Home , , , , , � Pergaulan BEBAS anak Banjarmasin, Dibalik Rencana Free Trade Area Indonesia-Uni Eropa dan Kapan Hari AKHLAQ Nasional? Dan Benarkah SBY & Ahmadinejad "Nyeleneh"..???!!!???

Pergaulan BEBAS anak Banjarmasin, Dibalik Rencana Free Trade Area Indonesia-Uni Eropa dan Kapan Hari AKHLAQ Nasional? Dan Benarkah SBY & Ahmadinejad "Nyeleneh"..???!!!???


(Banjarmasin post edisi Senin, 11 Maret 2013)

Dibalik Rencana Free Trade Area Indonesia-Uni Eropa


Oleh: Badruddin

Kunjungan presiden RI Susilo Bambang Yudoyono ke Berlin pada 06 maret 2013 kemaren disambut baik dan direspon langsung oleh Kanselir Jerman, Angela Merkel. Kunjungan kali ini bertujuan membahas implementasi "Deklarasi Jakarta" yang sudah disepakati kedua belah pihak pada juli tahun lalu.

Satu di antara sekian poin penting yang menjadi topik pembahasan adalah program Free Trade Area (FTA) antara Indonesia dengan Uni Eropa, usai pertemuan Merkel terlihat begitu mengapresiasi program tersebut. Dan lebih jauh lagi, Angela Merkel akan mendesak Uni Eropa untuk menyetujui serta mempercepat proses implementasi perjanjian perdagangan bebas dengan Indonesia. "Jika Eropa tidak ingin ketinggalan di belakang, dan jika Jerman juga ingin memiliki bagian dalam hubungan perdagangan, kita perlu perjanjian perdagangan bebas," ujarnya dengan antusias.

Tentu saja, sebagai sebuah kegiatan bilateral, "perdagangan bebas" akan memiliki dampak berbeda pada masing-masing negara dan hanya menguntungkan negara importir serta segelintir pejabat dalam negeri yang terlibat dalam proyek semata. terbukti hingga kini, kegiatan ekonomi yang berbasis pada model ekonomi liberal tersebut tidak berpengaruh signifikan bagi perekonomian nasional. Hal itu dapat dilhat dari pengalaman praktek perdagangan bebas yang sudah dijalankan pemerintah sebelumnya seperti Asean-China Free Trade Agreement (ACFTA), ASEAN Korea FTA, ASEAN India FTA, ASEAN Australia Newzealand FTA, IJEPA dan lain sebagainya tidak berpengaruh signifikan terhadap penurunan jumlah kemiskinan dan pengangguran dalam negeri, akan tetapi justeru melestarikan budaya konsumerisme serta memperpanjang kerentanan sistem ketahanan ekonomi dari masa ke masa.

Sebuah Agenda vital

Mengapa Uni Eropa menganggap penting FTA? pertanyaan ini muncul begitu saja setelah dengan seksama kita perhatikan statemen yang dikeluarkan oleh kanselir Jerman usai diskusinya dengan SBY dalam agenda bilateral kedua negara, Merkel tidak hanya menekankan pentingnya jaringan ASEAN spesifiknya Indonesia, namun di sisi lain dia juga menyinggung keterpurukan ekonomi UE dengan menyebutnya lewat ungkapan kata "ketinggalan di belakang". Meski terkesan sederhana, menjawab pertanyaan itu tidaklah mudah, mengingat perdagangan bebas memuat dua konsep tak terpisahkan antara satu dengan lainnya, yakni ekonomi dan politik. Oleh karenanya, menjawab pertanyaan di atas haruslah menggunakan pendekatan aspek-aspek ekonomi dan politik pula. pergumulan sejarah di masa lampau tidak hanya mendeterminasi situasi, akan tetapi juga merupakan faktor penentu para pemegang otoritas publik (State funcionary) dalam menentukan langkah kebijakannya baik saat ini atau di masa yang akan datang.

Dalam sewindu terakhir (2008-2012), Uni Eropa mengalami degradasi ekonomi akut dan menyebabkan mereka sulit bangkit dari kubangan krisis finansial. Para pemimpin di Eropa dipusingkan oleh resesi yang terjadi dan mulai berfikir keras bagaimana menanganinya. Kerentanan bermula ketika Yunani sebagai anggota UE mengalami kebangkrutan akibat akumulasi hutang (tepatnya terjebak dalam sistem hutang) yang diprediksikan mencapai 120% dari GDPnya, perilaku korup kalangan birokrasi turut memperburuk kondisi perekonomian negara tersebut. Guna meningkatkan devisa negara dan mengatasi kebuntuan yang terjadi, atas saran International Moneter Fund (IMF), pemerintah mengeluarkan kebijakan melakukan sinering terhadap gaji pegawai negeri, menaikkan beberapa jenis pajak, menunda dana pensiun, dan memangkas anggaran militer. Kebijakan ini disambut rakyat dengan melakukan demonstrasi besar-besaran serta aksi mogok oleh ratusan ribu pekerja dan pegawai pemerintah, protes ini mengakibatkan berbagai sektor di yunani mengalami kelumpuhan secara total.

Disisi lain, dapat kita lihat bahwa Uni eropa merupakan sebuah sistem integral dimana selain masing-masing anggotanya menggunakan mata uang yang sama mereka juga terikat secara finansial, kehancuran sistem satu anggotanya dapat mengakibatkan kehancuran secara total, maka tak heran jika apa yang menimpa Yunani menjalar ke negara anggota Uni Eropa lainnya. Satu persatu anggota UE seperti Irlandia, Spanyol, Itali,  Inggris, dan terakhir Perancis turut merasakan resesi ekonomi yang notabenenya dampak krisis di Yunani sehingga dapat dipastikan bahwa Uni Eropa mengalami keruntuhan ekonomi secara sistematis. Fenomena seperti ini digambarkan oleh ekonom sebagai "Domino effect Theory", sebuah istilah yang digunakan untuk menggambarkan penyebaran krisis ekonomi dunia. Pada situasi seperti ini IMF tampil bak pahlawan kesiangan dengan "mengemis" dana talangan dari G-20 dan berhasil mengumpulkan dana sebesar US$ 430 guna mengatasi krisis yang menimpa Euro Zone. Bahkan, Jerman sebagai negara paling kuat di eropa justeru terjatuh  ke dalam jurang hutang yang semakin dalam, hal itu bisa dilihat dari tingkat kepercayaan bisnis di Jerman yang semakin rendah selama dua tahun terakhir.

Dari sini bisa kita fahami bahwa Konteks dimana Uni Eropa menganggap penting  mendesakkan dan mengelaborasi implementasi FTA di zona ASEAN adalah untuk menopang atau mendorong stabilitas ekonomi di Uni Eropa yang jatuh tersungkur dan sulit bangkit hingga saat ini. Spesifiknya lagi, Indonesia menjadi target pasar yang menggiurkan karena memiliki budaya konsumsi yang cukup tinggi dan dengan demikian akan mendatangkan banyak keuntungan bagi Uni Eropa. Di sisi lain hal ini akan menjadi petaka bagi produk-produk lokal dan perekonomian nasional. Namun, SBY sang presiden nampaknya sudah tutup telinga dan tidak perduli dengan apa yang nantinya akan terjadi. (IRIB Indonesia)

* Ketua Departemen Research dan Program Garda Suci Merah Putih, Mahasiswa Pasca Sarjana ICAS-Paramadina-Jakarta.



Kapan Hari AKHLAQ Nasional?

Posted by KabarNet pada 11/03/2013


Jakarta – KabarNet: Salah satu keunikan Presiden SBY adalah sikap nyeleneh yang kadang muncul tidak pada tempatnya. Kali ini kembali muncul sensasi yang tidak kalah anehnya. Disaat negara tengah disibukkan dengan pengungkapan kasus korupsi serta sederet permasalahan, Presiden kita malah menetapkan tanggal 9 Maret sebagai hari musik nasional. Apa gerangan Presiden SBY? Entah karena sudah bingung dengan banyaknya masalah yang tidak kunjung selesai, atau memang musik sedemikian penting dibanding pembenahan moral bangsa. Rasanya lebih pas jika tanggal 9 Maret ditetapkan sebagai HARI AKHLAQ NASIONAL, mengingat keboborokan MORAL bangsa yang tampak terlihat mulai dari PEJABAT negara hingga rakyat biasa.
Seperti diberitakan sebelumnya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memberikan semangat bagi dunia seni terutama musik di Indonesia melalui Keputusan Presiden Nomor 10 Tahun 2013 yang menetapkan tanggal 9 Maret sebagai Hari Musik Nasional. Sang kepala negara, sepertinya sudah bosan memikirkan urusan kebejatan MORAL para pemimpin negeri ini. SBY lebih bersemangat untuk menetapkan satu hari khusus sebagai hari musik nasional ketimbang memprioritaskan penuntasan masalah lain yang membelit negeri ini.
Melalui Keputusan Presiden Nomor 10 Tahun 2013, presiden SBY menetapkan tanggal 9 Maret sebagai Hari Musik Nasional. Sebagaimana diberitakan dalam situs Sekretariat Kabinet, Sabtu kemarin, penetapan tersebut untuk meningkatkan apresiasi terhadap musik Indonesia, meningkatkan kepercayaan diri dan motivasi para insan Indonesia, serta untuk meningkatkan prestasi yang mampu mengangkat derajat musik Indonesia secara nasional, regional, dan internasional.
Keppres itu ditandatangani Presiden setibanya di tanah air Sabtu (9/3/2013) pagi, setelah selama sepekan melakukan perjalanan dinas ke Jerman dan Hongaria itu. Dalam Keppres itu juga disebutkan, penetapan tanggal 9 Maret sebagai Hari Musik Nasional itu mempertimbangkan bahwa musik adalah ekspresi budaya yang bersifat universal dan multidimensional, yang mempresentasikan nilai-nilai luhur kemanusiaan, serta memiliki peran strategis dalam pembangunan nasional. “Para insan musik Indonesia bersama masyarakat, selama ini telah memperingati tanggal 9 Maret sebagai Hari Musik Nasional,” tegas Keppres tersebut.
Jika ada yang menganggap musik menjadi media pengagungan nilai-nilai luhur bangsa, mungkin harus dilihat juga musik seperti apa yang bisa mewakili pendapat seperti itu. Di zaman sekarang musik cenderung menjadi sekedar media penghasil uang yang sedikit sekali memperhatikan atau mengandung nilai luhur. Tidak sedikit musik yang justru menjadi PERUSAK MORAL BANGSA dengan terbuka lebarnya kesempatan budaya luar negeri khususnya budaya BANGSA BARAT masuk dan mempengaruhi budaya generasi muda Indonesia, yang cenderung memberikan pengaruh BURUK bagi generasi bangsa. Misalnya pengekspresian musik dengan gaya busana yang seronok, serta hal negatif lain yang bukannya mengekspresikan nilai luhur namun lebih kepada kerusakan MORAL.
Jika para seniman musik, artis dan penyanyi telah menanti selama 10 tahun untuk ditetapkannya HARI MUSIK NASIONAL, maka seluruh rakyat Indonesia juga telah sangat lama menantikan tibanya penetapan HARI AKHLAQ NASIONAL oleh Pemerintah, dimana diharapkan dengan adanya momentum nasional tersebut, penyakit kerusakan moral bangsa kita akan sedikit berkurang dari tahun ke tahun. Pertanyaannya, AKANKAH HARI ITU TIBA?
Salim Syarief MD
KOMENTAR :

Suprayitno berkata


Resensi Buku Eggi Sudjana : “SBY Antek Yahudi AS?”
egi-sudjana-buku
Kedekatan hubungan SBY dengan AS memang menimbulkan tanda tanya besar. Tampaknya hubungan dirinya dengan AS termasuk dalam hal ini Yahudi AS tidak hanya bersifat ekonomi politik, tetapi juga berdimensi emosional.
Memang sudah menjadi rahasia umum bahwa kebanyakan dari pemimpin Indonesia belum mampu bahkan gagal menunjukan keberpihakan kepada rakyat kecil, apalagi kepada kaum Muslimin. Hal ini mungkin karena para pemimpin telah terbuai dengan posisi nyaman, sehingga yang terbesit dipikiran mereka hanyalah bagaimana mereka langgeng dan mengamankan kepemimpinannya. Atau justru kepemimpinan yang didapat karena besarnya andil dari AS sehingga mereka tidak bisa lepas dari balas budi dan kungkungan atau kuatnya cengkraman.
Para pemimpin bersedia melakukan apa saja dengan dalih kerjasama. Bila benar demikian, para pemimpin seperti itu layak dikatakan sebagai antek, budak yang harus mau mengikuti tuannya.
Dalam hal ini simaklah pernyataan SBY seperti di kutip dari International Herald Tribune (8/1/2003). Saat itu, SBY adalah seorang jenderal bintang tiga Angkatan Darat. Lelaki yang bertubuh tegap dan nampak gagah ini mengatakan, “I Love the United States, With all its faults. I consider it my second country”, bila diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia kurang lebih, “Saya mencintai Amerika dengan segala kesalahannya. Saya anggap Amerika adalah negeri kedua saya”.
Pernyataan demikian dideklarasikan oleh SBY ketika menjabat sebagai Menkopolkam pada era Presiden Megawati Soekarno Putri. Ucapan semacam itu boleh jadi disampaikan untuk memperoleh credit point dari Pemerintahan AS. Dengan dukungan dari Pemerintah AS, kemudian SBY mendirikan Partai Demokrat, nama yang sama seperti Partai Demokrat di AS. Ternyata strategi tersebut berhasil membawa SBY menjadi Presiden Indonesia.
Fenomena semacam ini menjadi pemandangan yang sangat menarik apabila kita juga melihat bagaimana proses Obama untuk menjadi Presiden AS. Obama yang pandai berpidato itu juga menyampaikan buah fikirannya di depan konfrensi lobi Yahudi, America-Israel Public Affair Committee (AIPAC) bahwa “Undivided Jerusalem, the Capital of Israel for all Eternity” hal itu berarti Yerusalem sebagai ibukota Israel Raya untuk selamanya. Bahkan Obama mengatakan “Yerusalem tidak boleh terpisah, dia harus menjadi ibukota Israel”. Obama juga mengatakan jika menjadi presiden, Amerika akan bahu membahu dengan Israel.
Pernyataan demi pernyataan semacam ini dapat diduga untuk menarik dukungan kaum Yahudi, sehingga bila dihubungkan dengan pernyataan SBY merupakan permohonan restu dukungan kepada Pemerintahan AS, sedangkan Obama meminta dukungan lobi Yahudi AS. Menurut Eggi Sudjana, penulis buku “SBY Antek Yahudi-AS?; Suatu Kondisi Menuju Revolusi”, ucapan SBY tersebut sebagai wujud penghambaan kepada dan untuk kepentingan AS dan sekutunya di Indonesia. Eggi dalam bukunya juga menyatakan bahwa sejak zaman Soeharto lengser, tidak ada calon presiden yang memberikan pernyataan itu, kecuali SBY.
Meskipun Obama dan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) diduga sama-sama antek Yahudi AS, Obama tampak lebih baik. Hal ini terlihat bagaimana Presiden AS tersebut menempatkan reformasi jaminan kesehatan (Obamacare) sebagai prioritas kebijakan domestiknya. Adalah mengherankan SBY tidak mengikuti langkah baik Obama tersebut. Tentu sekarang muncul pertanyaan, lantas dimana adanya Yudhoyonocare itu?
Indikasi pemerintahan SBY Sebagai Antek Yahudi AS
Beberapa kutipan tulisan dalam buku setebal 268 halaman ini menggambarkan adanya indikasi SBY sebagai antek Yahudi-AS. Misalnya saja dalam Kabinet Indonesia Bersatu I, terdapat sosok seperti Sri Mulyani Indrawati, Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas)—kemudian menjadi Menteri Keuangan dan kini menjadi Tenaga Kerja Wanita (TKW) Indonesia termahal, karena menjadi direksi Bank Dunia. Kemudian ada Marie Elka Pangestu (Menteri Perdagangan), Andung Nitimiharja (Menteri Perindustrian), Jusuf Anwar (Menteri Keuangan), Purnomo Yusgiantoro (Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral) yang di mata Baswir, mereka tergolong penganut neolib yang gandrung terhadap ekonomi pasar. Mereka rata-rata pernah bekerja atau terlibat dalam lembaga-lembaga unilateral sponsor utama neoliberalisme, seperti IMF, Bank Dunia, dan Bank Pembangunan Asia (ADB).
Sementara itu, Menteri Perindustrian M.S Hidayat (Mantan Ketua Umum Kadin) juga sempat berharap pengusaha Israel menginvestasikan dana di Indonesia tidak lagi melalui pihak ketiga, jika hubungan diplomatik Indonesia-Israel terjalin dan perdamaian Timur Tengah tercapai.
Pada halaman 59 buku ini, Eggi menuliskan “… seperti Soeharto dan SBY dianggap Amerika sebagai good boy, karena mudah didikte dan diatur, maka mereka berdua disebut sebagai budak imperialisme Amerika”.
Buku SBY Antek Yahudi-AS? juga membongkar makar lima perusahaan tambang raksasa milik Yahudi AS yang beroperasi di Indonesia, yakni Freeport McMoran, Exxonmobile, Chevron, Conoco Philips, dan Newmont. Bahkan pada 2008, kebutuhan energi minyak pantai bagian barat wilayah Amerika Serikat dipasok langsung dari kilang Tangguh di Papua”.
Dalam bidang kesehatan dan kesejahteraan Eggi juga menggugat keberadaan Naval Medical Research Unit No. 2 (NAMRU 2) yang disinyalir menjadi sarang intelijen asing. Hal ini membuktikan sekali lagi betapa terangnya keberpihakan SBY kepada Yahudi AS. Atau hal ini menjadi indikasi nyata bahwa SBY memang bagian dari jaringan Yahudi AS itu.
Di bagian lain, Eggi juga menyatakan bahwa pemerintahan SBY terkenal pengecut terhadap tekanan Yahudi AS. Dia tidak berani untuk melakukan nasionalisasi perusahaan-prusahaan multi nasional (MNC) dan transnasional (TNC) milik Yahudi AS dan Inggris yang beroperasi di Indonesia. Pemerintahan SBY dinilainya serupa dengan pemerintahan Soeharto, tidak berani membersihkan pengaruh Yahudi AS di Indonesia. Bahkan untuk melakukan kontrak ulang untuk memberikan laba yang lebih besar kepada Indonesia tidak pernah dilakukan oleh SBY.
SBY malah lebih cenderung untuk menjaga dan melindungi kepentingan Yahudi AS di Indonesia. Kedekatan hubungan SBY dengan AS memang menimbulkan tanda tanya besar. Tampaknya hubungan dirinya dengan AS temasuk dalam hal ini Yahudi AS tidak hanya bersifat ekonomi politik, tetpi juga sudah berdimensi emosional.
Dalam buku tersebut juga dilampirkan dua buah foto lawas SBY sebagai komandan pasukan PBB di Bosnia Herzegovina bersama dengan Jendral Radko miladic (Serbia). Foto lainnya nampak SBY, Jendral Radko Miladic, dan Kompol. Timur Pradopo yang kini menjadi Kapolri. Foto-foto tersebut diambil antara tahun 1994-1995 ketika terjadi pembantaian 3000 kaum muslimin di Bosnia Herzegovina.
Pada masa pemerintahan SBY ini, cengkraman AS terhadap Indonesia semakin dalam dengan ditandatanganinya Comperhensive Partnership Agreement pada 17 September 2010 yang meliputi kerjasama politik dan kemanan, kerjasama ekonomi dan pembangunan, dan kerjasama dalam sosial-budaya, ilmu pengetahuan, pendidikan, dan hal-hal teknologi.
J.W Lotz menyatakan bahwa kaum Zionis Yahudi AS lebih menyukai kubu SBY-Boediono yang lebih liberal pemikirannya (berkiblat ke Amerika). Dalam pilpres 2009 dimenangkan kembali oleh SBY, artinya bahwa kekuatan lobi Yahudi AS tetap mempertahankan supremasi TNI AD di Indonesia dengan tujuan untuk mempertahankan kekuasaan konspirasi Barat di Indonesia. Kekuatan lobi Yahudi AS lebih suka bersekutu dengan petinggi TNI AD dibanding dengan tokoh-tokoh politik.
sumber : http://kabarnet.wordpress.com/2013/03/11/kapan-hari-akhlaq-nasional/




Presiden Iran Mahmud Ahmadinejad memeluk seorang perempuan saat pemakaman Hugo Chavez. alarabiya.net
PRESIDEN Iran Mahmud Ahmadinejad kembali mendapat sorotan tajam setelah kembali membuat tindakan kontroversial. Namun, tindakan Ahmadinejad kali ini lebih halus dari sebuah ancaman nuklir atau lontaran kecaman buat Israel dan Amerika Serikat.
Stasiun televisi Al Arabiya melaporkan, Ahad (10/3), presiden Negeri Mullah itu kembali mendapat kritikan setelah dua hari lalu sebuah gambar yang memperlihatkan Ahmadinejad sedang memeluk seorang perempuan muncul di berbagai media. Insiden itu terjadi saat pemakaman Presiden Venezuela Hugo Chavez.
Mereka yang mengkritisi tindakan Ahmadinejad itu justru datang dari warga Iran konservatif yang dengan setia mendukung Ahmadinejad saat pemilihan presiden Iran pada Juni 2008 lalu.
Meski sosok perempuan yang terlihat berpelukan dengan Ahmadinejad itu pada awalnya tidak diketahui, namun dari sebuah laporan menyebut wanita itu ternyata ibu dari Presiden Hugo Chavez, Elena Frias.
Anggota parlemen Iran, Muhammad Dehghan, mengatakan tindakan seperti itu, apalagi dilakukan oleh seorang pejabat eksekutif, sangat bertentangan dengan perilaku seorang muslim yang seharusnya mengikuti segala peraturan agama.
Ahmadinejad empat hari lalu juga membuat tindakan kontroversial setelah menyebut Hugo Chavez akan kembali lagi ke dunia pada hari kebangkitan bersama Yesus Kristus. Ahmadinejad juga menyatakan kedatangan Chavez itu akan membawa kedamaian, keadilan, dan kebaikan bagi dunia.
Akibat pernyataannnya itu, ulama ternama Iran, Ayatullah Sayid Ahmad Khatami, dua hari lalu langsung mengecam Presiden Iran Mahmud Ahmadinejad. "Saya rasa sudah cukup jika dia hanya mengirim pesan diplomatik tanpa harus melibatkan isu-isu ideologis atau konotasi agama," kata Khatami kala itu. | sumber: merdeka.com
Inilah KOMENTAR TEREKSIS...!!!!!!






Sikap Presiden Mahmoud Ahmadinejad dengan gaya sungkemnya berhasil meyakinkan non-Muhrim untuk tidak bersalaman, tapi kali ini Ibu Hugo Chavez yang sedih ditinggal anaknya tidak peduli dan langsung menarik tangan Ahmadinejad ke arahnya.
Presiden Iran Mahmud Ahmadi Nejad konon katanya tidak mau besalaman kalau bukan mahramnya, nyatanya berpelukan haru dengan ibu Hugo Chaves : Elena Frias di Venezuela, sewaktu ikut melayat atas meninggalnya president Hugo Chavez.
Untuk menjelaskan fenomena aneh semacam ini memang agak sulit, ada beberapa pendekatan yang bisa lakukan terutama dari segi ushul figh : Saat ini sudah muncul qoul jadid atau fatwa baru yang membolehkan berpelukan dengan yg bukan mahramnya (kelihatanta fatwa baru ini hanya keluar untuk kalangan terbatas ), sedangkan dulu masih qoul qodim jadi tidak berani jabat tangan.
Kedua ada istilah : Al adah muhakkamah : Adat itu bisa menjadi hukum, karena kejadianya di Venezuela maka adat yang dipakai adalah adat Venezuela dimana laki-laki perempuan biasa berpelukan , akhirnya jadi hukum (halal).
Kemungkinan yang lain adalah dia menyebrang memakai istimbat Imam Dhohiri yang tekstual, yang diharamkan dalam hadist larangan berjabat tangan meskipun dalam bai'at adalah hanya berlaku untuk berjabat tangan bukan berpelukan..!

Mungkin kawan-kawan yang sedang di Iran atau alumni Iran bisa menjelaskan fenomena langka ini. Minimal mempunyai tafsir dan ta'wilnya..!

Mohon semua komen tidak ada unsur sekterian..! Saya hanya menyorot segi inconsistent seorang kepala negara yang memproklamirkan sebagai negara agama..! Nyatanya tidak lebih dari Tifatul Sembiring yang berbahasa Persia. (Komen di FB)

Saleh Lapadi Salam, foto itu benar adanya. Dan seperti biasanya ketika menghadapi perempuan, tangan Ahmadinejad berbentuk sungkem. Hujjatul Islam Mir Tajuddin yang berada di dekat Ahmadinejad melihat sendiri ketika Ahmadinejad mengucapkan belasungkawa dan ibu Hugo Chavez saat melihat Ahmadinejad langsung menangis. Ahmadinejad seperti biasa tangannya dalam bentuk sungkem. Tapi karena kondisi ibu Chavez yang tiba-tiba berubah dan memburuk tiba-tiba ia memegang tangan Ahmadinejad dan meletakkan di pipinya. Ibu Chavez berkali-kali mengatakan bahwa anakku sangat mencintaimu dan engkau kuanggap seperti anakku sendiri...
Saleh Lapadi Masalah bukan fotonya, tapi kebencian yang ada membuat setiap orang harus berusaha menjustifikasi keyakinannya. Padahal ini tidak ada hubungannya dengan keyakinan. Siapa saja bisa salah, sebagaimana siapa saja bisa berada dalam kondisi yang salah. Sulit bagi Ahmadinejad untuk melepaskan diri dari kondisi saat itu. Ketika dia datang menghampiri ibu Hugo Chavez untuk mengucapkan belasungkawa, kemudian menghadapi sikap ibunya Chavez yang tiba-tiba seperti itu.
Yang perlu dibahas adalah Ahmadinejad sebagai satu-satunya presiden yang mewakili dunia Islam dalam acara berkabung itu. Hal itu menunjukkan pengaruh besar Iran di Amerika Latin yang sebelum ini merupakan "jajahan AS". Ratifikasi Kongresi AS untuk mencegah pengaruh Iran di Amerika Latin menunjukkan betapa pengaruh Iran di kawasan ini sangat besar...
“Saya dan Dr. Salehi menyaksikan kejadian itu. Ibunda Chavez menangis ketika melihat Presiden Ahmadinejad, dan Presidenpun -seperti biasa- segera mengangkat dan merapatkan kedua tangannya sambil mengucapkan belasungkawa. Namun, ibunda Chavez yang sedemikian larut dalam dukacitanya itu tiba-tiba meraih tangan Presiden Iran sambil menempelkan wajahnya ke tangan Presiden.... Ibunda Chavez berulangkali mengatakan kepada Presiden: ‘Puteraku suka sekali kepadamu, dan kamu seperti anakku sendiri.’”

~ Wapres Iran, Syed Mohammad Reza Mir Taj Al Diny ~

http://www.hamshahrionline.ir/details/204670

Alia Yaman Sekali lagi saya katakan bahwa yang terpenting adalah mengetahui bagaimana KRONOLOGI mengapa ada sentuhan antara MAN dan Ibunda Chavez. Bacalah keterangan kronologinya di atas. Jangan karena MAN jadinya buta membela.

Ini keterangannya:

Hujjatul Islam Mir Tajuddin yang berada di dekat Ahmadinejad melihat sendiri ketika Ahmadinejad mengucapkan belasungkawa dan ibu Hugo Chavez saat melihat Ahmadinejad langsung menangis. Ahmadinejad seperti biasa tangannya dalam bentuk sungkem. Tapi karena kondisi ibu Chavez yang tiba-tiba berubah dan memburuk tiba-tiba ia memegang tangan Ahmadinejad dan meletakkan di pipinya. Ibu Chavez berkali-kali mengatakan bahwa anakku sangat mencintaimu dan engkau kuanggap seperti anakku sendiri...

“Saya dan Dr. Salehi menyaksikan kejadian itu. Ibunda Chavez menangis ketika melihat Presiden Ahmadinejad, dan Presidenpun -seperti biasa- segera mengangkat dan merapatkan kedua tangannya sambil mengucapkan belasungkawa. Namun, ibunda Chavez yang sedemikian larut dalam dukacitanya itu tiba-tiba meraih tangan Presiden Iran sambil menempelkan wajahnya ke tangan Presiden.... Ibunda Chavez berulangkali mengatakan kepada Presiden: ‘Puteraku suka sekali kepadamu, dan kamu seperti anakku sendiri.’”

~ Wapres Iran, Syed Mohammad Reza Mir Taj Al Diny ~

Moh Musa Foto No.2 yg benar.... tp apakah itu bermasalah? Ya, itu bermasalah buat org2 yg mau mencari masalah, tanpa mempertimbangkan faktor emosional sama sekali dalam kondisi duka cita yg sedemikian megakolossal dan bahkan membumi. Bagi yg ingin mencari-cari masalah, dia tdk mgkn membayangkan betapa lucunya seandainya MAN tiba-tiba "ngeles" seorang ibu atau nenek yang sedang berduka dan semakin terharu menyaksikan kawan karib Chaves datang melayat dari jauh sehingga si ibu datang menghampirinya sambil meratap di dekat pundak MAN. Bagi yg mencari masalah tdk terbayang MAN saat itu kebingungan krn tiba-tiba mendapat "serangan fajar" lalu tak berkutik kemudian dijepret paparazzi krn layak jual. Serangan Fajar adalah ranumnya betis Ratu Balqis yang terpancar di mata Sulaiman saat Balqis menyingkap pakaian bawahnya...dan Sulaimanpun tak berkutik, meski hanya sepecahan detik! Serangan fajar adalah berduaan-nya Yusuf dengan Zulaikha dlm kamar, barang sepecahan detik! Singkatnya, tdk tertutup kemungkinan MAN mendapat perlakuan dari itu secara mendadak dan MAN pun tak setangkas itu utk berkelit, apalagi di tengah situasi emosinal yg sedang mendunia. Dia memang bkn maksum, tapi pohon yg biasa berbuah manis tdk akan mudah dipercaya org akan berbuah kecut.

0 comments to "Pergaulan BEBAS anak Banjarmasin, Dibalik Rencana Free Trade Area Indonesia-Uni Eropa dan Kapan Hari AKHLAQ Nasional? Dan Benarkah SBY & Ahmadinejad "Nyeleneh"..???!!!???"

Leave a comment