ulama besar yang sampai saat ini tetap gigih mengupayakan terwujudnya ukhuwah Islamiyah tersebut khususnya antar warga muslim Irak yang selama bertahun-tahun terlibat dalam pertikaian sektarian.
Diantara upayanya adalah menyelenggarakan berbagai pertemuan ilmiah, seminar dan diskusi antar mazhab. Beliau berkata, "Penyelenggaraan pertemuan-pertemuan ilmiah tidak bisa dinafikan manfaatnya yang sangat besar. Lewat pertemuan-pertemuan tersebut bisa kita tegaskan bahwa antara Sunni dan Syiah tidak ada perbedaan yang mendasar yang membuat pengikut antar kedua mazhab besar ini saling berselisih dan berpecah belah. Perbedaan antara Sunni dan Syiah hanya terjadi pada tataran fikih praktis dan itu hal yang sangat lumrah."
"Umat Syiah harus berdampingan dengan umat Sunni untuk sama-sama memperjuangkan hak-hak sosial dan politiknya. Saya berkali-kali menegaskan bahwa saya tidak mengatakan bahwa Sunni itu saudara seiman saya melainkan mereka adalah nafas dan jiwa saya. Saya lebih banyak ikut mendengarkan khutbah ulama Sunni dibanding khutbah Jum'at ulama Syiah." Tegasnya.
Dipenghujung pesannya, Ayatullah Sistani melanjutkan, "Saya banyak belajar dari hasil penelitian dan fatwa-fatwa fikih ulama Sunni, kita sama menghadap keka'bah setiap shalat, sama-sama berpuasa. Karenanya saya tegaskan, saya tidak pernah membeda-bedakan sikap antara Sunni dan Syiah dan saya mendukung hak-hak keduanya."

Tolak Kelompok Takfiri, Warga Balikpapan Adakan Seminar Sehari
Menurut Zuhairi, pembicara dan aktifis NU mengatakan Kelompok Wahabi Salafi Takfiri berbeda dengan mazhab Sunni. Kelompok Takfiri ini hanya 1% dari seluruh penduduk Indonesia akan tetapi kalau dibiarkan maka akan menguasai dan membahayakan Sunatullah keanekaragama mayarakat Indonesia. Ciri-ciri Wahabi Takfiri adalah mengkafirkan semua orang diluar kelompok mereka dan yang paling benar adalah kelompoknya sendiri.

 

 Tolak Kelompok Takfiri, Warga Balikpapan Adakan Seminar Sehari
Menurut Kantor Berita ABNA, masyarakat Balikpapan gelisah dengan maraknya sepak terjang kelompok Wahabi Salafi Takfiri yang menguasai banyak panggung dan mendorong masyarakat untuk melakukan tindak kekerasan. Untuk mencegah dan meminimalisir kelompok sektarian ini masuk dan merusak kerukunan antaragama di Balikpapan, beberapa ormas Islam menyelenggarakan seminar sehari Ahad (20/1) dengan tema "Membumikan Al-Quran, Islam Agama Dialogis dan Cinta Damai", diselenggaraan oleh Yayaan Azzahra, HMI, Ikatan Mubaligh Al-Burhan Pusat Balikpapan, Ahlul Bait Indonesia Cabang Balikpapan.
Doni Wardana, dalam sambutannya sebagai ketua panitia mendorong pentingya perdamaian dan dialog. Karena perbedaan adalah sangat indah dan fitrah. Haji Sofyan, mewakili walikota mengatakan, "Al-Quran diturunkan untuk semua, dan untuk memahami dan mengamalkan al-Quran dibutuhkann akal dan pengetahuan yang cukup." Sedangkan perwakilan MUI Balikpapan Muhammad Idris, mengatakan umat Islam harus siap menjadi Mukmin yang bertakwa dengan berusaha menjalankan perintah dan larangan-Nya.
Menurut Zuhairi, pembicara dan aktifis NU mengatakan Kelompok Wahabi Salafi Takfiri berbeda dengan mazhab Sunni. Kelompok Takfiri ini hanya 1% dari seluruh penduduk Indonesia akan tetapi kalau dibiarkan maka akan menguasai dan membahayakan Sunatullah keanekaragama mayarakat Indonesia. Ciri-ciri Wahabi Takfiri  adalah mengkafirkan semua orang diluar kelompok mereka dan yang paling benar adalah kelompoknya sendiri.
Mencontohkan soal sektarianisme di Sampang, Zuhairi mengatakan, telah terjadi krisis ulama Sampang, seorang ulama harusnya seorang alim dan mulutnya menebarkan rahmat, akan tetapi kenapa bisa rumah dan ladang komunitas Syiah dibakar bahkan ada yang dibunuh. Sebagai seorang yang berasal dari madura, Zuhairi malu, kenapa warga Nahdhiyin gampang disusupi aliran Wahabi Salafi Takfiri? Membunuh warga muslim itu kan dosa besar dalam fatwa NU, kenapa ulama di Sampang dan di Jawa Timur tidak mau dialog dan merasa benar. Menurut survey, kata Zuhairi, 99% rakyat Indonesia mencintai perdamaian dan toleran, tetapi akibat masuknya paham Takfiri dari luar mengakibatkan ulama lokal kehilangan kredibilitas.
Dari 6236 ayat al-Quran, menurut Zuhairi, kalau diperas jadi al-Fatihah, kalau diperas lagi jadi Bismillahirrahmanirahim. 300 ayat berisi toleransi, 176 ayat tentang perang itupun terkait dengan Asbabul Nuzul. Menurut survei,  99% masyarakat Indonesia menyukai toleransi. Terkait radikalisme dan ektrimime di dunia Islam, menurut Zuhairi disebabkan beberapa faktor. Karena wacana pemikiran, benturan peradaban Islam dan Barat,  globalisasi ekrimisme, identitas soliter (menang sendiri) juga karena adanya kebangkitan agama selain berdampak positif juga berefek negatif.
Lain lagi dengan Prof. Azyumardi Azra MA yang juga menjadi salah seorang pembicara mengiyakan sikap MUI Jatim yang salah dalam memberikan fatwa Syiah sesat, bahkan mereka mencoba menggiring MUI pusat untuk mensesatkan Syiah tetapi upaya itu tidak berhasil. Azyumardi menyesalkan sikap MUI jatim yang berseberangan dengan hasil keputusan ulama dunia.
Meski sedikit jumlah kelompok tidak toleran dan sektarian ini tidak bisa dianggap enteng karena awal konflik sektarian di Lebanon, Afganistan dan Irak berawal dari kelompok ini. Pendapat ini dikatakan Dr. Ir Haidar Bagi, MA  dan menanyakan kepada peserta seminar, kenapa umat Islam gampang marah. Menurutnya ada pandangan agama berorientasi hukum dan ada juga agama cinta yang mementingkan keakraban, cinta kasih antarhamba. Orang Barat gampang memasukkan agama Islam berorientasi hukum.  Sedangkan  agama Kristen dimasukkan agama cinta. Inilah kesalahan para pakar Barat yang ikut berkontribusi pada pemberian label bahwa Islam adalah agama kekerasan.
Haidar tidak menafikan faktor luar, tetapi di kalangan umat Islam memang sudah ada potensi  sejak dini bahwa Islam lebih berorientasi pada hukum daripada cinta kasih. "Dari kecil kita digambarkan agama Islam ditampilkan sangat mengerikan, kartun-kartun memperlihatkan betapa mengerikanya keadaan neraka," ujarnya.
Anak-anak kecil kita beri gambaran Nabi kebanyakan perang dibanding damai. Sosok perang itu di antaranya Abu bakar, Khalid bin Walid, Ali bin Abi Thalib.  Anak kecil kita didik untuk takut berlebihan pada Tuhan. Memori anak kecil selalu diisi dengan gambaran Tuhan-Nya orang Islam adalah tukang marah dan Nabinya suka perang. Orang tua kita sayangi, tapi Tuhan sosok pemarah. Padahal kalau diperhatikan kata bismillahirrahman tidak berhenti tapi diakhiri rahim.
Seperti dalam sejarah dalam 23 tahun setelah hijrah, 20 hari saja Nabi Muhmmad perang dari 7790 hari. Disamping itu nama-sama sifat sifat jamaliyah Tuhan 5X kali lebih banyak daripada sifat jalaliah. Motif penciptaan Allah adalah kecintaan  dan kerinduan Allah terhadap umat manusia untuk dikenali.
Untuk menggambarkan akhlak Rasulullah, kata Imam Ali, keindahan alam pendek dan sedikit, sedang akhlak Rasulullah besar. Imam Khomeini yang digambarkan sosok fundamentalis oleh media Barat pernah mengatakan, "Saya memimpikan mata senjata jadi mata-mata pena". Jadi perang dalam Islam karena terpaksa bukan tujuan tetapi sayangnya kelompok takfiri ikut memperlancar promosi Islam agama kekerasaan bukan rahmatanlillalamin. []
 
MER-C: Gizi Buruk Dera Pengungsi Syiah Sampang
Sebagian pengungsi saat ini diserang penyakit demam berdarah dan membutuhkan bantuan pengasapan. "Kami berharap melalui informasi di berbagai media ini, ada pihak-pihak yang terketuk hatinya untuk membantu kondisi mereka disana," kata Abd Kadir.

 

 MER-C: Gizi Buruk Dera Pengungsi Syiah Sampang
Menurut Kantor Berita ABNA, Kondisi pengungsi Syiah korban tragedi Sampang, Madura kini kian memprihatinkan karena terdera berbagai macam penyakit, termasuk demam berdarah dengue dan gizi buruk pascapemerintah setempat mencabut masa tanggap darurat.
"Mereka kekurangan gizi karena bantuan makanan dari pemerintah sudah dihentikan dengan alasan masa tanggap darurat telah habis," kata juru bicara relawan kemanusiaan dari Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) Indonesia, Abd Kadir di Sampang, Senin malam.
Dalam rilis yang disampaikan kepada ANTARA, Abd Kadir menjelaskan bahwa kini kondisi kesehatan mereka yang tinggal di lokasi pengungsian di gedung Olahraga (GOR) Wijaya Kusuma sangat memprihatinkan.
Selain kekurangan makanan, karena pasokan bantuan dari pemkab setempat telah dihentikan, para pengungsi itu, juga kekurangan air minum dan air untuk mandi. Bahkan, imbuh dia bahwa untuk bisa mandi, para pengungsi ini terpaksa harus membeli dengan menggunakan tangki.

"Yang jelas dari sisi kesehatan mereka itu juga sangat tidak sehat. Air kurang, makanan juga seperti itu," katanya menjelaskan.

Selain bantuan pasokan bantuan makanan, bantuan obat-obatan dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Sampang juga telah dihentikan sejak sebulan lalu.
Sebagian pengungsi saat ini diserang penyakit demam berdarah dan membutuhkan bantuan pengasapan. "Kami berharap melalui informasi di berbagai media ini, ada pihak-pihak yang terketuk hatinya untuk membantu kondisi mereka disana," kata Abd Kadir.
Warga Syiah yang menjadi korban tragedi kemanusiaan di Sampang yang kini tinggal di lokasi pengungsian itu mencapai 200 orang lebih, terdiri dari laki-laki, perempuan, tua dan muda, serta anak-anak.
Dua diantara para pengungsi ini, sedang dalam kondisi hamil, bernama Nyonya Sahrul dengan usia kandungan 8 bulan, dan Maidi dengan usia kandungan 9 bulan.
Kedua ibu hami ini, menurut Abd Kadir, juga kekurangan gizi, dan tidak bisa memeriksakan kehamilannya secara rutin ke rumah sakit.
"Karena kalau periksa, dia kan harus bayar, sedangkan kita tahu sendiri para pengungsi ini tidak memiliki uang," katanya menjelaskan.[]
Catatan:
Seberapa pun partisipasi Anda pasti bermanfaat pada saudara(i) kita di GOR Sampang. Jika hendak membantu dana dapat dikirim ke BCA 3753-044-015 atau Mandiri no.127 000 555 3332 a/n Dana Mustadhafin@ABI center: +6281314546497
Pangeran Harry Membunuh Muslim Ibarat Bermain Game
"Ini merupakan sukacita bagi saya karena saya adalah salah satu dari pecinta PlayStation dan Xbox. Saya sering suatu saat hal itu mungkin cukup berguna." 

 Pangeran Harry Membunuh Muslim Ibarat Berman Game
Menurut Kantor Berita ABNA, setelah kembali dari tugas lima bulannya di Provinsi Helmand, selatan Afganistan, calon pemegang takhta Inggris ketiga, Pangeran Harry, mengatakan dia membunuh Muslim untuk melindungi bangsanya.

"Menghancurkan kehidupan untuk menyelamatkan kehidupan. Di situlah kita berputar," kata Harry.
Tidak jelas berapa banyak orang telah dibunuh oleh Pangeran Harry dalam tugasnya di Helmand,

Pangeran Harry yang menjabat sebagai co-pilot (helicopter) penembak itu membandingkan pembunuhan terhadap orang-orang Afganistan dari sebuah helikopter Apache dengan permainan video game. Dia juga menggambarkan pekerjaannya sebagai sebuah "sukacita."
"Ini merupakan sukacita bagi saya karena saya adalah salah satu dari pecinta PlayStation dan Xbox. Saya sering suatu saat hal itu mungkin cukup berguna," katanya.
Pangeran berusia 28 tahun itu ditugaskan untuk mengikuti misi 20 minggu dengan pasukan NATO di Afghanistan tak lama setelah skandal gambar telanjangnya di sebuah hotel di Las Vegas yang dipublikasikan di internet itu menjadi berita utama di seluruh dunia.
Menurut icasualties.org website, sebanyak 3.257 pasukan NATO telah kehilangan nyawa di Afghanistan sejak tahun 2001 saat Amerika Serikat dan sekutunya menginvasi Afghanistan sebagai bagian dari upaya yang diklaim Washington sebagai perang melawan teror.
Invasi itu bertujuan menggulingkan Taliban dari kekuasaan, tapi kerusuhan terus meningkat di seluruh negeri meski ribuan pasukan NATO ada di sana. 
Tercatat, ratusan tentara asing telah tewas di Afganistan hanya dalam tahun 2012 saja.[IT]
 Filsafat dari Nama Rasulullah Saw
Yang heboh lagi, dari nama Muhammad, di situ ada makna yang terkandung. Yaitu, jika kita mau mengangan-angan kerangka huruf Muhammad apabila ditulis dengan hurup Arab ternyata menunjukan kerangka manusia. Sebab, mim (م) yang bundar dari kata Muhammad (محمد) itu menunjukan kepala manusia, karena kepala manusia itu bundar. Huruf ha (ح) kalau kita dobelkan menjadi dua akan menunjukan dua tangan manusia. Huruf mim (م) yang kedua menunjukan tentang perut manusia. Huruf dal (د) menunjukan kedua kaki manusia.

 
AMIRUL ULUM*

 Filsafat dari Nama Rasulullah Saw
Ketika Rasuulluh Saw belum dilahirkan, nabi-nabi terdahulu, mulai Nabi Adam sampai Nabi Isa telah memberi kabar kepada umatnya akan datangnya nabi akhir zaman dengan ciri-ciri yang tertentu. Yaitu, dilahirkan di kota Makkah, hijrah di kota Madinah dan wafatnya juga di kota Madinah, dan kekuasaannya membentang sampai di kota Syam. Nama Rasulullah Saw kalau di Kitab Injil adalah Ahmad. Allah berfirman
"Dan (Ingatlah) ketika Isa ibnu Maryam berkata: "Hai Bani Israil, Sesungguhnya Aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan Kitab sebelumku, yaitu Taurat, dan memberi khabar gembira dengan (datangnya) seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad (Muhammad)." Maka tatkala Rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berkata: "Ini adalah sihir yang nyata." (QR. As-Shaf : 6)
Perlu diketahui, bahwa nama yang dikemukam oleh Nabi Isa tadi, itu bukan sekedar nama. Akan tetapi merupakan pemberian dari Allah Swt yang tentunya ada makna yang terkandung. Di dalam nama Ahmad jika ditulis dengan huruf Arab tanpa dipisah-pisah ada filsuf tentang adanya gerakan salat. Huruf alif (ا) menunjukan simbol tentang orang yang berdiri. Huruf ha (ح) menggambarkan tentang orang yang sedang rukuk. Huruf mim (م) menggambarkan tentang orang yang sedang sujud. Huruf dal (د)  menunjukan gambaran orang yang sedang duduk tahiyat salat.
Selain makna tersebut, ada juga makna yang tersembunyi di balik nama Ahmad. Yaitu, secara Gramatika Arab, kata Ahmad itu termasuk sighat mubalaghah (bentuk yang mempunyai arti banyak) dari kata Hamdu (memuji). Jadi, bisa diambil kesimpulan bahwa Nabi Ahmad, nama dari Nabi Muhammad Saw mempunyai arti orang yang paling banyak memuji Allah. 
Nabi Muhammad Saw bersabda, “Aku adalah Ahmad tanpa mim (م)” Ahmad tanpa mim (م) akan mempunyai arti Ahad (Esa), yang merupakan sifat Allah yang sangat unik. Mim (م) yang merupakan simbol personafikasi dan manifestasi Allah dalam diri Nabi Muhammad Saw pada hakikatnya adalah bayangan Ahad yang ada di alam semesta. Mim adalah wasilah antara makhluk dengan Khaliqnya. Mim adalah jembatan yang menghubungkan para kekasih Allah dengan sang kekasihnya yang mutlak. Dengan kata lain, Nabi Muhammad Saw merupakan mediator antara makhluk dengan Allah Swt. 
Menurut Iqbal, "Muhammad benar-benar berfungsi “mim” yang  “membumikan” Allah dalam kehidupan manusia. Dialah “Zahir”nya Allah; dialah Syafi’ (yang memberikan syafaat, pertolongan dan rekomendasi) antara makhluk dengan Tuhannya. Ketika anda ingin merasakan kehadiran Allah dalam diri anda, hadirkan Muhammad. Ketika anda ingin disapa oleh Allah, sapalah Muhammad. Ketika anda ingin dicintai Allah, cintailah Muhammad. Qul inkuntum tuhibbunallah fat tabi’uni yuhbibkumullah, “Apabila kalian cinta kepada Allah maka ikutilah aku (Muhammad) kelak Allah akan cinta kepada kalian.” Kepada orang seperti inilah kita diwajibkan cinta, berkorban dan bermohon untuk selalu bersamanya, di dunia dan akhirat. Sebab seperti kata Nabi, “Setiap orang akan senantiasa bersama orang yang dicintainya.”

Selain nama Ahmad, Rasulullah Saw juga mempunyai nama Muhammad. Nama ini pemberian dari kakeknya, Abdul Muthalib. Nama ini diilhami atas  harapan besar  Abdul Muthalib agar kelak cucunya ini dipuji oleh makhluk seantero dunia karena sifatnya yang terpuji. Adapun nama tersebut kalau ditinjau secara Gramatika Arab berstatus sebagai Isim Maful (obyek) dari asal kata Hammada. Menurut kiai Maksum bin Ali dalam kitab Amsilatut Tasrifiyah menyebutkan bahwa penambahan tasdid mempunyai faidah Taksir (banyak). Jadi, artinya adalah orang yang banyak dipuji. Sebab semua makhluk di dunia ini memuji Rasulullah Saw dengan membaca shalawat untuknya. Allah berfirman, ”Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.” (QS. Al-Ahzab :56).
Yang heboh lagi, dari nama Muhammad, di situ ada makna yang terkandung. Yaitu, jika kita mau mengangan-angan kerangka huruf Muhammad apabila ditulis dengan hurup Arab ternyata menunjukan kerangka manusia. Sebab, mim (م) yang bundar dari kata Muhammad (محمد) itu menunjukan kepala manusia, karena kepala manusia itu bundar. Huruf  ha (ح) kalau kita dobelkan menjadi dua akan menunjukan dua tangan manusia. Huruf  mim (م) yang kedua menunjukan tentang perut manusia. Huruf dal (د) menunjukan kedua kaki manusia.
Selain itu, ada juga makna-makna yang tersembunyi lagi. Yaitu, huruf mim menunjukan kata Minnah yang berarti anugerah. Sebab, Allah memberi anugerah kepada Rasulullah Saw dengan anugerah yang sangat luar biasa melebihi apa yang telah diberikan kepada yang lainnya. Huruf ha menunjukan kata Hubbun (cinta). Sebab, Allah mencintai Nabi Muhammad Saw dan umatnya melebihi cintanya kepada nabi-nabi yang lain beserta umatnya. Huruf mim yang kedua menunjukan kata Maghfirah yang berarti ampunan. Sebab, Allah mengampuni segala dosa yang dilakukan oleh Nabi Muhammad Saw, baik yang sudah lampau atau yang akan datang. Nabi Muhammad Saw adalah nabi yang maksum (terjaga dari melakukan dosa). Adapun jika disandarkan untuk umatnya, maka  Allah akan mengampuni dosa-dosa umat Nabi Muhammad Saw jikalau mereka mau bertaubat. Tidak seperti umat-umat terdahulu yang apabila melakukan dosa langsung mendapat siksa dan teguran dari Allah. Huruf dal menunjukan kata Dawaamuddin. Artinya, abadinya agama Islam. Sebab, agama Islam akan tetap ada sampai akhir zaman. Apabila agama Islam sudah lenyap karena ditinggal oleh manusia, maka tunggulah kehancuran dunia ini.
Kesimpulan dari semua ini adalah, kalau orang itu sudah mengaku agamanya Islam, maka kerjakanlah salat. Sebab, salat merupakan tiang agama dan merupakan ajaran nabi-nabi terdahulu yang disempurnakan oleh Nabi Muhammad Saw. Jika seseorang sudah menjalankan salat dan ajaran Islam yang lainnya, maka dia termasuk orang yang bertaqwa yang akan dimasukkan Allah ke dalam surga-Nya. Karena umat Nabi Muhammad Saw yang masuk ke surga itu akan dirupakan manusia. Mengapa demikian? Ini kembalinya kepada keagungan nama Nabi Muhammad saw yang menunjukkan kerangka manusia. Apabila  manusia masih berbentuk manusia, maka dia tidak akan masuk neraka. Adapun mengenai orang kafir, ada ulama yang berpendapat bahwa mereka di neraka itu berwujud babi.

*Penulis Adalah Esais dan ketua Website PP. Al Anwar Sarang Rembang Jateng asal Pati. 

Pentingnya Memperingati Maulid Nabi Saw
“Sesungguhnya telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa oleh penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan dan penyayang terhadap orang-orang mu’min.”

(Qs. At-Taubah : 128)
 
Ismail Amin*

 Pentingnya Memperingati Maulid Nabi Saw
Mencermati kondisi ummat Islam yang secara eksternal mendapatkan serangan dan permusuhan dari musuh-musuhnya dan secara internal teramat rapuh dengan jauhnya mereka dari cahaya risalah kenabian, Shalahuddin Al-Ayyubi (1138-1193 M) pahlawan legendaris Muslim dalam Perang Salib mencetuskan ide Peringatan Hari Kelahiran Nabi Saw dan menjadikannya sebagai wasilah yang dapat mengobarkan kembali kecintaan kepada agama, meneriakkan kebenaran Ilahi yang tampak senyap, menyulut api spritualitas yang sempat meredup sekaligus merajut kembali secara rapi tali ukhuwah yang  kusut dan bercerai berai dengan mengingat kembali keteladanan yang dicontohkan Rasululullah Saw dalam berbagai aspek kehidupan. Dan hasilnya, ternyata memuaskan, semangat jihad berkobar,  api spritualitas menyala terang, ukhuwah terjalin dan ummat Islam yang diambang kehancuran berbalik arah ditaburi kemenangan dan sejarah keagungan yang tak terlupakan.
Lewat peringatan maulid yang berhasil menggelorakan kembali semangat pantang hina umat Islam, pasukan Shalahudin Al Ayyubi  berhasil memukul mundur tentara gabungan salib dari Eropa yang dikomandani  Raja Inggris Richard Lion Heart dan merebut kembali Palestina dan Masjidil Aqsha dari genggaman para penjajah.
Karenanya, jika kita di bulan ini memperingati Maulid Nabi Saw, hendaknya termotivasi sebagaimana Shalahuddin Al Ayyubi melakukannya, yaitu untuk  membangkitkan kecintaan kepada Nabi Muhammad Saw, serta meningkatkan semangat juang kaum muslimin saat ini. Terlebih lagi, bumi Palestina dan Masjid al Aqsha kembali dalam penguasaan kaum kuffar. Momentum peringatan kelahiran Nabi mestinya menjadi media pemersatu ummat bukan malah menjadi ajang salih berselisih.
Hukum Peringatan Maulid
Meskipun di negeri ini secara resmi hari Maulid Nabi ditetapkan sebagai hari besar keagamaan, kita tidak bisa memungkiri keberadaan kelompok Islam yang enggan untuk turut memperingatinya. Keengganan itu patut kita apresiasi sebagai bentuk kecintaan juga. Sebab keengganan mereka dikhawatirkan bahwa perbuatan tersebut terkategorikan bid'ah yang dilarang Islam. Atau minimal menyerupai perayaan kelompok Nashrani yang memperingati kelahiran Yesus Kristus. Sebab Nabi Saw telah mewanti-wanti, “Siapa yang menyerupai suatu kaum maka dia termasuk dalam golongan kaum itu” (Sunan abu Dawud Juz 4/78). Tentu pendapat tersebut patut dihargai, bukan dijadikan dalih untuk saling bermusuhan dan berpecah belah.
Namun tetap patut diketahui, setidaknya oleh dua ulama besar Islam, Syaikh Ibnu Hajar al Atsqalani dan Imam Jalaluddin as-Suyuti meskipun tetap menyebut peringatan Maulid Nabi sebagai amalan bid'ah namun tidak mengkategorikannya sebagai bid'ah yang terlarang melainkan bid'ah hasanah (inovasi yang baik). Keduanya mengatakan bahwa status hukum maulid Nabi adalah bid’ah mahmudah (bid’ah terpuji). Karenanya bisa dikatakan, bahwa tidak semua yang tidak dilakukan Nabi itu tertolak dan dipastikan sebagai bid'ah sesat. Untuk menguatkan pendapatnya, Ibnu Hajar menukil hadits Nabi Saw, “Siapa saja yang membuat suatu tradisi yang baik (tidak bertentangan dengan syariat) maka dia mendapatkan pahala dan pahala orang yang mengerjakannya” (Shahih Bukhari).
Beragama : Penghayatan dan Kesemarakan
Tidak ada seorang muslimpun yang mengingkari wajibnya memberikan kecintaan kepada Nabi bahkan diharuskan melebihi dari kecintaan terhadap diri sendiri. Para sahabat mengapresiasikan kecintaannya kepada Nabi dengan mencintai apa saja yang datang dari beliau, hatta ludah sekalipun. Karena kecintaan kepada Nabi Saw, para sahabat berebutan mengambil lembaran rambut, tetesan air wudhu, keringat, atau apa saja yang ditinggalkan Rasul. Salah satu ungkapan cinta ialah mengenang dan memuliakan atsar, yakni apa saja –waktu, peristiwa, tempat- yang berkaitan dengan yang kita cintai. Lihatlah, dinegara manapun selalu ada monumen-monumen besar untuk mengenang peristiwa besar, tempat-tempat bersejarah dan momen-momen penting dari pemimpin negara yang mereka cintai, setiap Negara bahkan termasuk Kerajaan Arab Saudi sekalipun setiap tahunnya memperingati ulang tahun negaranya. Karena itulah, sangat sulit orang untuk melarang kaum muslimin untuk memperingati maulid nabi, peristiwa Hijrah, Isra’ Miraj, Nuzulul Qur’an dan momen-momen penting lainnya yang berkaitan dengan sang kekasih Muhammad Saw meskipun peringatan tersebut dikatakan bid’ah. Selama kaum muslimin mencintai Nabi, selama itu pula peringatan dan ziarah ke makam, gua Hira dan sebagainya akan terus berlangsung.
Imam As-Suyuti mengapresiasi peringatan maulid sebagai ungkapan syukur atas diutusnya Nabi Muhammad Saw ke muka bumi. Penuturan ini dapat dilihat dalam Kitab Al-Ni’mah Al-Kubra Ala Al-Alam fi Maulid Sayyid Wuld Adam. Memperingati maulid Nabi adalah ungkapan kecintaan sekaligus kesyukuran atas kehadiran beliau di muka bumi menghidayai ummat manusia dan menyelematkannya dari lembah kesesatan. Karenanya, peringatan ceremonial semacam maulid sangatlah dibutuhkan umat akhir-akhir ini, sebagai momentum untuk membincangkan keagungan dan kemuliaan nabi Muhammad Saw, untuk menyiarkan banyak dari sunnah-sunnah nabi yang terabaikan, untuk lebih memperkenalkan kemulian akhlak Rasulullah kepada mereka yang memendam dendam dan kebencian karena ketidak tahuan. Saya rasa kita punya kaidah penetapan hukum untuk itu, bahwa setiap yang menjadi perantara pelaksanaan amalan yang wajib maka wajib pula pelaksanaannya. Membeli baju hukumnya mubah, namun menjadi wajib jika kita tidak memiliki baju untuk menutup aurat dalam pelaksanaan shalat. Mengenang apapun yang berkenaan dengan Rasulullah menjadi wajib hukumnya karena menjadi syarat untuk menimbulkan kecintaan kepada Rasulullah Saw yang merupakan kewajiban bagi kaum muslimin. Hari kelahiran Nabi sesungguhnya termasuk hari-hari Allah tentangnya Allah berfirman, "Keluarkanlah kaummu dari kegelapan kepada cahaya terang benderang dan ingatkanlah mereka kepada hari-hari Allah." (Qs. Ibrahim: 5).
Mari kita jadikan Rabiul Awal (yang masyhur dikenal sebagai bulan lahir dan wafatnya Rasulullah Muhammad Saw) sebagai momentum untuk memperingatinya, sebagai ungkapan kecintaan kita kepada Rasulullah Saw, untuk menghidupkan ghirah keislaman kita, membina semangat profetis agar bulan-bulan selanjutnya sampai ke bulan Rabiul Awal selanjutnya yang kita lakukan adalah kerja-kerja kenabian. Secara sosiologis, dengan asumsi kehidupan manusia di abad ini, dengan kecenderungan bergaya hidup konsumeristik, hedonistik, dan materialistik, punya andil cukup besar terhadap terkikisnya tingkat kesadaran seseorang termasuk kecenderungannya dalam beragama, maka peringatan maulid Nabi menjadi tuntutan religius yang penting. Kita berupaya menumbuhkan kecintaan kepada Rasulullah agar membuat takjub kaum muslimin dan pada saat yang sama membuat murka musuh-musuh Islam. Kesemarakan yang terjadi dalam setiap peringatan Maulid bukanlah untuk dilarang, tetapi untuk diluruskan penyimpangan yang terjadi di dalamnya, untuk diarahkan kepada penghayatan makna peringatan perjalanan nabi sesungguhnya. Kesemarakan adalah bagian dari syiar agama, sementara syiar sendiri bagian dari pendalaman agama. Dengan syiar para ulama atau tokoh agama bisa berperan dalam membina masyarakat.
 “Dan tetaplah mengadakan peringatan, karena sesungguhnya peringatan itu bermanfaat bagi orang-orang yang beriman.” (Qs. Adz Dzariyat : 55)
Wallahu 'alam Bishshawwab
*Mahasiwa Universitas Internasional al Mostafa Qom Islamic Republic of Iran
Kelahiran Nabi Anugerah Terbesar
“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.”(QS Al-Ahzab 21).

 
*Mahsun Muhammad MA

 Kelahiran Nabi Anugerah Terbesar
Bulan Rabiul awal yang biasa disebut bulan maulid adalah bulan yang tidak pernah terlupakan oleh orang muslim, karena pada bulan ini seorang putra terbaik dari Bani Hasyim Bangsa Arab, sesosok pemuda teladan yang kemudian menjadi pemimpin terbesar dunia telah dilahirkan, tepatnya pada hari Senin tanggal 12 Rabiul awal, bertepatan dengan 20 April 571 M.
Muhammad, nama ini selalu dikenal seantero penjuru dunia. Dia telah berhasil merubah  wajah dunia menjadi bermakna, dari gelap menjadi terang, dari kebodohan menjadi berperadaban. Dialah seorang yang telah mengantarkan manusia kepada nilai kemanusiaannya yang tinggi, dialah yang telah mengembalikan manusia kepada keberadaan yang sebenarnya yaitu mulia dan sempurna sebagaimana pertama kali dimaksudkan.
Beberapa peristiwa luar biasa mengiringi kelahiran beliau, diantaranya adalah padamnya api pemujaan di Persi yang seribu tahun sebelumnya tak pernah padam sama sekali, hancurnya pasukan bergajah yang dipimpin Abrahah yang hendak menghancurkan ka’bah. Mereka hancur ditimpa batu - batu panas  yang dibawa burung-burung ababil yang sengaja dikirim Allah untuk membatalkan niat busuk mereka, serta banyak lagi kejadian luar bisa lainnya. 
Kenyataan ini tentu saja membuat kita merasa berterima kasih dengan kedatangannya. Sebagaimana laiknya kita sebagai umatnya, memperingati hari dan bulan ini sebaik-baiknya dengan melihat dan membaca kembali sejarah perjalanan pribadi dan kepribadian beliau. Allah selalu membimbing, mengarahkan dan mengingatkan orang - orang yang menginginkan kehidupan Ahirat. Dalam konteks ini Allah menguraikan dalam Al Qur’an Surat Al-Ahzab ayat 21:
لقد كان لكم في رسول الله أسوة حسنة لمن كان يرجو الله واليوم الآخر وذكر الله كثيرا
“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.”(QS Al-Ahzab 21).
Dalam firman ini Allah menegaskan bahwa orang-orang yang menginginkan kehidupan Ahirat, maka hendaklah mereka meniru kepribadian Rasulullah saw. Menjadikan Rasulullah sebagai panutan dan suri tauladan, bukan kepada yang lain. Sebuah pengakuan jujur dari seorang penulis non Muslim telah dituangkan dalam buku seratus tokoh dunia tentang pribadi Nabi Muhammad Saw. Penulis buku ini telah menempatkan Nabi Muhammad Saw pada tingkat pertama disusul oleh tokoh-tokoh dunia lainnya.
Ini semua karena beliau Nabi Muhammad telah berhasil menghapuskan segala bentuk penindasan kepada masyarakat yang lemah, beliau menghapuskan sistim perbudakan yang jelas-jelas merendahkan martabat manusia, beliau tutup jurang pemisah antara yang kaya dan miskin, beliau persatukan manusia yang semula bermusuhan dan menjadikan mereka bersaudara, beliau berhasil meletakkan landasan kemanusiaan, yaitu bahwa tidak ada perbedaan antara satu suku dengan lainnya, bangsa satu dengan bangsa lainnya, komunitas satu dengan komunitas lainnya apapun warna kulit dan keturunannya, tidak ada yang membedakan mereka kecuali takwanya kepada Allah, inilah nampaknya yang dimaksudkan
Allah SWT dalam firman-Nya :
وما أرسلناك إلا رحمة للعالمين
“Dan tiadalah Kami mengutus kamu (Muhammad), melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.” QS Al-Anbiya 107.
Dengan ayat ini, jelaslah bahwa Nabi Muhammad Saw diutus ke dunia ini bukan hanya untuk satu golongan atau komunitas tertentu, melainkan untuk kesejahteraan manusia sedunia. Oleh karena itulah, beliau memiliki sifat-sifat kepemimpinan yang luar biasa,  mempunyai sifat keberanian dalam membawa kebenaran.
Kelemahan umat Islam sekarang ini, diantaranya adalah, mereka telah melupakan pribadi dan sifat-sifat beliau. Mereka tidak lagi meneladani kepribadian beliau. Para pemimpin tidak lagi meniru gaya kepemimpinan Rasul yaitu pimpinan yang berani menegakkan kebenaran. Pedagang tidak lagi meniru praktek dagang yang pernah dilakukan Rasul. Orang tua tidak lagi mempraktekkan gaya Rasul. Guru tidak lagi mempraktekkan cara beliau mendidik generasi mudanya. Masyarakat telah melupakan panutan ini, sehingga ahirnya mereka menjadi masyarakat yang terombang ambing kehidupan dunia yang melenakan.
Semangat bulan maulid ini, yang selalu diperingati dengan pembacaan barzanji, pembacaan sholawat, pembacaan Marhaban serta lainnya  merupakan sebuah titik tolak ukur kita untuk bersama-sama  membaca kembali sejarah kepribadian Nabi dan menjadikannya sebagai satu-satunya panutan yang akan menghiasi lembar demi lembar kehidupan kita bersama. Jadi tidak salah bahwa kelahiran nabi yang telah dinanti-nantikan pada masa jahiliyah merupakan anugerah terbesar dari Allah SWT, sehingga sampai saat ini kita merayakannya dengan cara kita masing-masing. Kelak kita akan mendapatkan syafaat Nabi diakhir kelak. Amiiin.
*Dewan Pengasuh Pondok Pesantren Dar Al Tauhid Arjawinangun Cirebon & Dosen Tasawuf di Institut Studi Islam Fahmina (ISIF) Cirebon
(Abna Indonesia)

 

Kisah Menarik Penamaan Ali bin Abu Thalib as

Setelah Imam Ali as lahir ke dunia, Abu Thalib as mengambil bayi itu dari ibunya, Fathimah binti Asad. Abu Thalib as menggendongnya dan keluar dari kota Mekah bersama bayinya di malam hari. Ketika sudah berada di luar kota, Abu Thalib as mulai bermunajat, "Ya Allah! Engkau adalah pencipta malam yang gelap, bulan yang terang dan pemberi cahaya. Katakanlah kepadaku siapa nama anak ini yang lahir di rumah-Mu (Ka'bah)!?"

Pada waktu itu ada sesuatu yang berbentuk seperti awan terlihat berada di atas tanah. Abu Thalib as kemudian mengambilnya dan meletakkannya di dada bayinya. Setelah itu ia kembali ke rumah.

Pagi keesokan harinya, benda yang berwujud seperti awan yang diletakkan di dada bayi itu berubah menjadi seperti kertas berwarna hijau. Di atasnya tertulis, "Kalian berdua (Abu Thalib dan Fathimah) telah mendapat anak yang suci, tampan dan baik. Namanya bersumber dari maqam Allah Swt. Oleh karenanya, beri nama dia Ali yang diambil dari sifat Allah Swt."

Setelah membaca itu, Abu Thalib as terlihat begitu gembira dan langsung menjatuhkan dirinya bersujud dan berterima kasih kepada Allah Swt. Setelah itu, benda hijau yang seperti kertas itu kemudian diambil dari dada Imam Ali as dan kemudian digantungkan di bagian Barat Ka'bah. (IRIB Indonesia / Saleh Lapadi)

Sumber: Sad Pand va Hekayat; Imam Ali as

 

Bayi yang Dilahirkan Di Dalam Kabah

Hari Jumat, 13 Rajab tahun 30 (tahun gajah), 23 tahun sebelum Hijrah, Abbas putra Abdul Muthallib dan sejumlah orang penduduk Mekah sedang duduk-duduk di tepi Ka'bah. Mereka menyaksikan Fathimah putri Asad datang menuju Ka'bah. Ketika sampai di dekat  Ka'bah, perempuan ini berdiri dan mengangkat tangannya ke atas dan memohon kepada Allah seraya berkata, "Ya Allah! Aku beriman kepada para nabi dan kitab-kitab mereka. Aku meyakini bahwa ucapan Ibrahim kakekku adalah benar. Yaitu, Ibrahim yang mendirikan bangunan ini atas perintah-Mu. Aku bersumpah kepada-Mu demi dia (Ibrahim) dan anak yang ada dalam perutku, berikan kemudahan bagiku untuk melahirkannya..."

Seketika itu orang-orang yang hadir di tempat itu menyaksikan dinding Ka'bah terbelah dan perempuan mulia ini masuk ke dalamnya. Setelah itu dinding Ka'bah kembali tertutup rapat.

Putra Abdul Muthallib dan yang lainnya langsung bangun berdiri untuk membuka pintu Ka'bah. Namun pintu Ka'bah tidak bisa dibuka.

Abbas berkata, "Teman-teman! Jangan ragu, anggap saja ada hikmah Allah di balik semua ini."

Empat hari kemudian, perempuan mulia ini keluar dari Ka'bah dalam kondisi menggendong seorang bayi mungil. Kemudian dengan bangga ia berkata, "Aku mendapat perintah dari alam gaib untuk memberikan nama ‘Ali pada bayi ini." (IRIB Indonesia / Emi Nur Hayati)

Sumber: Sad Pand va Hekayat; Imam Ali as


Hasut Membinasakan Pribadi Malakuti Manusia

Bila kita katakan bahwa penghasut itu bukan manusia, maka kita tidak salah. Bahkan penghasut lebih rendah dan hina dari hewan dan binatang, karena binatang akan melarikan diri atau membela diri dari bahaya yang ada. Namun penghasut malah menarik segala bahaya pada dirinya dan dengan ikhtiar menjerumuskan dirinya ke dalam kobaran api. Hasut merupakan musuh yang paling buruk. Karena setiap permusuhan bisa dicarikan solusinya dengan kecintaan dan kasih sayang. Bisa ditenangkan dengan meminta maaf dan keramahan sehingga permusuhan berubah menjadi persahabatan. Akan tetapi, semakin menunjukkan persahabatan dan kasih sayang kepada penghasut, maka permusuhan, penentangan dan perlawanannya akan semakin meningkat dan membahayakan.

Bila akar permusuhan hilang di antara dua orang, maka permusuhan akan berubah menjadi persahabatan dan kedengkiannya akan tercabut. Namun kedengkian penghasut tidak akan pernah hilang. Seseorang kepada orang yang menghasutinya berkata, "Apa yang harus aku lakukan sehingga kau tidak menghasutiku?" Penghasut  menjawab, "Aku ingin kau tidak berada di muka bumi!"

Terkadang permusuhan orang yang hasut dilakukan terhadap orang yang tidak pernah berbuat buruk kepadanya dan bahkan selalu membantunya dengan baik. Di sinilah ketika orang yang bersih hatinya ini semakin berbuat baik padanya, maka permusuhan penghasut akan semakin meningkat. Sebelum bahaya hasut merugikan orang yang dihasuti, pertama kali yang kena bahayanya adalah si penghasut. Seperti Iblis. Karena rasa hasutnya terhadap Nabi Adam as, dialah yang pertama kali harus menerima kehinaan dan kerugian untuk selamanya. Sebaliknya, Nabi Adam as mendapat kemenangan dan terpilih sebagai utusan Allah.

Terkait masalah ini Imam Shadiq as berkata, "Jadilah orang yang dihasuti dan jangan menjadi penghasut. Karena timbangan amal penghasut senantiasa ringan dan tidak bernilai. Sementara timbangan amal orang yang dihasuti akan menjadi berat dan bernilai karena perbuatan-perbuatan baiknya. Hasut membunuh iman, sementara ruhnya ibadah adalah iman. Oleh karena itu,  penghasut tidak punya iman sehingga bisa memberatkan timbangan amal dan ibadahnya."

Hassan bin Tsabit mengatakan, "Waktu itu saya masih kanak-kanak dan berusia 7 tahun. Di Madinah saya mendengar ada seorang Yahudi naik ke atas atap rumah dan berbicara lantang, "Bintang Muhammad, nabi akhir zaman telah terbit. Pada hari itu Rasulullah Saw telah lahir di Mekah. Penyakit jiwa hasut tidak mengizinkan orang-orang Yahudi menerima kebenaran dan mengikuti apa yang mereka ketahui dengan hati yang bersih. Bahkan mereka semakin memusuhi Rasulullah Saw dan memaksakan diri untuk mencegah kemajuan Islam. Orang-orang Yahudi merupakan musuh Rasulullah Saw dan Islam yang paling getol. Karena permusuhan mereka timbul dari hasut dan permusuhan yang timbul dari hasut tidak ada kadar dan ukurannya." (IRIB Indonesia / Emi Nur Hayati)

Sumber: Mehr News

Pengakuan Hillary Clinton dan Insiden Benghazi

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Hillary Clinton saat menjawab pertanyaan senator Amerika mengaku bertanggung jawab atas terbunuhnya empat diplomat negara ini di konsulatnya di Benghazi, Libya.

Rapat dengar pendapat yang sempat tertunda satu bulan untuk mendengar pendapat Hillary Clinton soal insiden Benghazi akhirnya digelar. Demikian dilaorkan Mehr News mengutip New York Times.

Rapat ini digelar di saat biro penyidik ferderal Amerika telah memulai penyidikannya pasca serangan 11 September 2012 ke konsulat negara ini di Benghazi yang menewaskan Dubes Christopher Stevens serta tiga warga Amerika lainnya.

Di sidang yang digelar di gedung Kongres Amerika tersebut, Clinton menyatakan pasca insiden tersebut dirinya telah menginstruksikan pengamanan lebih ketat untuk menjaga keamanan diplomat di luar negeri.

Seraya mengisyaratkan terbunuhnya empat diplomat Amerika di insiden September tahun lalu di Benghazi, Clinton kepada anggota komisi hubungan luar negeri Senat mengatakan, "Seperti yang telah saya katakan berulang kali, tanggung jawab insiden ini berada di pundak saya."

Clinton di wawancara pertamanya pada 11 Oktober secara resmi mengaku bertanggung jawab atas insiden di Benghazi.

Selanjutnya Clinton menekankan keputusannya untuk mundur dari posisi menlu dan mengingatkan bahwa saat dirinya bersama Presiden Barack Obama menerima jenazah korban di insiden Benghazi di pangkalan Angkatan Udara Andrews merupakan saat-saat yang sulit.

Setelah kesaksiannya Rabu pagi waktu setempat, Clinton juga dijadwalkan hadir di depan Komite Urusan Luar Negeri DPR untuk agenda yang sama.

Senator Bob Corker dari Partai Republik mengkritisi adanya "kegagalan sistematis" dalam proses pembuatan keputusan soal masalah pengamanan di Kemenlu. Meskipun mengakui adanya kesalahan, Clinton berdalih dirinya tidak memeriksa kawat diplomatik yang meminta peningkatan keamanan di Libya.

"Saya tidak melihat ada permintaan semacam itu, karena tidak dikirim ke saya," kata Clinton.

"Saya tidak memberi persetujuan atau menolaknya. Permintaan ini biasanya tidak disampaikan langsung ke menteri luar negeri."

Menurut Clinton, langkah-langkah peningkatan pengamanan pada umumnya terhambat oleh "penurunan yang konsisten" dalam anggaran yang disahkan Kongres untuk pembangunan dan pengamanan kedutaan.

Clinton akan mundur dari jabatannya dalam dua pekan ini dan dengar pendapat di Senat serta DPR akan menyelesaikan satu masalah penting sebelum penggantinya ditunjuk.

Kamis (24/1), Senat akan mempertimbangkan pilihan Presiden Barack Obama untuk menlu baru yaitu Senator John Kerry dari Massachusetts.

Kerry sebetulnya adalah pimpinan sidang dalam dengar pendapat itu, namun dia menyerahkannya pada Senator Bob Menendez dari New Jersey. Sebelum ini, Clinton lebih banyak diam soal serangan di Benghazi dan mengatakan akan menunggu laporan dari dewan penilaian independen yang ditunjuknya.

Dewan ini kemudian menemukan bahwa kementerian luar negeri kurang memiliki kepemimpinan yang proaktif dan kemampuan manajemen, meskipun tidak ditemukan satu pun pejabat yang melanggar tugas mereka.

Laporan dewan tersebut juga menyalahkan Kemenlu karena gagal memberi pengamanan yang memadai di Benghazi sehingga tak bisa melawan serangan yang terjadi.

Sementara itu, Clinton mengklaim bahwa sebelum terjadinya insiden Benghazi dirinya tidak mengetahui soal keharusan ditingkatkannya pengamanan di tempat tugas Christopher Stevens, namun hal ini disebabkan tidak ada permintaan kepada dirinya untuk melakukan hal tersebut. Ia menilai insiden ini muncul akibat instabilitas di kawasan setelah meletusnya kebangkitan dan revolusi rakyat Arab. (IRIB Indonesia/MF/RM)


Munculnya Pemerintahan Gila Perang di Israel Pasca Pemilu

Koran trans-regional al-Quds al-Arabi menurunkan analisa baru tentang pemilu di Israel, bahwa hasil pemilu kali ini di rezim Zionis merupakan perpisahan selamanya dengan kesepakatan Oslo dan solusi dua negara.

Al-Quds al-Arabi mencatat, tidak diragukan lagi bahwa pemilu parlemen Israel yang berakhir Selasa 22 Januari itu, merupakan pemilu paling melelahkan akan tetapi hasilnya kemungkinan akan sangat berbahaya bagi Israel dan seluruh wilayah Arab.

Maksud dari "melelahkan" dan tidak adanya tantangan dalam pemilu parlemen Israel itu adalah karena sejak awal hasilnya sudah dapat diraba dan tidak akan ada kejutan bombastis dalam tarik ulur politik di Israel. Netanyahu dan aliansi Likud Beteinu yang  dipimpin oleh Netanyahu akan menang dan merebut kursi terbanyak di parlemen. Lagi-lagi Netanyahu akan membentuk kabinet baru Zionis.

Persaingan dalam pemilu ini terjadi antara kelompok sayap kanan garis keras dan kelompok sayap kanan yang lebih ekstrim, yaitu antara Israel Beteinu dan Jewish Home party pimpinan Naftali Bennett yang mewakili permukiman Zionis dan warganya di kawasan Palestina pendudukan.

Perolehan suara dan penggalangan dukungan pemilih untuk meraih kemenangan bukan melalui kebijakan-kebijakan politik untuk mendukung perundingan melainkan melalui penekanan atas langkah dan gerakan cepat perluasan permukiman Zionis, perampasan wilayah-wilayah Palestina, serangan ke Masjidul Aqsha untuk memprovokasi warga Palestina dan menakut-nakuti mereka, komitmen terhadap "tembok ratapan" serta penentangan terhadap segala bentuk upaya memberikan konsesi.

PM patahana Israel, Benyamin Netanyahu yang akan kembali menjabat untuk periode berikutnya, pada pagi hari pemilu digelar, bermanuver untuk memastikan kemenangannya dengan mengunjungi tembok ratapan guna membuktikan komitmennya terhadap masalah pendudukan Baitul Maqdis dan perluasan permukiman Zionis di sekitarnya untuk mempercepat proses judaisasi kiblat pertama umat Islam itu.

Pemilu ini dan hasil-hasilnya sangat provokatif bagi dunia Arab yang akan menjadi faktor utama perubahan besar dalam friksi historis Arab-Israel. Menlu Inggris, William Hague, di depan para anggota parlemen negaranya, menyatakan bahwa kemungkinan solusi dua negara di Palestina akan musnah menyusul perluasan proyek pembangunan permukiman Zionis. Hague dengan tegas memperingatkan Israel bahwa aksinya itu akan merusak dukungan "masyarakat internasional" terhadap Tel Aviv.

Makin cepatnya proses perluasan pembangunan permukiman Zionis dan musnahnya solusi dua pemerintahan itu diakibatkan karena negara-negara seperti Inggris dan Amerika Serikat merasa cukup dengan memperingatkan Israel. Negara-negara yang mengklaim sebagai pemimpin dunia itu akan menyusun barisan tank dan pesawat tempurnya terhadap negara lain yang dinilai melanggar ketentuan internasional dan mengancam perdamaian serta stabilitas dunia. Akan tetapi alur cerita akan berubah total jika Israel yang tertuduh, karena mereka hanya akan "mengimbau dan memperingatkan" saja.

Tiga pekan lalu, Netanyahu melakukan lobi meluas dengan berbagai fraksi ekstrim untuk membentuk pemerintahan baru dan kemungkinan besar, kita semua akan menyaksikan percepatan proses pembangunan permukiman Zionis dan perampasan wilayah-wilayah Palestina.

Dengan demikian, pemerintahan mendatang Israel berformat perang; perang dengan Palestina pada tahap awalnya dan perang regional untuk tahap berikutnya, dengan alasan untuk mengakhiri ancaman nuklir di Iran dan Hamas di Jalur Gaza dan Hizbullah di Lebanon.  (IRIB Indonesia/MZ)

Menyingkap Hakikat Wahabisme; Pembantaian Massal di Thaif

Sejarah Wahhabi ibarat papan gambar yang memperlihatkan kekerasan dan ekstrimisme. Sejak awal perjanjian yang dibuat antara Muhammad bin Abdul Wahhab dan Muhammad bin Saud telah disepakati untuk memperluas ajaran Wahhabi lewat jalan kekerasan dan serbuan ke daerah-daerah dan kota-kota lain. Sejak saat itu, mereka mulai melakukan pembunuhan massal terhadap umat Islam di berbagai daerah. Sepeninggal keduanya, jejak yang sama diikuti oleh anak-anak dan keturunan mereka.

Abdul Aziz, putra Muhammad bin Saud adalah orang yang banyak berjasa membantu menyebaran ajaran Wahhabi lewat serbuannya ke berbagai kota dan ketakutan yang diciptakannya di banyak tempat. Bersama anaknya, Saud, Abdul Aziz menyerang kota-kota yang dianggap suci oleh umat Islam, menghancurkan makam-makam suci dan melakukan pembantaian. Setelah menghancurkan kota Karbala dan makam suci Imam Husein as, pasukan Wahhabi berusaha menyerang kota yang paling suci yaitu Mekah.

Banyak ulama yang meyakini, jika tidak ada kekejian dan kesadisan yang dilakukan Abdul Aziz dan putranya, Saud, baik kekuasaan keluarga Saud maupaun ajaran Wahhabi tidak akan pernah tersebar dan bertahan. Dengan berbekal fatwa yang mengkafirkan orang-orang non Wahhabi, baik Syiah maupun Sunni, dan menghalakan harta dan kehormatan mereka, pasukan Wahhabi pimpinan Abdul Aziz dan Saud menyerang berbagai kota. Sebelum ditemukannya minyak, Wahhabi mendanai pasukannya lewat harta jarahan yang didapatkan dalam serbuan-serbuan itu. Salah satu serbuan Wahhabi yang membuat mereka terkenal adalah serbuan ke Thaif , Mekah dan Madinah.

Setelah menyerang Karbala, pasukan Wahhabi pada tahun 1217 H (1802 M) menyerang kota Thaif di Hijaz. Serangan yang terjadi di zaman Abdul Aziz dan di bawah komando Saud bin Abdul Aziz itu adalah salah satu perang Wahhabi yang paling keji. Jamil Sidqi Zahawqi, penyair dan cendekiawan terkenal Irak mengenai serangan Wahhabi ke Thaif mengatakan, "Salah satu tindakan terkeji Wahhabi adalah pembantaian massal warga Thaif. Mereka tak mengenal belas kasihan terhadap siapa saja. Mereka bahkan tega memotong kepala bayi yang masih dalam dekapan ibunya. Sekelompok orang yang masih belajar al-Quran mereka bunuh. Ketika sudah tidak ada orang yang selamat di rumah-rumah warga, pasukan ini menyerang pertokoan, dan masjid. Mereka membunuh siapa saja yang mereka temukan, bahkan orang-orang yang sedang dalam keadaan ruku dan sujud. Kitab-kitab yang bernilai agung seperti kitab suci al-Quran dan buku-buku hadis seperti Sahih Bukhari dan Muslim (yang merupakan buku hadis paling diakui kesahihannya oleh Ahlussunnah) serta kitab-kitab hadis dan fikih lainnya dibuang ke tengah pasar dan diinjak-injak."

Setelah melakukan kejahatan di Thaif, kelompok Wahhabi menulis surat kepada ulama Mekah dan mengajak mereka untuk mengikuti ajaran Wahhabi.Fadhl Rasul Qadiri dalam kitab Saiful Jabbar menulis, "Ulama Mekah berkumpul di sekitar Kabah untuk membicarakan jawaban atas surat yang dikirim kelompok Wahhabi. Mendadak seorang warga Thaif yang menjadi korban kejahatan pasukan Wahhabi datang ke tengah perkumpulan itu dan menceritakan apa yang terjadi. Di kota Mekah tersebar berita akan rencana serangan pasukan Wahhabi ke kota itu dalam waktu dekat. Berita tersebu membuat warga dicekam rasa takut… Di lain pihak, para ulama dan mufti dari keempat mazhab Ahlussunnah dari Mekah dan kota-kota lainnya yang berkumpul di Mekah untuk melaksanakan ibadah haji sepakat menghukumi Wahhabi sebagai kelompok sesat yang keluar dari Islam. Para ulama itu juga memfatwakan wajib berjihad melawan Wahhabi. Para ulama mendesak penguasa Mekah yang segera mempersiapkan pasukan yang berperang melawan pasukan Wahhabi."

Meski para ulama sepakat melawan pasukan Wahhabi akan tetapi warga Mekah menolak keputusan itu. Di lain pihak, pasukan Saud bin Abdul Aziz telah mengirimkan surat ancaman ke Mekah dan menyeru para peziarah kota itu untuk meninggalkan Mekah dalam tiga hari. Dalam kondisi seperti itu, penguasa Mekah bersama sejumlah ulama mendatangi Saud dan meminta jaminan keselamatan bagi warga Mekah. Saud mengabulkan permintaan itu dan menulis surat yang berisi jaminan keselamatan bagi warga Mekah. Muharram tahun 1218 H (1803 M) Saud memasuki Mekah tanpa perang. Setelah berziarah ke Baitullah, dia mengumpulkan warga Mekah dan mengajak mereka kepada ajaran Wahhabi dan membaiatnya. Selanjutnya dia mengajak warga Mekah untuk bersama-sama pasukannya menghancurkan peninggalan sejarah yang di kota itu.

Setelah menguasai Mekah, pasukan Wahhabi menghancurkan jejak sejarah para pembesar dan tokoh Islam. Kubah yang menghiasi rumah kelahiran Nabi Saw, kubah tempat kelahiran Imam Ali, Siti Khadijah dan Abu Bakar mereka hancurkan. Semua jejak sejarah yang ada di sekitar Kabah dan sumur zamzam juga dihancurkan. Dalam aksi penghancuran itu, pasukan Wahhabi menabuh genderang dan menari-nari gembira. Dr Rifai dalam bukunya, "Nasihati li Ikhwanina al-Wahhabiyyah"atau nasehatku kepada saudara-saudara Wahhabiku, menulis demikian, "Kalian telah merelakan penghancuran  rumah Ummul Mukminin Khadijah al-Kubra, wanita pertama yang dicintai Rasulullah Saw tanpa menunjukkan reaksi apapun. Padahal, rumah itu adalah tempat turunnya wahyu al-Quran… Mengapa kalian tidak takut kepad Allah dan tidak merasa malu kepada Rasulullah?"

Rifai menambahkan, "Kalian menghancurkan tempat kelahiran Rasulullah dan mengubahnya menjadi tempat perdagangan binatang. Berkat upaya orang-orang saleh tempat itu berhasil direbut dari tangan kalian dan diubah fungsi menjadi perpustakaan."

Salah satu tindakan menyakitkan yang dilakukan Wahhabi dan akan selalu dikenang dalam ingatan adalah pembakaran perpustakaan besar ‘al-Maktabah al-Arabiyyah' yang menyimpan 60 ribu buku yang sangat berharga dan lebih dari 40 ribu buku naskah tulisan tangan termasuk peninggalan zaman jahiliyyah, peninggalan yahudi dan kaum kafir Qureisy. Di perpustakaan ini disimpan pula naskah tulisan tangan Imam Ali as, Abu Bakar, Umarbin Khatthab, Khalid bin Walid, Thariq bin Ziyad dan sejumlah sahabat Nabi lainnya. Benda-benda berharga lainnya di dalam perpustakaan itu adalah pedang Rasulullah serta berhala-berhala yang disembah di zaman awal munculnya Islam seperti Latta, Uzza, Manat, dan Hubal. Para sejarahwan memnulis, pasukan Wahhabi membakar dan membumihanguskan perpustakaan besar ini dengan alasan menyimpan simbol-simbol kekafiran.(IRIB Indonesia)


100 Keutamaan Imam Ali as: Air Mata Musuh

Air Mata Musuh

Setelah Imam Ali as syahid, ada seorang bernama Dhirar, sahabat beliau berhadap-hadapan dengan Muawiyah.

Muawiyah berkata kepadanya, "Saya ingin engkau menceritakan tentang Ali selama engkau bersamanya!"

Dhirar menjawab, "Suatu malam saya melihat Imam Ali as berada di mihrab tempat ibadahnya. Saya menyaksikan di mihrab itu beliau seperti orang yang dipagut ular dan badannya melingkar karena takut kepada Allah. Beliau menangis seperti orang yang tenggelam dalam kesedihan. Imam Ali berkata, ‘Ah, ah dari api neraka."

Mendengar apa yang diceritakan Dhirar, Muawiyah ikut menangis. (Qatreh-i az Darya (Dastanha-ye Barguzide-ye al-Ghadir), jilid 1, hal 17-18)

Seperti Nabi Saw

Rasulullah Saw bersabda, "Barangsiapa yang ingin melihat Adam dengan ilmunya, Nuh dengan ketakwaannya, Ibrahim dengan pandangannya yang jauh ke depan, Musa dengan kewibawaannya dan Isa dengan ibadahnya, maka hendaknya ia melihat Ali bin Abi Thalib as. (Sireye Alawi, hal 67)

Ibadah Tanpa Wilayah

Suatu hari Rasulullah Saw memperhatikan Imam Ali as dan berkata, "Wahai Ali! Allah Swt menurunkan ayat "Ya Ayyuhar Rasul Balligh Ma Unzila Ilaika Min Rabbika" kepadaku dan maksudnya berkenaan dengan wilayahmu. Apa yang telah diperintahkan kepadaku berkaitan dengan wilayahmu. Bila saya tidak menyampaikannya, maka ajaran yang kubawa ini batil. Barangsiapa yang bertemu dengan Allah tanpa wilayahmu, maka amalannya adalah batil. Wahai Ali! Saya tidak berbicara melainkan firman Allah." (Payam Ghadir, hal 40)

Bila ...

Nabi Muhammad Saw bersabda, "Bila semua manusia berkumpul dan mencintai Ali as, Allah Swt tidak akan menciptakan api neraka. (Yanabi al-Mawaddah, jilid 1, hal 547)

Hari Ghadir

Imam Ridha as berkata, "Di manapun engkau berada, tapi ketika tiba Hari Ghadir, maka hendaklah engkau berada di dekat Imam Ali as. Karena sesungguhnya di hari ini Allah Swt mengampuni 60 tahun dosa laki-laki dan perempuan mukmin dan muslim serta membebaskan orang-orang yang berdosa dari api neraka dua kali lipat dari yang dibebaskan di bulan Ramadhan." (Payam Ghadir, hal 45)

Di Masa Kecil

Ketika Imam Ali as berusia 10 tahun, beliau telah beriman kepada Rasulullah Saw. Nabi Saw membawanya ke gurun pasir yang berada di sekitar kota Mekah, tempat dimana tidak ada orang yang melihat mereka berdua dan di sanalah mereka melaksanakan shalat. (Sirat Rasulullah Saw, hal 16)

Seribu Rakaat

Imam Shadiq as berkata, "Imam Ali as di akhir-akhir usianya melaksanakan shalat seribu rakaat sehari semalam." (Sire-ye Alawi, hal 79)

Ucapan Muawiyah

Suatu hari Muawiyah berkata kepada Amr bin Ash, "Demi Allah! Saya mengetahui bahwa bila saya membunuh Ali, pasti saya akan digiring ke api neraka dan bila ia membunuh saya, tetap saja saya juga akan masuk api neraka." (Amali Shaduq, hal 73-74)

Ghadir dan Penduduk Langit

Imam Ridha as berkata, "Hari Ghadir lebih dikenal oleh penduduk langit, ketimbang di antara penduduk bumi." (Payam Ghadir, hadis 45)

Ali Menurut Ali

Imam Ali as berkata, "Saya adalah hamba Allah dan saudara Rasulullah Saw. Saya pemimpin para washi dan khalifatullah. Saya ayah anak-anak yatim dan miskin. Pembagi surga dan neraka. Saya adalah Hablullah yang kokoh dan pembawa bendera hidayah. Saya adalah budak dari budak-budak Muhammad Saw. Saya penghancur berhala dan pejuang melawan orang-orang Kafir. Saya tidak pernah mundur dari medan tempur. Tidak ada orang yang bangkit ingin bertempur denganku, kecuali aku membuat bumi kenyang dengan darahnya." (Mizan al-Hikmah, jilid 1, hal 202-225) (IRIB Indonesia / Saleh Lapadi)

Sumber: Hossein Deilami, Ghadir Khourshide Velayat, 1388, Qom, Moasseseh Entesharat Haram.

110 Keutamaan Imam Ali as: Hari Senyum!

Hari Senyum!

Imam Ridha as berkata, "Hari ini (Ghadir) adalah hari dimana setiap wajah orang mukmin terlihat senyuman. Siapa saja yang tersenyum pada hari ini kepada saudara mukminnya, maka pada Hari Kiamat Allah Swt akan melihatnya dengan pandangan rahmat, mengabulkan 1000 hajatnya dan membangun istana dari pertama putih di surga." (Asrar Ghadir, 217)

Orang Bertakwa

Nabi Muhammad Saw bersabda, "Ali as dan Syiah-nya termasuk orang-orang bertakwa di Hari Kiamat." (al-Ghadir, 3/79)

Hari Hadiah

Imam Ridha as di Hari Raya Ghadir mengirimkan pakaian baru, cincin dan sepatu kepada orang-orang khusus dari sahabatnya. Dengan begitu beliau mengubah penampilan lahiriah mereka dari orang-orang sekelilingnya. Pada Hari Ghadir, mereka mengganti pakaian sehari-harinya dengan pakaian yang lebih tepat untuk dipakai di hari besar. (Asrar Ghadir, 219)

Nama Allah

Rasulullah Saw bersabda, "Di malam Mikraj, ketika aku bergerak ke langit, Allah Swt memberikan wahyu kepadaku dan berfirman, ‘Untukmu Aku pilihkan sebuah nama dari nama-Ku. Aku Mahmud dan engkau Muhammad. Untuk Ali juga Aku pilihkan sebuah nama dari nama-Ku. Aku A'la dan dia Ali." (Imam Ali as dan Ahadis Qodsi, 95)

Seperti Nabi

Rasulullah Saw bersabda, "Tidak ada nabi yang diutus ke tengah-tengah umatnya tanpa orang yang sama dengannya dan Ali adalah yang sama dengan saya. (al-Ghadir, 3/23)

Ali dan Malaikat

Para malaikat langit mencintai Ali as dan mereka bangga dapat melayaninya. Melihat kecintaan mereka, Allah Swt menciptakan malaikat di langit keempat yang mirip dengan Ali as. Setiap harinya 70 ribu malaikat menziarahinya dan mereka mengucapkan tasbih dan takbir. Mereka kemudian menghadiahkan pahalanya kepada para pencinta Ali bin Abi Thalib as. (al-Fushul al-Aliyah, 79)

Kunci Surga

Rasulullah Saw bersabda, "Ketika Nabi Adam as menegakkan wajahnya ke Arsy Allah, beliau melihat sebarisan cahaya di atas Arsya yang tertulis "Ali Miftah al-Jannah", Ali adalah kunci surga. (Hayatul Qulub, 1/26-27)

Hari Suksesi

Imam Shadiq as berkata, "Para nabi ilahi mengangkat penggantinya pada Hari Ghadir (18 Dzulhijjah. Nabi Muhammad Saw juga mengangkat Imam Ali as di hari ini sebagai penggantinya." (Tafsir Abul Futuh ar-Razi, 4/284)

Rencana Allamah Amini

Buku al-Ghadir, mengambil 4 tahun dari usia Allamah Amini. Ketika beliau sibuk menulis buku ini, sedemikian serius beliau berpikir dan meriset selama berjam-jam, beliau tidak merasakan lapran dan haus. Anak Allamah Amini mengatakan:

"Saya masih ingat, sekitar pukul 9 dan 10 anak-anak sudah sangat lapar. Allamah Amini sejak awal telah meminta istrinya untuk menyediakan makan siang dan malam anak-anak tepat pada waktunya dan tidak perlu menunggu dirinya. Oleh karenanya, ibu kami menyiapkan makan malam dan setelah itu kami pun tidur, sementara beliau masih tetap sibuk di perpustakaan untuk melakukan risetnya. Ibu meletakkan makanan di atas lampu agar beliau bisa langsung memakannya setelah selesai melakukan risetnya. Tapi ketika kami bangun di pagi hari, kami melihat makanan masih tetap berada di tempatnya di atas lampu dan sudah rusak."

Allamah Amini memiliki ide untuk dunia menjadi dunia Alawi. Dunia menjadi universitas Amirul Mukminin dan perpustakaannya memiliki cabang di setiap negara. Untuk merealisasikan rencananya ini, beliau berpikir keras. Allamah Amini tidak pergi dan mengundurkan diri. (Qatreh-i az Darya, 1/17/18)

Sungguh Aneh

Ada yang bertanya kepada Sayidah Fathimah az-Zahra as, "Apakah Nabi sempat berbicara tentang Imamah Amirul Mukminin as sebelum beliau meninggal?"

Sayidah Fathimah as menjawab, "Wa ‘Ajaba! Ansaitum Yauma Ghadir Khum?" Sungguh aneh! Apakah kalian melupakan Hari Ghadir Khum? (Payam Ghadir, 42) (IRIB Indonesia / Saleh Lapadi)

Sumber: Hossein Deilami, Ghadir Khourshide Velayat, 1388, Qom, Moasseseh Entesharat Haram.

110 Keutamaan Imam Ali as: Perintah Ilahi

Perintah Ilahi

Ibnu Abbas dan Jabir bin Abdillah al-anshari mengatakan:

"Allah Saw memerintahkan Rasulullah Saw memperkenalkan Ali as sebagai imam dan pemimpin Muslimin, sekaligus mengangkatnya serta mengumumkan wilayahnya kepada mereka. Tapi Rasulullah Saw khawatir masyarakat Muslim waktu itu akan mengatakan, ‘Nabi Saw mendukung anak pamannya, Ali.' Mereka akan menjadikan hal ini sebagai alasan untuk memrotes Rasulullah Saw dan bangkit melawannya.

Dalam kondisi yang demikian, Allah Swt menurunkan wahyu dengan firmannya, ‘Hai Rasul, sampaikanlah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu. Dan jika tidak kamu kerjakan (apa yang diperintahkan itu, berarti) kamu tidak menyampaikan amanat-Nya. Allah memelihara kamu dari (gangguan) manusia.' (QS. 5: 67) (Tafsir al-‘Ayyasyi, 1/331)

Eid Ahli Bait as

Imam Ridha as berkata, "Hari ini (Ghadir) merupakan hari Ied Ahli Bait Muhammad Saw. Barangsiapa yang menjadikan hari ini sebagai hari rayanya, maka Allah Swt akan memperbanyak hartanya." (Asrar Ghadir, hal 209)

Harapan Surga

Rasulullah Saw bersabda, "Surga sangat merindukan 4 orang; Ali bin Abi Thalib, Ammar bin Yasir, Salman al-Farisi dan Miqdad." (al-Ghadir, 10/120)

Kebanggaan Allah

Rasulullah Saw bersabda, "Allah Swt setiap harinya membanggakan keberadaan Ali bin Abi Thalib as kepada para malaikat, sehingga suatu hari malaikat berkata, ‘Alangkah beruntungnya engkau Ali!" (Atsar as-Shadiqin, 1/251)

Pertanyaan Ali

Suatu hari Imam Ali as berkata kepada Abu Bakar, "Berdasarkan hadis dari Rasulullah Saw di hari Ghadir, apakah saya adalah pemimpinmu dan setiap orang muslim ataukah dirimu yang menjadi pemimpin?" Abu Bakar menjawab, "Engkau." (Payam Ghadir, hal 41)

Ali Parameter Iman

Dari Imam Ali as diriwayatkan, "Rasulullah Saw bersabda, ‘Wahai Ali! Seandainya engkau tidak ada, maka tidak ada yang dapat mengetahui mereka yang beriman sepeninggalku." (Atsar as-Shadiqin, 1/255)

Setan dan Ghadir

Imam Shadiq as menukil dari ayahnya, Imam Muhammad al-Baqir as bahwa dalam empat kasus setan pernah berteriak dengan teriakan yang sangat menyakitkan; hari ketika ia dilaknat oleh Allah Swt, hari ketika ia diturunkan ke bumi, hari ketika masyarakat membaiat Nabi Saw dan hari Ghadir Khum." (Payam Ghadir, hal 33)

Saudara Rasulullah Saw

Rasulullah Saw bersabda, "Dua ribu tahun sejak langit dan bumi diciptakan, di pintu surga tertulis ‘Muhammad Rasulullah Saw dan Ali bin Abi Thalib saudara Rasulullah Saw'." (Atsar as-Shadiqin, 1/248)

Manifestasi Kesempurnaan

Profesor Abdul Fattah Abdul Maqsud, cendekiawan Mesir tentang Imam Ali as berkata, "Ali adalah manifestasi kesempurnaan yang tampak dalam bentuk manusia." (Hassastarin Faraz Tarikh Ya Dastan-e Ghadir, hal 291) (IRIB Indonesia / Saleh Lapadi)

Sumber: Hossein Deilami, Ghadir Khourshide Velayat, 1388, Qom, Moasseseh Entesharat Haram.

110 Keutamaan Imam Ali as: Ghadir dan Nouruz

Ghadir dan Nouruz

Imam Shadiq as berkata, "Hari Raya Nouruz adalah hari dimana Nabi Muhammad Saw di Ghadir Khum mengambil janji dari umat Islam terkait Imam Ali as. Oleh karenanya, kalian harus mengakui wilayah Ali as. Betapa beruntungnya orang yang tegar dan tetap pada keyakinan ini. Sebaliknya, celakalah mereka yang membatalkan janji ini ... Dan Nouruz adalah hari dimana Imam Mahdi af akan muncul dari kegaibannya. Kami Ahlul Bait pasti mengingat dan menanti kemunculan Imam Mahdi af di setiap hari Nouruz. (Wasail al-Syiah, 5/288-289)

Wasiat Nabi Muhammad Saw

Nabi Muhammad Saw mewasiatkan kepada Imam ali as agar menjadikan peristiwa Ghadir sebagai hari raya. Kemudian beliau bersabda, "Para nabi juga merayakan hari Ghadir sebagai hari raya. Mereka mewasiatkan kepada para penggantinya untuk menjadikan hari ini sebagai hari raya." (Asrar Ghadir, hal 208)

Imam Ali as dan Kebenaran

Rasulullah Saw bersabda, "Ali bersama kebenaran dan kebenaran senantiasa bersama Ali. Keduanya tidak akan berpisah, sampai mendatangiku di telaga Kautsar di Hari Kiamat." (al-Ghadir, 7/177)

Hari Hiasan

Imam Ridha as berkata, "Hari ini adalah hari hiasan. Siapa saja yang menghiasi dirinya di Hari Raya Ghadir, maka Allah Swt akan mengampuni dosanya, mengutus malaikat kepadanya agar menuliskan kebaikan untuknya hingga tahun akan datang dan meninggikan derajatnya. (Asrar Ghadir, hal 218-219)

Imam Ali as Syarat Tauhid

Imam Ali as berkata, "Untuk tauhid dan mengucapkan Laa Ilaaha Illallah ada syaratnya. Saya dan keturunan maksum saya adalah syaratnya." (Yanabi' al-Mawaddah, 1/294, bab 42, hadis 15)

Guru Quraisy

Ketika Mahfan bin Abi Mahfan menemui Muawiyah, ia berkata kepada Muawiyah, "Aku datang dari orang yang kalau berbicara sangat pelan." Maksudnya adalah Ali as.

Muawiyah berkata kepadanya, "Celakalah engkau! Bagaimana mungkin Ali as menjadi orang yang paling pelan bicaranya. Demi Allah! Hanya Ali yang tidak pernah belajar kefasihan dari Quraisy." (Nahjul Balaghah Az Kist?, hal 17)

Munajat Imam Ali as

Dalam sebuah munajatnya Imam Ali as berkata, "Ilahi! Cukup bagiku kemuliaan ketika menjadi hamba-Mu. Cukup bagiku kebanggaan ketika Engkau menjadi Tuhanku. Engkau seperti yang kucintai, maka jadikanlah aku seperti yang Engkau cintai." (Bihar al-Anwar, 94/11)

Hizb Imam Ali as

Rasulullah Saw bersabda, "Wahai Ali! Engkau adalah saudaraku dan aku adalah saudaramu. Para malaikat berusaha mendekati Allah dengan menjadikan cinta kepadamu sebagai wasilahnya. Pecintamu di langit lebih banyak ketimbang di bumi. Wahai Ali! Pendukungmu adalah pendukungku dan hizbmu adalah hizb Allah. "... maka sesungguhnya pengikut (agama) Allah itulah yang pasti menang." (QS. 5: 65) (Yanabi' al-Mawaddah, 1/288-289, bab 41, hadis 5) (IRIB Indonesia / Saleh Lapadi)

Sumber: Hossein Deilami, Ghadir Khourshide Velayat, 1388, Qom, Moasseseh Entesharat Haram.

Kisah Mentari Persia Mencari Kebenaran

Setelah munculnya mentari Islam di Jazirah Arab, bangsa Iran menerima agama samawi itu dengan lapang dada dan di bawah ajaran Ilahi, mereka telah mempersembahkan pengabdian besar kepada peradaban Islam. Salman al-Farisi termasuk di antara orang-orang yang menerima kebenaran Islam dan ia merupakan salah satu pribadi istimewa dalam sejarah Islam dan Iran. Nama lengkapnya adalah Mabah bin Budzkhasyan bin Mousilan bin Bahbudzan bin Fairuz bin Sahrk al-Isfahani. Namun, ia lebih dikenal dengan nama Salman al-Farisi. Nama panggilannya adalah Abu Abdillah dan digelari dengan Salman al-Khair.

Salman berasal dari desa Ji di Isfahan, suatu daerah di bawah kekuasaan Kisra Persia, yang mayoritas beragama Majusi, kaum penyembah api. Ia seorang bangsawan dan dibesarkan di lingkungan akademisi dan budaya atau dengan kata lain di jantung Universitas Jundishapur. Sejak kecil, Salman sangat tertarik untuk menemukan kebenaran dan ia mengisi hari-harinya dengan mempelajari berbagai agama. Sebelum Islam datang, Salman memeluk agama Majusi, namun ia tidak menemukan jawaban atas pergulatan batinnya di agama itu dan kemudian ia memutuskan untuk memeluk agama Nasrani. Namun, agama itu juga tidak mampu mengobati dahaganya akan kebenaran. Oleh sebab itu, Salman memutuskan untuk berkelana mencari kebenaran dan melangkahkan kakinya menuju Syam.

Suatu ketika, atas saran seorang pendeta yang ditemuinya di Mosul, Salman pergi menemui Rasul Saw yang saat itu sudah hijrah ke Madinah. Sang pendeta mengabarkan bahwa seorang Nabi akan diutus pada zaman itu. Ia berpesan agar Salman mengikuti Nabi tersebut dan Nabi itu akan hijrah ke sebuah daerah yang banyak ditumbuhi pohon kurma dan daerahnya diapit dua bidang tanah yang berbatu hitam. Setelah sekian lama berkelana, Salman akhirnya tinggal di Amuria dengan seorang pemimpin yang saleh selama beberapa waktu lamanya. Sebagai bekal hidupnya, ia memelihara beberapa ekor sapi dan kambing.

Ketika ada rombongan dari Jazirah Arab sampai di Amuria, Salman meminta untuk bisa mengikuti mereka dan memberikan imbalan ternak-ternaknya, dan mereka bersedia. Tetapi sampai di tempat bernama Wadil Qura, Salman dianiaya dan dijual sebagai budak kepada orang Yahudi. Beberapa waktu kemudian datang seorang Yahudi dari Bani Quraizhah, membelinya sebagai budak dan membawanya ke Yatsrib (nama Madinah pada masa Jahiliyah), untuk dipekerjakan di kebun kurmanya. Begitu tiba di Yatsrib, yakinlah ia bahwa ini adalah negeri yang dimaksud oleh pemimpin yang saleh di Amuria. Karena itu, ia bekerja dengan gembira walau sebagai budak, sambil menunggu kabar tentang munculnya Nabi sebagaimana diramalkan oleh pemimpin Amuria tersebut.

Setelah sekian lama tinggal di Madinah sebagai budak dan menghimpun kabar tentang keberadaan seorang utusan Tuhan, Salman lalu pergi menemui Rasulullah Saw sambil membawa makanan sembari berkata, ''Makanan ini adalah sedekah.'' Nabi Saw tidak memakan makanan tersebut dan mempersilahkan para sahabatnya untuk menyantapnya. Melihat hal itu, Salman berkata dalam hati, "Demi Tuhan, inilah salah satu dari tanda-tanda ia seorang nabi, ia tidak mau memakan sedekah." Keesokan harinya, ia datang lagi menghadap Nabi Saw dengan membawa makanan sambil berkata, ''Makanan ini adalah hadiah.'' Kali ini Nabi Saw memakan sebagiannya dan sebagiannya beliau berikan kepada para sahabatnya.

Suatu hari, Salman melihat cap kenabian di pundak Nabi Saw seperti yang diceritakan oleh orang saleh di Amuria. Kali ini, Salman tidak bisa menahan diri lagi, pencarian panjangnya berakhir sudah. Ia menangis dan meratap sambil menciumi Nabi Saw. Setelah suasana emosional yang meliputinya mereda, ia duduk menghadap Rasulullah Saw dan menceritakan pengalaman dan perjalanan untuk mencapai hidayah Allah Swt ini. Ia segera mengucap syahadat untuk menyatakan keislamannya. Setelah memeluk Islam, Rasul Saw meminta bantuan para sahabatnya untuk memerdekakan Salman. Rasulullah Saw kemudian mempersaudarakannya dengan Abu Darda.

Salman senantiasa bersama Rasul Saw dalam berbagai pertempuran. Ia juga ikut serta dalam perang Khandaq (parit). Di negeri Persia, Salman telah mempunyai pengalaman luas tentang teknik dan sarana perang, begitu pun tentang siasat dan liku-likunya. Dia kemudian mengusulkan untuk menggali parit dalam perang ini dan orang-orang Arab takjub dengan usulan Salman untuk menggali parit tersebut. Begitu tentara Quraisy menyaksikan parit terbentang di hadapan, mereka merasa terpukul melihat hal yang tidak disangka-sangka itu. Hingga tidak kurang sebulan lamanya kekuatan musuh bagai terpaku di kemah-kemah karena tidak berdaya menerobos kota.

Tentang Salman, Nabi Saw pernah mengatakan, ''Surga merindukan tiga orang, yakni Ali bin Abi Thalib, Ammar bin Yasir, dan Salman al-Farisi.'' Sementara Ali bin Abi Thalib pernah berkata, ''Siapa orang yang kalian miliki yang seperti Lukman al-Hakim? Ia diberi pengetahuan tentang syariat terdahulu dan syariat yang turun belakangan; ia membaca dan mempelajari kitab suci yang terdahulu dan kitab suci yang turun paling akhir. Ilmunya bak lautan yang tidak pernah kering.'' Karena keislaman Salman yang mengagumkan dan kedudukannya yang mulia di sisi Nabi Saw, ia dianggap sebagai bagian dari Ahlul Bait as. Sebuah riwayat menyebutkan bahwa Nabi Saw bersabda, "Salman adalah bagian dari kami, Ahlul Bait." Sejak hari itu, ia biasa dipanggil dengan Salman al-Muhammadi.

Salman memiliki kedudukan istimewa di sisi Rasulullah Saw dan Ahlul Baitnya. Nabi Saw sering memuji akan kecerdasan Salman sebagaimana ketika beliau memuji agamanya dan akhlaknya yang luhur. Keluasan dan kedalaman ilmu Salman serta semua keutamaan lain telah membuatnya mulia di mata Ahlul Bait. Rasul Saw bersabda, "Salman adalah lautan ilmu yang tidak diketahui kedalaman nya."

Salman selalu tampil sebagai pembela Rasul Saw di semua keadaan. Setelah Nabi Saw wafat, Salman termasuk di antara beberapa sahabat yang secara serius dan arif mengikuti perkembangan di masa itu dan tidak pernah sedetik pun berpaling dari garis kepemimpinan umat yang telah ditetapkan oleh Rasul Saw. Pada setiap kesempatan, Salman senantiasa menyampaikan kebenaran dan mengajak masyarakat Muslim untuk mengikuti kepemimpinan Imam Ali as dan Ahlul Bait as. Ia selalu mengingatkan masyarakat dengan sabda Nabi Saw mengenai kepemimpinan Ahlul Bait as.

Dia memiliki kedudukan yang tinggi di sisi Imam Ali as dan ketika ditanya tentang Salman, Imam Ali as berkata, "Salman adalah lautan yang tidak pernah kering sebagaimana kami Ahlul Bait." Dia menggelari Salman dengan sebutan "Luqman al-Hakim." Imam Ali as berkata, "Sesungguhnya Salman al-Farisi seperti Luqman al-Hakim, ia mengetahui ilmu dari awal sampai akhir. Lautan ilmu yang tidak mengering." Pada kesempatan lain, Imam Ali as ditanya mengenai Salman, yang ketika itu telah wafat, maka jawabnya, "Ia adalah seorang yang datang dari kami dan kembali kepada kami, Ahlul Bait."

Pada masa khalifah kedua, Salman diangkat menjadi gubernur Madain dan menjalankan pemerintahan hingga akhir hayatnya selama 19 tahun. Sejak memimpin Madain, kondisi ekonomi Salman sama sekali tidak berubah dan ia tetap menjalani kehidupan sederhana sebagaimana saat bersama Nabi Saw. Salman memiliki kedudukan yang tinggi di sisi umat Islam dan keutamaannya yang berlimpah telah dinukil dalam berbagai riwayat dan kisah. Syeikh al-Akbar Muhyiddin Ibn Arabi mengatakan, "Kedudukan Salman di sisi Ahlul Bait as, menjelaskan kesaksian Rasulullah Saw tentang kedudukan mulia, kesucian, dan kebersihan jiwanya, sebab maksud dari ucapan Salman adalah bagian dari Ahlul Bait as, bukan sebuah kiasan belaka, tapi ikatan yang didasari pada sifat-sifat luhur kemanusiaan."

Salman al-Farisi akhirnya wafat dalam keadaan bersih dan tidak meninggalkan harta yang berarti, kecuali pesan-pesannya yang terus dikenang. Ia wafat pada tanggal 8 Shafar tahun 35 Hijriah di Madain, Irak. (IRIB Indonesia)

Tugas Para Penanti Sang Juru Selamat

Meski Imam Hasan Askari as, cucu Rasulullah Saw, gugur syahid di tahun 260 hijriah, yang membuat umat Muslim tenggelam dalam kesedihan, akan tetapi berita gembira kepemimpinan Imam Mahdi as, putra beliau dan sekaligus hujjah terakhir Allah Swt di muka bumi, menerangi dan memberikan harapan besar pada hati umat. Oleh karena itu, pada hari ini; hari dimulainya kepemimpinan Imam Mahdi as sang juru selamat dan penegak keadilan sejati di dunia, diperingati sebagai hari raya.

Rasulullah Saw bersabda: "Bintang-bintang adalah tempat tinggal untuk mereka yang berada di langit, jika bintang-bintang itu musnah maka mereka yang di sana juga akan musnah. Jika Ahlul Bait tiada, maka manusia di muka bumi juga akan Sirna."

Imam Mahdi as merupakan hujjah terakhir di antara para imam maksum as dari keturunan Rasulullah Saw yang akan memenuhi bumi dengan keadilan—setelah dipenuhi dengan kezaliman dan ketidakadilan. Dia adalah hujjah tersembunyi Allah Swt untuk umat manusia . Dimulainya kepemimpinan matahari kemuliaan dan keadilan ini sejatinya adalah berkah bagi umat manusia.

Selama berabad-abad Imam Mahdi as berada di balik tabir ghaibah dan harapan kemunculan beliau menjadi penenang hati umat manusia yang selalu galau. Ghaibah bukan sebuah fenomena tunggal dan pertama terjadi terhadap Imam Mahdi as, karena banyak riwayat yang menyebutkan bahwa sejumlah nabi juga pernah mengalami ghaibah. Ini terjadi demi maslahat dan hikmah yang diketahui Allah Swt.

Imam Ja'far as-Shadiq as berkata, "Sesungguhnya untuk Imam Mahdi (as) kami akan terjadi ghaibah yang sangat lama." Perawi menanyakan sebab ghaibah Imam Mahdi as itu dan beliau menjawab, "Allah ingin memberlakukan sunnah para nabi dalam ghaibah mereka terhadap Imam Mahdi as."

Menanti kemunculan Imam Mahdi as itu berarti berharap dan mempersiapkan diri untuk masa depan yang lebih baik. Anggap saja seperti seseorang yang menanti anaknya yang sedang sakit, dia sedang menanti kesembuhan anaknya. Yakni dia ingin mengakhiri kondisi yang sedang terjadi dan menyambut kondisi lebih baik. Oleh karena penantian itu tersusun atas dua unsur; berakhirnya kesulitan yang terjadi dan munculnya kondisi ideal dan sesuai. Dengan kata lain, penantian yakni menerawang jauh menuju masa depan dan berupaya untuk kondisi ideal tersebut.

Penantian itu sendiri terbagi menjadi dua, pertama penantian yang dangkal dan tidak komitmen dan kedua penantian yang sejati dan berkomitmen. Penantian yang dangkal itu adalah bentuk penantian secara lahiriyah, temporal dan pengungkapan penantian itu hanya sekedar pada doa serta peringatan-peringatan keagamaan saja. Akan tetapi penantian yang sejati dan berkomitmen adalah sebuah gerakan berkomitmen yang dibarengi dengan upaya konstan dan konstruktif baik secara individu maupun sosial. Imam Ja'far as-Shadiq as dalam hal ini berkata, "Para penanti kemunculan Imam Mahdi as bergerak menuju kemunculan dan mengamalkan tujuan-tujuan kemunculan tersebut dan penantian seperti ini sendiri dinilai sebagai kedatangan dan keterbukaan."

Imam Ali al-Ridho as berkata, "Betapa indah kesabaran dan harapan menanti kedatangan (Imam Mahdi as)." Penantian adalah termasuk di antara tugas para sahabat  Imam Mahdi as, yang merupakan amalan batin yang memiliki banyak pengaruh dan berkah lahiriyah. Penantian kemunculan dan kedatangan Imam Mahdi as berarti penantian penegakan keadilan dan nilai-nilai kemanusiaan sejati di dunia. Penantian seperti ini merupakan di antara ibadah terbaik. Penantian sang juru selamat dunia, bukan sekedar slogan saja, karena seorang penanti memiliki tugas-tugas yang harus dilaksanakan dengan serius dan mempersiapkan perwujudan janji-janji Allah Swt. Imam Ja'far as-Shadiq as berkata, "Pemerintahan keluarga Muhammad pada akhirnya akan terbentuk, maka siapa saja yang menjadi sahabat Imam Mahdi as, harus selalu berhati-hati dan bertakwa, menghiasi dirinya dengan akhlak yang baik dan kemudian menanti kemunculannya Imam Mahdi as."

Mengenal Imam Mahdi as adalah tugas pertama seorang mukmin yang menanti kemunculan beliau. Pengenalan tersebut tentunya berdasarkan prinsip-prinsip ketauhidan dan kenabian. Tugas terpenting seorang penanti adalah berusaha mencapai makrifat wujud suci Imam Mahdi as, karena manusia yang tidak mengenal imam dan kedudukannya tidak akan dapat menentukan tugasnya. Rasulullah Saw bersabda, "Barang siapa mati tanpa mengenal imam zamannya, maka dia mati dalam kondisi jahiliyah."

Dapat dikatakan bahwa jika seseorang mengenal secara proporsional imam zamannya dan menyerahkan diri pada perintah imamnya, maka keutamaan yang didapatkannya dari imamnya adalah kestabilan di jalan dan makrifat Allah Swt, yang merupakan sumber dari semua keutamaan. Makrifat imam zaman merupakan sumber dan hulu seluruh kebaikan yang menjamin kebahagiaan sempurna.

Kemunculan sang juru selamat dunia itu menuntut unsur-unsur kemanusiaan yang siap dan bernilai, yang mampu memikul beban berat tugas islah di seluruh penjuru dunia. Kesiapan tersebut pada tahap awalnya memerlukan wawasan dan pengetahuan tingkat tinggi serta persiapan ruh dan jasmani dalam menjalankan tugas-tugas besar.

Termasuk di antara tugas penanti adalah membenahi, mendidik dan mempersiapkan diri untuk kemunculan Imam Mahdi as. Dalam al-Quran disebutkan, "Telah kami tulis dalam Zabur setelah Taurat, hamba-hamba saleh akan menjadi pewaris dunia." Oleh karena itu, para sahabat dan penanti sejati Imam Mahdi as, adalah para hamba saleh dan bertakwa yang memiliki iman kokoh. Berbagai riwayat dalam Islam juga menyebutkan mereka adalah orang-orang yang benar-benar mengenal Allah Swt, bertakwa, mencapai makrifat atas kepemimpinan para imam dan meyakini imamah hujjah terakhir Allah Swt di muka bumi. Para penanti seperti ini juga akan menghiasi diri mereka dengan akhlak mulia dan adab serta berpegang teguh pada agama dan meningkatkan keimanan dan keyakinannya, juga berserah diri di hadapan agama dan perintah Ahlul Bait as.

Salah satu dimensi lain dari penantian adalah persiapan untuk kebangkitan universal Imam Mahdi as. Manusia penanti selalu berharap pada masa depan dan terus bergerak maju serta tidak mungkin dapat stagnan pada satu titik. Oleh karena itu, penanti sejati bak seorang pejuang di medan perang yang selalu siap menanti perintah untuk melancarkan serangan. Pada saat yang sama, penanti hakiki berkewajiban untuk menjaga orang lain. Artinya, selain membersihkan diri sendiri, dia juga harus berusaha untuk mengislah orang lain, karena penantian ini bukan masalah individu melainkan sebuah program yang meliputi semua unsur revolusi dan dilakukan bersama-sama.

Pengaruh penting lain dari penantian Imam Mahdi as ini adalah tidak tercampur dalam kefasadan lingkungan dan tidak menyerah di hadapan pencemaran batin. Pemahaman penantian yang jelas dan benar menuntut manusia untuk berusaha secara berkesinambungan mempersiapkan diri dan masyarakat menyambut kemunculan Imam Mahdi as. Masa kemunculan sang juru selamat tidak diketahui oleh karena itu dituntut kesiapan setiap saat.

Rahbar atau Pemimpin Tertinggi Revolusi Islam Iran, Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei, menjelaskan penantian Imam Mahdi as dan kondisi para penantinya mengatakan, "Para penanti Imam Mahdi as, mengharapkan terangnya kehidupan umat manusia serta diakhirinya era kezaliman dan pelanggaran. Kejahatan zalim dan penindasan para penguasa imperialis dunia tidak akan mampu memadamkan harapan di hati mereka. Para penanti Imam Mahdi as tidak pernah ragu bahwa era kezaliman, perusakan dan pelanggaran akan berakhir dan kekuatan kebenaran akan meruntuhkan semua pilar kefasadan dan pelanggaran. Kami percaya bahwa dengan kemunculan Imam Mahdi as, pemikiran serta akal manusia akan lebih inovatif dari semua era sebelumnya serta perdamaian dan keamanan akan ditegakkan secara universal. Kita semua harus berusaha demi mewujudkan era tersebut sehingga semakin hari dunia akan semakin mendekati era ideal tersebut."(IRIB Indonesia)

Bulan Depan, Republik Islam Iran Luncurkan Kapal Tanker Besar Nasional

















Seorang pejabat industri galangan kapal Iran mengatakan negara itu akan meluncurkan kapal tanker minyak besar pertama produksi dalam negeri bulan depan.

Managing Director Kapal dan Lepas Pantai Industries Co Complex Iran (ISOICO) Hamid Rezaeian Kamis (24/1) mengatakan, Kapal tanker minyak itu berukuran panjang 186 meter dan lebar 32 meter serta tinggi 16 meter dengan kemampuan mengangkut 35.000 ton produk minyak senilai $29 juta.

"Kapal tanker tersebut diproduksi atas pesanan Perusahaan Tanker Nasional Iran (NITC) dan akan dikirimkan pada tahun kalender Iran mendatang (mulai 21 Maret 2013), " tutur Rezaeian.

Republik Islam Iran mencapai kemajuan signifikan dalam industri kelautan dan pembuatan kapal selama beberapa tahun terakhir, dan kini telah mengembangkan proyek-proyek domestik dan internasional.

Salah satu proyek terbaru galangan kapal Iran  adalah kapal tanker Aframax pertama yang dibuat atas pesanan perusahaan minyak nasional Venezuela, PDVSA, pada bulan Oktober, 2012.

Tanker Aframax adalah salah satu dari empat kapal tanker yang dipesan perusahaan Venezuela dan dibangun oleh Perusahaan Industri Kelautan Iran (Sadra).

Kapal tanker Aframax adalah kapal minyak lebih kecil dengan bobot mati 120.000 metrik ton dan luas sekitar 32.31 meter. (IRIB Indonesia/PH)

Amalan Sebelum Tidur

Tidur sangat berperan penting dalam kehidupan manusia. Keterjagaan manusia berhutang pada tidur yang baik dan cukup. Bila saja manusia mengetahui bahwa gangguan tidur, kualitas tidur yang tidak baik dan tidak bisa tidur sangat mempengaruhi kehidupannya, maka tentu saja manusia akan sangat memperhatikan masalah tidur.

Dalam ucapan para Maksumin as ada penekanan tentang masalah tidur, bahkan sebelum tidur. Mereka mengajak manusia untuk memperhatikan perbuatan kesehariannya dan melakukan evaluasi atas apa saja yang dilakukan selama sehari.

Imam Shadiq as punya pesan yang sangat indah mengenai apa yang harus dipikirkan manusia sebelum tidur. Beliau berkata, "Ketika kalian telah berada di tempat tidur dan bersiap untuk tidur, maka hendaknya engkau mengevaluasi makanan apa saja yang masuk ke dalam perutmu pada hari itu. Engkau harus mengingat apa saja yang engkau dapatkan hari itu. Karena engkau akan mati dan Ma'ad sedang menantimu."(1)

Begitu juga Rasulullah Saw mewasiatkan umat Islam untuk melakukan sejumlah perbuatan sebelum tidur. Sebagian dari perbuatan yang ditekankan beliau itu seperti membaca sebagian surat dan doa. Nabi Saw bersabda, "Setiap orang yang telah berada di tempat tidur, hendaknya ia membaca surat "Qul Huwa Allahu Ahad" dan Allah Swt akan mengampuni dosa-dosanya selama 50 tahun."(2)

Rasulullah Saw di lain waktu juga bersabda, "Seorang yang ingin tidur hendaknya membaca surat "Alhakum at-Takatsur" agar terlindungi dari azab kubur."(3)

Nabi Muhyammad Saw bersabda, "Setiap orang yang telah pergi ke tempat tidur, hendaknya ia membaca zikir ini:

اللّهُمّ إن أمسَکتَ نَفسی فی مَنامی فاغفِرْ لَها ، و إن أرسَلتَها فاحفَظْها بما تَحفَظُ بهِ عِبادَکَ الصّالِحینَ

Ya Allah! Bila Engkau mengambil jiwaku ketika tidur, maka ampunilah dia. Bila engkau mengembalikannya ke badanku, maka lindungilah dia seperti Engkau melindungi hamba-hamba-Mu yang saleh.(4) (IRIB Indonesia / Saleh Lapadi)

Sumber: ISNA

Catatan:
1. Bihar al-Anwar, 76/190/21, Muntakhab Mizan al-Hikmah, 574.
2. Amali as-Shaduq, 22/3, Muntakhab Mizan al-Hikmah, 576.
3. Bihar al-Anwar, 76/196/12, Muntakhab Mizan al-Hikmah, 576.
4. Ilal as-Syara'i, 589/34, Muntakhab Mizan al-Hikmah, 589.

12 Rabiul Awal, Kelahiran Rasulullah Saw Menurut Ahli Sunnah

Kelahiran Rasulullah Saw Menurut Ahli Sunnah

Tanggal 12 Rabiul Awal 53 tahun sebelum Hijrah, berdasarkan catatan sebagian sejarawan, di antaranya Mas'udi, Rasulullah Saw terlahir ke dunia. Namun, sebagian sejarawan lainnya menyatakan bahwa tanggal kelahiran Nabi Muhammad Saw adalah 17 Rabiul Awal. Atas dasar inilah, Republik Islam Iran menetapkan hari-hari antara tanggal 12 hingga 17 Rabiul Awal sebagai Pekan Persatuan Kaum Muslimin.

Setiap tahun, dalam peringatan Pekan Persatuan Kaum Muslimin ini Iran mengadakan konferensi yang mengundang para ulama muslim dari berbagai negara Islam  dan dari berbagai mazhab. Masalah utama yang dibahas dalam Konferensi Persatuan Muslimin ini adalah mencari jalan untuk mempersatukan kaum muslimin dalam melawan musuh-musuh dunia Islam.

Mesjid Pertama Dibangun

Tanggal 12 Rabiul Awal tahun pertama Hijrah, Rasulullah Saw membangun masjid pertama dalam Islam di sebuah desa bernama Quba, di dekat Madinah. Pembangunan mesjid itu dilakukan ketika Rasulullah dalam perjalanan beliau hijrah dari Mekah ke Madinah, berhenti di desa Quba untuk menunggu kedatangan Ali bin Abi Thalib as dan rombongannya.

Sebelumnya, pada malam ketika Rasulullah akan berhijrah, Ali as berbaring di tempat tidur Rasulullah untuk mengelabui kaum musyrik yang berniat membunuh Rasulullah. Setelah itu, Ali as tinggal selama tiga hari di Mekah dan kemudian bersama beberapa sanak keluarganya, menyusul Rasulullah.

Mesjid Quba yang bersejarah itu hingga kini masih berdiri meskipun mengalami banyak perubahan.

Ahmad bin Hanbal Meninggal

Tanggal 12 Rabiul Awal tahun 241 Hijriah, Ahmad bin Hanbal, seorang ulama muslim terkemuka, meninggal dunia di kota Bagdad. Dia dilahirkan pada tahun 164 Hijriah di Baghdad dan melewati masa pendidikannya di kota tersebut, juga di kota-kota lainnya. Ahmad bin Hanbal menuntut ilmu dari berbagai ulama, di antaranya Imam Syafii.

Ahmad bin Hanbal amat giat dalam mengumpulkan hadis sehingga ia melakukan perjalanan ke kota Kufah, Basrah, Mekah, Madinah, Suriah, Yaman, dan Aljazair, dalam rangka pengumpulan hadis. Hadis-hadis tersebut kemudian dikumpulkannya dalam sebuah buku bernama Musnad bn Hanbal. Ahmad bin Hanbal juga merupakan pendiri mazhad Hanbali. (IRIB Indonesia)

Pekan Persatuan, Momentum Kebangkitan Mustadafin Dunia

Persatuan dan persaudaraan, adalah dua kalimat penuh makna dalam kamus suci Islam dan merupakan warisan berharga Nabi pembawa rahmat. Di masa hijrah ke Madinah, Rasulullah Saw mengajak Muhajirin dan Anshar kepada persaudaraan, dan dengan cara inilah beliau meletakkan pondasi persatuan serta solidaritas keislaman. Selain itu, Rasulullah Saw juga telah mengganti nilai-nilai rapuh zaman jahiliyah dengan nilai-nilai luhur Islam seperti persatuan dan persaudaraan.

Dengan bersandar kepada ayat-ayat Al Quran, Nabi Muhammad Saw menyeru muslimin untuk meninggalkan perpecahan dan mengajak mereka membentuk umat yang satu di bawah ketaatan kepada Allah Swt. Menjawab seruan agung Nabi Kasih Sayang itu, umat Islam pun bersatu dan akhirnya mampu mengungguli musuh-musuhnya.

Al Quran menganggap solidaritas umat Islam adalah suatu hal yang sangat penting. Dengan mengajak umat Islam menyembah Tuhan yang satu, dan shalat ke arah kiblat yang sama, sebenarnya Quran telah menyeru mereka kepada persatuan dan mencegahnya dari konflik dan pertentangan. Di surat Al Anfaal ayat 46, Allah Swt berfirman, "Dan taatlah kepada Allah Swt dan Rasul-Nya dan janganlah kamu berbantah-bantahan yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu dan bersabarlah. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar."

Imam Ali as dalam khutbah ke 192 Nahjul Balaghah menyeru umat manusia untuk mengambil pelajaran dari nasib orang-orang sebelumnya dan memikirkan sebab-sebab kejatuhan mereka. Amirul Muminin as bersabda, "Faktor-faktor yang menyebabkan kemuliaan dan kejayaan umat terdahulu di antaranya adalah, menghindari perpecahan, memiliki tekad yang kuat, saling menasehati dan memperhatikan solidaritas. Mereka menjauhi semua faktor yang membahayakan pondasi umat dan melemahkan kekuatannya."  

Pasca kemenangan Revolusi Islam Iran tahun 1979, musuh-musuh Islam berusaha menciptakan perpecahan di tubuh umat Islam. Imam Khomeini memahami benar bahwa upaya mendekatkan pandangan mazhab-mazhab berbeda Islam dapat memberikan pengaruh besar pada kemuliaan muslimin dunia. Kala itu Imam berupaya menyeru umat Islam kepada persatuan, sehingga konspirasi musuh dapat diatasi. 

Imam Khomeini yang pemikiran dan kegelisahannya tertumpah untuk menciptakan persatuan umat Islam, menjadikan hari lahir Nabi Muhammad Saw pada 12 Rabiul Awal, menurut versi Ahlu Sunnah sampai 17 Rabiul Awal, dalam versi Syiah, sebagai Pekan Persatuan. Imam berkata, "Kaum tertindas dunia, baik yang dijajah oleh Amerika ataupun oleh negara-negara lain, jika tidak bangkit dan tidak saling bergandengan tangan, tidak akan pernah mampu menghapuskan dominasi setan. Kita semua harus bekerja keras mewujudkan persatuan di antara mustadafin dari setiap aliran maupun mazhab yang berbeda. Yang penting adalah kalian dengan mazhab kalian dan kami dengan mazhab kami, saling menjaga keikhlasan."    

Ayatullah Khamenei, Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran juga menyeru muslimin kepada persatuan dan empati. Ia menegaskan, "Saat ini tengah dilakukan upaya-upaya agar umat Islam tidak bersatu dan saling berperang. Upaya-upaya ini semakin meningkat pada saat umat Islam sangat membutuhkan persatuan. Kemungkinan besar, motif dilakukannya upaya-upaya ini adalah mencegah tegaknya kedaulatan Islam yang semakin dekat untuk segera terwujud. Wajar jika keinginan Islam untuk berdaulat, dan harapan seluruh umat Islam dunia untuk berpegang pada tali Islam tidak akan pernah bisa terwujud, karena di internalnya sendiri masih ada perpecahan dan pertentangan."    

Pekan Persatuan adalah peluang berharga bagi umat Islam untuk menjadikan Al Quran sebagai pembimbing utamanya, dan mengambil langkah penting untuk menciptakan persatuan di antara muslimin dengan bersandar kepada persamaan-persamaan dalam keyakinannya. (IRIB Indonesia/HS)
 

Maulid Nabi Saw Momentum Perbaiki Indonesia

Peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw tahun ini hendaknya dijadikan momentum untuk memperbaiki Indonesia.

Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Malik Maulana Ibrahim Malang, Imam Suprayogo mengatakan, sampai sekarang belum banyak kisah sukses kehidupan Muhammad Saw yang mampu direalisasikan dalam konteks kehidupan kebangsaan.

"Padahal, Rasulullah Saw itu adalah figur sukses individu yang mampu membangun bangsa dari serba keterpurukan menjadi bangsa yang mulia dan digdaya," kata Imam.

Tahun ini, peringatan hari kelahiran Nabi Muhammad Saw jatuh pada Kamis (24/1). Menurut Imam, setiap tahun umat Islam Indonesia memang selalu memperingati Maulid Nabi Saw. Akan tetapi, peringatan maulid tersebut belum banyak memberikan dampak yang signifikan terhadap perubahan bangsa.

Imam menilai, hal itu dikarenakan umat Muslim Indonesia belum sepenuhnya mengamalkan substansi kegiatan Maulid Nabi. Muhammad Saw, kata Imam, adalah contoh nyata pemimpin yang mampu membawa masyarakat Arab keluar dari kondisi jahiliyah.

Berkat kesuksesan Nabi Muhammad Saw, Makkah dan Madinah menjelma menjadi wilayah dengan sistem pemerintahan yang sempurna. Karena itulah, kemudian Makkah dan Madinah menelurkan istilah masyarakat Madani atau masyarakat yang purna, damai, dan sejahtera.

Imam menjelaskan, kerja keras Nabi Muhammad Saw dalam membalik nasib masyarakat Arab patut diteladani dan dicontoh bangsa Indonesia. Kunci utama keberhasilan Nabi adalah dengan membangun karakter pribadi yang unggul sebelum menularkannya kepada orang lain. Nabi Muhammad Saw mengedepankan sifat kejujuran, amanah, bersahaja, dan cerdas dalam memimpin perubahan masyarakat Arab.

Sementara itu, Ketua Presidium Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI), Marwah Daud Ibrahim mengatakan, peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw seharusnya dapat pula menjadi momentum perbaikan akhlak individu-individu umat Islam Indonesia.

Marwah meyakini, apabila sifat dan karakter umat Islam Indonesia bisa becermin dari sifat dan karakter Muhammad, Indonesia akan menjadi bangsa yang sempurna.

Menurut Marwah, sifat dan karakter Muhammad akan selalu sesuai dengan konteks dunia kapan pun. Karena itu, hal paling penting dalam memperingati Maulid Nabi adalah pengejawantahan sifat dan karakter Rasulullah. "Bangsa Indonesia sangat butuh keteladanan sifat Muhammad untuk mengembalikan jati diri bangsa," katanya.

Pengurus Pimpinan Pusat Muslimat Nahdlatul Ulama, Anna Muawwanah mengatakan, karakter murni Rasulullah Saw yang hilang dari bangsa Indonesia adalah jujur. Karena itu, Anna mengimbau, hal paling penting dalam peringatan Maulid Nabi adalah menjadikan karakter jujur Muhammad tersebut sebagai inspirasi kehidupan keseharian umat Islam.

Apabila setiap personal umat Islam Indonesia mampu konsisten berlaku jujur, kata Anna, niscaya semua carut-marut bangsa akan terselesaikan. Dia mencontohkan, penyalahgunaan jabatan, aparat penegak hukum yang tak adil, pengusaha yang curang, pemimpin yang korup, dan politisi yang tak peduli rakyat, bisa terjadi karena individu-individunya tak berlaku jujur." Jujur inilah yang sudah langka dari bangsa kita. Seharusnya, Maulid Nabi bisa mengembalikan kejujuran ke setiap individu Muslim kita," kata Anna.

Rasul Sukses Jadi Pemimpin Agama & Pemerintahan

Kesuksesan Nabi Muhammad Saw dalam hal agama dapat dilihat hingga hari ini. Buktinya, umat Islam di dunia saat ini mencapai lebih dari 1,7 miliar orang.

Menurut Ketua MUI, KH Amidhan, Rasulullah Saw membawa Islam sebagai agama perdamaian, yang tidak memusuhi kecuali dimusuhi. Sebab itu, setiap muslim selalu berlomba untuk mencintai Nabi Muhammad. Soalnya, Nabi Muhammad menjanjikan syafaat bagi umatnya.

Menurut Kiai Amidhan, salah satu upaya umat Islam mencintai Rasulullah adalah menggelar Maulid Nabi.

"Dalam perayaan itu, kita mendapat ilmu dan pencerahan untuk semakin mencintai Nabi Besar Muhammad Saw," kata Amidhan kepada ROL.

Sementara dalam hal pemerintahan, tambah Amidhan, Rasulullah mengenalkan sistem konstitusi pertama di dunia dengan adanya Piagam Madinah. "Sebuah sistem yang menghargai keberagaman dan minoritas. Itulah sistem konstitusi modern pertama di dunia," imbuh Kiai Amidhan.

Kiai Amidhan menjelaskan kegiatan dengan zikir untuk memeringati Maulid Nabi, harus diimbangi dengan ceramah atau seminar. Dari situlah kita semakin mengenal sosok paling berpengaruh di dunia itu, sebut dia.

Menurutnya, tanpa ada ceramah dan penjelasan siapa Muhammad, zikir tidak akan cukup untuk membuat umat sadar betapa besarnya Nabi pengusung risalah Islam tersebut.

Memeringati Maulid Nabi, kata Amidhan, berarti memeringati kebesaran dan kesuksesan Nabi Muhammad Saw. "Ada dua hal kesuksesan yang masih dikenang, sukses agama dan pemerintahan," tukas dia.

ICMI: Jadikan Karakter Nabi Muhammad Way of Life

Peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw seharusnya dapat dijadikan momentum dalam perbaikan akhlak manusia. Dengan memeringati Maulid Nabi setiap tahunnya, masyarakat diingatkan untuk meneladani sifat dan karakter sosok Muhammad Saw.

Menurut Ketua Presidium Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI), Marwah Daud Ibrahim, sifat dan karakter Nabi Muhammad harus dijadikan jalan hidup atau 'way of life' bagi masyarakat.

Sebab, semua karakter yang ada di sosok Muhammad dapat dijadikan keteladanan menuju masyarakat Madani. Sifat Muhammad akan selalu sesuai dengan konteks dunia kapanpun. "Semua akhlak Muhammad selalu kontekstual," kata Marwah kepada Republika di Jakarta.

Marwah menambahkan, yang saat ini hilang di bangsa Indonesia adalah sifat kejujuran. Satu sifat inilah yang saat ini langka ada di masyarakat Indonesia. Pasalnya, semua berlaku seolah menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan tertentu.

Artinya, bangsa Indonesia sangat butuh keteladanan sifat Muhammad untuk mengembalikan jati diri bangsa. Hal itu harus dilakukan dengan mengintegrasikan nilai-nilai karakter Muhammad Saw di semua sektor.

Baik kepemimpinan melalui politik, sistem ekonomi, sosial budaya serta dimasukkan dalam sistem pendidikan nasional. Melalui itulah sifat dan karakter nabi Muhammad akan jadi 'way of life'.

"Zikir dan ceramah saja tidak cukup, harus total terintegrasi dalam kehidupan masyarakat," tambah dia.

Meskipun ada faktor-faktor yang membedakan zaman dan kondisi masyarakat, tambah Marwah, esensi nilainya tetap sama. Semua itu sudah digambarkan dengan jelas melalui sosok Muhammad Saw. (IRIB Indonesia/ROL)
 

0 comments to "MAULID Nabi hingga "ISU" ...Gampangnya mengadu domba Islam Sunni dan Islam Syi'ah...?????...Pangeran Harry Membunuh Muslim Ibarat Bermain Game...!!!!!!!! Republik Indonesia yang mayoritas SUNNI dan Republik Islam Iran yang mayoritas Syi'ah "TIDAK TERPENGARUH"....iyakah jar...^_^...Salam Persatuan ISLAM...."

Leave a comment