Home , , , , � YAHUDI yang TER CERAH KAN dan TER KYAI KAN...!!!!!!!!

YAHUDI yang TER CERAH KAN dan TER KYAI KAN...!!!!!!!!



Memang Ada Yahudi Yang Baik?

HUSHAIN "ABDULLAH" BIN SALAM: Rabbi yang Ahlul Jannah

Saat Abdullah bin Salam bertemu pertama kali dengan Rasulullah saw., Rasulullah saw. bertanya kepadanya: "Siapakah namamu?", ia menjawab: "Saya adalah Hushain bin Salam", kemudian Rasulullah saw. bersabda: "Bukan! Namamu adalah Abdullah bin Salam". Semenjak itulah ia sering dipanggil Abdullah bin Salam (Ibnu Salam).

Siapakah sebenarnya Ibnu Salam itu? Yang sering disebut-sebut Rasulullah saw. sebagai salah satu dari sahabat  yang telah dijanjikan menjadi penduduk surga.


Adalah Hushain bin Salam disegani dan menjadi panutan kalangan Yahudi Yatsrib (Madinah) karena ia seorang Rabbi Besar Yahudi yang terkenal sebagai ahli kitab, ahli tasawuf serta ‘abid dan zuhud. Dikisahkan di masa-masa pertama ia masuk Islam, suatu hari datanglah serombongan Yahudi ke rumah Rasulullah saw., di saat itulah Rasulullah saw. menanyakan perihal dirinya kepada mereka: "Bagaimana kedudukan orang yang bernama al-Hushaini bin Salam di tempat kalian?", rombongan Yahudi itu menjawab: "Ia adalah pemimpin kami dan anak pemimpin kami. Ia Uskup kami dan Pendeta kami".


Pada masa hijrah Rasulullah saw., ia merupakan awalun Yahudi Madinah yang masuk Islam dan Rasulullah saw. mengganti namanya menjadi Ibnu Salam. Pasca masuk Islam, intelektualitas teologi Ibnu Salam menjadi andalan kaum muslimin dalam mendakwahkan Islam kepada kaum Yahudi, termasuk yang memenuhi ajakannya adalah anak dan istrinya, Khalidah sang bibi, dan Salamah sang kemenakan.

Berikut salah satu cuplikan asbab an-nuzul surah al-Baqarah 130 dalam al-Qur’an yang menggambarkan intelektualitas teologi Ibnu Salam dalam berda’wah kepada kaumnya:

Diriwayatkan dari Ibnu Uyainah bahwa Ibnu Salam mengajak dua anak saudaranya, Salamah dan Muhajir untuk masuk Islam dengan berkata: "Kamu berdua telah mengetahui, sesungguhnya Allah Ta'ala berfirman di dalam Taurat, bahwa Ia akan mengutus dari keturunan Ismail, seorang Nabi bernama Mehmedhym (Ahmad). Barangsiapa yang beriman kepadanya, ia telah mendapat petunjuk dan bimbingan, dan barangsiapa yang tidak iman kepadanya, akan dilaknat". Maka masuk Islamlah Salamah, akan tetapi Muhajir menolak. Maka turunlah al-Baqarah 130.

Mungkin terlalu banyak untuk mengupas biografi Abdullah bin Salam untuk diuraikan di sini, dan lebih lanjut perihal sahabat Rasulullah saw. yang satu ini dapat ditelaah dalam tafsir dan asbabun nuzulsurah al-Baqarah 97 dan 130, ar-Ra’d 36, al-‘Ankabuut 47, dan al-Ahqaaf 10, karena memang Abdullah bin Salam termasuk juga dari kalangan sahabat yang diabadikan dalam al-Qur’an.

Yang pasti, Ibnu Salam merupakan icon dari sosok Yahudi yang mengetahui lebih dalam perihal akan ramalan akan datangnya Islam yang dibawa Nabi Muhammad saw. berdasarkan yang tersurat dan tersirat dalam kitab-kitab Yahudi.


MUKHAIRIQ: Sebaik-baiknya Yahudi

Mukhairiq adalah salah satu tokoh Yahudi dari Bani Tsa’labah yang ikut berperang dengan Rasulullah saw. di perang Uhud. Ibnu Hisyam mengungkapkan bahwa Mukhairiq sebenarnya adalah seorang Uskup atau Rabbi Besar Yahudi Yatsrib, ahli teologi dan ahli kitab, serta kaya raya karena punya banyak perkebunan Kurma.

Kebetulan saat itu peperangan Uhud terjadi pada hari Sabtu (Sabbath) yang bagi Yahudi adalah hari pelarangan beraktifitas apalagi berperang, sehingga kebanyakan Yahudi tidak ikut berperang bersama Rasulullah saw. melawan Musyrikin Quraisy. (sesuai perjanjian yang ada pada Piagam Madinah, Orang-orang islam dan orang-orang Yahudi yang tinggal di Madinah akan saling membantu dalam peperangan bila salah satu dari mereka diserang musuh dari luar Madinah)

Mukhairiq menentang keputusan kaumnya dengan dalih bahwa mereka sudah terikat perjanjian dalam Piagam Madinah yang telah disepakati bersama-sama dengan Rasulullah saw. sehingga larangan hari Sabtu menjadi gugur. Salah satu cuplikan yang menggambarkan intelektual teologi dan ahli kitab, Mukhairiq, yaitu Ibnu Hisyam mengungkapkan bahwa di hadapan kaumnya, Mukhairiq sempat berwasiat:


"Hai orang-orang Yahudi, demi Allah, sesungguhnya kalian pasti mengetahui bahwa kemenangan Muhammad atas kalian adalah pasti benar", orang-orang Yahudi itu lalu menjawab: "Sesungguhnya sekarang adalah hari Sabbath". Kemudian Mukhairiq kembali menegaskan: "Tidak ada hari Sabbath bagi kalian!". Setelah itu Mukhairiq pergi menemui Rasulullah saw. dan di hadapan para sahabat-sahabat Rasulullah saw. dan beberapa sejawat Mukhairiq, ia berwasiat: "Jika aku terbunuh pada hari ini, seluruh kekayaanku aku serahkan kepada Muhammad. Ia bebas untuk mengelolanya sesuai dengan apa yang diperintahkan Allah kepadanya".

Dalam Perang Uhud, Mukhairiq tewas terbunuh, dan sesuai wasiatnya, Rasulullah saw. kemudian menahan semua harta kekayaan Mukhairiq. Ibnu Hisyam kemudian menceritakan bahwa semua sedekah Rasulullah saw. saat di Madinah, semuanya berasal dari warisan pemberian Mukhairiq kepada Rasulullah saw.

Mukhairiq merupakan icon sosok Yahudi yang paham benar dengan Islam, hanya saja baik Ibnu Hisyam dan Ibnu Ishak serta Syaikh Shafiyyurrahman al-Mubarakfury sendiri dalam bukunya tidak menyebutkan apakah Mukhairiq sempat masuk Islam atau tidak menjelang kematiannya. Yang pasti pasca perang Uhud ketika jenasah Mukhairiq ditemukan dan dilaporkan Rasulullah saw, di situlah muncul sabda Rasulullah saw. yang fenomenal tersebut, “Sesungguhnya Mukhairiq adalah sebaik-baiknya Yahudi”.


IBNU AL-HAYYABAN: Merindukan Nabi Namun Tak Pernah Bertemu Nabi

Ibnu Hisyam dan Ibnu Ishak menyinggung pula tentang sosok Ibnu al-Hayyaban, seorang Yahudi yang alim, imigran dari Syam yang kemudian menetap di Madinah.

Kisahnya bersumber dari keturunan Bani Quraidzah di Madinah yang suatu saat dikunjungi oleh Bani Hadl. Dari Bani Hadl inilah terungkap bahwa Ibnu al-Hayyaban adalah seorang Yahudi alim yang datang kepada Bani Hadl kemudian menetap bersama mereka hingga meninggal.

Selama ia tinggal bersama mereka, Ibnu al-Hayyaban sering dimintai pertolongan untuk memohonkan hujan di saat Bani Hadl sedang dilanda kekeringan.


Namun suatu saat ketika ia dimintai pertolongan, kali ini ia menolak, "Tidak, demi Allah, aku tidak mau melakukannya hingga kalian mengeluarkan sedekah di tempat kalian keluar sebanyak satu sha’ kurma atau dua mud gandum".

Setelah Bani Hadl bersedekah, Ibnu al-Hayyaban kemudian bermunajat dan belum lagi ia beranjak dari tempatnya, terlihat mendung yang mulai menurunkan hujan. Sekalipun hujan telah turun, Ibnu al-Hayyaban mengulangi munajatnya hingga saat yang ketiga kali ia pun meninggal. Sesaat sebelum meninggal, Ibnu al-Hayyaban berkata kepada Bani Hadl:


Hai orang-orang Yahudi, tahukah kamu aku diusir dari negeri roti dan minuman keras kemudian datang ke negeri yang sedang kelaparan dan menderita? Ketahuilah sesungguhnya kedatanganku ke negeri ini untuk menunggu seorang Nabi yang sudah dekat kedatangannya dan negeri ini adalah tempat hijrahnya. Aku sangat berharap ia diutus selagi aku masih hidup, hingga aku mengikutinya karena sesungguhnya masa kemunculannya telah dekat dengan kalian.

Penantian panjang Ibnu al-Hayyaban berakhir tanpa sempat bertemu dengan baginda Rasulullah saw., karena ia meninggal dua tahun sebelum munculnya Islam di Mekah.


SOSOK YAHUDI LAINNYA

Masih banyak sosok-sosok Yahudi lainnya yang terjun dalam khasanah Islam dan tidak sedikit pula dari mereka pada akhirnya memilih masuk Islam:

  • Abu al-Hasan Ali ibnu Sahl Rabban at-Tabari (838-870 m), seorang Qodi (hakim), ilmuwan, ahli medik dan psikolog. Ia adalah pelopor dari penulisan ensiklopedia medik dan pionir dari ilmu pediatrik dalam kajian tumbuh kembang anak. Selain itu ia pun sangat mahir berbahasa Ibrani, Aramaic dan Latin Yunani, sehingga banyak dari karya tulisnya telah diterjamahkan ke dalam bahasa-bahasa tersebut, seperti kitab Firdaus al-Hikmah (al-Kunnash) yang berisikan ilmu pengetahuan tentang medik, kemudian kitab Hafzh al-Sihhah(Kesehatan Tubuh), ar-Ruqa (tentang ruqyah), al-Hijamah (bedah bekam), dan Tartib al-‘Ardhiyah (Diet Nutrisi). Abu al-Hasan terlahir sebagai Yahudi di kota Tabaristan yang kemudian masuk Islam di masa Abbasiah, khalifah al-Mu’tasim. Kelak muncul dari salah satu muridnya yang justru melebihi prestasi Abu al-Hasan, yaitu Abu Bakar Muhammad ibnu Zakariya ar-Razi (Rhazes).
  • Rabbi Moshe ben Maimon disingkat Rambam atau yang lebih dikenal lagi dengan Moses Maimonides (1135-1204 m), adalah seorang Rabbi Yahudi, ilmuwan dan ahli filsafat. Ia dilahirkan dalam lingkungan keluarga Yahudi yang waktu itu adalah masa kekhalifahan Islam di Andalusia yang terkenal sebagai masa-masa keemasan Yahudi. Sekalipun ia tidak masuk Islam, namun Maimonides banyak mempelajari ilmu-ilmu Islam terutama Tasawuf hingga kelak pemikiran filsafatnya sangat dipengaruhi oleh Ibnu Sina, Ibnu Rusyd dan Imam al-Ghazali. Ia menjadi satu-satunya Yahudi yang punya pengaruh kuat dalam alam pemikiran filsafat dunia barat setelah ia terkenal telah mengkritik tajam ajaran Aristoteles hingga mengubah pandangan dunia barat dari padanya. Pengaruhnya pada dunia Yahudi adalah saat ia merumuskan 13 Prinsip Keimanan Yahudi (13 Principles of Jewish faith) yang terkenal hingga sekarang terutama kalangan Yahudi Orthodox yang telah memasukkannya dalam Siddur (buku doa Yahudi). Selain itu ia pun menyusun kitab Guide for the Perplexed, sebuah kitab yang banyak mengkoreksi Torah Mishnah.
  • Di jaman kekuasaan dinasti Hulagu Khan Mongol, yaitu di era antara kaisar Mahmud Ghazan, Muhammad Khodabandeh (Oljeitu), hingga Abu Sa'id dan Ali Shah, dikenal Rashid ad-Din Hamadani (1247-1318 m), seorang ilmuwan dan antropologi Yahudi dari Hamadan Persia. Rashid ad-Din masuk Islam pada umur 30 tahun , dan di kemudian hari salah satu karya besarnya adalah Jami’ at-Tawarikh (Compendium of Chronicles), sebuah ensiklopedi sejarah yang mengulas sejarah manusia dari Nabi Adam as hingga dinasti Mongol di jamannya. Karya terakhirnya yang mulai dicetak dalam multibahasa adalah Jami’ at-Tasanif ar-Rashidi (The Collected Works of Rashid), yaitu sebuah kumpulan hasil karya-karyanya. Dari karya-karyanya tersebut ia pun digelari dengan beberapa nama seperti Rashid ad-Din Fadhlullah Hamadani atau Rashid ad-Din Tabib.
  • Di jaman khalifah Sultan Mehmed IV, dikenal pula Sabbatai Zevi (Shatz Tzvi) (1626-1676 m), seorang Rabbi Yahudi Messianic yang juga mempraktikkan Kabbala. Sabbatai Zevi kemudian masuk Islam di jaman khalifah Sultan Mehmed IV, perpindahannya menjadi muslim menjadi sumber pergolakan dalam kalangan Yahudi Messianic dan gerakan yang justru didirkannya sendiri, Yahudi Sabbatea.

Icon Yahudi Pro Islam di jaman modern saat ini yang punya visi hampir sama dengan, Ibnu Salam dan Mukhairiq di antaranya:

Neturei Karta, kelompok Yahudi Anti Zionis, yang bagi kalangan Zionis Israel terkenal sebagai salah satu kelompok Yahudi Orthodox yang paling keras kepala dan paling ekstrim menentang Zionis Israel.


NETUREI KARTA
(Courtesy of www.nkusa.org)

Lalu ada Leopold Weiss (Muhammad Assad) dulunya adalah Yahudi pemerhati Islam yang kemudian menjadi muslim dan salah karyanya yang fenomenal di dunia adalah The Road to Mecca.

Dikenal juga Uriel “Uri” Davis, Ph.D, seorang intelektual Yahudi di Israel pendiri MAIAP (Movement Against Israeli Apartheid in Palestine) dan AL-BEIT (Association for the Defense of Human Rights in Israel) yang kemudian beralih menjadi muslim dan aktif di organisasi FATAH di Ramallah Palestina.

Moses Maimonides
(Courtesy of Rainer Zenz - en.wikipedia.org)


Muhammad "Leopold Weiss" Assad
(Courtesy of www.webislam.com)


Uri Davis
(Courtesy of www.uridavis.info)
Judul Artikel Asli: Mukhairiq Adalah Sebaik-baiknya Yahudi,By: dr Hanny
http://kecerdasanjiwa.blogspot.com/2012/04/memang-ada-yahudi-yang-baik.html

Gilad Atzmon: Israel Kalah di Suriah

Dina Y. Sulaeman*
Gilad Atzmon adalah seorang penulis Yahudi yang ‘tercerahkan'. Dia lahir dan besar di Israel dan merenungkan berbagai paradoks yang ditemuinya di tanah kelahirannya itu. Akhirnya dia memilih keluar dan kemudian menulis buku "The Wandering Who". Buku ini membongkar ideologi dan filosofi Yahudi dan Zionisme hingga ke akarnya. Tak pelak, dia pun dibenci oleh para Zionis, meski di saat yang sama, mampu mencerahkan banyak orang Yahudi. Yang aneh, bahkan sebagian aktivis Palestina pun memrotes buku itu, antara lain Ali Abunimah. Mereka  telah membuat petisi menuduh Gilad sebagai rasis. Buku  itu seolah menjadi ‘pembeda' bagi mereka yang mengaku aktivis pembela Palestina. Ada mereka yang benar-benar menginginkan kemerdekaan Palestina, dan mereka ini mendukung buku Atzmon. Tapi ada banyak juga yang sebenarnya hanya ingin kekuasaan dan uang melalui aktivitasnya itu. Kehadiran buku ini juga membongkar kedok sebagian kelompok perdamaian Yahudi, karena sebagian kelompok  Yahudi yang mengklaim diri antipenjajahan di Palestina, justru menolak isi buku ini. Di sini terlihat bahwa mereka sebenarnya hanya ingin melakukan pencitraan saja, tapi tidak benar-benar menginginkan tegaknya keadilan di Palestina.

Di blognya, Atzmon aktif mengkritik sepak terjang Israel dengan sudut pandang yang unik, sudut pandang seorang Yahudi yang benar-benar memahami esensi Israel dan keyahudian. Tulisan terbaru di blog Atzmon adalah tentang sepak terjang Israel di Suriah dan menurut saya menarik dicermati. Saya akan terjemahkan sebagiannya, berikut ini.

Pada minggu terakhirini kita menyaksikan betapa Inggris dan Prancis dengan putus asa berupaya mendorong dilakukannya intervensi militer di Suriah. Sudah menjadi rahasia umum, baik pemerintah Inggris maupun Prancis sesungguhnya didominasi oleh kelompok lobbypro-Israel. Di Inggris, kelompok lobby itu adalah organisasi ultra Zionis, CFI (Conservatif Friend of Israel). Tampaknya 80%  anggota parlemen konservatif Inggris adalah anggota dari organisasi ini. Di Prancis situasinya bahkan lebih dahsyat, sistem politik negara itu seluruhnya dibajak oleh CRIF (Conseil Représentatif des Institutions juives de France).

Jika ada yang masih belum paham mengapa lobbyYahudi mendorong intervensi militer langsung di Suriah, Debka, kanal berita Israel,telah memberikan jawabannya. Tampaknya, tentara Suriah telah memenangkan semua lini pertempuran [melawan pemberontak]. Kalkulasi militer dan geopolitik Israel telah terbukti salah.

MenurutDebka, "Pertempuran Damaskus sudah berakhir. Tentara Suriah telah kembali menguasai kota dengankemenanganheroik. Para pemberontak, sebagian besar tentara bayaran, telah kalah dalam pertempuran mereka dan tidak dapat melakukan aksi lebih banyak dari sekedar serangan sporadis. Mereka tidak bisa lagi melancarkan serangan, atau menimbulkan ancaman ke pusat kota, bandara,ataupangkalan militer udara Suriahdi dekatnya. Pesawat Rusia dan Iran yang terus-menerus membawa suplai baru untuk menjaga agar tentara Suriah terus bisa bertempur, kini telah bisa kembali mendarat di bandara Damaskus yang sebelumnya selama berbulan-bulan disandera pemberontak. "

Debka menyatakan bahwa perwira senior IDF  (Israel Defense Force) mengkritik menteri pertahanan Israel (Moshe Ya'alon) yang "menyesatkan" Knesset beberapa hari lalu, dengan memperkirakan bahwa "Bashar Assad hanya mengendalikan 40% dari wilayah Suriah." Debka menyebut bahwa Menhan Israel telah mendasarkan diri pada informasi intelijen yang salah danhal ini membuat angkatan bersenjata Israel telah bertindak atas dasar data yang tidak akurat. Debka juga menekankan,  kalkulasi yang keliru telah mengarahkan pada pengambilan keputusan yang salah.

Debka jelas cukup berani untuk mengakui bahwa miskalkulasi militer Israel mungkin akan mendatangkan bencana dahsyat [bagi Israel]. Debka menulis, "Pengeboman besar-besaran Israel terhadap gudang senjata dari Iran untuk Hizbullahyang disimpan dekat Damaskus, ternyata terbukti malah mendatangkan bahaya. Aksi ini justru memberi Bashar Assad kekuatan, bukannya melemahkan tekadnya. "

Debka juga menyimpulkan, Israel kini menghadapi realitas yang baru. Israel kini berhadapan langsung dengan pasukan Hizbullah yang mengalir dari Libanon menuju dataran tinggi Golan dan perbatasan dengan Suriah.

Yang menarik, Atzmon menutup tulisannya dengan mengkritik media Barat. Menurutnya, adalah menyedihkan, justru Debka (media Israel) yang memberijawaban mengapa Inggris dan Prancis sedemikian berkeras untuk melakukan intervensi militer di Suriah. Mengapa bukan media Barat sendiri? Jelas, keberpihakan pemerintah Inggris dan Prancis terhadap Israel justru merugikan rakyat di kedua negara itu sendiri; sumber dana yang besar dihamburkan untuk perang demi Israel,  bukan untuk kesejahteraan rakyat. Setidaknya, menurut Atzmon, media Israel saja berani mengkritik pemimpinnya sendiri. Sementara, media massa Barat malah bertindak sebaliknya.

Kritikan Atzmon ini cocok juga disampaikan kepada (sebagian) media Islam yang justru menjadi corong Zionis. Ketika media Israel sendiri sudah buka-bukaan menyatakan bahwa Israel memang terlibat dalam perang Suriah dan memiliki kepentingan besar dalam upaya penjatuhan Assad, mengapa (sebagian) media Islam tetap bersikeras bahwa konflik Suriah adalah pemberontakan kaum Sunni terhadap sebuah rezim yang dituduh sesat dan kafir? (IRIBIndonesia/PH)
 
*magister Hubungan Internasional Unpad, research associate di Global Future Institute

Ulama Ahlu Sunnah dan Aliran Sesat Wahabi

Ketika Muhammad bin Abdul Wahab masih hidup, bukan saja Sheikh Sulaiman yang menentangnya dan banyak menulis kitab atau surat mempertanyakan kesesatan pendiri aliran Wahabi ini. Bahkan Abdullah bin Abdul Latif Syafii, salah satu ulama Ahlu Sunnah dan guru Muhammad bin Abdul Wahab menulis buku berjudul "Tajrid Saif al-Jihad Li Muddaa al-Ijtihad" yang isinya mengkritik ajaran kaum Wahabi. Sheikh Abdullah bin Ibrahim, ulama Taif dalam bukunya "Tahridh al-Aghbiya Aala al-Istighatsa bil al-Ambiya wa al-Auliya" menyebut bertawasul kepada pemuka agama bukan bid'ah. Dalam bukunya tersebut, Sheikh Abdullah menjawah syubhah yang dilontarkan kaum Wahabi.

 

 Ulama Ahlu Sunnah dan Aliran Sesat Wahabi
Para ulama dengan menunjukkan reaksinya terhadap ideologi menyimpang Muhammad bin Abdul Wahab telah berhasil mencerahkan pikiran rakyat terhadap ideologi sesat Wahabi. Para ulama dengan usahanya ini juga berhasil menyelamatkan banyak umat Muslim dari bahaya terjatuh dalam kebodohan  Wahabi.
Mayoritas pengikut Wahabi menunjukkan bahwa mereka adalah bagian dari kelompok Ahlu Sunnah (Sunni) dan memiliki akidah yang sama, namun kelompok Wahabi yang menyimpang ini dalam realitanya memiliki keyakinan yang berbeda dengan Sunni. Ulama Ahlu Sunnah di awal kemunculan kelompok  Wahabi gencar menulis kitab yang mempertanyakan keyakinan ajaran Muhammad bin Abdul Wahab.
Orang pertama yang mengkritik dan menyerang bid'ah yang ditebar Muhammad bin Abdul Wahab adalah Sheikh Sulaiman, yang tak lain saudara dari pendiri aliran Wahabi. Sheikh Sulaiman dalam kitabnya yang berjudul, al-Sawaiq al-Ilahiah fi Mazhab al-Wahabiyah dan Faslul Khitab fi al-Rad Aala Muhammad bin Abdul Wahab mengkritik keras bida'ah dan kesesatan saudaranya. Ia pun menentang habis-habisan ideologi Muhammad bin Abdul Wahab.
Ada dialog yang terkenal antara dua saudara ini dan layak untuk didengar. Sulaiman bertanya kepada Muhammad bin Abdul Wahab, "Wahai Muhammad! Rukun Islam ada berapa?" Saudaranya menjawab, ada lima. Sulaiman berkata, "Namun kamu meyakini rukun Islam ada enam. Rukun keenam adalah kamu menyakini mereka yang tidak mengkuti dirimu adalah kafir! Keyakinan ini dalam ideologimu termasuk rukun Islam keenam."
Mengingat dialog antara dua saudara ini, kita memahami sikap radikal paling mencolok Muhammad bin Abdul Wahab adalah keyakinannya "Yang tidak mengikuti dirinya adalah kafir". Umat Muslim paling banyak dirugikan oleh ideologi sesar Muhammad bin Abdul Wahab ini dan Wahabi ekstrim serta menyimpang sampai saat ini gencar membantai warga Sunni dan Syiah. Padahal dalam ajaran Islam, hubungan antara Tuhan dan makhluk berdasarkan pada rahmat dan kecintaan. Adapun hubungan sesama anggota masyarakat dilandasi oleh rasa persaudaraan.
Ketika Muhammad bin Abdul Wahab masih hidup, bukan saja Sheikh Sulaiman yang menentangnya dan banyak menulis kitab atau surat mempertanyakan kesesatan pendiri aliran Wahabi ini. Bahkan Abdullah bin Abdul Latif Syafii, salah satu ulama Ahlu Sunnah dan guru Muhammad bin Abdul Wahab menulis buku berjudul "Tajrid Saif al-Jihad Li Muddaa al-Ijtihad" yang isinya mengkritik ajaran kaum Wahabi. Sheikh Abdullah bin Ibrahim, ulama Taif dalam bukunya "Tahridh al-Aghbiya Aala al-Istighatsa  bil al-Ambiya wa al-Auliya" menyebut bertawasul kepada pemuka agama bukan bid'ah. Dalam bukunya tersebut, Sheikh Abdullah menjawah syubhah yang dilontarkan kaum Wahabi.
Al-Aqwal al-Mardiyah fi al-Rad Aala al-Wahabiyah yang ditulis oleh Sheikh Atha Dimsyiqi. Sayid Alawi bin Ahmad Haddad mengatakan, "Banyak jawaban dan kritikan yang dilontarkan oleh ulama besar mazhab Ahlu Sunnah mulai dari Mekah, Madinah dan kota-kota lain seperti Ihsa, Basra, Aleppo dan kota lain kepada Muhammad bin Abdul Wahab ."
Selama Muhammad bin Abdul Wahab hidup hingga kematiannya banyak ulama yang menentang ideologi menyimpang pendiri Wahabi ini. Di antara ulama tersebut, Afifuddin Abdullah bin Dawud Hanbali, Ahmad bin Ali Basri Syafii, Sheikh Atha Makki, Sheikh Tahir  Hanafi, Sheikh Mustafa Hamami Misri salah satu ulama al-Azhar yang menulis buku "Ghauts al-Ibad bihi Bayan al-Rashad".
Salah satu ulama dan mufti besar kota Mekah di akhir pemerintahan Utsmani, Sheikh Ahmad Zaini Dahlan terkait akidah sesat Muhammad bin Abdul Wahab menulis, "Ia menyangka ziarah ke kuburan Nabi Saw, dan bertawassul kepada beliau serta para nabi dan ulama serta ziarah kubur mereka untuk mendapat berkah adalah syirik. Ia pun menilai siapa saja yang menisbatkan sesuatu kepada selain Tuhan meski melalui jalur rasio yang diperbolehkan adalah syirik. Misalnya mengatakan, si fulan sembuh berkat obat saya... Muhammad bin Abdul Wahab dalam kata-katanya banyak melakukan falasi untuk menipu kaum awam serta menariknya menjadi pengikut aliran Wahabi. 
Meski adanya penentangan luas ulama dan pencerahan yang gencar mereka lakukan, namun sangat disayangkan benih-benih ideologi rapuh ini tumbuh subur berkat dukungan dana dan militer pemerintah al-Saud serta Inggris dan akhirnya tumbuh menjadi sebuah pohon. Pohon ini hanya membuahkan kekerasan, friksi dan bentrokan antara kaum Muslim.

Wahabi sejak awal terbentuknya telah melakukan pembantaian besar-besaran untuk menguasai Mekah dan Madinah, dua kota yang menjadi pusat Islam. Pengikut aliran Wahabi mengaku dirinya sebagai muslim paling benar. Tak hanya itu, mereka menisbatkan perilaku menyimpang dan kekerasan kepada Nabi Muhammad Saw serta ajaran al-Quran.
Pada awalnya ulama Sunni dengan baik menentang Wahabi, namun selanjutnya secara bertahap mereka lebih memilih bungkam dan membiarkan aliran menyimpang ini berkembang. Salah satu dalih kebungkaman mereka adalah ketakutan mereka terhadap aliran Wahabi dan sayang terhadap jiwa mereka. Dengan bungkamnya ulama dan maraknya propaganda Wahabi serta ancaman yang ditebar pengikut Muhammad bin Abdul Wahab ini, sejumlah pengikut Sunni berbalik menjadi pengikut Wahabi.
Fenomena maraknya pengikut Sunni yang menjadi pengikut Wahabi disebabkan ulama mereka tidak serius seperti pendahulunya dalam memberi pencerahan kepada umatnya terhadap bahaya ideologi Muhammad bin Abdul Wahab. Aliran Wahabi yang mendapat angin dan berkembang pesat di sejumlah negara Islam khususnya Arab Saudi mulai menerapkan kekerasan dan penentangannya terhadap rasio.  Dan para pengikutnya pun dipaksa untuk memusuhi akal sehingga terlelap dalam kejumudan.
Pembantaian muslim Suriah yang juga mencakup anak-anak tak berdosa merupakan contoh nyata dari ideologi sesat dan kejumudan akal Wahabi. Perusakan makam para pemuka agama, menistakan para wanita Suriah, memotong anggota badan penentangnya serta perilaku sadis lainnya menunjukkan fanatisme dan kekerasan yang ditebar pengikut Wahabi.
Kini semua telah menyadari bahwa klaim jihad, tuntutan kebebasan dan bantuan kepada rakyat Suriah semuanya sekedar alasan untuk merusak kehidupan rakyat negara ini. Wahabi ekstrim di Suriah bukannya tidak membantu rakyat negara ini, bahkan mereka malah merusak dan membuat kehidupan rakyat semakin buruk serta aktif membantai warga atau memaksanya mengungsi. Harta warga pun dijarah dan tidak memberi ampun kepada siapa pun termasuk anak-anak dan wanita. Sangat disayangkan ulama Ahlu Sunnah sampai saat ini belum menunjukkan sikap yang tegas terhadap kejahatan anti Islam yang menggunakan nama jihad.

Toleransi dan keras adalah dua sifat Nabi Saw dan ajaran al-Quran. Kedua sifat mulia ini pun menghiasidalam kehidupan politik dan sosial beliau sepanjang hidupnya baik dalam perilaku maupun amal. Keras dan teguh merupakan keharusan untuk menjalankan keadilan dan menjamin keamanan. Toleransi yang tak pada tempatnya malah akan menghilangkan hak manusia. Pengampunan dan kelembutan yang timbul dari kelemahan saat menghadapi kezaliman adalah kehinaan serta bentuk dari sikap menyerah terhadap kezaliman. Hal ini malah membuat pelaku kezaliman semakin leluasa menjalankan aksinya. 
Oleh karena itu, menolak toleransi seperti ini. Rasulullah Saw meski disebut sebagai Nabi pembawa rahmat bagi seluruh umat manusia, namun beliau tidak pernah mendiamkan ketidakadilan, kezaliman dan bid'ah. Beliau pun gencar memeranginya. Dalam ajaran Islam berdamai dengan orang zalim dan penumpah darah tidak pernah dibenarkan.
Mengingat ayat 73 surat al-Isra di mana Allah Swt memperingatkan Nabi-Nya soal berlemah lembut dengan orang kafir, kita memahami bahwa dalam pandangan al-Quran muslim dan mukmin tidak diperkenankan menunjukkan kelemahan dalam soal agama. Mereka dianjurkan untuk memerangi ahli bid'ah dan orang kafir dengan sungguh-sungguh. Dewasa ini umat Islam juga seharusnya tidak menunjukkan rasa toleransi terhadap propaganda anti agama musuh dan Wahabi yang menebarkan bid'ah.

PKS, Pustun, dan BBM


Abdullah Sammy*

Selama sebulan terakhir, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menjadi bulan-bulanan media. Diawali kasus impor daging sapi, nama petinggi partai berslogan bersih, peduli, dan profesional itu terseret. Kendati nama tuhan sempat dibawa-bawa, tokoh PKS itu ujung-ujungnya menjadi tersangka juga. Walhasil, slogan bersih, peduli, dan profesionalPKS berganti menjadi cinta, kerja, dan harmoni.

Baru juga berganti slogannya dengan kata cinta, giliran skandal cinta dikaitkan dengan PKS. Media mulai meniupkan ABG bernama Darin Mumatazah yang diduga merupakan teman dekat salah satu petinggi PKS.

Isu pun seakan digeser. Dari kasus hukum menjadi kasus wanita. Bergesernya isu kasus tak terlepas dibukanya rekaman telepon eks petinggi PKS, Luthfi Hasan Ishaaq (LHI) dengan Ahmad Fathanah di Pengadilan Tipikor.

Di sela berbincang soal daging sapi, LHI dan Fathanah meyelipkan obrolan soal pustun. Usut punya usut, pustun yang dimaksud adalah wanita berdarah Afghanitan atau Pakistan. Isu soal pustun ini yang kemudian "digoreng" habis-habisan oleh banyak pihak.

Di saat citranya coba dirusak, PKS melawan. Strategi untuk memulihkan citra pun dilakukan. Kali ini, PKS bukan bersuara di media, melainkan lewat spanduk. Momen PKS untuk bersuara ada di isu kenaikan BBM oleh pemerintah.

PKS coba menyampaikan pesan pada masyarakat. Pesan bahwa mereka adalah partai yang peduli rakyat, bukan partai yang peduli pustun. Karena itulah, berbagai spanduk mereka sebar ke penjuru Kota Jakarta yang menyampaikan pesan bahwa PKS menolak kenaikan harga BBM.

Banyak yang kemudian bertanya, apa motif PKS berspanduk ria terkait penolakan naiknya BBM? Dalam sebuah diskusi di layar kaca, salah satu kader PKS Ecky Awal Muharam berujar, pilihan tebar spanduk dipilih karena media massa kurang menyorot sikap PKS soal BBM.

Sah-sah saja memang pandangan itu. Sebab, publikasi media soal pustunmemang jauh melebihi publikasi soal PKS yang menolak kenaikan BBM. Dan sah-sah juga bila PKS berstrategi dengan spanduk demi memulihkan citranya yang dihantam "badai sapi dan pustun".

Namun, yang menjadi tanda tanya, usaha nyata apa yang sudah dilakukan PKS untuk menolak kenaikan harga BBM selain aksi pasang spanduk? Padahal di sisi lain, kementerian yang diduduki menteri asal PKS, Kementerian Sosial, malah menyusun program penunjang kenaikan BBM yaitu BSLM (Bantuan Langsung Sementara Masyarakat).

Kesempatan PKS untuk memperjuangkan penolakan kenaikan harga BBM via rapat koalisi pemerintah pun tidak mereka gunakan. Tak ada perwakilan PKS yang hadir dalam rapat terkait kenaikan harga BBM di rumah Wapres Boediono, akhir pekan kemarin.         
  
Merujuk kenayataan itu, jadi beralasan jika muncul pandangan bahwa isu BBM tak hanya jadi kesempatan PKS memulihkan citra. Isu BBM juga menjadi kesempatan PKS melawan pemerintahan!

Lantas mengapa pula PKS tak juga memilih keluar dari pemerintahan? Terkait pertanyaan ini, banyak kemungkinan jawaban yang muncul. Dari beragam analisis, saya lebih setuju bahwa PKS kini menunggu dikeluarkan ketimbang memilih keluar dari pemerintahan.

Lagi-lagi pilihan itu akan berimplikasi pada citra. Citra bahwa PKS terzalimi. Terzalimi oleh BBM, pustun, dan sapi.(IRIBIndonesia/Republika/PH)

*Editor Harian Republika 

Pemberontak Kalah Telak di Al Qushair

Kemenangan pembebasan kota Al Qushair dirayakan militer Suriah bersama rakyat Suriah. Bendera nasional Suriah dikibarkan di tiang-tiang bendera, termasuk bendera partai Hizbullah di tepian jalan-jalan utama kota tersebut. 

 Pemberontak Kalah Telak di Al Qushair
Menurut Kantor Berita ABNA, setelah melalui pertempuran sengit selama dua minggu, kesatuan militer Suriah berhasil menguasai seluruh kota Al Qushair yang sebelumnya dikuasai oleh kelompok pemberontak. Stasiun TV al Manar membenarkan kejadian tersebut dan membuat liputan kawasan Al Qushair telah benar-benar bersih dari anasir pemberontak.
Disebutkan sejumlah besar kelompok pemberontak melarikan diri terbirit-birit setelah mendapat serangan mendadak kamis pagi (5/6) dari militer Suriah yang pro Bashar Asad. Wartawan al Manar yang berada di lokasi kejadian melaporkan langsung kelompok pemberontak melarikan diri ke ara Daba'a dan Timur al Bowayda setelah pasukan mereka mengalami kekalahan telak.
Kemenangan pembebasan kota Al Qushair dirayakan militer Suriah bersama rakyat Suriah. Bendera nasional Suriah dikibarkan di tiang-tiang bendera, termasuk bendera partai Hizbullah di tepian jalan-jalan utama kota tersebut.
Media lain seperti Reuter dan AFP turut melaporkan pengakuan kelompok pemberontak tentang pengunduran mereka.
ساعة ساحة وسط القصير










 

0 comments to "YAHUDI yang TER CERAH KAN dan TER KYAI KAN...!!!!!!!!"

Leave a comment