Home , , , � Republik Indonesia JUARA..... : “Berikan aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya, berikan aku 1 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia” .

Republik Indonesia JUARA..... : “Berikan aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya, berikan aku 1 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia” .

Indonesia Juara Piala AFF
liputan6
Ilham Udin Armayin (20)
http://1.bp.blogspot.com/_KHtzy9ydXf0/TAXySqmPk7I/AAAAAAAAAGw/NQGkx3Mm4NQ/s1600/karno-43.jpg

1. “Berikan aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya, berikan aku 1 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia” .
https://www.youtube.com/watch?v=lucheaR9Q84

2. “Tidak seorang pun yang menghitung-hitung: berapa untung yang kudapat nanti dari Republik ini, jikalau aku berjuang dan berkorban untuk mempertahankannya”. (Pidato HUT Proklamasi 1956 Bung Karno).

3. “Jadikan deritaku ini sebagai kesaksian, bahwa kekuasaan seorang Presiden sekalipun ada batasnya. Karena kekuasaan yang langgeng hanyalah kekuasaan rakyat. Dan di atas segalanya adalah kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa.”

4. “Apabila di dalam diri seseorang masih ada rasa malu dan takut untuk berbuat suatu kebaikan, maka jaminan bagi orang tersebut adalah tidak akan bertemunya ia dengan kemajuan selangkah pun”.

5. “Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawannya.” (Pidato Hari Pahlawan 10 Nop.1961).

6. “Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tapi perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri.”

7. “Bangsa yang tidak percaya kepada kekuatan dirinya sebagai suatu bangsa, tidak dapat berdiri sebagai suatu bangsa yang merdeka.” (Pidato HUT Proklamasi 1963 Bung Karno).

8. “……….Bangunlah suatu dunia di mana semua bangsa hidup dalam damai dan persaudaraan……” (Bung Karno).

9. “Kita belum hidup dalam sinar bulan purnama, kita masih hidup di masa pancaroba, tetaplah bersemangat elang rajawali “. (Pidato HUT Proklamasi, 1949 Soekarno).

10. “Janganlah mengira kita semua sudah cukup berjasa dengan segi tiga warna. Selama masih ada ratap tangis di gubuk-gubuk pekerjaan kita belum selesai! Berjuanglah terus dengan mengucurkan sebanyak-banyak keringat.” (Pidato HUT Proklamasi, 1950 Bung Karno).

11. “Firman Tuhan inilah gitaku, Firman Tuhan inilah harus menjadi Gitamu : “Innallahu la yu ghoiyiru ma bikaumin, hatta yu ghoiyiru ma biamfusihim”. ”Tuhan tidak merubah nasib sesuatu bangsa sebelum bangsa itu merubah nasibnya” (Pidato HUT Proklamasi, 1964 Bung Karno).

12. “Janganlah melihat ke masa depan dengan mata buta! Masa yang lampau adalah berguna sekali untuk menjadi kaca bengala dari pada masa yang akan datang.” (Pidato HUT Proklamasi 1966, Soekarno).

13. “Apakah Kelemahan kita: Kelemahan kita ialah, kita kurang percaya diri kita sebagai bangsa, sehingga kita menjadi bangsa penjiplak luar negeri, kurang mempercayai satu sama lain, padahal kita ini asalnya adalah Rakyat Gotong Royong” (Pidato HUT Proklamasi, 1966 Bung Karno).

14. “Aku Lebih suka lukisan Samudra yang bergelombangnya memukul, mengebu-gebu, dari pada lukisan sawah yang adem ayem tentrem, “Kadyo siniram wayu sewindu lawase” (Pidato HUT Proklamasi 1964 Bung Karno).

15. “Laki-laki dan perempuan adalah sebagai dua sayapnya seekor burung. Jika dua sayap sama kuatnya, maka terbanglah burung itu sampai ke puncak yang setinggi-tingginya; jika patah satu dari pada dua sayap itu, maka tak dapatlah terbang burung itu sama sekali.” ( Sarinah, hlm 17/18 Bung Karno)

Sumber :
indonesiaku.esc-creation.com
SIDOARJO - Permainan ketat diperagakan Indonesia dan Vietnam dalam partai final Piala AFF U-19, di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo, Minggu (22/9/2013) malam. Hingga 2x45 menit dan 2x15 menit dilalui, skor masih bertahan 0-0 sebelum Indonesia akhirnya menang adu penalti 6-5.
Babak pertama baru berjalan tujuh menit, Indonesia mendapatkan peluang pertamanya. Tendangan Muchlis Hadi Ning Syaifulloh melenceng di sisi kanan gawang Vietnam.
Di menit ke-20, Indonesia kembali mendapatkan peluang emas. Hargianto yang sukses menembus pertahanan Vietnam dari sisi kanan gawang Vietnam.
Usai melewati dua kawalan bek Vietnam, Hargianto melepaskan tembakan keras. Namun sayang, tendangannya membentur kaki kiper Vietnam dan hanya membuahkan tendangan sudut.
Menit ke-32, Indonesia kembali mendapatkan peluang. Namun sayang, tendangan Zulfiandi sangat lemah dan sanggup ditangkap kiper Vietnam.
Semenit kemudian, giliran Vietnam yang mendapatkan peluang. Tendangan Phan Thanh Hau sangat keras, namun kiper Indonesia Ravi Murdianto berhasil menangkapnya.
Phan Thanh Hau kembali membahayakan gawang Indonesia di menit ke-35. Tendangan kerasnya dari sudut sempit, sisi kiri gawang Indonesia, sukses ditepis Ravi Murdianto dan hanya menghasilkan tendangan sudut. Hingga babak pertama selesai, skor 0-0 alias kacamata tetap bertahan.
Di awal babak kedua, tepatnya menit ke-50, Vietnam mendapatkan tendangan bebas. Namun sayang, sang algojo, Nguyen Cong Phuong, gagal memanfaatkannya. Tendangan Phuong berhasil ditepis kiper Indonesia, Ravi Murdianto, dan hanya menghasilkan tendangan sudut.
Di menit ke-56, giliran Indonesia yang mendapatkan peluang emas. Tendangan Zulfiandi melambung tipis di atas mistar gawang Vietnam yang dijaga Le Van Truong. Skor masih 0-0.
Menit ke-83, melalui serangan dari sisi kanan pertahanan Indonesia, Vietnam sukses mengobrak-abrik pertahanan Indonesia. Hanya saja, Hoang Thanh Tung gagal merobek jala Indonesia setelah sontekannya melebar di sisi kanan tiang gawang Indonesia.
Mendekati akhir babak kedua, kedua tim bermain makin agresif. Silih berganti Indonesia dan Vietnam gencar melakukan tekanan. Namun, hingga waktu normal 90 menit usai, skor masih 0-0 alias kacamata. Hasil ini memaksa wasit untuk memainkan babak tambahan.(eko darmoko/surya)
Susunan dan Pergantian Pemain
Indonesia: Ravi Murdianto (PG), Putu Gede Juti Antara, M Fatchu Rohman, Hansamu Yama Pranata, M Sahrul Kurniawan, Evan Dimas Darmono (C), Zulfiandi, M Hargianto/Hendra Sandi Gunawan 61', Ilham Udin Armaiyn, Dinan Yahdian Javier/Maldini 38, Muchlis Hadi Ning Syaifulloh.
Vietnam: Le Van Truong (PG), Le Van Son, Tran Huu Dong Trieu, Truong Van Thiet, Nguyen Phong Hong/Nguyen Huu Anh Tai 54', Nguyen Tuan Anh (C), Nguyen Van Toan, Nguyen Cong Phuong/Lam Thi Phong 76', Pham Trum Tinh/Phan Thanh Hau 11', Pham Duc Huy, Hoang Thanh Tung. (b.post/www.seputartimnas.com/team banjarkuumaibungasnya.blogspot.com/23/09/2013/AR/R/KNY/MFF)

Timnas U-19 - NET
Seputar Timnas - Timnas U19 Indonesia sukses menjuarai Piala AFF U19 2013 usai mengalahkan Vietnam 7-6 lewat drama adu penalti dalam laga final di Stadion Delta Sidoarjo, Jawa Timur, Ahad (22/9) malam.

Usai sukses menjadi juara baru Asia Tenggara, skuat Indra Sjafri sudah ditunggu Korea Selatan di babak kualifikasi Grup G Piala Asia U19 2014 pada Oktober mendatang.

Indonesia satu grup bersama juara bertahan Korea Selatan, Filipina, dan Laos. Evan Dimas dan kawan-kawan akan memulai perjuangnya dengan menghadapi Laos di Stadion Delta Sidoarjo, Jawa Timur, pada 8 Oktober.

Timnas U19 Indonesia, selang dua hari kemudian, akan menjajal Filipina di Stadion Petrokimia Gresik. Terakhir adalah Korea Selatan pada 12 Oktober.

Korsel, yang sudah 12 kali menjadi juara, berstatus sebagai juara bertahan. Sementara, Indonesia pernah sekali menjadi juara pada 1961.

Pada 1967 dan 1970, timnas Indonesia hanya mampu menjadi runner-up setelah kalah dari Israel (0-3) dan Myanmar (0-3) di partai final.[Republika]

Indra Sjafri - Fajar Bolanet
Seputar Timnas - Timnas U19 Indonesia berhasil menggondol juara Piala AFF U19 2013 usai menaklukkan Vietnam lewat adu penalti dalam laga final di Stadion Delta Sidoarjo, Jawa Timur, Ahad (22/9) malam.

Sebuah pelega dahaga di tengah kering gelar timnas Indonesia sekaligus modal besar jelang kualifikasi Piala Asia U19 di Grup G bersama Korea Selatan, Laos dan Filipina pada Oktober mendatang.

Kemenangan Indonesia ditentukan lewat penendang kesembilan. Kiper Ravi Murdianto mampu menepis tendangan Nguyen Phong. Lalu, keberhasilan itu dipastikan setelah Ilham Udin Armain mencetak gol ke pojok kanan gawang Vietnam.

Gol Ilham tersebut memastikan Indonesia menang 7-6 via adu penalti. Pelatih Timnas U19 Indonesia, Indra Sjafri, langsung menitikkan air mata usai Ilham Udin sukses mengeksekusi bola ke gawang Vietnam.

Usai pertandingan, Indra berharap pencapaian Garuda Jaya ini bisa menjadi momentum kebangkitan sepak bola nasional.

"Pertama, yang ingin saya sampaikan, jadikan kemenangan hari ini sebagai momentum kemajuan sepak bola Indonesia," ucap Indra seperti dikutip situs Ligaindonesia. "Turnamen ini akan menjadi pelajaran bagi pemain.''

''Kita harus berbahagia dengan kemenangan ini, apalagi setelah 22 tahun tidak dapat gelar," tandas pelatih berusia 50 tahun ini.[republika]

Thaib Armaiyn - Gubernur Malut - IST
Seputar Timnas - Gubernur Maluku Utara (Malut), Thaib Armaiyn, bangga karena cucunya Ilham Udin Armaiyn menjadi penentu kemenangan Timnas U19 Indonesia saat di babak final Piala AFF U19 menundukkan Vietnam melalui drama adu pinalti.

"Saya tentunya bangga atas keberhasilan Ilham Udin Armaiyn yang menjadi penentu kemenangan Timnas Indonesia U19 saat mencetak gol melalui drama adu pinalti," kata  Thaib menjawab pers usai menyaksikan laga Indonesia melawan Vietnam di Ternate pada Ahad malam.

Ilham Udin Armaiyn berhasil mencetak gol penentu melalui adu pinalti dan mengantarkan Timnas Indonesia sebagai juara Piala AFF U19 yang dilangsungkan di Sidoarjo.

Gubernur mengatakan keberhasilan Ilham ini sebagai salah satu bukti bahwa Malut punya aset-aset atlet, terutama sepak bola. Selama ini Malut sudah menyumbang banyak pemain ke Timnas Indonesia.

"Selain cucu saya Ilham Udin Armaiyn, sudah banyak anak-anak asal Malut yang berkiprah baik itu di nasional maupun internasional," ujar Gubernur Malut tersebut.[antara]

Ravi Murdianto - NET
Seputar Timnas - Penjaga gawang  tim nasional U19, Ravi Murdianto, tampil cemerlang pada laga final Piala AFF U19 melawan Vietnam di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Jawa Timur, Ahad (22/9) malam. Berkat penyelematan apiknya, Indonesia berhasil keluar sebagai juara. 

Indonesia harus menjalani pertandingan sengit melawan Vietnam.  Gawang Indonesia pun beberapa kali terancam melalui tendangan para pemain Vietnam dari dalam kotak penalti.  Beruntung, peluang-peluang itu berhasil digagalkan Ravi. 

Kegemilangan Ravi berlanjut ketika pertandingan harus ditentukan melalui adu penalti. Ravi sukses menepis penendang terakhir Vietnam. Indonesia pun akhirnya memastikan kemenangan melalui Ilham Udin. 

"Sebelum memasuki lapangan, saya hanya berpikir satu hal. Saya harus menampilkan permainan terbaik agar bangsa ini bisa kembali menjadi juara," ujar Ravi seperti dikutip dari Republika Online di Hotel The Sun Sidoarjo usai pertandingan. 

"Saya sangat bersyukur. Selain menjadi sejarah, ini juga merupakan penantian panjang masyarakat setelah 22 tahun kita tak pernah juara," ujar Ravi.[Republika]

Roy Suryo - IST
Seputar Timnas - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Roy Suryo mengaku bangga dengan perjuangan Timnas Indonesia U-19, setelah mampu mempersembahkan Piala AFF 2013 dengan mengalahkan di final, salah satu tim kuat yaitu Vietnam.

Bertanding di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Jawa Timur, Ahad (22/9) malam, anak asuh Indra Sjafrie itu menang adu penalti dengan skor akhir 7-6, setelah pada pertandingan sebelumnya berakhir dengan kedudukan 0-0.

"Alhamdulillah .... Luar biasa ! Ini merupakan sejarah baru prestasi persepakbolaan Indonesia, bersama-sama dengan sukses pembukaan Islamic Solidarity Games (ISG) di Palembang. Kita apresiasi perjuangan Timmas U-19," kata Roy Suryo di Palembang.

Menurut dia, perjuangan untuk meraih juara bagi Timnas U-19 bukan perkara mudah. Lawan juga memberikan perlawanan yang tidak kalah sengitnya. Meski demikian, Evan Dimas dan kawan-kawan lebih beruntung dan memenangkan pertandingan.

Untuk memenangkan pertandingan, kata dia, Timnas U-19 bahkan harus ditentukan dengan adu penalti. Bahkan, tim Garuda Muda ini sempat tertinggal sebelum akhirnya mampu menyusul gol yang diciptakan pemain Vietnam.

"Dengan semangat yang tinggi mereka mampu memberikan yang terbaik," kata Roy.

Kemenangan anak asuh Indra Sjafrie atas Vietnam ini ditentukan oleh penendang kesembilan yaitu Ilham Udin Armayn. Tendangan pemain asal Ternate ini tidak bisa dijangkau kiper Vietnam meski arah tendangannya sudah terbaca.

Begitu juga dengan kiper Indonesia, Ravi Murdianto. Penjaga gawang ini bermain cukup gemilang selama 90 menit waktu normal dan ditambah 2 X 15 menit perpanjangan waktu. Begitu juga saat tendangan adu pinalti.

Ravi Murdianto bahkan mampu menggagalkan dua tendangan pinalti pemain Vietnam. Dengan prestasi ini kiper yang selalu diandalkan oleh pelatih Indra Sjafrie menjadi pilihan utama ini layak dinobatkan sebagai pemain terbaik.

Raihan juara bagi Timnas U-19 di Piala AFF 2013 bisa dijadikan pemuas dahaga bagi persepakbolaan di Tanah Air karena prestasi tertinggi sepak bola Indonesia terakhir kali diraih saat SEA Games 1991.[republika]

Timnas U-19 - TRIBUNNEWS
Seputar Timnas - Pelatih tim nasional Indonesia U-19 Indra Sjafri merasa sangat bersyukur atas keberhasilan anak-anak asuhnya menjadi juara Piala AFF U-19 2013. 

Skuad Garuda Jaya sukses mengangkat trofi usai menjalani pertandingan sengit melawan Vietnam pada partai final yang berlangsung di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Ahad (23/9) malam.

Evan Dimas dan kawan-kawan memastikan kemenangan melalui adu penalti setelah bermain imbang tanpa gol hingga hingga 120 menit. Babak tos-tosan itu berakhir dengan skor 7-6.

"Tentunya kita harus berterima kasih kepada Allah SWT atas karunia ini. Keberhasilan ini bukan keberhasilan tim, tapi juga keberhasilan bangsa," ujar Indra Sjafri usai pertandingan.[republika]




Video Adu Pinalti Final Timnas U-19 Vs Vietnam 7-6 Full Goal 

https://www.youtube.com/watch?v=_lLZJImse-I

0 comments to "Republik Indonesia JUARA..... : “Berikan aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya, berikan aku 1 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia” ."

Leave a comment